
Makin hari sikap Varro terhadap Clara semakin cuek,bahkan beberapakali dia berusaha untuk menghindar dari wanita tersebut.
Namun ketika dia hari ini pulang kerja,ternyata Clara telah menunggu dirinya di depan kamar hotel.
"Varro,,,"Seru Clara begitu melihat pria tersebut hendak berbalik saat melihat dirinya.
Dengan terpaksa Varro menghentikan langkahnya dan perlahan menghampiri Clara.
"Ada apa?"Tanya Varro datar.
"Kamu bertanya ada apa?kamu nyadar gak sih kalau beberapa hari ini kamu cuekin aku?apa salah aku sama kamu Var?"Tanya Clara dengan kesal.
Varro menatapnya dengan tajam"Kamu tanya apa salahmu?kesalahan kamu banyak Ra,bahkan aku saja tak menyangka jika kamu kembali membohongiku bahkan disaat aku telah memberikan kamu kesempatan "Jawabnya.
Clara bisa melihat kekecewaan yang begitu mendalam dimata Varro,mendadak perasaan wanita itu menjadi tidak enak.
"Ma,,maksud kamu apa Var?aku tidak ada membohongimu "Tanya Clara melunak.
Varro mendengus kesal mendengar perkataan Clara.
"Aku sudah tahu semuanya Ra,pertama,di cafe Diamond kamulah yang pertama-tama membuat gara-gara dengan Flora,,,"
"Jadi kamu bersikap cuek sama aku hanya gara-gara gadis sialan itu?"Pekik Clara memotong perkataan Varro.
"Tutup mulutmu "Bentak Varro "Jangan sekali-sekali kamu mengatakan hal buruk tentang Flora,dia jauh lebih baik daripada seorang pembohong macam kamu "Ujar Varro sambil menunjuk Clara .
"Sumpah demi apapun aku tidak ada berbohong Var.Oke, kejadian yang ada di cafe itu memang kesalahanku karena aku tidak bisa menahan kekesalanku.Dan untuk itu aku minta maaf Var,tapi selain itu aku tidak ada berbohong lagi sama kamu "Ucap Clara dengan wajah memelas,dia sungguh takut jika kali ini Varro benar-benar meninggalkannya.
"Lalu bagaimana cara kamu menjelaskan tentang hal ini?"
Kemudian Varro menunjukkan vidio sewaktu Clara ada diluar negeri,disalah satu rekaman yang dikirim oleh Jim tampak Clara memasuki hotel bersama pria asing,dan diduga kalau pria itu adalah pemilik dari agensi disana.
Wajah Clara memucat saat melihat rekaman tersebut,namun dia masih mencoba untuk mengelak.
"Kamu jangan berpikir negatif dulu Var,aku sama dia tidak ada hubungan apa-apa,waktu itu kita hanya mau membahas masalah pekerjaan.Tolong Var percaya sama aku,pasti ada orang yang tidak menyukaiku dan telah menyebar fitnah tentang diriku "Ucap Clara sambil memegang tangan Varro .
"Jika itu fitnah bagaimana dengan yang ini?"Tanya Varro lagi sambil menunjukkan bukti yang lainnya lagi.
Lagi-lagi Clara merasa sangat terkejut,namun kali ini dia tidak mempunyai kata-kata untuk mengelaknya.
Direkaman tersebut tampak Clara tengah dilabrak oleh seorang wanita yang diduga istri dari pemilik agensi.Terdengar jelas direkaman tersebut jika Clara disuruh untuk menjauhi suaminya,atau masalah tersebut akan dibawanya ke jalur hukum.
"Sudah lihatkan?dan sebenarnya aku masih banyak punya bukti-bukti lainnya.Jadi mulai detik ini aku memutuskan hubungan diantara kita berdua,kamu jangan mencari atau mendekatiku lagi.Dan tidak ada lagi kesempatan buat kamu"Ucap Varro dingin,kemudian dia langsung membuka pintu kamar dan menutupnya.
Clara yang sadar dari rasa terkejutnya langsung menggedor-gedor pintu kamar milik Varro.
"Var,,buka pintunya Var,aku bisa jelasin semuanya sama kamu.Tolong buka pintunya "Teriak Clara.
__ADS_1
Namun sepertinya Varro tidak menggubris teriakan Clara.
Dengan wajah menahan emosi dan tangan terkepal Clara berjalan menuju kamarnya.
"Ini semua gara-gara gadis sialan itu,tunggu saja pembalasanku,jika Varro tidak bisa menjadi milikku maka kamu juga tidak bisa memilikinya"Gumam Clara lalu menghempaskan pintu dengan kasar.
Sedangkan Varro yang berada didalam kamar terlihat sedang mengemasi kopernya,dia memutuskan untuk pulang esok harinya.
Sebuah kotak persegi yang berisi kalung dia masukkan kedalam koper,dia berencana untuk menjadikan kalung itu sebagai oleh-oleh untuk Flora.
Saat mengingat gadis itu tanpa sadar Varro mengulas senyumnya,mungkin besok saat bertemu dengan Flora hal pertama yang dia lakukan adalah meminta maaf pada gadis tersebut.
