
Varro memasuki rumahnya yang kini terasa sepi,dia tahu jika selama beberapa minggu ke depan dia hanya tinggal berdua dengan Flora.
Varro tidak peduli,entah semua situasi ini disengaja atau tidak oleh mamanya,dia tidak mau ambil pusing.
Varro masuk ke dalam rumah saat Flora membukakan pintu,tampak Flora masih mengenakan celemek dan wajahnya sedikit berminyak akibat aktivitasnya di dapur.
"Tuan baru pulang?".Tanya Flora basa-basi.Dalam hatinya dia merasa sedikit gugup,bagaimana tidak,kini dia hanya tinggal berdua dirumah tersebut.
"Emm,,,".Varro hanya berdehem,raut wajahnya nampak tenang.
"Tuan mau minum dulu?".
"Tidak,saya mau langsung ke kamar " Jawab Varro "Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak masak untuk makan malam,selain itu jangan memaksakan diri untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah,tetap fokus sama kuliahmu"Lanjutnya lagi sebelum berlalu menuju kamarnya.
"Baik Tuan " Ucap Flora.Namun dalam hatinya dia tidak setuju,bagaimana bisa dia tidak mengerjakan pekerjaan rumah,seandainya lantai rumah kotor masa dibiarkan begitu saja.
"Liat besok aja ".Gumam Flora sambil melanjutkan kegiatannya di dapur.
...****************...
Pukul tujuh malam Varro berjalan menuju meja makan,sedari tadi dia sudah merasa lapar.
Namun sampai disana dia tidak menjumpai siapapun,karena sudah tidak bisa menahan lapar dia pun memutuskan untuk makan malam duluan.
Baru saja Varro makan tiga suapan,munculah Flora dengan mengenakan pakaian santai dan rambut yang masih sedikit basah,sepertinya gadis itu baru habis keramas.
"Tuan,,"Flora sedikit terkejut.
"Kamu belum makankan?ayo duduk sini".Ajak Varro.
Tanpa membantah Flora duduk di seberang meja,kemudian mengambil nasi beserta lauknya.
Suasana menjadi hening,hanya terdengar denting sendok beradu dengan piring.Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Tuan,," Flora memecah keheningan.
Varro tidak menjawab,namun dia mengangkat pandangannya dan menatap wajah Flora,menunggu gadis tersebut melanjutkan perkataannya.
"Tuan tahu gak,kenapa tiba-tiba Tante Arumi pergi liburan?sepertinya juga mendadak ".Tanya Flora.
Varro terdiam sejenak " Entahlah,mungkin memang mama ingin liburan,selama ini mama lebih sering diem di rumah.Mungkin juga mama merasa kesepian,makanya dia lebih memilih liburan bersama sahabatnya ".Jawab Varro.
Flora pun manggut- manggut " Terus Tuan sendiri gimana?gak pengen liburan kemana gitu,soalnya selama ini saya lihat,Tuan selalu berurusan dengan pekerjaan "
"Emm,,,pengen sih,cuma saya gak tahu tempat liburan yang bener-bener bagus,yang bisa merefresh otak biar lebih tenang "Jawab Varro.
Usai Varro bicara,tampak Flora seperti tengah memikirkan sesuatu.
Selesai makan malam,Flora bergegas membersihkan semua piring kotor.Sedangkan Varro hanya duduk santai sebagai penonton,bahkan terkadang dia komen jika ada yang kurang bersih.Entah kenapa melihat Flora yang sedang bersih-bersih membuat jiwa jahilnya meronta-ronta.
"Fauna,itu tempat sampahnya ditaruh yang bener dong,biar dapurnya keliatan rapi ".Titah Varro saat melihat tempat sampah yang letaknya tidak pas.
"Ck,,dari tadi Tuan komen terus"Flora menggerutu kesal,lalu menggeser tempat sampah dengan kakinya.
Varro pun terkekeh pelan saat melihat Flora berubah kesal.
