
Hari ini Flora dan Gea janjian untuk jalan-jalan bersama,jam sembilan pagi Gea datang sambil mengendarai mobil untuk menjemput sahabatnya itu.
"Floraa,,,,aku kangen banget sama kamu"Seru Gea saat melihat sahabatnya keluar dari rumah Varro.
"Aku juga Ge "Seru Flora tak kalah heboh.
Lalu mereka berdua pun berpelukan sejenak sebelum masuk kedalam mobil.
Kemudian mobil yang dikemudikan oleh Gea meluncur dijalan raya,tidak ada tujuan yang pasti kemana mereka akan pergi.
Namun sejam kemudian mereka melihat tempat wisata bernama My Zoo,tempat tersebut merupakan kebun binatang satu-satunya dikota tersebut.
"Flo,kita jalan-jalan disini yuk "Ajak Gea.
"Ayo,aku juga belum pernah main ke tempat seperti ini "Ucap Flora penuh semangat.
Setelah memarkirkan mobilnya lalu mereka pun membeli karcis agar bisa masuk kedalam.
Kemudian mereka pun berkeliling kebun binatang tersebut sambil membahas berbagai hal.
"Flo,gimana hubungan kamu sama Tuan Varro?"Tanya Gea tiba-tiba.
Flora tidak segera menjawab pertanyaan sahabatnya,namun mendadak pipinya merona saat mengingat ciuman pertamanya semalam.
"Hey,,,ditanya malah melamun "Tegur Gea sambil mengernyitkan dahinya keheranan.
"Eh,,gak gimana-gimana kok Ge "Ucap Flora sambil tersenyum.
"Gak gimana-gimana apanya?padahal wajah kamu udah merah gitu "Ejek Gea "Pasti sudah terjadi sesuatukan?"Tanyanya lagi.
"Apaan sih,cuma dipeluk doang "Jawab Flora tanpa memberitahu yang sebenarnya.
"Ya setidaknya udah ada kemajuan "Ujar Gea.
Mereka terus melangkah perlahan memutari area tersebut.
"Memangnya kalian berdua sudah pacaran?"Gea kembali penasaran.
"Belum sih,aku nyuruh dia buat membuktikan ketulusan dan keseriusannya "
"Baguslah,kamu memang tidak boleh nerima langsung gitu aja perasaan dia,setidaknya dia harus berjuang terlebih dahulu "Ucap Gea.
"Lalu kamu sendiri gimana Ge,setelah aku tinggal selama enam bulan apakah ada pria yang mendekatimu?"Tanya Flora sambil menoleh sahabatnya.
Kini giliran Gea yang terdiam dengan wajah bersemu merah.
"Masih dalam tahap pendekatan kok "Jawabnya sambil tersenyum.
"Serius?siapa pria itu Ge?"Tanya Flora antusias.
"Kamu kenal juga kok sama dia "
Flora menebak-nebak dalam hatinya,setahu dia ada tiga pria yang dikenalnya Varro,Jim dan juga Ryder.Walaupun untuk Ryder dia baru bertemu sekali dan pernah berbalas pesan,namun sejak dia pergi mengabdi komunikasi mereka terputus.
"Emm,,,apakah pria itu Jim?"Flora melontarkan tebakan pertamanya.
Gea pun mengangguk sambil tersenyum "Yap,,benar Flo,dialah orangnya "
"Kok bisa?"
Lalu Gea pun menceritakan awal mulanya dia bisa dekat dengan Jim.
__ADS_1
Tidak terasa seluruh area kebun binatang sudah mereka kunjungi,akhirnya Gea dan Flora pun memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut.
Waktu makan siang pun tiba,Flora dan Gea mampir disebuah restoran cepat saji untuk makan siang sebelum mereka pulang kerumah.
...****************...
Sore harinya Varro pulang seperti biasa,hari ini dia memutuskan untuk tidak lembur dikantornya.
Dia ingin mengajak Flora untuk makan malam disebuah restoran.
Flora yang baru selesai menyapu halaman dibuat terkejut oleh Varro saat pria itu menyuruhnya mandi dan bersiap.
"Memangnya kita mau kemana Tuan?"Tanya Flora penasaran.
"Hari ini kita makan malam diluar,kamu maukan?"Tanya Varro.
"Em,,tapi saya mau bilang dulu sama Tante Arumi"Ucap Flora,dia merasa tidak enak dengan Arumi jika dirinya keluar makan malam berdua dengan Varro.
