Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 41


__ADS_3

Setelah berada diruangannya sendiri,Jim pun langsung menghubungi Gea.


Tidak berapa lama panggilannya pun diangkat.


"Halo,,,"


Terdengar suara lembut milik Gea.


"Halo Ge,kamu lagi sibuk gak ?"Tanya Jim dengan jantung berdebar-debar begitu mendengar suara Gea yang lembut.


"Enggak,emangnya ada apa?"


"Emm,,aku mau nanya Ge,kamukan bersahabat dengan Flora,kamu tahu gak sekarang dia ada dimana?"


Gea tidak segera menjawab.


"Halo Ge,kamu dengerkan apa yang aku bilang?"Tanya Jim .


"Apa Tuan Varro yang menyuruhmu?"Kini suara Gea berubah ketus.


Jim pun mendadak gugup,dia tahu jika Gea mulai kesal.


"Emm,,,sebenarnya aku yang menawarkan diri untuk membantu Tuan Varro,bagaimanapun juga dia itu atasan aku Ge.Aku kasihan liatnya tampak lesu dan juga kurang tidur karena mikirin Flora "Jawab Jim dengan pelan "Kamu pasti tahukan dimana dia sekarang?"


"Enggak,,,aku gak tahu"Jawab Gea singkat.


"Ayolah Ge,kasi tahu aku,,please,,kalau kamu ngasi tahu nanti aku ajak kamu nonton film lagi dan jalan-jalan berdua sepuasnya,gimana?"Jim masih berusaha untuk membujuk.


"Sekali enggak ya enggak,lagian biarin aja Tuan Varro kayak gitu,siapa suruh dulu cuek sama Flora,sekarang aja pas dia pergi baru nyariin,dasar cowok semuanya sama aja"Gea mencak-mencak diseberang telfon.


Jim pun langsung memijit keningnya,niatnya baik mau bantuin bosnya tapi dia malah kena semprot dari gebetannya.


"Tapi sekarangkan Tuan Varro udah sadar Ge kalau dia mencintai Flo,,,"


"Telat,,udah ah,kalau kamu nelfon buat ngebahas itu mendingan matiin aja telfonnya,aku sibuk "


Lalu Gea pun mematikan sambungan telfonnya.


"Lah,,katanya tadi gak sibuk,wahh,,,pasti dia ngambek nih "Gumam Jim,lalu dia pun kembali mencoba untuk menelfon Gea tapi tidak diangat samasekali.


Fix gebetan Jim ngambek.


Sore harinya ketika jam kantor hampir berakhir terjadi keributan kecil diruang kerja milik Varro,semua berawal ketika Clara datang dengan tiba-tiba dan langsung menerobos masuk.


Varro yang bersiap hendak pulang pun dibuat kaget dengan ulah wanita tersebut.


"Clara,,apa-apaan ini?"Tanya Varro dengan raut wajah tidak suka.


"Kamu yang apa-apaan Var,kamu balik kesini gak bilang-bilang,aku nungguin kamu di depan kamar hotel tapi pelayan disana bilang kalau kamu pagi-pagi sudah cek out.Tega kamu ya?".Clara terlihat emosi.


Varro pun berdecih kesal.


"Buat apa aku bilang sama kamu?apa kamu lupa kalau kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi?.Lagian siapa suruh kamu nyusul aku ke luar negeri "Kata Varro dingin.


Clara tampak tercekat.


"Apa kita benar-benar berakhir Var?tapi aku masih ingin memulainya dari awal sama kamu Var"Ucap Clara dengan memelas.


Varro menghela napas kasar melihat sikap Clara yang keras kepala.

__ADS_1


"Denger ya Ra,sejak kamu membohongi aku untuk yang kedua kalinya,aku sudah tidak bisa mencintaimu dan memberikan kamu kesempatan lagi.Sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini dan jangan temui aku lagi "Usir Varro .


Walau dirinya diusir tapi Clara belum mau beranjak,dia masih berusaha untuk membujuk Varro.


Sampai akhirnya Varro tidak tahan lagi,diapun lalu memanggil Jim untuk menyeret Clara keluar dari ruangannya.


Jim yang memang kebetulan berada diluar sedang mengintip bersama Emy, bergegas masuk dan menyuruh Clara untuk keluar.


Awalnya Clara menolak namun Jim mengancam akan menyeretnya jika tidak mendengarkan perkataannya,akhirnya dengan perasaan marah,kecewa dan sakit hati dia pun keluar dari ruang kerja milik Varro.


Setelah Clara pergi,Varro pun menyuruh Jim agar memberitahukan pada sekretaris,resepsionis dan juga security agar tidak membiarkan Clara masuk lagi ke kantor Hexa Food.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebulan sudah berlalu,selama itu pula Varro belum tahu dimana keberadaan Flora.


Usaha Jim untuk membujuk Gea juga berakhir dengan sia-sia,dan malah berujung dengan Gea ngambek berhari-hari.Beruntungnya Jim bisa kembali berbaikan dengan gadis tersebut,dan dia pun memutuskan untuk tidak bertanya lagi tentang Flora pada Gea.


Hari ini Varro kembali pulang sekitar jam sembilan malam,hampir setiap hari ketika pulang dari kantor dia akan berkeliling kota untuk mencari keberadaan Flora.Dia berharap bisa bertemu dengan gadis tersebut disuatu tempat.


