Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 7


__ADS_3

Saat makan malam,Flora membantu Bik Kiky menyiapkan makanan diatas meja.


"Bik ada lagi gak yang bisa aku bantu?".Tanya Flora,kini dia sudah merasa terbiasa dengan Bik Kiky.


"Sepertinya semua sudah siap,kita tunggu aja Nyonya sama Tuan Muda datang untuk makan malam ".Kata Bik Kiky.


Tepat pukul tujuh malam,Arumi pun datang diikuti oleh Varro yang kini memakai pakaian rumahan.


Flora yang melihat kedatangan Varro sedikit menundukkan kepalanya.Varro yang acuh tak acuh dengan kehadiran Flora pun langsung duduk dikursi.


Dengan sigap Bik Kiky melayani Arumi dan Varro,sedangkan Flora hanya berdiri dengan kikuk.


"Flora sini,kenalin ini putra tante namanya Varro ".Arumi melambaikan tangan pada Flora agar mendekatinya.


Flora yang berdiri didekat pintu dapur perlahan mendekati Arumi.


"Var,kenalin ini Flora dia asisten Bik Kiky,baru datang kesini tadi siang ".Ucap Arumi dengan antusias pada putranya.


"Selamat malam Tuan Varro ".Sapa Flora dengan tersenyum.


Tapi sayangnya Varro tampak tidak peduli,dia tetap fokus menyuap makan malamnya.


Flora pun menoleh pada Arumi karena merasa heran dengan sikap Varro yang dingin


"Varro,dijawab dong salamnya Flora ".Tegur Arumi pada putranya.


"Mama dapat mungut dimana orang kayak dia?".Tanya Varro datar.


"Kok kamu nanyanya gitu sih Var?".Protes Arumi,dia merasa tidak enak pada Flora.


Mendengar pertanyaan mamanya,Varro hanya mengendikkan bahunya tanda tak peduli.


"Kamu tahu gak,tadi siang dia udah nyelametin mama,kalau gak ada Flora tas mama udah dibawa kabur sama copet ".Arumi sengaja mengungkit jasa Flora berharap sikap Varro bakalan melunak.


"Ck,paling itu copet komplotan dia,terus dia pura-pura nolongin dan dianggap berjasa terus minta imbalan deh ".Kata Varro dengan sinis.


Mendengar perkataan Varro,Flora merasa geram atas tuduhan yang dilontarkan pada dirinya,tapi sayangnya dia tidak bisa berbuat apa-apa karena menghormati Arumi sebagai ibu dari pria menyebalkan itu.


"Varro,jangan bicara seperti itu ".Kata Arumi.


"Udahlah ma,jangan ngajak ribut,lagian aku gak peduli juga mama mau bawa siapa ke rumah ini ".Ujar Varro sambil bangkit dari kursinya,tiba-tiba saja selera makannya hilang.


"Loh?kamu mau kemana Var?itu lho makanan dipiringmu belum habis ".Tanya Arumi saat melihat Varro pergi padahal dia baru makan sedikit.


"Udah kenyang ".Sahut Varro tanpa menoleh.


"Hahh,,,dia sudah benar-benar berubah ".Keluh Arumi.


"Maafin saya tante,mungkin karena kehadiran saya disini mengganggu kenyamanan putra tante ".Kata Flora tang merasa sangat bersalah pada Arumi.


"Tidak,kamu tidak salah Flo,tante juga minta maaf atas sikap Varro yang seperti itu,kamu jangan pergi dari rumah tante ya Flo?walaupun Varro seperti itu pada dasarnya dia adalah orang yang lembut ".Kata Arumi.


Flora pun menganggukkan kepalanya,lagipula jika dia pergi belum tentu dia bisa bertemu lagi dengan orang sebaik Arumi di luaran sana.

__ADS_1


"Kalau begitu kita makan malam bersama ya ".Ajak Arumi pada Flora.


"Maaf tante,saya makan didapur saja sama Bik Kiky ".Tolak Flora,dia merasa sungkan jika ikut makan dimeja padahal status dia disini sama dengan Bik Kiky.


