Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 30


__ADS_3

Flora tengah berbelanja di minimarket dekat kampusnya,namun karena pikirannya yang sedang tidak fokus membuat dia menabrak seseorang.


Brukk...


Barang yang dipegang oleh Flora jatuh berserakan.


"Maaf,,maaf,,saya tidak sengaja "Terdengar ucapan minta maaf dari seorang pria.


"Gak kok,saya juga salah,maaf ya "Ucap Flora sambil memungut barang-barangnya dibantu oleh pria tersebut.


Saat Flora mengangkat pandangannya,tampak pria itu tertegun menatap Flora.


Cantik.Gumamnya dalam hati.


"Permisi "Ucap Flora saat hendak berlalu.


Namun pria tersebut mencegahnya "Tunggu,boleh kita kenalan?"Tanyanya penuh harap.


Sejenak Flora ragu,namun setelah di pikir-pikir jika selama ini dia tidak pernah dekat dengan pria lain selain Varro,dan akhirnya dia pun mengiyakan.


"Namaku Ryder Mark,kamu bisa panggil aku Ryder"Ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Flora,bisa dipanggil Flo "Balas Flora sejenak menjabat tangan Ryder yang terulur.


Ryder pun tersenyum,sebagai seorang playboy yang sudah menaklukkan berbagai jenis wanita, tentu saja bukan hal yang sulit untuk mendekati Flora.


Sedangkan Flora yang tidak begitu berpengalaman dengan seorang pria,langsung kagum dengan sikap Ryder yang tampak sopan.


Karena semua barang yang ingin dibelinya sudah dia dapatkan Flora langsung menuju kasir.Sedangkan Ryder yang berniat membeli minuman dingin bergegas mengambil minuman yang diinginkannya,dan langsung menuju kasir agar kembali mendapatkan kesempatan ngobrol dengan Flora.


Ryder segera menyusul Flora yang sudah berada diluar minimarket,gadis tersebut sedang berniat mengambil sepedanya dan berencana langsung pulang.


"Flora,,,"Seru Ryder sambil menghampirinya.


Flora menoleh dengan pandangan penuh tanda tanya.


"Emm,,,kamu lagi sibuk gak?"Tanya Ryder sambil tersenyum.


"Enggak,memangnya kenapa?"Tanya Flora,dia masih bingung harus memanggil apa pada Ryder,karena dia tahu jika usia pria tersebut jauh lebih dewasa dibandingkan dirinya,tidak enak rasanya jika dia memanggil langsung nama Ryder begitu saja.


"Gimana kalau kita ngobrol disana?biar kita tambah akrab aja "Ajak Ryder sambil menunjuk sebuah coffee shop diseberang minimarket.


Sejenak Flora menimbang dalam hatinya,sejenak dia melihat jam diponselnya yang baru menunjukkan pukul setengah lima sore.


Sepertinya gak ada salahnya jika dia menerima tawaran pria tersebut,lagipula selama ini dia hanya dekat dengan orang-orang dirumah Varro,dan jika dikampus dia hanya dekat dengan Gea.Tidak ada salahnya jika dia mengenal orang lain selain mereka.


Flora pun mengiyakan ajakan Ryder,mereka berdua pun berjalan beriringan menuju seberang jalan.Sedangkan sepeda dan mobil milik Ryder masih ada diparkiran minimarket.


Seorang pelayan menghampiri mereka berdua,Ryder memesan kopi latte sedangkan Flora yang tidak terbiasa minum kopi memesan lemontea.


Sambil menunggu pesanan datang,Ryder mencoba membuka obrolan dengan Flora,sesekali pria tersebut melontarkan lelucon yang membuat Flora tertawa.


Dan Ryder pun selalu terpesona saat melihat senyum yang menghiasi wajah gadis dihadapannya itu.


Memang terlihat sedikit aneh,karena mereka baru pertamakali bertemu namun sudah bisa seakrab itu.Mungkin hal itu terjadi karena suasana hati Flora yang sedang tidak baik-baik saja,bisa dibilang saat ini dia sedang mencari pelampiasan.


Minuman yang mereka pesan pun datang,setelah pelayan itu pergi obrolan mereka berdua pun kembali berlanjut.

__ADS_1


"Jadi kamu disini gak punya saudara?terus kamu tinggalnya dimana?"Tanya Ryder.


"Iya,bisa dibilang aku ini hanya sebatangkara,tapi untungnya pas datang ke kota ini aku bertemu sama orang baik "Jawab Flora,lalu dia menjelaskan secara singkat pertemuannya dengan Arumi.


Ryder pun manggut-manggut"Kalau gitu aku semakin yakin deh kalau kamu itu orang baik"Ucapnya.


Flora mengerutkan alisnya,dia tidak mengerti kenapa Ryder berkata demikian.


Pria itupun langsung paham jika lawan bicaranya tidak mengerti dengan perkataannya.


" Katanya jika orang baik pasti akan bertemu dengan orang baik juga "Ujar Ryder.


"Hehe,,,gak juga,itu terdengar berlebihan Tuan"Balas Flora,dia memutuskan untuk memanggil Tuan pada Ryder,setelah melihat dari penampilannya yang tidak beda jauh dari Varro.Dan sepertinya Ryder pun tidak mempermasalahkan hal itu.