Karena terlalu memikirkan keberadaan gadis tersebut dan juga begitu sangat merindukannya,Varro sampai tidak terlalu memperhatikan penampilannya.Bahkan berat badannya pun menurun dan sekarang dia terlihat lebih kurusan.


Setiap hari dia lebih banyak melamun,hal itu juga berimbas pada pekerjaannya yang sering kacau.


Jim pun harus banyak bersabar melihat kondisi bosnya yang sedang kehilangan gairah hidup.


"Kamu habis nyari Flora lagi Var?"Tanya Arumi begitu melihat putranya datang dengan wajah lesu.


Varro pun menanggapi dengan anggukan lemah,sebenarnya Varro juga merasa kesal dengan mamanya.Selama ini sudah berbagai cara dia gunakan untuk membujuk mamanya,tapi tetap saja Arumi tidak memberitahukan dimana keberadaan Flora.


Bahkan yang terakhir kalinya dia sampai berlutut didepan kamar Arumi semalaman,dengan tujuan agar hati mamanya merasa luluh namun tetap saja usahanya sia-sia.


Arumi menatap putranya yang sedang menapaki anak tangga dengan lesu,dan hatinya pun mulai tersentuh dengan perjuangan anaknya selama ini.


"Apa aku beritahu aja ya keberadaan Flora?sepertinya dia sungguh-sungguh mencintai gadis itu "Gumam Arumi sambil melipat lengannya didada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esok harinya,matahari sudah bersinar terang namun belum ada tanda-tanda Varro terbangun dari tidurnya.


Arumi yang sudah selesai sarapan berniat untuk membangunkan anaknya,dia menyadari jika diakhir pekan seperti ini pasti Varro akan bangun kesiangan.


Apalagi sejak Flora pergi dari rumah,kalau tidak keluar mencari keberadaan Flora sudah dipastikan dia akan mengurung diri seharian di kamar sambil melamun.


Arumi membuka pintu kamar putranya dengan perlahan,dilihatnya Varro masih tertidur pulas dengan posisi sembarang.


"Varro,,bangunnn,,,"Seru Arumi sambil mengguncang tubuh putranya dengan kencang.


Varro pun menggeliat sambil menguap.


"Apaan sih ma,ganggu aja "Gerutu Varro sambil kembali menarik selimut dan berniat untuk melanjutkan tidurnya,apalagi tadi dia sempat memimpikan Flora dan mimpi itu malah terputus karena teriakan mamanya.


"Yee,,,dibangunin malah molor lagi "Gumam Arumi kesal.


"Padahal mama mau ngasi tahu keberadaan Flora,tapi berhubung kamunya masih ngantuk jadi,,,,,"


Ucapan Arumi terputus karena melihat Varro bangun dan langsung berdiri dihadapannya.


"Aku udah gak ngantuk ma,jadi kasi tahu aku Flora ada dimana?"Tanya Varro tidak sabaran.

__ADS_1


Arumi pun tersenyum melihat anaknya yang begitu bersemangat.


"Kamu mandi dulu gih,masak mau ketemu Flora gak ada wanginya sama sekali "Jawab Arumi sambil terkekeh.


"Tapi mama gak sedang ngerjain akukan?"Tanya Varro meyakinkan.


Arumi pun menggeleng dengan mantap.


"Pokoknya sekarang kamu mandi dulu,mama tunggu dibawah "Jawab Arumi sambil mendorong Varro kearah kamar mandi.


Kemudian Arumi pun keluar dari kamar putranya dan duduk diruang keluarga.


Lima belas menit kemudian Varro pun keluar dari kamar dengan penampilan rapi dan segar.Kemudian dia menuruni tangga dengan setengah berlari,dia sudah tidak sabar ingin tahu keberadaan gadis yang dicintainya itu.


"Ma,aku udah wangi,sekarang kasi tahu aku "Kata Varro sambil tersenyum.


Arumi pun tersenyum sambil menggeleng pelan.


"Sarapan dulu,baru mama kasi tahu "ucapnya.


Varro pun menghela napas kesal.


"Benarkan mama cuma ngerjain aku,mama tega banget "Varro kembali terlihat lesu.


"Ck,mau tahu gak dimana Flora berada?"Arumi berdecak kesal karena anaknya tidak percaya.


"Iya,,,iya,,,"


Lalu Varro pun sarapan dengan secepat kilat.


Melihat putranya yang sudah selesi sarapan dalam waktu sekejap, membuat Arumi geleng-geleng sambil menahan tawanya.


Lalu Arumi pun memberitahu dimana saat ini Flora berada.


"Makasih ma udah ngasi tahu aku,kalau gitu aku langsung berangkat kesana sekarang "Ucap Varro sambil memeluk mamanya.


"Iya,tapi kamu hati-hati ya Var "


Setelah menyiapkan sesuatu yang akan dibawanya,Varro pun meninggalkan rumah dengan hati yang gembira.Seolah-olah beban yang selama ini bergelayut didalam hatinya telah pergi entah kemana.


Hari ini rasanya rindunya akan terobati, walaupun untuk hal itu dia harus menempuh jarak yang sangat jauh.


Tapi demi seseorang yang dicintai jarak tidak akan jadi masalah.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2