
Selesai makan malam,Varro beranjak pergi keruang kerjanya.Ruang kerja itu dulu milik mendiang papanya,kini Varrolah yang menggunakan ruangan tersebut untuk lembur,bahkan tak jarang juga dia sampai tidur disana.
Varro tengah fokus membuat proposal yang akan dia ajukan pada para investor,walaupun keuangan perusahaan sudah semakin stabil,tetap saja Varro membutuhkan investor lain untuk menambah dana perusahaan.
Tiba-tiba telinganya menangkap suara ketukan dipintu,belum sempat dia berucap pintu ruang kerjanya terbuka dan berdirilah sosok Arumi didepan pintu.
"Mama boleh masuk Var?".Tanya Arumi.
"Masuk aja Ma ".Varro mempersilahkan.
Arumi pun masuk keruang kerja milik suaminya itu,semenjak kematian suaminya ruangan tersebut tidak berubah.Semua letak barang masih ditempat yang sama seperti waktu suaminya masih hidup.
Lalu Arumi duduk didepan meja berseberangan dengan Varro.
"Sepertinya belakangan ini kamu sibuk terus Var".Kata Arumi.
"Iya Ma,aku lagi buat proposal untuk diajukan ke investor ".Ucap Varro.
"Loh?emang Om Fred gak jadi bantu kamu?".Tanya Arumi,dia memang tidak pernah ikut campur masalah perusahaan.
"Jadi Ma,tapi yang namanya perusahaan itu pasti selalu membutuhkan investor,biar perusahaan semakin berkembang ".Jawab Varro.
Arumi pun manggut-manggut tanda mengerti.
"Var,mama mau bicara sesuatu sama kamu".Kata Arumi.
"Bicara apa Ma?lagian mama daritadi juga sudah bicara ".Ucap Varro datar.
"Ck,kamu ini ".Arumi berdecak kesal melihat sikap putranya "Ini masalah lain Var,mama mau biayain kuliahnya Flora "
Dahi Varro mengernyit saat mendengar perkataan mamanya.
"Mama yakin?gak salah mama sampai segitunya sama dia?".Tanya Varro sembari tangannya menggeser laptop kesebelah kiri.
"Yakin Var,mama kasihan sama dia,dia itu gadis baik-baik,percaya sama mama.Lagian kamu tahu sendirikan,penilaian mama terhadap karakter seseorang itu akurat ".Ujar Arumi dengan percaya diri.
"Tapi gimana kalau nanti ternyata otak dia gak mampu,kan sia-sia nanti jadinya mama biayain dia ".Kata Varro.
"Gak Var,mama yakin apa yang mama lakukan ini gak akan sia-sia ".Ucap Arumi sambil tersenyum.
"Ya sudah,terserah mama aja ".Kata Varro setelah dia berpikir sejenak.
"Lagian gak ada salahnya Var kita bantu orang lain,apalagi dengan keadaan kita yang tergolong mampu.Kamu udah lihatkan hasil dari perbuatan baik papa kamu dimasa lalu?balasannya datang disaat yang tepat ".Kata Arumi mengingatkan putranya.
Varro pun menganggukan kepalanya.
"Dan satu hal lagi,kamu jangan bersikap dingin sama Flora.Memang dia juga wanita,tapi ingat,wanita yang membuat kamu merasakan sakit hati itu bukan dia.Kamu juga tidak harus menyukai Flora,hanya bersikap baiklah pada dia.Disini dia itu sebatangkara,tidak punya siapa-siapa,dia berjuang seorang diri untuk kehidupannya yang lebih baik.Jadi setidaknya tunjukkanlah sikap yang baik ".Ujar Flora panjang lebar.
Varro nampak tercenung.
"Iya Ma,akan aku coba untuk bersikap biasa pada dia ".Kata Varro "Tapi jangan paksa aku, jika aku tidak bisa bersikap seperti yang mama minta ".Sambungnya.
"Mama mengerti Nak,memang sulit menyembuhkan luka hati.Tapi mama yakin, pelan-pelan luka itu nanti pasti sembuh,tapi mama tidak tahu apa dan siapa yang akan menyembuhkan luka itu nanti ".Ucap Arumi sambil tersenyum.