"Tidak kamu harus makan disini,Bik Kiky juga temani saya makan disini ".Kata Arumi.


Awalnya Bik Kiky menolak karena merasa tidak enak dan juga karena terbiasa makan didapur,tapi Arumi terus mendesaknya dengan alasan tidak mau makan sendirian.


Akhirnya mereka bertiga pun makan bersama dimeja makan,walau awalnya Bik Kiky dan Flora merasa canggung ,tapi karena Arumi pintar mencairkan suasana maka kedua asisten itupun merasa nyaman.


...****************...


Varro yang tidak menyelesaikan makan malamnya,kini mengurung diri diruang kerja mendiang papanya.Sudah beberapa hari ini dia bekerja lembur membuat proposal pada para investor,dia berusaha keras agar perusahaannya kembali pulih.


Sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul satu malam,tapi Varro masih berkutat di depan laptopnya.


Tiba-tiba perutnya berbunyi karena pas makan malam dia hanya makan sedikit,lalu dia pun memutuskan untuk beristirahat.Tapi sebelum itu dia ingin kedapur mencari pengganjal perut.


Setelah mematikan laptop, dia pun keluar dari ruang kerja ayahnya yang terletak dekat ruang tamu.


Varro pun berjalan menuju dapur yang tampak remang-remang,setelah menekan saklar lampu dia pun membuka kulkas mencari makanan yang bisa dimakan.


Varro memutuskan mengambil roti tawar dua lembar,lalu mengolesinya dengan selesai coklat,tak lupa dia juga mengambil sebotol air tawar.Varro membalikan badan berniat untuk untuk kembali ke kamarnya.


"Astagaa,,,".Seru Varro,bahkan dia sampai bersandar dikulkas saking terkejutnya.


Di hadapannya dengan jarak sekitar enam langkah,tampak Flora berjalan perlahan dengan mata terpejam,kedua tangan terjulur kedepan dan kepala miring kekiri.Dan rambut yang panjangnya sebahu itu tampak awut-awutan.


Varro pun hanya memperhatikan Flora yang terus melangkah perlahan menghampirinya,dia menggeser tubuhnya saat tangan Flora hampir menyentuhnya.


"Hey,,bangun ".Perlahan Varro menyodok punggung Flora dengan botol air berharap gadis itu sadar,tapi kenyataannya saat tangan Flora terantuk kulkas dia berbalik kearah kanan dengan keadaan yang masih sama,Flora kembali berjalan dan menabrak meja yang ada di dapur.


Varro pun hanya memperhatikan Flora yang berhenti berjalan karena terhalang kursi.


"Kayaknya dia mengalami sleepwalking,ada-ada aja ni cewek ".Gumam Varro.Dia berniat meninggalkan begitu saja,tapi hati nuraninya mendadak melarang.Walaupun saat ini dia sangat membenci wanita,tapi bagaimanapun juga gadis dihadapannya ini bekerja dirumahnya,jadi jika terjadi sesuatu maka dia juga bisa kena imbasnya.


Setelah memikirkannya sejenak,lalu Varro mengambil segelas air dan memercikkannya ke wajah Flora,tapi gadis itu tidak meresponnya. Akhirnya karena kesal,tanpa pikir panjang Varro langsung menyiram wajah Flora dengan sisa air digelas,hal itu membuat Flora tergagap dan langsung sadar.


"Tu,,tuan Varro ".Ucap Flora terkejut,dia menyeka air diwajahnya dan mengusap baju bagian depannya yang basah.Lalu dia menyadari jika saat ini dirinya ada didapur.


"Udah sadar,balik sana ke kamar ".Ucap Varro dingin.Tanpa menunggu jawaban,pria itupun berlalu pergi menuju kamarnya.


Tinggalah Flora kebingungan seorang diri.


"Huahemm,,apa kebiasaanku kambuh lagi ya,tapi yakali aku dibangunin dengan cara disiram?emang gak ada cara yang lebih halus apa?".Gumam Flora kesal.


