
Flora mengawali aktivitas di pagi hari dengan membuat sarapan untuk dirinya dan juga Varro.
Namun saat dia melihat ke arah kulkas,bayangan dirinya yang berdekatan dengan Varro kembali terlintas.
Flora menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan tersebut,tapi semakin berusaha untuk mengusir semakin dia memikirkan hal itu.
"Ck,padahal Tuan Varro cuma menggodaku saja,kenapa aku sampai sebaper ini " Gumam Flora sambil mengiris-iris bawang merah.Dia ingin membuat nasi goreng sebagai sarapan.
Selesai membuat sarapan,dia melanjutkan kegiatannya membersihkan rumah.
Dan tepat pukul tujuh dia pun sudah bersiap untuk sarapan sebelum berangkat kuliah.
"Hari ini kamu pulang jam berapa?".Tanya Varro setelah makan dua suap nasi goreng.
"Emm,,,tidak pasti Tuan,soalnya mulai hari ini saya ada bimbingan skripsi " Jawab Flora.
"Ohh,,kamu udah mulai nyusun skripsi,berarti kamu berangkat kuliah bawa sepeda?"
"Sepertinya begitu Tuan "
Varro menganggukkan kepalanya " Ya sudah kamu hati-hati "Lanjutnya.
"Oh ya,Tuan masih ingin liburan gak?saya sepertinya tahu tempat yang bagus untuk merefresh pikiran".Ucap Flora sambil tersenyum.
Varro mengangkat pandangannya "Dimana?"Tanyanya.
"Di desa saya Tuan,disana suasananya masih asri"Jawab Flora bersemangat.
"Emm,,,boleh juga,tapi kamukan sibuk nyusun skripsi,mana ada waktu untuk liburan " Kata Varro.
"Gimana kalau setelah skripsi saya di acc,kita pergi liburan,lagi pula sudah lama rasanya saya tidak mengunjungi makam nenek dan kedua orangtua saya Tuan ".Tiba-tiba wajah Flora terlihat sendu,ada perasaan rindu yang terlintas dihatinya.
Melihat wajah Flora yang bersedih membuat perasaan Varro sedikit terusik.
"Baiklah,semua ada ditangan kamu ,semakin cepat skripsi kamu di acc berarti semakin cepat kita liburan " Ucap Varro sambil tersenyum tipis.
Sontak wajah Flora kembali berubah ceria "Baiklah,kalau begitu saya akan berjuang agar skripsi saya segera selesai "
Varro pun tertawa kecil saat melihat Flora yang moodnya gampang berubah.
Selesai sarapan Varro lebih dulu pergi ke kantor,sedangkan Flora pergi belakangan karena dia harus membersihkan piring yang kotor terlebih dahulu.
...****************...
"Jadi kamu udah mulai bimbingan?".Gea bertanya pada Flora,mereka berdua tengah duduk di depan taman fakultas menunggu jam kuliah berikutnya.
"Iya,aku pengen cepet-cepet wisuda " Jawab Flora.
"Kenapa?pengen cepet-cepet nikah sama Tuan Varro?" Gea menggoda sahabatnya.
"Sembarangan,gimana mau nikah,pacaran aja gak " Sahut Flora.
"Hahaha,,,kamu sih,kenapa gak kamu ungkapin aja perasaanmu sama dia " ucap Gea sambil tertawa.
"Ck,,masak aku duluan yang ungkapin,takutnya ntar di tolakkan nyesek "Kata Flora.
"Lah,daripada gak ada kepastian samasekali,kan mendingan diungkapin daripada terus bertanya-tanya dalam hati " Gea memberi saran.
"Liat nanti,kalau memang aku yang harus ngungkapin duluan ya sudah akan aku lakukan "
Kata Flora walaupun dia meragukan ucapannya sendiri.
Gea pun merangkul pundak Flora.
