
"Apa maksudmu tuan Fabio??aku tidak mengerti "tanya Sean yang penasaran.
"Selama ini aku mencari putriku.. dan aku merasa istrimu adalah putri yang selama ini ku cari." jawab tuan Fabio menjelaskan.
Sean semakin bingung dengan penjelasan tuan Fabio.
"Bagaimana bisa kau menganggap kalau istriku adalah putri mu??apa yang membuktikan jika dia adalah putrimu?" tanya Sean lagi.
"Dari seorang wanita yang juga sudah lama ku cari.. karna wanita itu adalah ibunya..Kau membeli anaknya dari wanita yang sebenarnya adalah ibunya." jawab tuan Fabio.
Sesaat Sean mengernyitkan alisnya keatas.
"Jadi selama ini kau mencari semua informasi tentang istri ku dan ibunya..Sampai kau memastikan jika istri ku benar-benar adalah anakmu?"tanya Sean memastikan kembali.
"Iya..seperti itu." jawab tuan Fabio singkat.
"Lalu apa yang kau inginkan dari nya??apakah kau ingin bertemu dengannya?"tanya Sean.
"Ya..Jika kau tidak keberatan dan mengijinkan istrimu bertemu denganku.." jawab tuan Fabio.
"Aku akan ijinkan tapi kau harus benar-benar membuktikan jika istriku memang anakmu..aku tidak bisa secepat itu mempertemukan istriku padamu..walaupun kita sudah menjalin hubungan baik dan kau mengaku sebagai ayahnya."ujar Sean menolak secara tidak langsung.
__ADS_1
"Aku sudah yakin kalau istrimu memang anakku.. wanita yang melahirkan dia pernah menjalin hubungan denganku..hanya saja kami tidak bisa bersama dan mengharuskanku untuk meninggalkannya.. dan aku juga tidak tahu jika wanita itu ternyata mengandung anakku." ucap tuan Fabio mencoba menjelaskannya lagi pada Sean.
"Tapi kau tidak bisa yakin begitu saja,bagaimana jika wanita itu ternyata bukan mengandung anakmu??" ujar Sean meragukan perkataan tuan Fabio.
"Jika kau tidak keberatan,aku akan lakukan tes DNA.. untuk memastikan dia benar putri atau tidak." ujar tuan Fabio memberi saran.
Sean hanya diam dan memandang tuan Fabio dengan serius.
...****************...
Setelah bertemu dengan tuan Fabio,Sean pulang kemansionnya.
Tiba dimansion ia puj langsung disambut boleh Lisa.
Lisa pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu." ujar Sean pada Lisa.
Lisa hanya menatap penasaran.
"Tentang apa??"tanya Lisa.
__ADS_1
"Apakah selama ini kau memiliki seorang ayah??"tanya Sean.
Lisa pun langsung memasang raut wajah sedih sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak suamiku. saya dibesarkan tanpa seorang ayah..Hanya ibu saya sendiri yang membesarkan saya." jawab Lisa.
"Dimana ayahmu??apakah ibumu pernah bercerita tentang ayahmu??"tanya Sean lagi.
"Saya tidak tahu dimana ayah saya..ibu saya juga tidak pernah bercerita tentang seperti apa sosok ayah saya sebenarnya.." jawab Lisa lagi.
"Begitu.. apa kau pernah berkeinginan untuk bertemu dengannya??"
"Ya jika ayah saya masih hidup..karna ibu saya selalu bilang jika ayah sudah lama mati.. jadi dia mengatakan jika saya tidak akan pernah bertemu dengan ayah lagi." jawab Lisa.
Sean pun menarik nafas panjangnya.
Sean langsung mendekap tubuh Lisa dengan erat.
"Suatu saat kau pasti akan bertemu dengannya.." ujar Sean dengan nada pelan.
"Kenapa anda bilang begitu??ayah saya sudah lama meninggal,saya pasti tidak akan bisa bertemu dengannya lagi." tanya Lisa yang bingung.
__ADS_1
"Nanti akan ada waktunya aku memberitahu mu..tunggu saja saat itu tiba" jawab Sean.
Lisa hanya mengangguk pelan dan mengikuti ucapan Sean.