Setelah selesai mengemas kopernya,Varro berbaring dan bersiap untuk tidur sepertinya dia tidak sabar untuk menanti hari esok.
Dan tentang Clara mulai sekarang dia tidak mau peduli lagi,sepertinya selama ini dia kembali dibodohi untuk yang kedua kalinya.Namun untuk kali ini tidak ada lagi kata maaf untuk wanita tersebut.
...****************...
Sedangkan ditempat lain,Flora tengah duduk didepan sebuah rumah berdinding papan.Rumah itu menjadi tempat tinggalnya selama dia mengajar di desa tersebut.
Suasana di desa tersebut mengingatkan Flora dengan desa tempat tinggalnya dulu bersama sang nenek.Suasana lingkungan yang masih asri,udara yang sejuk dan juga penduduk yang semuanya ramah membuat Flora betah tinggal disana.
Sekelompok anak remaja berjumlah sekitar lima orang lewat didepan rumah tersebut.
"Kak Flo,kita mau metik mangga,kakak mau ikutan gak?"Tanya salah seorang remaja tersebut.Mereka yang masih anak-anak dan remaja akan memanggil Flora dengan sebutan kakak,sedangkan untuk yang lebih tua ada yang memanggilnya dengan sebutan mbak Flo.
Hanya saat disekolah saja dia di panggil dengan sebutan bu guru oleh murid-muridnya.
Setahu Flora remaja itu bernama Wawan,dia adalah anak pak Lurah yang baru duduk dikelas dua SMP.
"Di kebunnya Lila kak,kalau kakak mau ayo kita berangkat kesana rame-rame "Jawab Wawan.
Flora pun mengiyakan lalu beranjak bangun,dia pikir tidak ada salahnya jika dia ikut.Apalagi hari belumlah terlalu sore,jarum jam yang melingkar dipergelangan tangannya baru menunjukkan pukul setengah empat sore.
Lalu Flora pun ikut bergabung dengan kelima remaja tersebut,sepanjang perjalanan mereka asyik bersenda gurau.Sesekali Flora menyapa penduduk desa yang kebetulan berpapasan dengan dirinya.
Tidak lama kemudian mereka pun telah sampai dikebun milik Lila,ternyata disana mereka telah ditunggu oleh seorang gadis yang sepertinya pemilik dari kebun tersebut.
"Eh,,ada kak Flora juga,selamat sore kak "Sapa Lila sambil tersenyum ramah.
"Sore juga Lila,kamu sendirian disini?"Tanya Flora.
"Gak kok kak,aku disini sama ayah dan ibu,tapi mereka ada digubuk sana"Jawab Lila sambil menunjuk sebuah gubuk yang letaknya tidak terlalu jauh.
"Kalau gitu kita langsung aja petik mangga yang mateng La,kamu bawa bumbu rujakkan?"Tanya seorang remaja berambut keriting.Dia adalah teman sekelas Lila dikelas satu SMP.
"Aku udah bawa bahan-bahannya,nanti biar ibu yang bikin "Jawab Lila.
__ADS_1
Kemudian tiga orang remaja laki-laki itupun memanjat pohon mangga yang berbeda.
"Kalian hati-hati manjatnya ya "Kata Flora mengingatkan.
"Iya kak "Jawab mereka bertiga kompak.
Kemudian Flora dan yang lainnya memungut mangga yang telah dipetik.
Setelah dirasa mangga yang mereka petik cukup untuk membuat rujak,Flora dan keenam remaja itupun berjalan menuju gubuk milik orangtua Lila.
Kemudian mereka pun bekerjasama untuk membuat rujak,ada yang mengupas,ada yang menyisir dan ada yang membuat bumbu dengan dibantu oleh ibunya Lila.
Berada diantara mereka membuat perasaan Flora bahagia,untuk sesaat dia bisa melupakan beban di hatinya.
Dia mengira dengan berada jauh dari Varro bisa membuat dirinya melupakan pria tersebut dengan mudah,namun sayangnya tidak semudah itu.
Bahkan hatinya kini merindukan pria tersebut tapi jika dia mengingat tentang Clara yang telah menyusulnya ke luar negeri,membuat rasa rindu itu berubah menjadi perasaan sakit yang seringkali membuat dadanya terasa sesak.
"Kak Flo kok bengong?"Tanya Wawan mengagetkan.
"Eh,,gak apa-apa kok Wan "Jawab Flora sambil nyengir,rasanya malu banget ketahuan melamun.
"Pasti kak Flo rindu sama pacarnya "Celetuk Lila.
"Husshh,,,Lila,gak boleh ngomong kayak gitu sama Mbak Flora "Tegur ibunya Lila.
Lila pun cengengesan "Hehe,,,maaf kak"Ucapnya.
"Iya La,gak apa-apa "Kata Flora sambil tersenyum.
"Ya udah,kebetulan rujaknya sudah selesai yuk kita habiskan bareng-bareng "Ajak Wawan.
Lalu mereka pun makan rujak bersama-sama dengan diselingi candaan yang membuat mereka semua tertawa.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