Gadis Malang Milik Tuan Kejam

Gadis Malang Milik Tuan Kejam
Bab 85


__ADS_3

"Ba..Bagaimana bisa??kata ibu saya,ayah saya sudah lama meninggal..ibu saya selalu bilang bahwa saya lebih baik mati bersamanya .." ujar Lisa masih syok dan masih tidak percaya dengan penjelasan yang dikatakan Sean padanya.


tuan Fabio pun sesaat menarik nafas panjangnya.


"Maaf,jika ini sudah membuatmu syok..Tapi aku tidak bisa hanya berdiam diri menutupi semua kenyataan kalau kau adalah putri kandungku..Ada banyak hal yang terjadi kenapa semua ini bisa seperti ini."sahut tuan Fabio yang merasa sangat bersalah.


Lisa yang masih belum bisa menerima pernyataan dari tuan Fabio langsung menjadi cemas dan menoleh kearah Sean.


"Suamiku,bisakah kita pulang sekarang??aku sangat lelah.." tanya Lisa yang ingin langsung pulang karna semakin lama dia disana,membuat dadanya semakin sesak.Karna tidak bisa menerima kenyataan jika orang yang ada didepan matanya adalah orang yang sudah membuat dirinya menjadi korban akibat keegoisan orang tuanya.


Sean langsung mengangguk dan menuruti permintaan Lisa.


"tuan Fabio,sepertinya kami harus pulang sekarang..Mohon kasih waktu pada istriku..Kuharap kau mengerti." ujar Sean pada tuan Fabio.


"Ya..Bawalah dia pulang,aku mengerti dengan perasaannya saat ini." jawab tuan Fabio menyetujui ucapan Sean.


akhirnya Sean mengajak Lisa pulang dengan perasaan Lisa yang masih syok dan bahkan tertekan.


...****************...

__ADS_1


Vina dan Roy kini mulai berani bermadu kasih dikediamannya.Merasa sebentar lagi akan menikah,Vina seakan tidak ragu untuk bermanjaan dengan Roy.


Vina begitu dimabuk asmara dengan sosok Roy yang mewarnai hidup.Layaknya seorang bocah yang sedang kasmaran,hal itu lah yang kini dirasakan Vina pada Roy.Ia seperti merasakan puber untuk kedua kalinya.


Vina dan Roy telah menghabiskan waktu seharian dikediamannya dengan melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri.


Vina tak segan memberikan seluruh tubuhnya pada Roy,hanya demi untuk memuaskan hasrat Roy padanya.Dan saat ini pun mereka masih nyaman berada diatas ranjang besar milik Vina.


"Sayang..Ternyata kau sangat hebat dalam permainan ranjang..aku tidak menyangka ternyata kau mampu menguasai permainan panas kita.." sahut Vina menyandarkan kepalanya sambil memainkan dada bidang Roy dengan jari-jarinya.


Roy pun tersenyum pada Vina.


"Aku juga sayang..Secepatnya kita bisa menyatukan cinta yang seutuhnya." ujar Vina.


"Dan apakah boleh aku pinjam uang padamu??" tanya Roy mengalihkan topik.


Sesaat Vina pun menatap Roy.


"Pinjam uang??untuk apa??"tanya Vina.

__ADS_1


"Untuk membawa keluargaku kesini..Keluargaku tinggal jauh dikampung,jadi aku harus membiayai mereka untuk datang menghadiri pernikahan kita nantinya sayang..jujur uangku ada tapi tidak cukup jika harus membiayai mereka semua. Jadi kalau kau tidak keberatan,bolehkah aku meminjam uangmu??"kata Roy menjelaskan nya pada Vina.


"Tentu saja sayang..Kau akan menjadi suamiku,artinya uangku juga uangmu.." jawab Vina yang sesaat mengambil dompet didalam lacinya.


Vina mengeluarkan sebuah kartu atm dan diberikannya langsung pada Roy.


"Kau pakai saja kartu ini..Semua uangku ada di atm ini.." ujar Vina.


"Lalu kau bagaimana??"tanya Roy heran.


"Tenang saja,aku masih punya kartu lain..kalau bisa uang itu kau olah saja untuk usaha juga..jadi uang itu bisa diputar."jawab Vina.


Roy seketika tersenyum lebar.


"Terima kasih sayang..kau memang wanita terbaik untukku." ujar Roy langsung memeluk Vina dengan erat.Vina pun membalasnya dengan pelukan hangat.


"Dan ayo kita minum dulu..untuk merayakan hari pernikahan kita nanti.." ujar Roy sesaat bangkit dan memberikan minuman yang dia ambil diatas meja pada Vina.


Vina langsung menerimanya dan meneguk minuman tersebut.

__ADS_1


Dan beberapa saat ia merasakan kepalanya sedikit pusing dan mabuk.


__ADS_2