Setelah selesai,Flora berniat untuk belajar di dalam kamarnya.
"Kamu mau kemana?".Tanya Varro saat melihat Flora mau pergi dari dapur.
"Ke kamar Tuan,saya mau belajar untuk kuliah besok ".Jawab Flora.
"Belajarnya di ruang keluarga aja,sambil temani saya nonton TV ".Ucap Varro sambil berlalu mendahului.
"Tapi Tuan,,,,"Flora hendak membantah.
Dengan segera Varro membalikkan badannya.
"Apa?gak mau?atau kamu mau saya yang temani kamu belajar di dalam kamar ".Tanya Varro sambil tersenyum smirk.
__ADS_1
"Bu,,bukan begitu maksud saya Tuan"Flora tergagap.
Melihat gadis dihadapannya gugup,Varro semakin berniat untuk menggodanya.
Varro pun melangkah perlahan mendekati Flora, sambil matanya memandang lekat wajah gadis tersebut.
Melihat Varro yang mendekat dengan pandangan lekat dan tersenyum smirk,detak jantung Flora menjadi tak terkendali.Namun Varro terus mendekat dan membuat Flora melangkah mundur,bukannya berhenti Varro malah sengaja terus mendekat sampai Flora terdesak kepintu kulkas.
"Tuan,,,"Flora tak bisa melanjutkan perkataanya,sebab saat dia tengadah wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa senti,bahkan Flora sampai bisa merasakan hembusan napas milik pria tersebut.
Mendadak kaki Flora terasa lemas dan wajahnya memerah.
Varro memindai wajah milik Flora lebih dekat,kecantikan wajah yang natural tersebut sesaat mampu membuat Varro seperti terhipnotis.
Dengan segera Flora menundukkan kepalanya karena merasa tidak kuat menatap manik mata milik Varro,namun tangan pria tersebut bergerak lebih cepat menahan ujung dagunya.
Mau tidak mau Flora pun kembali mengangkat wajahnya,saat melihat wajah Varro semakin mendekat sontak Flora memejamkan matanya.
'Apa Tuan Varro mau menciumku?apa ini saatnya aku merasakan ciuman pertama?'Batin Flora berkecamuk.
Satu detik,,,,
Dua detik,,,
Tiga detik,,,
Ctakk....
"Auhh,,,,,"Flora memekik kecil sambil memegangi dahinya yang habis disentil oleh Varro.
"Hahaha,,,,,," Varro tertawa terbahak sambil memegangi perutnya,kini mereka sudah tidak sedekat tadi.
"Tuan Varroo,,,,"Seru Flora dengan wajah kesal,dia kini sadar kalau habis dikerjain oleh Varro.
"Apa?kamu pasti sudah mikir yang aneh-aneh ya?".Ledek Varro sambil tersenyum jahil.
""Enggak,,siapa juga yang mikir aneh-aneh " Flora mengelak,walau kini wajahnya semakin memerah karena malu.
"Itu karena saya refleks Tuan " Flora tidak mau kalah.
"Aaa,,,,refleks apa nungguin?udah ngaku aja " Varro semakin semangat meledeknya.
Karena kesal Flora pun melepas sandalnya dan berniat melempar Varro,dia sudah tidak peduli jika pria itu adalah bosnya.Hatinya benar-benar kesal karena dia merasa dipermalukan.
Varro yang melihat dirinya mau dilempar sandal pun bergegas lari keluar dari dapur sambil tertawa ngakak,Flora yang ingin membalas kelakukan Varro pun tidak membiarkan pria itu lolos begitu saja.
Jadilah mereka berdua kejar-kejaran diruang keluarga,bahkan mereka sempat saling serang dengan melempar bantal yang ada disofa.
Brukkk,,,,
Karena terlalu bersemangat untuk melampiaskan kekesalannya Flora pun jatuh karena tersandung.
"Auhh,,," Flora mendesis lirih.
