
Flora menghirup napas dalam-dalam,udara pagi membuat hatinya menjadi lebih tenang.Dengan bersenandung kecil dia menyapu halaman dan juga menyiram tanaman,dia kembali melakukan tugasnya karena luka dilututnya sudah membaik,sehingga dia bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
"Selamat pagi Pak Wan ".Sapa Flora dengan ceria kala melihat sopir tersebut hendak masuk ke garasi.
"Pagi juga nak Flo ".Balas Pak Wan dengan ramah.
Setelah selesai melakukan pekerjaannya,dia pun pergi kedapur untuk membantu Bik Kiky.Dengan cekatan dia mengerjakan apapun yang disuruh oleh wanita paruh baya tersebut.
Seperti biasa jika hari minggu maka Arumi akan sarapan seorang diri.Saat ini pun tidak ada tanda-tanda kalau Varro telah bangun tidur.
Flora melanjutkan kegiatannya yaitu mencuci baju,sampai kemudian Arumi menghampirinya.
"Flo,apa hari ini kamu sibuk?".Tanya Arumi sambil berdiri didekat mesin cuci.
"Sepertinya tidak Tante,ada apa?".Tanya Flora penasaran.
"Kalau gitu,setelah kamu selesai mencuci baju kita jalan-jalan keluar ".Kata Arumi sambil tersenyum.
"Kemana Tan ?".Flora terlihat penasaran.
"Udah,kamu ikut aja,kalau gitu tante tinggal dulu ya,tante mau siap-siap juga "Lalu Arumi pun berlalu pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Flora pun bergegas menyelesaikan pekerjaannya.
Tepat pukul setengah sepuluh,Arumi dan Flora pun telah siap untuk berjalan-jalan.
"Tante,apa Tuan Varro belum bangun?"Tanya Flora sebelum kakinya melangkah keluar rumah.
"Sepertinya sudah,tapi dia enggan keluar kamar,udah biarin aja Flo,yang terpenting sekarang ayo kita jalan-jalan ".Jawab Arumi dengan bersemangat.
Flora menganggukkan kepalanya sambil mengekor dibelakang Arumi.
Apa Tuan Varro baik-baik aja ya?.Batin Flora.
Kemudian mobil yang dikemudikan oleh Arumi pun meluncur ke pusat kota.
...****************...
Arumi menghentikan mobilnya diparkiran sebuah mall.Setelah mematikan mesin mobil dia mengajak Flora turun.
Flora masih menebak-nebak tujuannya Arumi mengajak dirinya.
"Kita mau ngapain kesini Tan?".Tanya Flora sambil berjalan disebelah Arumi.
"Biasalah Flo,karena tante bosan dirumah jadi kita kesini untuk shopping ".Jawab Arumi sambil merangkul pundak Flora .
Gadis berkuncir itupun mengiyakan sambil mengedarkan pandangannya.Ternyata kalau dihari minggu mall tersebut padat pengunjung,Flora pun terkadang harus mengesampingkan tubuhnya jika ada orang yang hendak berpapasan dengan dirinya.
Arumi mengajak Flora untuk masuk ke butik,disana dia menyuruh Flora untuk memilih baju yang dia inginkan.
Awalnya Flora menolak karena merasa sungkan,tapi Arumi terus mendesak sampai akhirnya Flora menyerah dan menuruti keinginannya.
Saat keluar dari mall,Arumi dan Flora masing-masing membawa dua paperbag.
"Sekarang kita ketempat selanjutnya ".Ujar Arumi.
Flora yang belum sempat bertanya karena tangannya sudah ditarik duluan oleh Arumi,hanya bisa pasrah mengikuti langkah wanita tersebut.Ternyata Arumi mengajaknya ke toko tas,disana Arumi kembali menyuruh Flora untuk memilih tas yang diinginkannya.
Flora pun kembali memilih sebuah tas yang dirasanya cocok untuk dibawa kuliah,sedangkan Arumi memilih tas model shoulder bag.
Selesai membeli tas,mereka berdua masih keliling untuk melihat-lihat.Sampai akhirnya Arumi mengajak Flora mampir ke tempat lain.
...****************...
Setelah meninggalkan mall,kini Arumi meluncur menuju salon langganan milik sahabatnya.
Begitu melihat Arumi datang,pemilik salon yaitu Shopia menjadi heboh.
"Arumm,,,ayo,,ayo masuk ".Ajak Sophia sambil menarik lengan Arumi.
Flora yang melihat kejadian tersebut pun hanya bisa mengikuti Arumi .
"Kalian duduk dulu ya,masih ada pelanggan lain,gak apa-apakan kalian nunggu?".Tanya Sophia sambil duduk disofa diikuti oleh Arumi dan juga Flora.
"Iya gak apa-apa Shopia,santai aja,lagian aku lagi bosan dirumah makanya aku jalan-jalan keluar ".Jawab Arumi santai.
"Oh ya Arum,siapa gadis cantik ini?".Pandangan Sophia menelisik penampilan Flora yang duduk disebelah Arumi.