"Aku dukung kamu,dimana lagi kamu bisa nemuin pria seperti Tuan Varro,udah ganteng,kaya,baik lagi " Kata Gea,dia beberapakali pernah bertemu dengan Varro saat pria itu datang menjemput Flora.Dia berharap pria tampan itu bisa menjaga sahabatnya.
"Terus kamu sendiri gimana sama Leon?"
__ADS_1
"Ck,dia cowok brengsek,cuma ngasi harapan palsu sama aku " Ucap Gea lirih.
Leon adalah cowok yang dekat sama Gea satu tahun belakangan ini,awalnya dia adalah kakak tingkat dan sudah wisuda beberapa bulan yang lalu.Kini Leon bekerja diperusahaan milik papanya,dan bersiap untuk menggantikan sang papa mengelola perusahaan.
Flora mengusap-usap punggung Gea bermaksud untuk menghibur sahabatnya.
"Apa alasannya dia ngejauhin kamu?"
Gea menghembuskan napas pelan " Dijodohkan oleh orangtuanya,dan dia tidak bisa menolak hal itu " Jawab Gea "Palingan perjodohan itu untuk keuntungan bisnis,hal seperti itu sudah biasa terjadi "Lanjutnya lagi.
"Aku yakin kok,suatu saat kamu pasti akan menemukan pria yang baik dan mencintaimu dengan tulus " Kata Flora.
"Yahhh,,,,aku juga berharapnya seperti itu "
Mereka berdua pun sama-sama menatap langit biru yang cerah,entah pada siapa hati mereka berlabuh pada nantinya.Karena saat ini semuanya belum pasti,bisa jadi apa yang terjadi nanti tidak sesuai dengan harapan.
...****************...
Varro dan Jim baru kembali dari makan siang diluar,mereka berjalan beriringan masuk ke kantor.
Namun sesampainya di depan ruangan kerjanya,Varro melihat sekretarisnya mondar-mandir dengan gelisah.
"Ada apa Emy?mondar-mandir kayak setrikaan".Tegur Jim .
Emy tampak sedikit terkejut,sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu namun ragu-ragu.
"Katakan Emy,ada apa?".Tanya Varro yang juga merasa penasaran.
"Anu Tuan,,,itu,,"Saking bingungnya Emy tergagap dan hanya bisa menunjuk pintu ruang kerja milik bosnya.
Varro pun mengernyitkan alisnya,lalu tanpa bertanya lagi dia bergegas masuk keruangannya diikuti oleh Jim dan juga Emy.
Cklekk,,,,
Pintu pun terbuka,Varro seketika tertegun diambang pintu saat melihat sosok yang tengah duduk santai di sofa,dan sudah dipastikan jika sosok tersebut menanti kedatangannya.
"Haii,,,,kok bengong?kaget ya liat aku?".Sapa sosok tersebut sambil memamerkan senyumnya.
"Clara,,,," Desis Varro.
Sesaat kemudian dia menoleh kebelakang,kemudian memberi isyarat pada Jim dan juga Emy agar mereka kembali ke mejanya masing-masing.
Keduanya pun meniyakan namun dengan benak yang penuh tanda tanya.
Varro menutup pintu kemudian melangkah pelan menghampiri Clara.Ya,Clara Bellova wanita yang pernah meninggalkan Varro kini telah kembali.
Varro duduk dihadapan Clara sambil memandang lekat kearah wanita tersebut dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kenapa Var?apa kamu tidak merindukanku?" Tanya Clara tanpa beban.
Clara masih sama seperti tiga tahun lalu,cantik dan juga sexy.
"Ngapain kamu kesini?".Tanya Varro datar.
"Sudah pasti karena aku kangen sama kamu " Kemudian Clara beranjak bangun dan duduk disebelah Varro.
"Aku tahu,aku salah karena meninggalkanmu disaat terpuruk,tapi kamu juga harus tahu jika aku melakukan semua itu demi karirku,dan kini aku telah kembali,jadi kita bisa memulai dari awal lagi"Lanjut Clara dengan suara lembut.Tangannya mengusap-usap lengan Varro yang kekar.
