
Setelah pertemuan makan malamnya dengan tuan Fabio,Sean dan Lisa pun berpamitan pulang.
Dalam perjalanan pulang,suasana didalam mobil pun terlihat hening.Tidak ada sedikit pun bersuara diantara mereka.
Namun..
Kruukkk..
Seketika membuat Sean langsung menoleh kearah asal suara tersebut.Yang ternyata lagi-lagi suara perut Lisa yang bunyi.
Lisa pun langsung tertunduk malu dan tidak berani menatap Sean.Juan yang sedang mengemudi di kursi sopir,ikut melirik melalui kaca spion sambil tersenyum.
"Apa kau lapar lagi??"tanya Sean yang heran.
Lisa dengan malunya mengangguk.
"Iya tuan.."jawab Lisa dengan nada pelan.
Sean pun langsung tersenyum tipis melihat kepolosan Lisa.
"Ya sudah kita tempat makan lagi..Kau ingin makan apa??"tanya Sean.
Lisa langsung tersenyum semangat.
*
__ADS_1
*
Sean menatap bingung dan heran,melihat tempat suasana dimana mereka akan makan.
"Kau yakin ingin makan ditempat seperti ini??"tanya Sean memastikan.
"Iya tuan..Apakah tuan keberatan??"tanya balik Lisa.
"Tidak..Jika memang ini tempat yang kau mau..Tapi tempatnya terlalu dipinggir jalan..Apakah makanan disini higeinis untuk dimakan??"tanya Sean yang meragukan tempat tersebut.
Sebab tempat yang dituju Lisa ternyata adalah tempat makan pecel ayam.Yang situasi tempatnya memang dipinggir jalan.Namun begitu ramai pelanggan yang akan makam disana.
Dan menurut Sean yang tidak pernah makan disana,akan terlihat aneh.
Juan yang hanya menunggu mereka didalam mobil.
"Oh..Ya sudah..Akan ku coba.."jawab Sean mengikuti saran Lisa.
Setelah memesan dan tak berapa lama disajikan,akhirnya Sean dan Lisa mulai menikmati makanannya.Sean yang tadinya meragukan makanan tersebut,ternyata ia cocok.Sean menyukai cita rasa makanan pecel ayam yang menurutnya enak.Dan ia akui pun jika perkataan Lisa tentang makanan tersebut memang benar.
...****************...
Keesokan harinya..
Lisa terbangun,dan tidak melihat keberadaan Sean.
__ADS_1
Tak berapa Adelia datang memasuki kamarnya dan menghampiri nya.
"Selamat pagi nyonya Lisa."sapa Adelia dengan ramah.
"Ah..Iya ..selamat pagi Adelia."sapa balik Lisa.
"Nyonya,silakan untuk bersiap-siap dulu..Setelah ini nyonya akan sarapan dan akan diantar sopir untuk kesuatu tempat."ujar Adelia memberitahu.
"Ke suatu tempat??kemana?dan dimana tuan Sean??"tanya Lisa yang bingung.
"Tuan Sean sudah berangkat keluar kota subuh tadi nyonya." ujar Adelia memberi tahu lagi.
"Keluar kota??kenapa tuan tidak memberi tahu saya??saya tidak tahu kalau tuan mau keluar kota."tanya Lisa yang bingung.
"Soal itu tidak tahu nyonya..Mungkin tuan mendadak,jadi tidak memberitahu nyonya..Karna tuan memang biasa seperti itu."ujar Adelia menjelaskan.
"Oh..Ya sudah..Lalu memangnya saya akan pergi kemana??"tanya Lisa mengalihkan pertanyaan lain.
"kata tuan Sean,nyonya akan pergi kesalon spa.."jawab Adelia.
"Salon spa??itu tempat apa?"tanya Lisa yang tidak tahu.
"Oh..Itu tempat untuk memanjakan diri nyonya..Nanti nyonya akan tahu.."jawab Adelia sambil tersenyum.
"Begitu..Bolehkah saya mengajak teman saya?"tanya Lisa pada Adelia.
__ADS_1
"Kalau itu terserah nyonya saja..Saya hanya memberitahu nyonya akan pergi kemana..Karna saya tidak diminta untuk menemani nyonya..Hanya akan ada sopir dan beberapa pengawal yang akan menemani nyonya." ujar Adelia lagi.
"Baiklah..terima kasih Adelia..Saya akan bersiap-siap dulu."jawab Lisa langsung beranjak bangkit menuju kamar mandi.