Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 6


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Arumi melaju mencari restoran terdekat.Disebelahnya tampak Flora duduk dengan canggung sambil memangku tas ransel yang sebelumnya dia gendong, ini adalah pertamakalinya dia naik mobil mewah karena biasanya selama ini dia hanya naik angkutan umum.


Flora juga tidak henti-hentinya berdecak kagum, saat dia melihat banyaknya gedung-gedung pencakar langit.Disamping itu kebersihan kota tersebut sangat terjaga,sepertinya semua penduduk kota menjaga kebersihan lingkungan sehingga kota itu tampak indah,ditambah dengan pohon perindang ditepi jalan yang memberikan kesan teduh.


Limabelas menit kemudian,mobil yang dikendarai oleh Arumi memasuki sebuah restoran yang bertingkat.


"Ayo nak,kita turun disini".Ajak Arumi sambil melepas seatbeltnya.


Flora pun mengiyakan sambil ikut turun,tas ranselnya yang lusuh dia taruh dimobil agar tidak merepotkan.


Flora pun mengikuti langkah Arumi masuk kedalam restoran,perasaan malu menghinggapi hati Flora saat melihat pengunjung restoran yang rata-rata mengenakan pakaian mahal,tidak seperti dirinya yang hanya mengenakan celana jeans lusuh dan kaos yang warnanya mulai memudar.


"Tante,,,".Ucap Arumi dengan ragu,dia menghentikan langkahnya.


Arumi pun menoleh dan melihat keraguan dalam raut wajah Flora.


"Kenapa Flo?".


"Em,,Flora malu tante ".Kata Flora sambil menunduk.


Arumi pun tersenyum lalu tanpa risih merangkul pundak Flora.


"Kamu gak usah malu Flo,ada tante disini,ayo kita makan dilantai atas ".Kata Arumi sambil tersenyum meyakinkan.


Akhirnya dengan masih malu-malu Flora kembali mengikuti langkah Arumi menuju lantai atas.


Arumi memilih duduk di meja dekat jendela,darisana mereka bisa menyaksikan pemandangan yang ada diluar.


Seorang pelayan menghampiri mereka dan menyodorkan buku menu.


"Ayo Flo,kamu pesan aja apa yang kamu mau,jangan sungkan-sungkan".Ujar Arumi


"Baik tante ".jawab Flora.


Tapi saat melihat daftar menu apalagi harganya,Flora sangat terkejut karena tidak menyangka harganya begitu mahal.Disamping itu dia juga bingung,karena semua nama makanannya rata-rata terasa asing baginya yang sebelumnya tinggal dipedesaan


Arumi yang sudah selesai memesan pun mengembalikan buku menu pada pelayan.


"Kamu mau pesan apa Flo?".Tanya Arumi.


"Emm,,,ini,,saya pesan pasta aja ".Jawab Flora dengan ragu,setau dia kalau tidak salah pasta itu hampir mirip dengan mie.


"Yakin kamu pesan itu aja,gak ada yang lain lagi?".Tanya Arumi.


"Iya tante ini aja".Jawab Flora sambil tersenyum.


Pelayan itupun mencatat pesanan Flora.


"Untuk minumnya?".Tanya pelayan tersebut.


"Saya orange jus ".Jawab Arumi.


"Saya es teh aja ".Kata Flora.


"Baiklah,kalau begitu ditunggu ya ".


Lalu pelayan itupun berlalu pergi.


"Nah,sekarang ceritakan sama tante,kamu sebenarnya darimana dan mau pergi kemana?".Tanya Arumi mulai mengorek informasi tentang Flora.


Entah kenapa Arumi merasa jika Flora adalah gadis yang baik,apalagi dari dulu dia menginginkan anak perempuan,tapi karena kandungannya bermasalah jadi dia hanya bisa memiliki seorang anak yaitu Varro.


Lalu Flora pun menceritakan dirinya,dia berasal dari desa yang letaknya sekitar 120km dari kota tersebut.Sejak kecil dia hanya tinggal berdua dengan neneknya,karena kedua orangtuanya sudah meninggal sejak dia usia dua tahun,sejak saat itu dia diasuh oleh neneknya.


Baru-baru ini neneknya meninggal dunia karena sakit,dikarenakan usianya yang sudah tua,bertepatan dengan saat itu dia juga lulus SMA.Dan kini dia datang ke kota dengan tujuan mencari kerja dan bercita-cita ingin kuliah.


Dan hari ini dia baru saja tiba dikota ini,dan saat menolong Arumi yang sedang kecopetan itu karena dia kebetulan lewat disana


Flora pun mengakhiri ceritanya dengan wajah sendu,tiba-tiba saja dia ingat dengan mendiang neneknya.

__ADS_1


Melihat Flora yang berubah sedih,Arumi mengusap-usap lengan Flora sambil menghiburnya.


