Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 15


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang,dan Flora sendiri sudah merasa mendingan dengan kondisinya.


"Tuan,,saya ingin pulang ".Rengek Flora.


Varro yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya lalu menoleh.


"Memang rasa pusingnya sudah hilang?".Tanya Varro sambil memasukan ponsel ke saku celananya.


"Sudah Tuan ".Jawab Flora.


Varro kemudian menemui dokter yang tadinya mengecek kondisi Flora.


Dokter itupun kembali mengecek kondisinya,setelah dikatakan bahwa semuanya baik-baik saja Flora pun diperbolehkan pulang.Tapi sebelum pulang,Varro menebus obat milik Flora terlebih dahulu.


"Gimana?bisa jalan sendiri?".Tanya Varro.


"Bisa Tuan ".Jawab Flora sambil melangkahkan kakinya perlahan,lututnya yang sebelah kiri terasa nyeri begitu juga dengan siku kirinya yang juga lecet.


"Pelan-pelan saja ".Kata Varro sambil berjalan disebelah Flora,ditangannya dia menenteng sebuah bungkusan yang berisi obat.


...****************...


Sampai diruamah,Varro memarkirkan mobilnya didepan teras rumah.


Pak Wan yang melihat mobil majikannya datang bergegas menghampirinya.


"Selamat siang Tuan,kok tumben jam segini Tuan pulang ?".Tanya Pak Wan begitu Varro turun dari mobil.


"Iya Pak,ini Flora habis kecelakaan ".Jawab Varro,lalu dia membukakan pintu untuk Flora.


"Ya ampun Nak Flo,kok bisa sampai kayak gini?".Tanya Pak Wan saat melihat Flora turun dari mobil dengan tertatih.


"Hehe,,lagi apes aja Pak Wan,tapi untung aja ada Tuan Varro yang nolongin ".Jawab Flora sambil nyengir.


"Tapi gak ada yang serius kan Nak ?".Tanya Pak Wan terlihat khawatir.


"Gak kok,Pak Wan gak usah khawatir ".Jawab Flora.


"Syukurlah kalau begitu,ya sudah semoga lekas sembuh ya ".Ucap Pak Wan.


Flora pun menganggukkan kepalanya kemudian melangkah masuk kedalam rumah.


Flora berniat beristirahat sejenak diruang keluarga.Namun begitu sampai disana ternyata ada Arumi yang sedang nonton TV.


"Ya ampun Flora,apa yang terjadi sama kamu Nak ?".Tanya Arumi dengan khawatir sekaligus terkejut saat melihat kondisi Flora.


"Tadi pagi pas dijalan mau ke kampus diserempet mobil tante,tapi untung ada Tuan Varro yang nolongin ".Jawab Flora sambil melirik Varro yang sedari tadi hanya diam.


"Tapi lukanya gak ada yang parahkan Flo?terus ini kenapa dahi kamu di perban?".Tanya Arumi sambil melihat-lihat tubuh Flora.


"Itu tadi akibat kebentur di trotoar Tante,tapi gak ada luka yang serius kok ".Jawab Flora.


"Ya sudah kamu duduk dulu ya,tante suruh Bik Kiky bikin minum dulu ".


Belum sempat Flora mencegah,Arumi sudah berlalu ke dapur.


"Nih obatnya,inget diminum ".Ujar Varro sambil menyodorkan bungkusan yang sedari tadi dia pegang.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan ".Jawab Flora sambil menerima bungkusan.


Varro berniat untuk pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian,walaupun sebenarnya bisa saja dia pergi ke kantor setelah jam makan siang,namun dia lebih memilih untuk diam dirumah.Lagian jika ada yang penting pasti Jim akan menghubunginya.


Baru saja dia melangkah menuju tangga,terdengar suara Arumi memanggil .


"Varro,,,".Seru Arumi dengan tatapan kesal.


"Ada apa ma?aku mau ke kamar ganti baju ".Kata Varro,dia merasa jika sebentar lagi pasti bakalan kena omel.


"Kamu liatkan sekarang?cobak aja kalau Flora ke kampusnya bareng kamu,kan gak perlu dia bawa sepeda,dan kejadian seperti ini gak bakalan terjadi ".Ujar Arumi.


Emm,,,sudah kuduga.Gumam Varro dalam hati.


"Kok mama nyalahin aku,kan mama sendiri yang nyuruh dia bawa sepeda,lagian kenapa gak dibiarin aja dia terus jalan kaki ".Ucap Varro dengan cuek.


"Kamu itu ya Var,memang apa salahnya sih kalau cuma nganterin aja.Kamu juga gak hubungi mama kalau Flora kecelakaan ".Omel Arumi.


"Sudah Tante,jangan nyalahin Tuan Varro,mungkin hari ini saya lagi apes aja,besok-besok saya akan lebih hati-hati lagi".Sela Flora,tak tega juga dia melihat Varro diomelin sama mamanya.


Arumi pun hanya berdecak kesal sambil memandang sengit ke arah putranya,tapi Varro hanya acuh tak acuh sambil melanjutkan langkahnya menapaki anak tangga.