Dia sadar jika dirinya punya kebiasaan buruk saat tidur,yaitu tidur sambil berjalan atau biasa disebut sleepwalking (somnabulisme) yaitu salah satu gangguan tidur dimana seseorang bangun dan berjalan dalam keadaan tidur.Hal ini biasanya disebabkan karena kelelahan,stress,kurang tidur dan juga akibat penggunaan obat-obatan tertentu.


Akhirnya Flora pun kembali ke kamarnya setelah mematikan lampu.Kini dia harus mengunci pintu kamar agar kejadian seperti tadi tidak terulang lagi,seandainya dia mengalami sleepwalking lagi palingan dia hanya muter-muter dikamar.Tapi sebelum tidur lagi, Flora berencana mengganti bajunya yang basah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Paginya Flora bangun lebih awal,sesuai dengan instruksi Bik Kiky,pertama Flora menyapu halaman lalu menyiram bunga.Setelah bagian luar bersih,kini dia membersihkan bagian dalam rumah.

__ADS_1


Pukul tujuh kurang seperempat Flora selesai melakukan tugasnya,disaat bersamaan Bik Kiky juga telah selesai membuat sarapan.


"Ada yang bisa aku bantu lagi gak Bik?".Tanya Flora sambil mengahampiri Bik Kiky di dapur.


"Sudah,kamu duduk aja dulu Flo,ini biar Bibik yang selesaikan,kamu pasti capekkan habis bersih-bersih ".Ucap Bik Kiky sambil tersenyum.


"Gak terlalu kok Bik,dulu dikampung aku sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan seperti ini ".Kata Flora dengan bangga.


"Sudah Bibik duga kalau kamu anak yang rajin,tapi sekarang dengerin kata Bibik,kamu istirahat dulu ".


Flora pun mengikuti saran Bik Kiky,dia duduk dikursi yang ada di dapur itu.


Bik Kiky sudah selesai membawa sarapan ke meja makan,kini dia membersihkan peralatan dapur yang habis dia gunakan.


"Emm,,,Bik Kiky,,aku boleh nanya gak?".Ucap Flora ragu-ragu.


"Iya boleh,emang nak Flo mau tanya apa?".Balas Bik Kiky sambil membilas wajan yang dia gunakan tadi.


"Emm,,itu Tuan Varro kenapa sikapnya seperti itu ya Bik?".Tanya Flora.


Bik Kiky pun tidak langsung menjawab,dia menyelesaikan membilas wajan tersebut, dan setelah menaruh di tempat semula dia lalu menghampiri Flora dan duduk didekatnya.


"Itu bukan sikap aslinya Nak Flo,sebulan yang lalu sejak kematian papanya dan perusahaan Tuan Varro mengalami masalah,sikap dan sifatnya berubah.Apalagi setelah ditinggalkan kekasihnya dan batal tunangan,Tuan Varro jadi bersikap dingin dan pendiam,Bibik jadi sedih liatnya,padahal dulu Tuan Varro sangat ramah dan lembut ".Tutur Bik Kiky pada Flora.


Gadis yang suka menguncir rambutnya itu pun dengan serius mendengarkan penuturan Bik Kiky,entah darimana timbul perasaan simpati pada Varro,padahal dirinya baru kenal kemarin dan itu pun sikap terhadap dirinya tidak mengenakkan.


Flora berpendapat,jika seseorang sampai begitu besar perubahan sikap dan sifatnya karena hal yang menyakitkan,maka sudah pasti luka hatinya tidaklah main-main.


Saat Flora hendak bertanya kembali pada Bik Kiky,disaat bersamaan terdengar suara Arumi memanggil wanita paruh baya itu.


"Bibik keruang makan dulu ya Nak Flo,nanti kita sarapan bareng ".Kata Bik Kiky.


Flora pun menganggukkan kepala tanda setuju dengan ajakan tersebut.


...****************...


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote


💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2