"Kamu gak usah khawatir Flo,kamu bisa tinggal dirumah tante ".Ucap Arumi.


Tapi Flora menggelengkan kepala.


"Maaf tante,tapi saya tidak mau merepotkan tante ".Tolak Flora dengan sopan.


"Tidak,samasekali tidak merepotkan Flo,lagi pula dirumah tante sering kesepian karena suami tante sudah meninggal,nanti kalau ada kamu kan tante punya temen ngobrol ".Kata Arumi penuh harap.


Tapi Flora masih ragu untuk menerimanya,dia merasa tidak enak jika tinggal gratis dirumah Arumi.


Sepertinya Arumi tahu apa yang dipikirkan oleh gadis dihadapannya,maka dia memberikan penawaran yang lain.


"Gimana kalau gini aja,kamu tinggal dirumah tante tapi kamu bantu-bantu kerjaan Bik Kiky,nanti juga kamu akan tante berikan gaji setiap bulan,tadi kamu juga bilang mau kuliah kan?nah kebetulan ada kampus favorit yang jaraknya duapuluh menit dari rumah tante jika ditempuh dengan jalan kaki,gimana?kamu mau kan?".Desak Arumi,dia sangat berharap gadis manis dihadapannya ini mau menerima tawarannya.Sepertinya Arumi sudah jatuh hati dengan Flora dan menganggapnya seperti putri sendiri.


Sejenak Flora tampak menimbang tawaran Arumi,jika dipikir-pikir ini adalah tawaran yang luar biasa,lagi pula Flora belum tahu dimana dia harus tinggal?gimana dia mencari pekerjaan ditempat yang asing ini?dia juga tidak punya saudara yang bisa membantunya.Lagipula jika diliat-liat Flora merasa sosok Arumi penuh kelembutan dan keibuan,tidak seperti orang kaya pada umumnya yang cendrung sombong dan menatap rendah orang-orang yang kurang mampu.


"Kalau begitu baiklah tan,saya akan kerja dirumah tante ".Akhirnya Flora menerima tawaran Arumi.


Seketika senyum Arumi mengembang.


"Baiklah,nanti habis dari sini kamu langsung ikut tante kerumah ya ".


"Baik tante ".Kata Flora sambil tersenyum.


Lalu masuklah seorang pelayan sambil membawa pesanan mereka.


Flora menelan air liurnya saat hidungnya mencium aroma makanan yang sangat lezat,perutnya meronta-ronta ingin segera diisi.


Maka saat Arumi mempersilahkan dirinya makan,tanpa berpikir dua kali Flora langsung melahap pasta yang dia pesan.


Ya ampun,makanan ini enak sekali.Batin Flora.


Selesai makan siang,Arumi langsung meluncur pulang bersama Flora.


...****************...


Arumi pun membuka pintu mobil sambil tersenyum.


"Nah Flo,ini adalah rumah tante,semoga kamu betah tinggal disini ya ".Kata Arumi sambil menatap Flora yang tampak mengagumi rumah mewah milik Arumi.


"Wahh,,rumah tante bagus banget ".ucap Flora tanpa bisa menyembunyikan perasaan kagumnya.


"Emm,,maaf nyonya,ini siapa ya?apa dia asisten rumah tangga yang baru?".Sela Pak Wan yang sedari tadi berdiri didekat mereka berdua.


"Ehh,,hampir lupa,kenalin Pak Wan ini Flora,mulai sekarang dia akan tinggal disini,dia juga akan bantu-bantu kerjaan Bik Kiky ".Kata Arumi "Flora kenalin,ini adalah Pak Wan dia disini bekerja sebagai sopir ".sambungnya.


"Salam kenal Flora,semoga betah kerja disini ".Ucap Pak Wan tersenyum ramah.


"Terimakasih Pak Wan ".Balas Flora tak kalah ramah.


Sebelum masuk Arumi memberikan beberapa cemilan pada Pak Wan,pria paruh baya itupun mengucapkan terimakasih pada Arumi.


Flora mengikuti langkah Arumi masuk kedalam rumah,pandangannya mengagumi interior yang yang ada dirumah tersebut.


"Bik,,Bik Kiky ".Seru Arumi memanggil asisten rumah tangganya,dia menaruh kantong belanja yang berisi cemilan diatas meja yang ada diruang tamu.


"Iya Nyonya,,ada yang Nyonya butuhkan?".Tanya Bik Kiky begitu sampai dihadapan Arumi.


"Kenalin Bik dia Flora,mulai saat ini dia akan bantu-bantu bibik mengurus rumah ini ".Kata Arumi.


"Wahh,,saya senang banget Nyonya,jadi mulai sekarang saya ada temannya ".Kata Bik Kiky dengan antusias.


"Salam kenal Bik Kiky,tolong nanti kasi tahu saya ya, apa saja yang harus saya lakukan ".Ucap Flora dengan sopan.