Varro yang melihat Flora terjatuh bergegas menghampiri dengan raut wajah panik.
"Flora,,,,kamu gak apa-apa?".Tanya Varro sambil memegang bahu Flora.
"Kena kau,,," Seru Flora sambil menubruk Varro yang sedang berjongkok"Rasakan pembalasanku"Flora menggelitik pinggang Varro tanpa ampun.
Varro pun menggeliat kegelian sambil tertawa
"Flora,,stopp,,,hahaha,,,"Seru Varro sambil menahan geli.
"Gak,sebelum Tuan minta ampun saya tidak akan berhenti " Sahut Flora.
Sampai akhirnya Varro berhasil menangkap kedua tangan milik Flora,barulah mereka menyadari jika posisi mereka saat ini sangatlah ambigu.
Flora duduk diatas kedua paha milik Varro yang saat itu dalam posisi telentang.
__ADS_1
Sejenak mereka tertegun,namun Varro segera tersadar dan melepaskan kedua tangan milik Flora,begitu tangannya terlepas gadis itupun segera beranjak bangun dengan napas ngos-ngosan.
Flora tampak berjalan tertatih menuju sofa,begitu dia duduk tangannya mengurut-urut lututnya yang agak sakit akibat kebentur keramik.
Sedangkan Varro masih dalam posisi telentang,sesaat matanya terpejam karena ada perasaan berbeda yang dia rasakan.
'Sial,,ada apa dengan diriku ' Gumamnya dalam hati.
Kemudian Varro pun bangkit dari posisinya.
Perasaan canggung sempat menghinggapi hati mereka berdua.
Varro pun menghembuskan napas pelan beberapakali untuk menormalkan perasaannya.
"Kaki kamu sakit?ada yang luka?" Tanya Varro setenang mungkin saat melihat Flora mengurut lututnya.
"Sakit sedikit Tuan,tapi gak ada yang luka,mungkin gara-gara tadi sempat kebentur dilantai " Jawab Flora santai.
"Udah kebentur masih bisa gelitikkin saya?besar juga tenaga kamu" Ucap Varro sambil duduk disebuah sofa tunggal.
"Demi balas dendam saya pada Tuan,apapun akan saya lakukan" Kata Flora dengan polosnya.
"Ck,ternyata kamu pendendam juga "
"Gak juga kok Tuan,tadi itu karena ada kesempatan untuk membalas,makanya saya lakukan " Ucap Flora sambil nyengir.
Varro pun mendengus kesal,dia merasa lelah akibat kejar-kejaran tadi.Saat dia melirik jam didinding,ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan kurang.
"Kamu gak jadi belajar?".Tanya Varro sambil menghidupkan TV.
"Jadilah Tuan,soalnya besok ada kuis "
Kemudian Flora pun masuk kedalam kamar,sesaat kemudian diapun keluar sambil membawa buku.
Flora pun duduk disofa sambil membaca materi,sedangkan Varro fokus menonton TV dengan volume yang dikecilkan agar Flora tidak terlalu terganggu.
Tidak ada obrolan lagi diantara mereka,sampai akhirnya jam menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Apa Tuan belum mengantuk?"Tanya Flora.
"Kenapa?kalau kamu sudah ngantuk tidur aja duluan " Jawab Varro.
Flora pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu saya permisi mau ke kamar dulu Tuan,selamat malam " Ucap Flora.
"Emm,,"Varro pun hanya berdehem dan matanya tetap fokus menatap layar TV.
Flora pun berlalu menuju kamarnya,saat Varro mendengar pintu kamar ditutup seketika sebuah senyum terbit dibibirnya.
"Kamu memang berbeda " Gumamnya pelan.
Setengah jam kemudian Varro pun beranjak menuju kamarnya,rasa kantuk sudah mulai menyerang.
Sebelum terlelap Varro masih sempat membayangkan senyum manis milik Flora.
To be continue...
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