
Sean dan Lisa menuju pulang kerumah. Diperjalanan Lisa sesekali melirik kearah Sean tanpa berani bicara sedikit pun.
"Kau ingin bicara sesuatu??"tanya Sean melirik datar kearah Lisa.
"Euh.. itu tadi,dia memang teman saya tuan..kami bertemu tidak sengaja..saya harap tuan tidak marah.."jawab Lisa mencoba menjelaskan.
"Iya..Aku mengerti.."jawab Sean singkat.
"Kalau boleh,apakah saya bisa bertemu dengannya lagi??"tanya Lisa dengan perasaan takut dan gugup.
"Kau lupa dengan aturanku sebelumnya??"tanya Sean dengan tegas.
Seketika membuat Lisa menghela nafasnya dan menunduk murung.
"Iya..Saya tidak lupa tuan."jawab Lisa mengangguk.
"Jadi??"tanya Sean.
"Iya baik tuan,saya tidak akan bertemu dengan teman saya lagi." Jawab Lisa dengan nada kecewa.
"Sudah berapa lama kalian saling mengenal?"tanya Sean yang tiba-tiba ingin tahu.
"Sudah sangat lama tuan..dia satu-satunya teman yang saya miliki.."jawab Lisa.
__ADS_1
"Oh.."sahut Sean singkat.
Mendengar tanggapan singkat Sean,Lisa tak berani lagi untuk bicara.
*
*
Eva datang menemui Vina dikediamannya yang baru tengah malam.
"Ada apa kau datang malam-malam begini?"tanya Vina yang heran.
"Ada berita yang perlu ku sampaikan padamu."ujar Eva.
"Berita apa??"tanya Vina dengan santai nya sambil menyulutkan api ke rokoknya.
"Oh..hanya itu saja??"tanya Vina yang masih bersikap tenang setelah melihat rekaman video Lisa.
"Ya.."jawab Eva singkat.
"Bagaimana bisa kau melihat dia disana?"tanya Vina lagi.
"Kebetulan aku berada disana,dan tanpa sengaja aku melihat mereka..jadi aku langsung merekam mereka..."Jelas Eva.
__ADS_1
"Lalu?"
"Dan terakhir sebelum aku akan pulang aku melihatnya kembali dengan seorang pria.pria yang pernah kita lihat sebelumnya dipusat perbelanjaan..Sepertinya anakmu memang sudah dinikahi pria itu..Pria orang kaya,yang bahkan menggunakan mobil sangat mewah.."ujar Eva kembali menjelaskan.
Vina masih bersikap tenang,sebab ia juga sudah mengetahui jika Lisa memang sudah hidup bersama orang kaya seperti Sean.
"Sepertinya anakmu mulai beruntung nasibnya Vina..Bertemu orang kaya dan dinikahi..Hidupnya pasti sudah terjamin sama pria kaya itu..apakah kau tidak menyesal,membuang Lisa begitu saja??ibarat kau membuang batu berlian ke jalanan,tanpa siapa tahu yang memungutnya..Yang ternyata orang kaya raya.."ujar Eva memberi filosofi pada Vina.
"Soal itu aku sudah tahu..Lelaki yang bersama Lisa saat ini,memang bukan lelaki yang sembarangan..Dia orang yang sangat disegani dikota ini."sahut Vina.
"Benarkah??dari mana kau bisa tahu??pantas saja dia dengan entengnya membeli anakmu seharga 1miliyar..Apakah pria itu benar-benar menginginkan anakmu??"tanya Eva.
"Ntah lah..Soal itu aku masih tanda tanya,kenapa lelaki itu bisa membeli Lisa dan bahkan dinikahi." ujar Vina.
"Tapi apakah kau yakin pria itu benar-benar menikahi Lisa??pemikiran ku bisa saja Lisa hanya dijadikan sebagai wanita simpanan..Semua orang kaya pasti begitu." ujar Eva.
"Itu aku juga tidak tahu..Tapi yang jelas,aku ingin mencari tahu dimana tempat tinggal Lisa yang sekarang."
"Kenapa??apa kau ingin memanfaatkan lagi anakmu??"tanya Eva menebak.
"Ya..Tentu saja,hanya 1 miliyar yang kuterima,itu tidak sebanding dengan selama ini aku membesarkan dan membiayai hidupnya."ujar Vina yang merasa berkorban untuk Lisa.
Tapi pada kenyataannya Vina sama sekali tidak membesarkan Lisa dengan baik,dan membiayai hidup Lisa pun juga.Karna sejak kecil,Lisa sudah diperbudak untuk mencari uang sendiri.
__ADS_1
"Kalau begitu kau harus cepat cari tahu..Bersandiwara lah kalau kau menyesal karna sudah bersikap tidak baik padanya..Dengan begitu,hatinya akan luluh dan akan menerima mu..Kau pun akan bisa menikmati uang yang dimiliki Lisa dari pria kaya itu." ujar Eva mempengaruhi pikiran Vina.
Vina hanya diam sambil tersenyum miring.