Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 37


__ADS_3

Dengan perasaan malu,Lisa mengangguk pelan.


"Ayo..Kita keluar cari makan." ajak Sean sambil mengulurkan tangannya pada Lisa.


"Euh.. tapi ini kan sudah malam??"tanya Lisa melirik sesaat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 1 malam.


"Tidak apa-apa,diluar sana kurasa masih banyak pedagang yang jual makanan." ujar Sean.


Lisa pun langsung menggelengkan kepalanya,membuat Sean menatap heran.


"Kalau tuan tidak keberatan,boleh saya yang memasak saja??" usul Lisa sembari bertanya.


Sean mengernyitkan pandangannya.


Di dapur..


Sean tampak duduk manis didapur,sambil menunggu dan memperhatikan Lisa yang sedang memasak.


Sean membiarkan Lisa memasak sendiri tanpa dibantu para pelayan.Karna permintaan Lisa sendiri dan tidak ingin merepotkan para pelayan yang sudah beristirahat.


Tak hanya ingin duduk dan melihat saja,Sean berjalan menghampiri Lisa.


"Apa yang akan kau masak??kenapa harus merepotkan dirimu untuk sibuk didapur??apa lagi ini sudah malam??"tanya Sean pada Lisa yang merasa heran.


Sesaat Lisa menoleh sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tidak apa-apa tuan..Saya cuma tidak ingin mengganggu waktu istirahat para pelayan disini..Dan alasan lain,karna saya suka masak..Walaupun cuma masakan kampung,tapi memasak bisa sesaat menghibur hati saya." jawab Lisa menjelaskan.


"Oh..Begitu."ujar Sean singkat.


"Dan sekarang saya mau coba masak seblak indomie..Apakah tuan pernah memakannya??" sambung Lisa dan bertanya.


"Tidak..Aku juga tidak tahu itu makanan seperti apa." jawab Sean menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu,ini kesempatan tuan untuk mencoba..Dan saya harap tuan menyukai masakan saya." tukas Lisa pada Sean kembali tersenyum.


Melihat senyuman Lisa yang begitu manis,seketika hati Sean tersentuh.Ntah perasaan apa yang sesaat membuatnya bahagia.


Dengan reflek Sean kembali menyentuh rambut Lisa dengan mengusapnya lembut.Dan tanpa sadar ia tersenyum tipis pada Lisa.


Lisa yang melihat sangat terkejut dan malu,karna sikap Sean yang tiba-tiba mengusap rambutnya.Seakan sedang menunjukkan perhatiannya pada dirinya.


Dan tanpa sengaja harus dilihat oleh Siska,yang tadinya ia ingin kedapur mengambil air minum.Siska yang melihat mereka sedang berduaan.Membuatnya semakin kesal,karna harus melihat pemandangan yang begitu romantis tapi memanaskan hatinya.


Namun ia hanya bisa melihatnya dari kejauhan tanpa bisa berbuat apa pun.


Brengsek..sialan..kenapa lagi-lagi aku harus melihat kemesraan mereka ..Aku sungguh muak melihat perempuan itu..ck.. umpat Siska yang kesal.


Siska akhirnya memilih kembali ke kamarnya dengan perasaan yang sangat kesal.


Lisa tiba-tiba tersadar akan dirinya yang terus ditatap oleh Sean.Karna membuatnya menjadi malu dan gugup.

__ADS_1


"Tuan,silakan duduk disana saja..Biar saya selesaikan ini.." ujar Lisa meminta Sean untuk tidak berada didekatnya.


Sean pun mengangguk dan menuruti perintah Lisa.


Cukup lama berkutik didapur,akhirnya Lisa selesai membuatkan masakan yang sesuai keahliannya.


Lisa langsung menghidangkan masakannya diatas meja makan.Sean pun langsung memperhatikan masakan Lisa yang terlihat sangat merah.Yang ia pikir masakan Lisa pasti sangat pedas.


"Sepertinya ini pedas??kau yakin akan makan ini??"tanya Sean memastikan karna merasa ragu.


"Tidak tuan..Ini tidak pedas.."jawab Lisa.


"Kenapa kau bisa bilang ini tidak pedas??Dari warnanya saja ini terlihat pedas." tanya Sean kembali memastikan dan yakin.


Lisa pun tersenyum.


"Ini warna saus tomat tuan..Bukan cabai,saya tahu tuan tidak begitu suka dengan makanan pedas..Jadi saya membuatnya merah hanya dari saus tomat,bukan sepenuhnya cabai semua."jelas Lisa lagi.


"Oh.. ya sudah,akan ku coba.."jawab Sean mulai akan mencoba masakan Lisa.


Diikuti dengan Lisa yang akan mulai memakannya.


Setelah mencobanya sedikit,Sean pun mengangguk dan percaya akan ucapan Lisa.


"Kau benar..Ini tidak pedas..Dan rasanya cukup menarik..Terima kasih sudah membuatkan makanan enak untukku.." ujar Sean memuji masakan Lisa,karna ia anggap masakan Lisa sangat enak.

__ADS_1


Lisa pun tersenyum bahagia,karna Sean kembali menerima masakannya.


Dan akhirnya Sean dan Lisa menikmati makanannya ditengah malam berdua.Tanpa ada satu pun pelayan dan pengawal Sean yang tahu,terkecuali Siska yang tanpa sengaja melihatnya.


__ADS_2