Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 14


__ADS_3

Melihat Flora yang berlari keluar kamar sambil menjerit histeris,Varro pun tertawa kecil sambil menutup pintu kamarnya yang masih terbuka.


"Sampai segitunya,apa jangan-jangan ini pertamakalinya si Fauna lihat pria bertelanjang dada ".Ucap Varro seorang diri .Sebenarnya dia juga kaget melihat kehadiran Flora di kamarnya,tapi dia berusaha menyembunyikan ke kagetannya tersebut.


Selesai berpakaian Varro pun keluar kamar,dia berniat untuk sarapan walaupun waktu sarapan sudah terlewat.


"Tuan Varro,mau sarapan ?".Tanya Bik Kiky yang kebetulan sedang ada dimeja makan.


"Iya Bik,laper soalnya ".Jawab Varro sambil duduk dikursi.


"Ya sudah,Tuan sarapan dulu,kebetulan tadi Bibik bikin nasi goreng ".Kata Bik Kiky.


Varro pun menganggukkan kepalanya sambil mengisi piringnya dengan nasi goreng.


Saat Varro tengah asyik menikmati sarapan,datanglah Arumi ke meja makan dengan raut wajah segar,sepertinya dia baru habis mandi.


"Baru sarapan Var?".Tanya Arumi sambil duduk kursi,dia memperhatikan putranya yang makan.


"Iya ma,mama udah sarapan ?".Varro balik bertanya.


"Udah tadi Var ".Jawab Arumi "Oh ya Var,mama kasihan loh sama Flora ".Sambungnya.


Mendengar perkataan mamanya,Varro pun menghentikan kunyahannya.


"Kenapa ?".Mendadak Varro ingin tahu.


"Tadikan mama habis jalan-jalan sekitar perumahan,terus pas sampai dirumah mama liat Flora lagi duduk lemas ditangga, gemetaran gitu,terus mama tanya kenapa,dia bilang habis liat kecoa besar ".Jawab Arumi "Kayaknya dia takut banget sama kecoa,tapi memangnya dirumah ini ada kecoa ya Var?soalnya kan kita rutin manggil pembasmi serangga ".Arumi tampak memikirkan sesuatu.


Mendengar cerita mamanya,ingin rasanya Varro tertawa ngakak membayangkan Flora yang gemetaran.Tapi mengingat kalau Flora mengatakan kalau dia habis liat kecoa,hatinya berubah kesal.


'Sial,jangan-jangan aku yang dibilang kecoa besar itu '.Gumam Varro dalam hati.


Varro pun tidak menanggapi cerita mamanya,dia kembali fokus menghabiskan sarapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu sudah berlalu sejak kejadian tersebut,selama itu pula Flora tidak berani bersitatap dengan Varro.Dia juga terkesan menghindari,palingan mereka hanya bertemu dimeja makan saat sarapan,saat makan malam Flora lebih memilih makan di dapur walaupun terkadang Arumi menyuruhnya gabung dimeja makan.


Pagi ini,selesai berkemas Flora keluar dari kamar sambil membawa tasnya.Dia berjalan menuju ruang makan,sampai disana ternyata Varro dan Arumi sedang sarapan.


"Sini Flo,kita sarapan bareng ".Ajak Arumi.


"Em,maaf Tante saya gak ikut sarapan,soalnya saya harus pergi ke kampus lebih awal ".Tolak Flora,dia berusaha untuk tidak menoleh kearah Varro.


"Kalau gitu kamu bawa bekal ya ".Kata Arumi.


Flora pun tidak menolak,segera dia mengemas kotak makan siang yang akan dia bawa.


"Kalau gitu saya berangkat dulu Tante ".Pamit Flora.


"Hati-hati ya Flo ".Ucap Arumi.


"Iya Tante ".


Lalu Flora pun bergegas keluar menuju garasi untuk mengambil sepedanya.


Lima menit kemudian,Varro pun menyelesaikan sarapannya.


"Ma,aku berangkat ke kantor dulu ya ".


"Kamu mau bawa bekal juga Var ?".


"Gak usah Ma,nanti siang aku ada kunjungan ke pabrik,jadi sekalian makan siang diluar ".Jawab Varro sambil beranjak bangun.


"Baiklah,tapi ingat jangan telat makan siangnya ya nak ".Ujar Arumi.


"Iya ma ".


...****************...


Varro mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,sesekali dia bersenandung lagu favoritnya.Entah kenapa,pagi ini perasaanya terasa ringan.


Tapi tak lama kemudian,beberapa meter didepan dia melihat orang berkerumunan .


