
Dua minggu sudah Varro bersikap dingin pada Flora,tak pernah lagi ada senyuman atau tawa diantara mereka berdua.
Semuanya kembali seperti saat pertamakali mereka bertemu.Namun di dalam hatinya Flora masih berharap kalau Varro akan kembali bersikap hangat pada dirinya.
Sepertinya rasa cinta Flora terhadap pria yang bernama Varro Nazareth itu tumbuh begitu besar didalam hatinya.Flora hanya menganggap jika situasi yang dia hadapi saat ini hanyalah rintangan kecil,yang harus dia lewati jika ingin mendapatkan hati seorang Varro Nazareth.
...****************...
Seorang wanita dengan pakaian sexy tengah duduk didalam cafe Diamond.Secangkir coklat hangat terhidang dihadapannya,sepertinya wanita tersebut tengah menunggu kedatangan seseorang.
Benar saja,beberapa menit kemudian masuklah seorang wanita dengan wajah angkuh kedalam Cafe Diamond, lalu berjalan menghampiri meja tempat wanita itu duduk.
"Sory,aku telat " Ucap wanita yang baru datang.
"Santai aja Ra "
Ternyata wanita yang baru datang itu adalah Clara,dia membuat janji dengan Velyn untuk bertemu di Cafe Diamond.
Clara duduk dihadapan Velyn,kemudian dia memanggil pelayan untuk memesan minuman.
"Ada apa kamu ngajak aku ketemu disini Ra?" Tanya Velyn to the point.
Clara menyunggingkan senyum sinis ke arah Velyn "Kamu udah cerita apa aja sama tunanganku?"Tanyanya.
Velyn mengangkat alisnya keheranan "Tunangan?maksudmu Marco?"Tanyanya.
"Bukan,aku disini bicara tentang Varro,dia bilang kalau kamu sempat cerita tentang aku yang pergi keluar negeri dengan Marco.Kenapa kamu menceritakan hal itu sama dia?kamu ingin agar aku terlihat jelek dimata dia?kamu iri sama aku?" Clara mencerca Velyn dengan pertanyaan.
"Tapikan memang itu kenyataannya,lagian kalian sudah putus" Jawab Velyn santai.
Clara mendengus kesal "Aku sudah balikan sama dia,dan aku benar-benar gak nyangka kalau ternyata kamu itu hobi nusuk dari belakang "
Ucapnya dengan tajam.
Namun Velyn tetap bersikap santai, walaupun sejenak dia sempat terkejut saat mendengar Clara sudah balikan sama Varro.
"Denger ya Ra,aku cuma bilang apa adanya,aku gak melebih-lebihkan " Katanya dengan senyum tipis "Jujur aja ya Ra,aku cuma merasa kasihan aja kalau cowok sebaik Varro dapat wanita kayak kamu,kita emang berteman,tapi kalau temanku bersikap buruk,yaa,,,aku gak segan-segan buat negur " ucapnya.
"Heh,,jangan bilang kamu naksir sama Varro?terus kamu sengaja jelek-jelekin aku "Kata Clara dengan nada tinggi,sontak beberapa pengunjung cafe menoleh kearah mereka berdua.Namun Clara tidak mempedulikan hal tersebut.
"Aku gak semurahan itu jadi wanita Ra "Jawab Velyn tetap tenang "Udahlah,sekarang terserah kamu aja,lagian aku yakin Varro pasti akan luluh dengan rayuanmu,bukankah selain berjalan diatas catwalk merayu lelaki juga merupakan keahlianmu?dan kamu juga sudah sering melakukan hal seperti itu" Velyn tersenyum sinis
Wajah Clara memerah menahan amarah "Sialan kamu Vel,apa sih maumu?"
Velyn menggelengkan kepalanya "Kalau gak ada yang perlu dibicarakan lagi aku akan pergi,pekerjaanku masih banyak,dan aku gak nyangka kalau kamu sekarang punya banyak waktu luang " Ejek Velyn,lalu dia beranjak bangun dan pergi meninggalkan Clara yang sedang menahan emosinya.
Saat berjalan menuju mobil Velyn membatin.Varro,ternyata kamu pria bodoh.
...****************...
Jam enam sore Flora baru pulang dari kuliah,dia mengayuh sepedanya dengan lesu.
Sampai dirumah dia mendapati Bik Kiky telah kembali.
"Bik Kiky,," Seru Flora saat melihat wanita paruh baya tersebut.
__ADS_1
Bik Kiky pun tersenyum "Nak Flora apa kabar?"
"Baik Bik,aku kangen banget sama Bibik " Jawab Flora,mereka pun berpelukan sejenak sekedar melepas rindu.
Setelah puas melepas kangen Flora pun masuk ke kamarnya,sedangkan Bik Kiky pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam.
Saat makan malam Flora duduk seorang diri dimeja makan,dia makan dengan perasaan malas.
"Bik,apakah Tuan Varro sudah makan malam?" Tanya Flora saat melihat Bik Kiky.
"Belum Nak,apa terjadi sesuatu selama Bibik pergi?soalnya Bibik rasa sikap Tuan Varro berubah " Kata Bik Kiky "Tadi pas Bibik sapa sikapnya terkesan dingin " Lanjutnya.
"Entahlah Bik,sama aku juga dia bersikap dingin,aku gak tahu permasalahan apa yang sedang dia hadapi" Kata Flora lirih.