Karena tidak mau menganggu putranya lebih lama,Arumi pun meninggalkan Varro seorang diri.
Setelah kembali seorang diri diruangan kerjanya,Varro tidak langsung melanjutkan pekerjaannya.Dia lebih memilih untuk duduk termenung.
"Tidak semudah berucap,karena luka ini begitu menyakitkan ".Gumam Varro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Flora bangun pagi-pagi sekali,selesai melakukan tugasnya dia bergegas mandi.Hari ini dia akan mendaftar kuliah,dan semua persyaratan pendaftaran pun sudah lengkap .
__ADS_1
Dengan bersemangat dia mematut dirinya dicermin,rambut yang dikuncir,kemeja putih dan rok hitam lengkap dengan sepatu kets warna hitam corak putih.
Tas yang baru dibelikan oleh Arumi pun tersampir dipundaknya,dengan wajah ceria dia berjalan menuju meja makan.
Kemarin Arumi sudah memberitahukan pada dirinya,jika mulai sekarang dia harus makan bareng dimeja makan.Awalnya Flora menolak karena lagi-lagi dia merasa tidak enak pada Bik Kiky,tapi setelah Arumi meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja,begitu juga dengan Bik Kiky yang menyuruh Flora untuk menuruti apa saja permintaan dari Arumi,barulah Flora mengiyakannya.
Dan disinilah dia sekarang,sarapan satu meja dengan Varro yang masih bersikap acuh tak acuh pada dirinya.Varro duduk diujung meja,sedangkan Arumi duduk dibagian sebelah kanan dan Flora duduk diseberang meja berhadapan dengan Arumi.
"Kamu makan yang banyak Flo,oh ya,apa kamu sudah bawa semua persyaratan pendaftarannya ?".Tanya Arumi.
"Sudah Tante,udah lengkap kok semuanya ".Jawab Flora sambil tersenyum.
Sesekali Flora melirik kearah Varro,tapi pria itu fokus menghabiskan sarapannya.
"Varro,,".Seru Arumi.
Varro pun menoleh kearah Mamanya dengan pandangan bertanya.
"Nanti kamu anter Flora ke kampus ya,kan searah juga ".Dengan entengnya Arumi menyuruh Varro.
"Kok Varro sih Ma,suruh Pak Wan aja ".Tolak Varro.
"Pak Wan nanti nganter Mama arisan ".Arumi beralasan.
"Tumben,biasanya Mama kalau keluar bawa mobil sendiri ".Varro mulai curiga.
"Gak apa-apa Tan,Flo berangkat sendiri aja ".Sela Flora,dia juga merasa sungkan merepotkan Varro,apalagi melihat sikap Varro yang dingin dan mendengar penolakannya barusan,dia merasa lebih baik berangkat seorang diri saja.
"Gak Flo,hari ini kamu harus diantar sama Varro,lagian tante takutnya nanti kamu tersesat.Varro kamu gak maukan jadi anak durhaka gara-gara tidak menuruti permintaan mama?".Ujar Arumi sambil tersenyum miring kearah anaknya.
Varro membulatkan matanya mendengar perkataan sang mama.
Apa-apaan nih,demi si Fauna mama sampai ngancem aku?.Varro membatin sambil melirik sinis kearah Flora.
"Ck,,kali ini aja aku anter ".Akhirnya Varro mengalah daripada nanti dia durhaka, lalu dia beranjak bangun dan menyambar tas kerjanya.
"Flora ,,".Seru Arumi sambil memberi kode pada Flora agar mengikuti putranya menuju garasi.
Melihat kode dari Arumi,Flora pun bergegas bangun dan berpamitan pada Arumi.Lalu dia setengah berlari mengejar Varro yang sudah ada diluar.
Arumi hanya tersenyum simpul melihat putranya mau mengantar Flora ke kampus.
"Nyonya sengaja ya, nyuruh Tuan Varro mengantar Nak Flo ke kampus biar mereka dekat ?".Tanya Bik Kiky saat melihat Arumi senyum-senyum seorang diri.