"Baiklah,terserah kamu saja,tapi aku yakin mama pasti gak keberatan kok "Ujar Varro sambil tersenyum.
Dan benar saja,ternyata Arumi menyuruh Flora untuk memenuhi ajakan putranya.Namun dia menolak disaat Flora mengajaknya ikut keluar.
"Kalian aja berdua,Tante lagi males keluar"Ucapnya beralasan.
Flora pun tidak membantah lagi,bergegas dia mandi dan bersiap didalam kamarnya.
Jam setengah tujuh malam mereka berdua pun pergi keluar untuk makan malam.
...****************...
Varro mengajak gadis yang dicintainya itu makan disebuah restoran seafood yang terkenal.
"Kamu pesan aja apa yang kamu mau Flo"Ujar Varro.
Namun Flora tampak kebingungan,dia tidak tahu makanan yang mana sesuai dengan seleranya.
"Emm,,,pesanan saya samain aja kayak pesanan Tuan "Ucap Flora sambil nyengir.
"Kamu yakin?"
Flora pun mengangguk yakin.
Kemudian Varro pun memesan paket seafood ukuran medium,lengkap dengan minumnya berupa air mineral dan juga jus jeruk.
Sambil menunggu pesanan datang mereka berduapun asyik ngobrol,sesekali Varro menggoda Flora yang membuat gadis tersebut tertawa.
Saking asyiknya bercanda,mereka berdua tidak menyadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dengan raut wajah penuh kebencian.
Setelah memperhatikan lumayan lama kearah mereka berdua,kemudian orang tersebut pergi meninggalkan restoran dengan raut wajah penuh dendam.
Tidak lama kemudian pesanan mereka berduapun datang,tanpa menunggu lebih lama lagi mereka langsung menikmati hidangan seafood yang menggugah selera tersebut.
Kemudian Varro menyuapi Flora makanan,gadis itupun menerimanya dengan malu-malu.
"Tuan nyuapin saya terus,lalu kapan Tuan makanannya?"Protes Flora saat melihat Varro belum makan samasekali.
"Gampang,kamu aja yang suapi saya"Jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Flora pun tersenyum simpul melihat aksi Varro tersebut.
"Ternyata Tuan modus "Kata Flora sambil menyuapkan makanan pada Varro.
__ADS_1
"Biarin,,kan gak masalah modus sama calon istri sendiri "Ujar Varro dengan entengnya.
"Calon istri apanya pacaran juga enggak,lagian belum tentu juga saya mau jadi istri Tuan "
"Kamu harus mau,dan gak boleh nolak"Ucap Varro lembut.
"Yee,,Tuan malah maksa "
"Biarin"Ucapnya sambil tersenyum.
Obrolan absurd mereka berdua pun terus berlanjut sampai akhirnya semua makanan yang mereka pesan habis tak bersisa.
...****************...
Rayder yang sedang tiduran diranjangnya beranjak bangun begitu mendengar ponselnya berdering.
Sebuah nomor tak dikenal sedang menelfonnya.
Ryder pun menerima panggilan tersebut.
"Halo,siapa ini?"Tanya Rayder.
"Ini aku Clara "
Rayder sedikit terkejut saat mengetahui bahwa yang menelfon adalah mantan kekasih dari saingannya yaitu Varro.
"Ada apa?tumben kamu nelfon?"Tanya Rayder yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
"Bisakah kita besok bertemu?"
"Bisa,tapi dimana kita bertemu?"
"Nanti aku kirimkan alamatnya,ya sudah sampai jumpa besok "Lalu sambungan telfon pun terputus.
"Ada apa ya Clara ngajak aku bertemu?"Gumamnya sambil kembali merebahkan badannya yang atletis keatas kasur.
"Hhh,,,aku kira yang menelfon Flora,tapi kemana ya gadis itu?sudah lama aku tidak melihatnya,dihubungi juga gak bisa menghilang begitu saja"Rayder menggumam seorang diri.
Entah kenapa dia tidak bisa melupakan gadis bernama Flora tersebut,padahal dengan wanita-wanita yang lainnya dia tidak pernah mengingat apalagi memikirkannya.Namun dengan Flora dia merasakan hal yang berbeda.
Padahal sudah lebih dari enam bulan dia tidak bertemu,berkali-kali juga dia menghubungi gadis tersebut namun panggilannya tidak pernah tersambung.
Namun Rayder masih tetap berharap jika suatu hari nanti dia bisa bertemu lagi dengan gadis tersebut.
To be continue,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
💞💞💞💞
__ADS_1