"Mungkin Tuan Varro sedang menghadapi permasalahan yang tidak bisa dia ceritakan ke orang lain " Ucap Bik Kiky,terdengar seperti menghibur Flora.
Gadis itupun hanya menganggukkan kepalanya.Sampai dia selesai makan malam Varro tidak datang ke meja makan,Flora pun beranjak pergi masuk ke kamar.Dia merasa sia-sia saja menunggu pria tersebut.
Namun setengah jam kemudian Varro datang ke meja makan,lalu dia duduk dan bersiap untuk makan malam.
"Loh,Tuan kok baru makan?" Tanya Bik Kiky yang muncul dari dapur.
"Iya Bik,saya baru ngerasa lapar " Jawab Varro tanpa menoleh.
Bik Kiky manggut-manggut "Kalau begitu saya permisi Tuan "Bik Kiky pun meninggalkan Varro yang sedang menikmati makanannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Flora yang baru keluar dari kamarnya dikejutkan dengan bunyi bel rumah,dia menengok kearah jam dinding yang baru menunjukkan pukul setengah delapan pagi.Dia baru saja menyelesaikan tugasnya,kebetulan hari ini adalah hari minggu dan dia bisa sedikit bersantai.
"Siapa sih pagi-pagi udah bertamu" Gumam Flora sambil melangkah menuju pintu.
"Selamat pagi,Nona cari siapa?" Tanya Flora ramah,dia merasa seperti pernah melihat wanita tersebut namun dia lupa dimana tempatnya.
"Saya mau nyari Varro,dia ada dirumahkan?"Tanya Clara dengan nada angkuh.
Ternyata yang datang bertamu adalah Clara Bellova,dia sengaja datang pagi-pagi sekali berniat untuk mengajak Varro sarapan bareng.
Melihat seorang wanita cantik nan sexy mencari Varro,seketika ada desiran aneh didalam hati Flora.
Mungkinkah?.Batin Flora.
"Ditanya kok malah diem?ada gak Varronya dirumah?"Clara kembali bertanya dengan nada tidak sabaran.
"Ada Nona,tapi sepertinya dia belum bangun,silahkan masuk "Flora mempersilahkan tamunya masuk kedalam rumah.
Sebelum masuk Clara memindai wajah dan penampilan Flora,lalu dia pun melangkah masuk dan langsung menuju ruang keluarga.
Dalam hati Flora bertanya-tanya,kenapa dia tahu letak ruang keluarga?apa dia sudah pernah datang kesini?jika benar itu artinya,,,,?.
Flora tidak mau melanjutkan praduganya.
Tampak Clara duduk disofa dengan santainya.
Tap,,,tap,,,tap,,
__ADS_1
Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga,sontak Clara dan Flora menengok kearah sumber suara.Tampak Varro menuruni tangga dengan sikap datar.
Sedetik kemudian Flora merasa hatinya mencelos saat melihat Clara menghampiri Varro yang sudah sampai dibawah,dan tanpa basa-basi wanita itu langsung memeluk Varro dengan erat.Tapi Varro samasekali tidak membalas pelukan tersebut.
"Selamat pagi sayang "
Ucap Clara tanpa mempedulikan Flora yang tengah mematung menyaksikan adegan yang tengah berlangsung.
Flora berharap apa yang dilihatnya hanyalah mimpi belaka,sayangnya yang sedang terjadi adalah kenyataan.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Varro sambil melepaskan pelukan Clara.
Walaupun agak kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Varro,namun Clara menahan diri untuk tidak menunjukkan kekesalannya.
"Aku kesini pengen ngajak kamu sarapan bareng" Jawab Clara sambil berusaha tersenyum semanis mungkin.
Sejenak Varro terdiam,lalu dia pun menganggukkan kepalanya.
"Baiklah,kita sarapan diluar "Ucap Varro.
Saat dia berbalik hendak keluar,matanya bersitatap dengan Flora.Dia bisa melihat gurat kekecewaan dimata gadis tersebut,Varro kembali dihinggapi perasaan bersalah.Sejenak mereka saling tatap tanpa mengucapkan sepatah kata.
Sampai akhirnya Clara kembali mengingatkan Varro.
"Ayo,nanti keburu siang,aku juga udah laper "Kata Clara,lalu dia menatap Flora dengan pandangan tajam.
Clara tidak tahu kehadiran Flora dirumah tersebut sebagai apa,namun dia merasa jika Flora merupakan saingan baginya.
Varro dan Clara pun berjalan beriringan keluar rumah,sedangkan Flora menatap kepergian mereka dengan dada yang terasa sesak.
Sebuah tepukan dipundaknya menyadarkan Flora dari lamunannya.
"Sabar ya Nak Flo,Bibik gak nyangka jika Nona Clara kembali lagi pada Tuan Varro "Ucap Bik Kiky,dia tadi sempat mengintip kedatangan Clara saat dia hendak memanggil Flora untuk sarapan.
"Jadi,,jadi dia masalalu Tuan Varro ?" Tanya Flora tersendat.
Bik Kiky hanya menganggukkan kepalanya.
Flora merasa hidupnya berubah kelam,kini dia merasakan yang namanya patah hati.
"Jadi namanya Clara" Gumam Flora lirih.
To be continue...
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