Aku tahu ma,mama sengaja membuat aku dekat dengan Flora agar aku bisa melupakan Clara,tapi gak semudah itu ma,aku belum bisa melupakan dia sepenuhnya.Andaipun aku bisa melupakan,hatiku belum tentu bisa menerima cinta yang lain dengan mudah.Aku hanya takut,pada nantinya sosok Flora yang masih polos itu akan terluka .


Sambil melangkah Varro sibuk dengan pikirannya sendiri.


Sedangkan diruang keluarga,Arumi masih mendengarkan kronologi kejadian dari Flora.


Saat Bik Kiky membawakan minuman untuk Flora,wanita paruh baya itupun juga tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.Tapi akhirnya dia bisa bernafas lega saat Flora mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


...****************...


Baru saja dia keluar dari kamar,terdengar bel pintu berbunyi. Karena tidak ada tanda-tanda orang yang membukakan pintu,Flora pun melangkah pelan menuju pintu.


Saat pintu terbuka Flora melihat seorang pria seumuran Varro berdiri dihadapannya,mengenakan jas sambil membawa map ditangannya.


"Maaf,cari siapa ya ?".Tanya Flora sambil tersenyum.


Sesaat pria tersebut terpana memandang Flora yang sedang tersenyum.Namun dengan segera dia menguasai dirinya.


"Saya mencari bos Varro,dan saya adalah asistennya ".Jawab Jim .


"Ohh,,,cari Tuan Varro,silahkan masuk,sepertinya Tuan Varro ada di kamarnya ".Ucap Flora dengan ramah,lalu dia pun masuk kedalam diikuti oleh Jim.


"Silahkan duduk dulu,biar saya buatkan minum ".Ujar Flora begitu sampai diruang tamu.


"Eh,,gak usah,,saya cuma sebentar aja kok" Tolak Jim,dia tidak tega melihat Flora yang kondisinya seperti itu harus pergi ke dapur membuat minum "Kalau tidak keberatan kamu duduk saja disini temani saya sambil nunggu bos Varro datang".Lanjutnya lagi.


"Oh,,baiklah ".Lalu Flora pun duduk disofa panjang.


"Oh ya,kita belum kenalan,nama saya Jimmy Bryan,biasa dipanggil Jim ".Kata Jim memperkenalkan diri,dalam hatinya Jim bertanya-tanya.Kenapa dirumah bosnya ada wanita cantik?.


"Nama saya Flora Miracle Tuan,panggil saja Flo ".Kata Flora sambil tersenyum.


Saat Jim ingin bertanya lebih lanjut,tiba-tiba datanglah Varro dengan mengenakan pakaian santai,sepertinya dia habis mandi.


"Fauna,ngapain kamu disini?udah tahu kaki lagi sakit,bukannya istirahat dikamar malah ngobrol disini ".Kata Varro dingin,sekilas dia menatap sinis kearah asistennya.

__ADS_1


"Maaf Tuan,soalnya tadi,,,,".


"Sudah,sana masuk ke kamar".Ucap Varro memotong perkataan Flora.


Tanpa membantah Flora berjalan tertatih menuju kamarnya.


"Wahh,,,ternyata si bos sudah ada kemajuan,diam-diam menyimpan wanita cantik dirumahnya ".Celetuk Jim saat Flora sudah tidak terlihat.


"Jangan bicara sembarangan Jim,itu asisten rumah tangga kesayangan mamaku ".Ucap Varro sembari meminta map yang dipegang oleh Jim.


Ada beberapa berkas penting yang harus segera ditandatangani oleh Varro.


"Kalau gitu buat saya aja ya bos?lagian selera bos gak mungkinkan seorang ART ".Ucap Jim sambil nyengir.


Bukan jawaban yang didapat oleh Jim,melainkan lemparan bantal yang dia dapat.


"Jangan ngawur kamu ".Jawab Varro datar.


"Kan siapa tahu saya jodoh sama dia bos ".Ucap Jim ngotot.


"Nih, semuanya sudah saya tandatangan ".Ucap Varro sambil menyodorkan semua berkas yang dibawa oleh Jim "Sekarang pulang sana,,pulang" Usir Varro sambil mengibaskan tangannya.


"Ck,gitu amat bos ".Ucap Jim dengan lesu,lalu Jim tersentak seperti ingat sesuatu "Jangan-jangan alasan bos tidak masuk kantor gara-gara,,,,"Jim tidak meneruskan omongannya gara-gara melihat Varro menatap sangar kearah dirinya.


Jim langsung menciut melihat tatapan bosnya.


"Baik bos,kalau begitu saya permisi pulang"


Lalu Jim pun bergegas pergi dari hadapan Varro.


Melihat asistennya telah pergi,Varro pun pergi menuju ruang keluarga untuk menonton TV sambil menunggu jam makan malam.


...****************...


Jim yang sedang mengendarai mobilnya, masih menerka-nerka alasan bosnya tidak masuk kantor.


"Apa jangan-jangan karena Flora terluka terus si bos tidak masuk kantor?tapi apa iya sampai segitunya?.Tapi diliat-liat Flora itu cantik banget ya?gak nyangka ada ART secantik dia ".


Jim pun senyum-senyum sendiri saat mengingat wajah Flora yang cantik dan senyumnya yang manis.


To be continue,,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote


💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2