"Ngapain sih tuh orang disana ".Gumam Varro,mendadak jiwa keponya muncul,padahal sejak beberapa bulan yang lalu dia tidak pernah peduli dengan hal-hal yang bukan menjadi urusannya.Apa mungkin sifat Varro Nazareth yang dulu perlahan kembali?.


Tanpa pikir panjang lagi dia menepikan mobilnya,begitu turun dari mobil dia bertanya pada seorang pria yang kebetulan berada didekatnya.


"Ada kejadian apa pak ".Tanya Varro.


"Itu ada orang keserempet mobil ".Jawab pria tersebut.

__ADS_1


Sejenak Varro tertegun,lalu bergegas dia menyeruak kedalam kerumunan.


"Flora,,,,".Seru Varro .


Alangkah kagetnya saat dia melihat Flora tergeletak pingsan,tampak lututnya lecet dan dahinya juga berdarah.


Varro pun berjongkok disebelah Flora.


"Flo,,Flora,,,bangun ".Varro menepuk pelan pipi gadis tersebut.


"Anda kenal sama gadis ini Tuan?".Tanya salah seseorang yang ada disana.


"Iya,saya kenal sama dia,apa bapak melihat kejadiannya?".Tanya Varro,tersirat kekhawatiran di wajah Varro.


Pria paruh baya yang memang ada di lokasi kejadian itu menceritakan kronologinya.


"Mbaknya ini sudah ada di jalur yang benar Tuan,tiba-tiba ada mobil warna merah dari arah belakang yang melaju kencang,lalu mbaknya ini kena serempet yang menyebabkan dia jatuh Tuan,mungkin karena dahinya membentur pinggiran trotoar yang membuatnya pingsan".Jawab pria tersebut.


"Lalu mana pelakunya?".Tanya Varro dengan kesal.


"Kabur Tuan ".Jawab salah seorang yang berada disana.


Tanpa bertanya lagi,Varro segera mengangkat tubuh Flora dan membawanya kedalam mobil.


Seseorang membantunya membuka pintu mobil,dan menyerahkan tas milik Flora.


"Terimakasih pak ".Ucap Varro pada pria tersebut.


Lalu dengan hati-hati dia mendudukkan Flora dikursi mobil,setelah memasang seatbelt dia pun duduk dibelakang kemudi.


Bergegas Varro mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Sesekali Varro melirik Flora yang masih belum tersadar.


...****************...


Sampai dirumah sakit,bergegas Varro menggendong Flora keruang UGD.


"Dok,tolong temen saya,dia pingsan habis keserempet ".Kata Varro pada seorang dokter yang kebetulan melintas.


"Baiklah,baringkan pasien disini ".Kata Pria berseragam putih itu sambil menunjukkan sebuah tempat tidur pasien.


Varro pun segera membaringkan tubuh Flora,dan dokter pun dengan segera memeriksa kondisi gadis tersebut.


"Selamat pagi bos,ada apa?".Tanya Jim dari ujung telfon.


"Jim,hari ini kemungkinan saya tidak datang ke kantor,ada urusan mendadak,untuk sementara kamu handle dulu urusan kantor ".Ucap Varro.


Dan tanpa menunggu jawaban dari asistennya,Varro langsung memutuskan panggilannya.


Lalu dia pun kembali keruangan tempat dokter memeriksa kondisi Flora.


...****************...


Sedangkan di Hexa Food Jim sedang kebingungan.


"Bos ada urusan apa ya?nada bicaranya juga terdengar panik.Emm,,,si bos mencurigakan ".Gumam Jim sambil mengusap-usap dagunya.


Kemudian dia menghela napas kasar,saat menyadari jika hari ini pekerjaannya pasti akan numpuk karena Varro tidak ada di kantor.


...****************...


Setengah jam kemudian,dokter yang memeriksa kondisi Flora pun menghampiri Varro.


"Gimana keadaannya Dok?".Tanya Varro.


"Untungnya tidak terjadi sesuatu yang serius,dan pasien juga sudah sadar dari tadi.Untuk sementara dia istirahat diruang perawatan,nanti kalau pusingnya sudah hilang dan tidak ada keluhan lain,pasien diperbolehkan pulang ".Ujar Dokter tersebut.


Varro pun menghela napas lega " Terimakasih Dok "


"Sama-sama Tuan,sekarang silahkan urus administrasinya ".Kata Dokter tersebut sambil tersenyum,kemudian berlalu pergi untuk menemui pasien yang lain.


