
Tok..Tok..
Sean masih terus mengetuk pintu,sementara Sandra masih bingung harus membukanya atau tidak.
"Sandra,tolong buka pintunya..Aku ingin bertemu dengan mu..bukankah kau membutuhkan uang sekarang??" sahut Sean dari luar dan mengimingkan sesuatu.Yang seketika membuat Sandra membulatkan matanya dengan lebar.
Hah??uang??dia ingin memberiku uang??artinya Sean tidak tahu apa yang terjadi pada wanita sialan itu.. batin Sandra dalam hatinya.
Sandra pun langsung bersemangat dan membuka pintu tersebut,tanpa merasa ragu lagi.
Saat pintu terbuka,terlihat Sean berdiri sambil menunjukkan senyuman iblis pada Sandra.
Sandra yang tidak tahu seperti apa karakter Sean sebenarnya,justru tidak merasa curiga.
"Sean.. bagaimana bisa kau datang kesini??bukankah aku belum memberitahu mu jika aku menginap disini??"tanya Sandra menunjukkan ekspresi yang langsung berubah.
Sean langsung memasuki kamar hotel Sandra tanpa menjawab pertanyaan Sandra.Sesaat ia memperhatikan suasana kamar yang sudah berantakan,akibat amukan Sandra yang membuang semua barang yang ada dikamar tersebut.
Setelah Sean memasuki kamar Sandra,Juan lebih memilih menunggu diluar sembari menutup kamar tersebut.
__ADS_1
Sandra dengan percaya dirinya,mendekati Sean dan mencoba untuk menggoda Sean.
"Sean..Apakah kedatanganmu kesini,karna merindukanku??sebab aku juga sangat merindukanmu Sean." tanya Sandra mencoba mulai menggoda Sean dengan menyentuh wajah Sean menggunakan jadinya.
Sean masih diam dan menatap dingin kearah Sandra.
"Jika kau memang ingin memberikan ku uang,aku akan memuaskanmu sekarang juga..Asal uangnya sesuai yang ku minta..Bagaimana??"ujar Sandra yang ingin melakukan penawaran pada Sean.
Sean pun tersenyum miring saat melihat Sandra.
"Lalu,apakah uang itu bisa ditukarkan dengan nyawamu??daripada harus ditukarkan dengan tubuh kotormu??" tanya balik Sean.
Sandra hanya tersenyum dan masih tidak menyadari,jika ucapan Sean justru akan membawa masuk dalam perangkap Sean sebenarnya.
Tatapan Sean kini pun mulai tajam dan semakin menunjukkan senyuman iblisnya pada Sandra.Tanpa basa basi lagi,Sean langsung menyerang Sandra dengan cekikkan kuat yang melingkar dilehernya.
Sontak membuat Sandra terkejut dan berusaha meronta,melepaskan tangan Sean dari cekikkan lehernya.
"Ekh..Ekk.." terdengar suara rintihan dari mulut Sandra.
__ADS_1
Buk..Buk..
Sandra mencoba memukul-mukul tangan Sean agar bisa lepas dari cengkraman Sean.
"Bagaimana??Kau sudah siap menukarkan nyawamu untuk ku wanita ja*ang??" tanya Sean dengan sikap tenang dan dingin.
Sandra terus berusaha dan tidak berhentinya meronta ingin lepas dari cengkraman Sean.Karna ia merasa sudah sulit untuk bernafas.
Melihat kondisi Sandra yang sudah mulai lemas,Sean langsung menghempaskan tubuh Sandra dengan kuat dan kasar.Hingga membuat tubuh Sandra terjatuh cukup keras.
Bruk..
"Uhuk..Uhuk.." rintih Sandra berusaha mengatur nafasnya yang sudah hampir membuatnya kehilangan nafas.
Sean berjalan kearah Sandra dan berjongkok menatap Sandra.
"Bagaimana??apakah kau masih ingin menukarkan nyawamu padaku??" tanya Sean.
Sandra pun menatap Sean dengan perasaan yang sangat ketakutan.Ia tidak mengira jika Sean bisa melakukan hal itu padanya.Yang hampir saja membuatnya kehilangan nyawa.
__ADS_1
"Ke..Kenapa. Uhuk..kenapa kau melakukan ini padaku Sean..Uhuk..Apa salahku??"tanya Sandra yang seolah tidak merasa membuat kesalahan pada Sean.
Sean langsung menatap tajam pada Sandra.