"Oh hampir lupa,dia Flora,asisten rumah tanggaku yang baru tapi aku anggap seperti putriku sendiri.Flora kenalin,ini sahabat tante namanya Sophia ".Ujar Arumi .
"Halo tante,nama saya Flora Miracle,bisa dipanggil Flo ".Flora memperkenalkan diri pada Shopia.
"Kamu cantik sekali nak ".Puji Shopia sambil tersenyum.
"Ah tante bisa aja " Ucap Flora sambil tersenyum ceria.
Lalu Sophia dan Arumi pun melanjutkan obrolannya,sedangkan Flora hanya menjadi pendengar yang baik.
__ADS_1
Sampai kemudian pelanggan yang lainnya sudah selesai melakukan perawatan.
"Nah sekarang giliran kalian,mau melakukan perawatan apa tinggal bilang aja ".Kata Sophia sambil menatap Arumi dan Flora bergiliran.
"Aku gak usah Tante,biar tante Arumi aja ".Tolak Flora,pasalnya Flora bingung mau melakukan perawatan apa,karena sebelumnya dia tidak pernah pergi ke salon.
"Ehh,,,gak boleh gitu,atau gini aja,kamu lakukan perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki,biar karyawan tante yang tangani dan kamu tinggal diam aja,gimana?".Sophia memberikan saran, karena dia bisa memaklumi kebingungan yang dialami oleh Flora.
Akhirnya Flora pun mengiyakan setelah Arumi ikut meyakinkan.
Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga jam disalon milik Sophia,kini Arumi mengajak Flora mampir ke restoran karena mereka belum makan siang.
...****************...
Varro yang habis makan siang memilih untuk bermalas-malasan disofa.Dia pun menyalakan TV karena merasa jika suasana rumah terlalu sepi.
"Mama sama Fauna kemana sih ".Gerutunya sambil memencet remot TV karena tidak ada acara yang menarik.
Sampai satu jam kemudian,munculah Arumi dan Flora sambil menenteng beberapa paperbag.
"Ternyata kamu disini Var ".Ucap Arumi saat mendapati putranya diruang keluarga.
Varro tidak segera menanggapi perkataan mamanya,tapi pandangannya malah fokus menatap penampilan Flora yang dirasa ada perbedaan.
Flora pun melempar senyum saat pandangannya bertemu dengan Varro,tapi pria tersebut dengan segera mengalihkan pandangannya.
"Mama darimana sih?pergi gak bilang-bilang lagi".Varro tampak kesal.
"Mama habis jalan-jalan sama Flora,gimana mama mau bilang,kamunya aja belum bangun ".Jawab Arumi sambil duduk di sofa.
Sedangkan Flora memilih untuk pamit ke kamar setelah mengucapkan terimakasih pada Arumi.
Setelah Flora menghilang dari hadapan mereka,Varro pun bertanya pada mamanya.
"Mama habis ngajak Fauna kemana?"
"Emm,,,habis dari salon,kenapa?Flora tambah cantik ya?".Goda Arumi sambil tersenyum jahil.
"Ck,,cantik apanya,biar tiap hari ke salon tampangnya juga tetep aja kaya gitu ".Jawaban Varro bertolak belakang dengan kata hatinya.
"Gak boleh gitu Var,nanti kamu jatuh cinta sama dia baru tahu rasa ".Kata Arumi.
"Gak bakalan ".Jawab Varro dengan mantap.
Arumi mendengus kesal mendengar jawaban anaknya.
Lalu tanpa berkata lagi Arumi beranjak menuju kamarnya.
...****************...
"Tuan mau kemana?".Tanya gadis tersebut.
"Mau jalan-jalan sebentar,kenapa?".Tanya Varro sambil menautkan alisnya.
"Emm,,,boleh saya ikut ?".Tanya Flora penuh harap.
"Bukannya tadi siang kamu sudah jalan-jalan sama mama?".Varro balik bertanya.
"Itukan sama Tante ,sekarang kan sama Tuan,jadi bedalah ".Jawab Flora sambil nyengir " boleh ya Tuan,saya juga ada yang ingin dibeli,tadi siang kelupaan "Lanjutnya lagi.
Varro pun menghela napas pelan.
"Ya udah,kamu boleh ikut "
Lalu Flora pun mengekor dibelakang Varro.
...****************...
Varro menghentikan mobilnya disebuah lapangan umum.Jika sore hari lapangan tersebut banyak dikunjungi oleh orang-orang yang ingin menghabiskan waktu.Lapangan tersebut dilengkapi dengan fasilitas olahraga yang terletak disebelah barat,sedangkan disebelah timurnya terdapat tempat bermain untuk anak-anak.
Begitu turun dari mobil,Varro berjalan disisi lapangan diikuti oleh Flora.
"Ternyata banyak juga yang jalan-jalan kesini,ada fasilitas olahraga lagi ".Komentar Flora.
Apalagi saat dia melihat ada sekelompok orang yang bermain basket,ingin rasanya dia ikut berolahraga.