"Hehe,,,,iya Bik,setidaknya biar mereka bisa berteman,saya takutnya nanti Varro gak mau dekat dengan wanita lagi,kalau gitu terus bisa-bisa dia jadi bujang lapuk Bik ".Gurau Arumi.
Bik Kiky pun tertawa kecil mendengar perkataan majikannya.
"Iya Nyonya,semoga Tuan Muda Varro menemukan wanita yang tepat untuk menjadi jodohnya ".Ucap Bik Kiky.
"Iya Bik semoga saja ".Balas Arumi.
...****************...
Begitu sampai digarasi Flora melihat Varro sudah berada didalam mobil,dengan hati-hati dia membuka pintu mobil dan duduk dikursi belakang.
"Heh,Fauna,ngapain duduk disitu ?".Tegur Varro sambil menatap tajam Flora lewat kaca spion.
"Nama saya Flora Tuan ".Jawab Flora dengan polos.
"Ck,terserah saya mau manggil kamu apa,sekarang cepat pindah kedepan ".Sentak Varro.
"Maaf Tuan,saya duduk disini saja ".Tolak Flora karena merasa tidak enak jika duduk disebelah Varro.
__ADS_1
"Denger ya Fauna,saya itu bukan sopir kamu,jadi pindah ke depan ".Kata Varro tajam.
Flora yang tidak mengerti apa maksud Varro hanya bisa mengangguk pasrah sambil pindah posisi,lagian dia mana berani nganggap Varro sebagai sopir,Flora merasa jika Tuannya itu terlalu overthingking.
Varro melirik kearah Flora saat gadis itu memasang seatbelt.Flora merasa bersyukur karena sewaktu naik mobil Arumi dia sudah diajarin cara makai seatbelt,sehingga saat ini dia tidak perlu meminta bantuan dari Varro.
Tanpa berkata sepatah pun,Varro melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang yang sudah terbuka.
Selama perjalanan mereka berdua hanya terdiam,Flora memegang erat seatbelatnya karena merasa canggung,ingin ngobrol tapi dia tidak tahu apa yang diobrolin.Jadilah dia hanya duduk mematung sambil menatap lurus kedepan.
Tidak sampai sepuluh menit,sampailah Flora di Universitas High Global.
Varro menghentikan mobilnya tepat didepan pintu gerbang Universitas.
"Terimakasih Tuan Varro ".Ujar Flora sambil tersenyum,dia tidak peduli ucapannya dibalas atau tidak.
Dan kenyataannya Varro memang tidak menanggapinya sama sekali,setelah Flora turun dan menutup pintu mobil pria tersebut langsung menginjak gas dan berlalu pergi.
"Ck,,merepotkan saja ".Gumam Varro yang kini meluncur menuju Hexa Food.
...****************...
Flora melangkahkan kakinya memasuki kampus favorit tersebut,dia melangkahkan kakinya menuju tempat pendaftaran.
Flora melihat begitu banyak calon mahasiswa yang mendaftar.Dia pun segera menyerahkan seluruh persyaratan pendaftaran pada petugas disana.
"Silahkan isi formirnya dulu ya ".Kata petugas tersebut dengan ramah.
Flora bersama beberapa calon mahasiswa lainnya pun mengisi formulir yang diberikan oleh petugas tersebut.
Tidak lama kemudian,Flora pun kembali menyerahkan formulir yang sudah terisi lengkap.
"Jadi kamu mau ambil jurusan MIPA ?".Tanya petugas tersebut.
"Iya,saya ambil jurusan yang itu ".Jawab Flora penuh keyakinan.
"Baiklah,kita ada program beasiswa,jika kamu mau,dua hari lagi datang kesini untuk ikut ujian penerima beasiswa ".Ucap petugas tersebut.
Senyum mengembang dibibir Flora saat mendengar ada program beasiswa.
"Baiklah saya akan mengikutinya,terimakasih untuk informasinya ".Kata Flora.
Petugas itupun mengiyakan.
Setelah urusan pendaftran selesai,Flora beranjak pergi meninggalkan kampus High Global.
To be continue,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
💞💞💞💞
__ADS_1