"Baiklah Nak Flo,nanti Bik Kiky kasi tahu ".Kata Bik Kiky.


"Kalo gitu sekarang Flora Tante anter ke kamar ya ".

__ADS_1


Lalu Arumi pun memberikan kamar yang letaknya di sebelah ruang keluarga,biasanya itu kamar digunakan jika ada kerabat yang menginap.


"Nah,jadi mulai sekarang ini adalah kamar kamu ".


Arumi membuka pintu kamar, dan tampaklah sebuah kamar yang luas dengan tempat tidur queen size lengkap dengan bed cover warna biru laut.


Flora kembali berdecak kagum melihat kesekeliling,kamarnya duakali lebih luas jika dibandingkan dengan kamar yang ada dirumah mendiang neneknya.


"Bagaimana Flo?apa kamu suka dengan kamarnya?kalau ada yang tidak kamu suka biar nanti tante ganti ".Ujar Arumi.


"Sangat suka tante,dan saya mau ngucapin banyak-banyak terimakasih karena sudah mau memperkerjakan saya disini ".Kata Flora dengan tulus.


"Syukurlah kalau kamu suka,tante juga terimakasih karena kamu mau tinggal disini,jadi rumah tante tidak terlalu sepi ".Ucap Arumi.


"Oh ya,memangnya anak Tante dimana?".Tanya Flora mendadak kepo.


"Ada,dia juga tinggal disini,tapi dia sibuk kerja sering lembur juga,makanya tante sering kesepian ".Jawab Arumi terlihat raut wajahnya menyimpan kesedihan.


"Lalu Bik Kiky sama Pak Wan itu tinggal dimana Tan?".Tanya Flora lagi.


"Mereka berdua tinggal dikamar belakang,memangnya kenapa?".Tanya Arumi.


Mendadak Flora merasa tidak enak.


"Emm,,kalau gitu Flora juga tinggal dikamar belakang aja Tan ".Ucap Flora dengan polos.


"Hah?kenapa?".Tanya Arumi keheranan.


"Kan saya juga kerja disini,jadi saya merasa gak enak sama mereka berdua, karena dapat kamar dirumah utama sedangkan mereka dapat kamar dibelakang ".Flora mengutarakan alasannya.


"Hahaha,,,kamu ini,Tante kira kenapa,gak apa-apa Flo,mereka tidak akan mempermasalahkan hal itu,percaya sama Tante ".Ujar Arumi sambil tersenyum geli.Benar-benar gadis yang polos dan baik.Gumam Arumi dalam hati.


Arumi pun meninggalkan Flora didalam kamar barunya,Arumi ingin istirahat karena merasa sedikit lelah setelah setengah harian jalan-jalan.


Setelah Arumi keluar dari kamarnya,Flora pun langsung mengeluarkan isi ranselnya yang berisi beberapa potong pakaian dan juga surat-surat penting.Setelah itu dia pun mencoba rebahan dikasurnya yang empuk itu.


"Hahh,,,akhirnya aku bisa juga dapat kerjaan dan tempat tinggal,sekarang aku tinggal ngumpulin uang buat biaya kuliah ".Gumam Flora,dalam hatinya dia bertekad agar bisa menjandi wanita yang sukses,agar kedua orangtua dan juga kakek neneknya bangga melihat dirinya sukses dari atas sana.


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore,Flora baru saja selesai mandi menggunakan kamar mandi yang ada didalam kamarnya itu.Selesai berpakaian dia mendengar pintu bel rumah berbunyi,Flora pun membuka pintu kamar untuk melihat apakah ada yang membukanya atau tidak.


Tapi sepertinya Bik Kiky sedang sibuk didapur hingga tidak menyadari bel rumah berbunyi.Akhirnya Flora pun memutuskan membukakan pintu untuk orang yang datang tersebut.


Untuk ketiga kalinya bel rumah berbunyi,sedikit bergegas Flora menghampiri pintu dan membukanya.


"Cari si,,apa,, ".Ucapan Flora terputus saat matanya menatap sosok yang sekarang berada dihadapannya,wajah tampan dan tubuh sixpack seorang Varro Nazareth mampu membuat gadis usia delapan belas tahun itu terpaku ditempatnya.


"Minggir ".Ucap Varro datar.


Flora pun segera tersadar lalu memberikan jalan untuk lewat,sekilas Varro melirik sinis kearah Flora,gadis itu pun hanya diam menundukkan kepalnya.


Setelah Varro menghilang diujung tangga paling atas,barulah Flora berani bergerak dan dia pun kembali menutup pintu.


"Apa itu anak Tante Arumi ya,ganteng sih,tapi kenapa sikapnya dingin dan nyerilemin gitu,beda banget sama mamanya ".Flora bergumam sambil berjalan menuju dapur,dia ingin membantu Bik Kiky menyiapkan makan malam.


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


To be continue,,,,


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit

__ADS_1


Vote


💞💞💞💞


__ADS_2