"Jadi kamu tinggalnya dimana?siapa tahu nanti saya kebetulan lewat disana"Tanya Ryder lebih lanjut.


Flora pun mengatakan alamat rumah milik Varro.


"Tapi sebaiknya Tuan tidak datang kesana,saya tidak enak sama pemilik rumahnya,kan bisa dibilang saya cuma numpang disana "Kata Flora.


Ryder pun memakluminya,dia tidak mau terkesan memaksa yang bisa membuat mangsanya itu menjauh dari dirinya.


Setelah hampir satu jam ngobrol Flora pun berniat pulang,Ryder pun mengiyakan namun sebelum itu dia meminta nomor ponsel milik Flora,dengan alasan biar pertemanan mereka bisa berlanjut.


Setelah selesai bertukar nomor ponsel, mereka pun beranjak bangun setelah membayar minuman masing-masing ,walau awalnya Ryder berniat mentraktir Flora namun gadis itu menolak dengan halus.


Di depan minimarket mereka berpisah,Ryder pun memandangi kepergian Flora sampai gadis itu menjauh.


"Benar-benar gadis polos "Gumam Ryder sambil tersenyum smirk.Sesaat kemudian diapun berlalu meninggalkan tempat tersebut.


...****************...


Jim yang melihat bosnya pergi bersama Clara hanya bisa ngedumel dalam hati,namun dia tidak berdaya untuk melarang bosnya tersebut.


Varro menggandeng tangan Clara ketika memasuki mall,wanita itupun tersenyum sumringah dengan sikap yang ditunjukkan oleh Varro.


"Sayang,nanti beliin aku perhiasan ya,ada model kalung terbaru dan semua teman aku udah punya,bolehkan?"Tanya Clara sambil melontarkan senyum termanisnya.


"Iya boleh Honey,apapun yang kamu mau ambil aja"Jawab Varro.


"Makasih sayang"Ucap Clara dengar riang.


Varro pun menanggapi dengan tersenyum tipis.


Mereka mendatangi toko emas yang ada dilantai tiga,mata Clara tampak berbinar-binar menyaksikan segala jenis perhiasan yang terpajang dietalase.


Setengah jam kemudian keluarlah mereka berdua dari toko mas tersebut,Clara membawa sebuah paperbag yang berisi satu set perhiasan seharga seratus juta lebih.


"Makasih ya sayang,hari ini aku seneng banget bisa jalan-jalan sama kamu "Ujar Clara sambil bergelayut manja.


"Sama-sama,kita cari makan dulu yuk "Ajak Varro.


Lalu Varro pun mengajak Clara ke restoran yang diinginkan oleh wanita tersebut.


Selesai makan,Varro mengantar Clara pulang ke apartemen.Selama ini Clara memang tinggal sendirian di apartemennya.


"Sayang kamu gak mampir dulu?"Tanya Clara sebelum turun dari mobil.

__ADS_1


Varro menggelengkan kepalanya "Udah malam Honey,besok aku ada meeting pagi-pagi,kapan-kapan aja ya "Tolak Varro.


Clara mendesah kecewa,namun dia tidak bisa memaksa pria tersebut.


"Ya udah kamu hati-hati pulangnya ya "Ujar Clara,namun sebelum itu dia mencium bibir Varro sejenak.Varro yang awalnya hanya diam pada akhirnya membalas ciuman tersebut.


...****************...


Pukul sepuluh malam barulah Varro sampai dirumah,Flora yang mendengar bel pintu berbunyi bisa menduga siapa yang datang.


"Selamat malam Tuan "Sapa Flora begitu melihat Varro berdiri dihadapannya.


Namun Varro hanya diam dan berlalu masuk kedalam rumah.


Flora yang sudah selesai mengunci pintu langsung mengejar Varro.


"Tuan,,,,"Seru Flora,namun sedetik kemudian dia menyesali keputusannya memanggil Varro.


Pria itupun pun membalikan badannya,dia menatap Flora penuh tanda tanya.


"Emm,,Tuan kok tumben pulang jam segini?"Tanya Flora,karena sudah terlanjur memanggil ya sudahlah,walaupun dia malah melontarkan pertanyaan yang tidak penting.


"Saya habis ada acara di luar ".


"Ohh,,Tuan sudah makan?kalau belum biar saya panaskan makanannya " Ucap Flora sambil menatap Varro dengan sorot mata yang sulit diartikan.


"Tidak usah,saya sudah makan tadi diluar "Jawab Varro datar.


"Sama siapa?"Terlontar begitu saja pertanyaan dari mulut Flora,dan sekejap kemudian gadis itu merutuki dirinya sendiri dalam hatinya.


'Bodoh kamu Flo,ngapain kamu bertanya kayak gitu?mau dia makan sama siapa ya terserah dialah '.Gumam Flora dalam hati.


Varro tidak langsung menjawab,dia menatap gadis yang kini tengah menunduk dihadapannya.


"Sama Clara "Jawab Varro.


Flora langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar jawaban Varro,namun sayangnya pria itu sudah berlalu pergi dari hadapannya.


"Jadi Tuan Varro sudah benar-benar kembali sama nona Clara?apa lagi yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan hati Tuan Varro?"Gumam Flora seorang diri.


Akhirnya dengan langkah gontai dia berjalan menuju kamarnya.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2