
Tiba dimansion,Lisa terkejut melihat Sean yang sudah berada dimansion.
Sean langsung menghampiri Lisa dan memperhatikan luka di wajah Lisa.
"Siapa yang sudah melakukan ini??"tanya Sean dengan nada dingin.
"Itu ..-" Lisa pun sesaat menunduk dan bingung harus mengatakannya atau tidak.
"Itu tuan..seorang wanita asing tiba-tiba menyerang nyonya Lisa..Kami tidak tahu siapa,tapi dia seperti mengamuk pada nyonya Lisa." sahut Adelia yang langsung menjelaskannya pada Sean.
Karna Adelia tahu Lisa pasti tidak mau mengatakannya pada Sean.
"Obati lukamu,aku akan keluar sebentar." ujar Sean pada Lisa.
"Kamu mau pergi kemana??ini cuma luka kecil,lebih baik biarkan saja." tanya Lisa dan menahan Sean jangan pergi.Sebab Lisa tahu,Sean pasti tidak akan tinggal diam melihat kondisi dirinya yang terluka.Dan mungkin akan berniat ingin membalasnya pada wanita yang tidak Lisa kenal.
"Turuti saja perintahku,aku tidak akan lama.." jawab Sean langsung pergi meninggalkan Lisa dan Adelia.
Lisa hanya memandang kepergian Sean dengan perasaan cemas.
Kuharap dia tidak melakukan sesuatu yang mengerikan dengan wanita itu.. batin Lisa dalam hatinya.
"Ayo nyonya,saya akan obati luka nyonya."sahut Adelia mengajak Lisa.
__ADS_1
Lisa hanya mengangguk dan menuruti ajakan Adelia.
...****************...
Dihotel..
Prang..Bruak..
Sandra membuang semua barangnya yang ada diatas meja.Ia kembali meluapkan emosinya,seakan ia tidak puas saat ia menyerang Lisa sebelumnya.
"Brengsek..!! sialan..!! jadi wanita ja*ang itu yang sudah bersama Sean.. kenapa Sean bisa menikah dengan wanita sialan itu??pantas saja dia menolakku begitu saja..Arggghhh...!!" teriak Sandra dengan histerisnya.
Rupanya Sandra sudah menyelidiki kehidupan Sean,setelah ia menerima penolakan dari Sean.Sandra begitu terkejut saat tahu,jika Sean sudah menikahi gadis yang lebih muda dan polos.Dibandingkan dirinya yang berbeda jauh dengan Lisa.
Setelah meluapkan emosinya,Sandra menyulutkan sebatang rokok untuk ia hisap.Sesaat ia memandang dirinya didepan kaca dengan tatapan sinis.
"Kau masih cantik Sandra,bahkan kecantikan mu tidak bisa dibandingkan dengan si ja*ang itu..kau harus lakukan sesuatu untuk membuat mereka terpisah..dengan begitu kau bisa memanfaatkan lagi uangnya.."ujarnya bicara sendiri.
Saat sedang menikmati sebatang rokok yang ia hisap dimulutnya.Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari kamar hotelnya.
Sandra pun menoleh kearah pintu sambil menatap heran.
Tok..tok..
__ADS_1
"Siapa yang mengetuk pintu??sepertinya aku tidak memakai jasa layanan hotel." ujar Sandra bicara pada dirinya sendiri.
Tok..tok..
Suara ketukan pintu itu pun masih terdengar jelas.Membuat Sandra langsung memdnegus dan berjalan kearah pintu tersebut.
"Siapa yang sudah berani menganggu waktulu.." gerutu Sandra sedikit kesal.
Saat tiba didepan pintu,Sandra tidak langsung membukakan pintu tersebut.Karna dia ingin mengintipnya dulu dari lubang pintu.
"Sean.?" seru Sandra dengan nada pelan.
Tok..Tok..
Pintunya kembali terdengar dengan suara ketukan.
"Sandra, ini aku. tolong buka pintunya." sahut Sean dengan nada tenang.
Sandra pun bingung dengan kedatangan Sean yang tiba-tiba.Karna menurutnya Sean tidak tahu dimana dirinya menginap saat ini.
Bagaimana dia tahu aku menginap dihotel ini??apa dia juga tahu yang terjadi pada wanita sialan itu??batin Sandra yang semakin bingung dan ragu.
...****************...
__ADS_1