"Tuan kesini mau berolahraga?".Tanya Flora sambil menoleh kearah Varro.
"Kamu gak liat pakaian saya?".Varro balik bertanya.
Flora pun mengangguk paham,tidak mungkin Varro berolahraga dengan menggunakan celana model cargo pants.
Saat sampai disebelah utara lapangan,Flora melihat banyak penjual makanan kaki lima yang berjejer dipinggir lapangan.Salah satunya adalah penjual permen kapas,tampak pedagang tersebut membuat permen kapas dengan berbagai bentuk.
"Tuan lihat itu ".Kata Flora sambil menyentuh tangan Varro.
"Apa?".Tanya Varro yang tidak mengerti.
__ADS_1
"Ada penjual permen kapas ".
"Lalu?".
"Saya ingin beli itu ".Kata Flora.
"Ya sudah sana beli ".Ucap Varro cuek.
"Tapi Tuan yang bayar ya ".Ucap Flora,entah kenapa terlintas sebuah ide di kepalanya.
"Kok jadi saya yang bayar,kan kamu yang mau beli".Protes Varro.
"Saya ingin merasakan di traktir oleh seorang CEO Tuan,jangan bilang Tuan tidak punya uang buat beli permen kapas ".Cibir Flora.
Mendengar perkataan Flora membuat harga diri Varro menjadi terusik.
"Enak aja kamu bilang saya gak punya uang,ya sudah saya yang bayar ".
Begitu Varro mengiyakan,dengan segera Flora melesat menuju penjual permen kapas.
Varro mendengus kesal melihat kelakuan Flora.
"Pak saya beli semua permen kapasnya ".Ujar Flora tanpa basa-basi.
"Benaran Non mau beli semuanya ?"Tanya penjual tersebut dengan mata berbinar-binar.
"Iya beneran pak,nanti orang itu yang akan membayarnya ".Flora menunjuk Varro yang masih berdiri agak jauh .
"Syukurlah kalau begitu,daritadi pagi dagangan bapak kurang laku Non,tapi syukurlah jika Non mau beli semuanya ".Ucap bapak tersebut merasa terharu,lalu dengan cekatan dia membuat permen kapas dengan berbagai bentuk.
Flora pun memanggil anak-anak kecil yang ada disana,termasuk beberapa anak jalanan yang kebetulan lewat.
Flora pun memberitahukan jika mereka boleh mengambil satu permen kapas dengan gratis,tentu saja hal itu mereka sambut dengan gembira.
Lalu satu persatu mereka mengambil permen kapas,saat mereka hendak mengucapkan terimakasih,Flora malah menunjuk kearah Varro dan menyuruh mereka untuk mengucapkan terimakasih pada pria tersebut.
Varro yang tiba-tiba didatangi oleh anak-anak kecil sambil membawa permen kapas menjadi kebingungan,apalagi mereka semua mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih Om "Ucap mereka sambil tersenyum.
Varro pun mengiyakan sambil tersenyum kaku.
Setelah mereka semua pergi,Varro pun bergegas menghampiri Flora.
"Fauna,ada apa dengan mereka?".Tanya Varro kebingungan.
"Tidak ada apa-apa,sekarang Tuan bayar permen kapasnya sama bapak itu ".Jawab Flora sambil tersenyum,ditangannya ada dua permen kapas berbentuk hati.
Walaupun dia masih merasa penasaran,tapi dia mendekat juga kearah penjual permen kapas.
"Berapa pak?".Tanya Varro sambil mengeluarkan dompetnya.
"350 ribu Tuan ".Jawab bapak tersebut.
"Hah?kok mahal banget pak?padahal dia cuma ngambil dua ".Varro menunjuk Flora yang berdiri tidak jauh darinya.
"Iya,soalnya tadi nona itu memborong permen kapas buat anak-anak kecil ".penjual tersebut menjelaskan pada Varro.
Akhirnya Varro pun paham kenapa dia mendapat ucapan terimakasih dari anak-anak tadi.Setelah selesai membayar,Varro pun menghampiri Flora.
"Ini buat Tuan yang baik hati ".Ucap Flora menyodorkan permen kapas berbentuk hati sambil tersenyum.
Sejenak Varro menatap Flora,lalu perlahan tangannya terulur menerima permen tersebut.
Entah kenapa bentuk permen tersebut membuat senyum tipis terbit disudut bibir Varro,tapi beruntung Flora tidak menyadari hal tersebut.
"Tuan,tolong antar saya ke toko buku,ada buku yang ingin saya beli ".Kata Flora sambil berjalan disebelah Varro.
"Baiklah,tapi kamu bayar sendiri bukunya ".Ucap Varro.
"Baiklah Tuan,untuk yang satu ini biar saya sendiri yang beli ".Sahut Flora sambil tertawa kecil " Dan terimakasih untuk traktiran permennya"Lanjutnya lagi.
Tapi Varro hanya cuek,mereka pun berjalan beriringan menuju tempat parkir sambil menikmati permen kapas masing-masing.
To be continue.....
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