Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 63


__ADS_3

Mendengar ucapan Lisa,Sean hanya menghela nafas sambil tersenyum.


"Akan ada saatnya dimana kau akan belajar untuk melakukannya..Tunggu saja jika nanti sudah tiba waktunya..Persiapkan saja dirimu dan jangan takut.."Ucap Sean sambil mengecup dahi Lisa dengan lembut.


Lisa hanya tersenyum mengikuti ucapan Sean.


...****************...


Vina terlihat senang dan bahagia saat ia baru saja menempati rumah barunya yang cukup mewah.Uang yang didapatnya dari seseorang,membuatnya merasa sangat beruntung.Dan setelah mendapatkan uang yang banyak dan rumah mewah ia pun ingin bersenang-senang.Menghabiskannya untuk dimeja judi.Kebiasaan yang tidak bisa lepas darinya,membuatnya tidak akan berhenti bermain judi.


Vina dan kedua temannya Eva dan Dela,seperti biasa mendatangi tempat untuk berjudi.


Mereka bertiga selalu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berjudi.


Vina kembali tersenyum lebar,kala ia terus menang dari permainan judi nya.Eva dan Dela yang terus kala merasa sinis melihat kemenangan Vina.


Terlebih melihat Vina memamerkan seluruh uang yang sudah ia menangkan dari hasil judinya.


"Kalian lihat,dewi Fortuna sedang berpihak padaku hari ini..hahaha..Ternyata aku sedang beruntung akhir-akhir ini..heheh..Dan kalian sedang sial rupanya."sahut Vina menyombongkan dirinya.


Eva dan Dela masih menatap sinis.


"Sudah lah,aku mau pulang..Aku tidak mau berjudi lagi..Silakan lanjutkan saja permainan kalian..Semoga kalian tidak sial..Haha."sahut Vina lagi yang justru juga menyindir dan mengejek Eva dan Dela.


Vina pun langsung meninggalkan mereka berdua dengan perasaan kesal.


"Sial..Kenapa dia bisa menang terus."sahut Eva yang kesal.


"Iya..kau benar..Dan sekarang dia bersikap sombong pada kita.. brengsek..!!" sahut Dela yang ikut kesal.


"Sekarang dia sudah memiliki uang banyak..bagaimana caranya agar kita juga bisa menikmati uang yang dia miliki..Dia pasti tidak akan mentraktir kita lagi seperti kemarin..Dia sudah sombong dan tamak."ujar Dela lagi.

__ADS_1


Eva pun sesaat berpikir dengan tatapan tajam.


"Aku punya ide." ujar Eva.


"Ide apa??"tanya Dela penasaran.


Eva pun membisikkan sesuatu ke telinga Dela.


...****************...


Dikantor..


Sean yang sedang santai sedikit,sesaat mengirimkan pesan pada Lisa.


' Nanti malam berdandan lah yang cantik..nanti sopir akan mengantarmu ke suatu tempat..Aku akan menunggumu disana..'


Tak berapa lama Lisa pun membalas pesan dari Sean.


Sean yang membaca isi pesan Lisa,seketika hatinya pun tersentuh dan tersenyum bahagia.Untuk pertama kalinya Lisa menyebut dirinya sebagai suami.Walau tidak diucapkan langsung dari mulut Lisa sendiri tapi Sean tampak sudah bahagia.Ia pun tersenyum tipis setelah membaca isi pesan Lisa.


Ketika dia masih senyum sendiri,Juan pun tiba-tiba datang menghampiri Sean.


"Maaf tuan,saya menganggu waktu tuan."sahut Juan sambil menunduk.


"Ada apa??"tanya Sean.


"Saya ingin memberitahu tuan,ada seseorang ingin bertemu dengan tuan." ujar Juan memberitahu Sean.


"Siapa??"tanya Sean.


Juan yang belum sempat menjawab pertanyaan Sean,seseorang pun langsung masuk ke ruangan Sean sebelum diijinkan.

__ADS_1


"Halo Sean.. apa kabar??" sapa seseorang sambil tersenyum manis kearah Sean.


Sean dan Juan pun langsung menoleh kearahnya.Sean seketika mengernyitkan tatapannya saat melihat sosok seseorang yang tidak asing baginya.


...****************...


Vina setelah meninggalkan tempat perjudiannya,tiba-tiba ia dihadang oleh beberapa preman yang menghampirinya.


"Hei..Kau ..!!bagi kami uang..!!" sahut salah satu preman tersebut dengan tampang nya yang garang.


Vina hang merasa tidak takut hanya melihat sinis kearah mereka.


"Ciuh..Kalian pikir kalian siapa??enak saja minta uang padaku..Pergi kalian,kalau mau uang itu kerja..Dasar orang miskin.."jawab Vina dengan lantangnya dan langsung berjalan melalui mereka.


Namun,karna tidak terima dengan jawaban Vina yang justru menghina mereka.Mereka pun langsung memukul Vina dari belakang.Hingga membuat Vina jatuh tersungkur.


Buk..


Bukannya pingsan,Vina justru berusaha beranjak bangkit dan menatap tajam kearah mereka.


Mereka pun hanya menatap heran sambil saling berbisik.


"Kita langsung ambil saja tasnya." bisik teman nya.Si preman pun mengangguk dan langsung menarik paksa tas yang ada ditangan Vina.


Tapi Vina justru berusaha keras menahan tasnya agar tidak lepas dari tangannya.


"Berikan tas itu padaku wanita sialan..!!"Bentak si preman pada Vina.


"Tidak..Kau kira aku akan memberikan tas ku..tolong..Tolong..Ada rampok..!! tolong..!!"teriak Vina meminta tolong


Sang preman pun tetap memaksa menarik tas itu dari tangan Vina.

__ADS_1


Dan hingga akhirnya..


__ADS_2