Selesai mengurus administrasi,Varro pun berjalan menuju ruang perawatan.Didalam ruangan tersebut,berderet beberapa tempat tidur untuk pasien yang disekat dengan gorden warna putih.


Varro pun mencari-cari keberadaan Flora,dan ternyata berada paling ujung.


"Tuan,,".Ucap Flora sambil berusaha bangkit.


Reflek Varro menahan bahunya "Gak apa-apa,berbaring aja dulu ".Ucapnya.


Flora pun kembali berbaring.Lalu Varro sedikit menaikkan posisi tempat tidur sehingga Flora merasa lebih nyaman.

__ADS_1


"Maaf,saya sudah merepotkan Tuan ".Kata Flora penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa,gimana?ada yang sakit ?".Tanya Varro sembari duduk dikursi.


Flora tidak segera menjawab pertanyaan Varro,dia menatap pria yang sedang bersamanya itu dengan mata berkaca-kaca.


"Loh,kok diam?kenapa?".Tanya Varro keheranan.


"Gak apa-apa Tuan,ternyata dugaan saya selama ini benar ".Jawab Flora .


Varro menautkan alisnya " Dugaan tentang apa?"Tanyanya.


"Kalau Tuan adalah orang yang baik dan berhati lembut ".Jawab Flora sambil tersenyum.


Sesaat Varro terpana dengan senyuman yang ditampilkan oleh Flora,dia baru menyadari jika gadis dihadapannya ini memiliki kecantikan yang natural,alisnya melengkung hitam sempurna,hidungnya mancung dan bibirnya merah alami,kulit wajahnya bersih tanpa satupun jerawat yang tumbuh.


"Tapi kenapa selama ini Tuan bersikap dingin sama saya?".Tanya Flora,dia tidak menyadari jika saat ini Varro tengah mengagumi dirinya.


"Ah,,itu,,,bukan apa-apa kok,saya memang seperti itu ".Jawab Varro sambil mengalihkan pandangannya.


Tiba-tiba Flora teringat sesuatu.


"Kok bisa Tuan yang bawa saya ke rumah sakit ? terus sepedanya gimana?".Tanya Flora,dia sudah ingat jika dirinya sebelum pingsan sempat diserempet kendaraan.


"Tadi pas saya mau berangkat kerja saya liat kamu pingsan dipinggir jalan,kata orang-orang kamu diserempet mobil,dan sepedanya masih disana kayaknya,mungkin mereka menitipkan ditoko dekat situ ".Jawab Varro.


"Lalu Tuan gak ke kantor?".Tanya Flora lagi.


"Enggak,sudah ada asisten yang ngurus kerjaan dikantor ".


"Maaf Tuan,ini semua gara-gara kecerobohan saya ".Kata Flora yang kembali merasa bersalah.


"Ck,udah dibilang gak apa-apa ".Ucap Varro.


"Oh ya,tas saya dimana Tuan?".Tanya Flora.


"Masih didalam mobil,kenapa?".


"Ponsel saya disana Tuan,saya mau menghubungi teman saya kalau hari ini saya ijin ke kampus ".Jawab Flora,dia sadar bahwa tidak mungkin berangkat ke kampus dengan keadaan seperti ini,dahinya ada tambalan lalu lututnya masih terasa nyeri karena lecetnya lumayan parah.


Tanpa bertanya lagi Varro beranjak keluar,dia berniat mengambil ponsel milik Flora.


Tidak lama kemudian Varro pun datang sambil membawa ponsel jadul milik Flora.


"Terimakasih Tuan ".Ucap Flora sambil menerima ponsel dari tangan Varro.


"Itu ponsel apa batu bata?".Tanya Varro sambil memperhatikan Flora yang sedang mengirim pesan pada Gea.


"Ya ponselah Tuan,jelek-jelek gini masih bisa di pake kok ".Jawab Flora tanpa rasa malu,dia memang gadis apa adanya.Tidak pernah malu dengan apa yang dia miliki.


Ponsel milik Flora bukanlah smartphone,tapi ponsel biasa yang tidak memiliki kamera,selain itu casingnya juga sudah ada yang retak.


Varro pun hanya bisa menghela napas pelan melihat benda purbakala milik Flora.


"Tuan,,".Panggil Flora setelah dia mengirim pesan pada Gea.


"Emm,,,".Varro yang sedang main ponsel hanya berdehem.


"Boleh tidak saya berteman sama Tuan ?".Tanya Flora.


"Tidak ".Jawab Varro singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


Flora pun terdiam dengan raut wajah sedikit kecewa.


Sedangkan Varro mengulum senyum sambil melirik Flora yang sedang tertunduk lesu.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2