Varro tak bergeming,namun didalam hatinya terjadi pertentangan.Ingin rasanya dia marah dan memaki Clara,namun mulutnya serasa terkunci.
Dia tidak munafik,sejujurnya ada kerinduan didalam hatinya pada sosok Clara.Bagaimanapun juga,wanita itu telah menjadi pacarnya selama tujuh tahun dan itu bukanlah waktu yang singkat.
Masalah luka hatinya,yahh,,dia memang kecewa dengan sikap Clara.Apalagi jika teringat dengan cerita Vey temannya Clara,seharusnya saat ini dia marah dan memaki wanita tersebut.Namun kenapa malah hatinya seperti menerima kembali kedatangan Clara dihidupnya?.
"Var,,aku minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan,beri aku kesempatan kedua dan kita ulang semuanya dari awal,kamu maukan ?".Tanya Clara dengan suara yang dibuat-buat.
Varro menghela napas pelan,saat ini dia tidak bisa berpikir jernih.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu pulang " Ucap Varro datar.
"Kamu ngusir aku?" Clara nampak cemberut.
"Aku mau sendiri dan juga butuh waktu untuk berpikir,jadi sebaiknya kamu pulang dulu" Jawab Varro tanpa menoleh.
Clara pun menganggukkan kepalanya,dia juga tidak mau terlalu mendesak pria tersebut,takutnya Varro malah marah dan tidak mau kembali padanya.
"Baiklah,aku tunggu kabar darimu sayang ".
Cupp,,,
Clara mencium pipi Varro sebelum dia beranjak pergi.
Setelah Clara pergi Varro menyandarkan tubuhnya di sofa,untuk saat ini pikiran dan hatinya sangat kacau.
Dia memejamkan matanya,namun malah bayangan Flora yang melintas dibenaknya tapi dalam sekejap bayangan Clara juga hadir sana.
"Bos,,,,"
Varro terlonjak kaget saat mendapati Jim sudah ada didekatnya.
"Kalau masuk itu ingat ketuk pintu,bikin kaget aja" Varro menggerutu kesal.
"Saya sudah mengetuk pintu sampai tiga kali,tapi bos yang tidak mendengarnya" Kata Jim tidak mau kalah.
Varro membenarkan posisi duduknya "Ada apa?"
Varro tahu jika saat ini asistennya dalam mode kepo.
"Ngapain dia kemari bos?dan sejak kapan dia balik dari luar negeri "Tanya Jim yang benar-benar merasa kepo.
"Dia ingin balikan sama saya "Jawab Varro singkat.
"Cih,,enak banget dia minta balikan setelah bikin bos sakit hati selama berbulan-bulan,itu urat malunya sudah putus kali ya,dasar cewek matre " Jim mengumpat kesal "Terus bos mau aja gitu balikan sama dia?" Tanyanya lagi.
"Belum tahu Jim,saya bingung "
"Saya gak setuju kalau bos balikan sama dia,saya orang pertama yang akan menentangnya.Ingat bos,gimana dulu dia bikin bos sakit hati.Dan saya tidak mau bos merasakan itu lagi " Ucap Jim berapi-api.
Varro pun hanya diam tanpa berkomentar apapun,sampai akhirnya Varro menyuruh Jim untuk kembali keruangannya sendiri.
Jim pun mengiyakan,dia tahu jika saat ini bosnya memang ingin sendiri.
Kini tinggalah Varro seorang diri,dia menghela napas berkali-kali agar dirinya merasa lebih tenang.
'Kenapa disaat aku mulai dekat dengan wanita lain kamu harus datang lagi Clara?'.Gumam Varro dalam hati.
Dan sialnya lagi ternyata dia masih ada rasa untuk Clara.Kenapa Clara harus datang disaat dia mulai ada rasa terhadap Flora?.
Varro mengacak rambutnya,dia merasa frustrasi dengan situasi yang dihadapinya.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
__ADS_1
💞💞💞💞