
Flora terduduk lemas diruang keluarga,fakta bahwa Clara adalah masa lalu dari Varro sangat mengejutkan dirinya.
'Tuhan,,kenapa sesakit ini saat melihat Tuan Varro bersama wanita lain.Sadar Flora,,,kamu bukan siapa-siapanya dia.Kamu cuma dianggap teman sama Tuan Varro'Flora membatin berusaha untuk menguatkan dirinya.
...****************...
Clara dan Varro memilih untuk sarapan di Cafe Diamond,kini mereka tengah duduk sambil menunggu pesanan datang.
Varro terlihat sibuk memainkan ponselnya,Clara yang merasa diabaikan sedikit kesal.
"Var,sikap kamu kok berubah sih?" Tanya Clara sambil menatap pria dihadapannya.
Varro mengangkat pandangannya "Maksud kamu?"Tanyanya.
"Ya,,kamu keliatan cuek sama aku,kamu gak kayak dulu lagi " Jawab Clara sedikit cemberut.
"Mungkin itu cuma perasaan kamu aja " Ucap Varro sambil memasukkan ponsel ke saku celananya.
"Oh ya,aku mau nanya sama kamu,siapa gadis yang ada dirumahmu itu?".Tanya Clara dengan tatapan menyelidik.
Varro tidak segera menjawabnya,terlintas dibenaknya tatapan kecewa dari gadis tersebut.
"Bukan siapa-siapa,bisa di bilang posisinya sama seperti Bik Kiky " Jawab Varro .
Clara pun manggut-manggut " Ohh,,,cuma pembantu "Ada sedikit perasaan lega didalam hatinya saat mengetahui jika Flora hanya seorang pembantu,dia yakin gak mungkin seorang Varro akan menyukai gadis seperti itu.
"Tapi sepertinya dia menyukaimu "Kata Clara,dia ingin tahu apa tanggapan dari Varro.
"Itu hak dia,terserah dia mau menyukaiku atau tidak " Ucap Varro datar.
"Lalu kamu sendiri gimana?gak mungkinkan suka juga sama dia?" Tanya Clara terlihat cemburu.
Belum sempat Varro menjawab,seorang pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan.
Setelah pelayan itu pergi,mereka pun mulai menikmati sarapan masing-masing.
"Var,kamu belum jawab loh pertanyaan yang tadi" Celetuk Clara setelah dia makan dua suapan.
Varro menatap wajah Clara "Jangan membahas hal yang gak penting Ra,habiskan saja sarapanmu"Ucapnya,dia tidak memberi jawaban yang pasti.
Clara hanya mendengus kesal,dia yakin jika gadis yang ada dirumah Varro itu bukan hanya pembantu biasa.
Selesai sarapan mereka pun langsung pulang,awalnya Clara memaksa ingin jalan-jalan sebentar, namun Varro menolak dengan alasan kalau dia ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Akhirnya wanita itupun tidak membantah lagi,dia berusaha menjadi wanita yang penurut.Itu merupakan salah satu strateginya agar Varro mau kembali kepelukannya.
Sampai dirumahnya,Varro langsung menyuruh Clara untuk pulang.
__ADS_1
"Ra,sebaiknya kamu pulang aja,dan ingat jangan datang tiba-tiba kerumahku "Pesan Varro.
"Kenapa?kenapa aku gak boleh datang tiba-tiba?atau jangan-jangan bener kamu ada hubungan spesial sama gadis itu?" protes Clara.
Varro menghela napas sebelum menjawabnya"Bukan gitu Ra,takutnya nanti mama aku liat dan kamu bisa dimarahin sama dia.Tahu sendirikan jika mama aku gak suka sama kamu " Jawab Varro mencoba memberi pengertian pada Clara.
Akhirnya Clara pun mengerti,untuk saat ini memang sebaiknya dia tidak bertemu dengan mamanya Varro.Pasti dia tidak terima jika anaknya kembali dengan wanita yang pernah menyakitinya.
"Tapi sampai kapan Var kita sembunyi-sembunyi kayak gini?" Tanya Clara.
"Tunggu aja sampai aku bisa membujuk mama" Jawab Varro sambil meraih tangan Clara"Udah,sekarang kamu pulang ya " Lanjutnya.
Wanita itupun mengiyakan,namun sebelum keluar dari mobil milik Varro,dia sempat mencium sekilas bibir pria tersebut.
Varro pun hanya tersenyum tipis,kemudian mereka berdua pun keluar bersamaan.
"Kalau gitu aku pulang dulu ya "Ucap Clara sebelum masuk ke mobil miliknya sendiri.
Varro pun menganggukkan kepalanya.
...****************...
Malam harinya sekitar jam setengah sepuluh,Flora yang sedang merasa haus berniat mengambil air dingin di kulkas.
Namun begitu sampai di dapur,dia terkejut saat melihat Varro sedang duduk dikursi dan terlihat seperti memikirkan sesuatu.
Varro mengangkat pandangannya dan tatapan mereka pun bertemu.
Sesaat mereka hanya saling memandang tanpa ada yang mau menegur.Sampai akhirnya Flora memberanikan diri untuk melangkah mendekati Varro.
"Tuan,,," Satu patah kata meluncur dari bibir Flora.
Varro masih tidak bergeming,entah apa yang ada dibenak pria tersebut.
"Tuan,bolehkah saya tahu siapa wanita yang tadi pagi datang kesini?" Tanya Flora.
"Saya yakin kamu sudah tahu siapa dia " Jawab Varro datar.
"Tapi saya ingin tahu secara langsung dari Tuan sendiri " Kata Flora.
Varro menghela napas sejenak "Dia Clara,wanita yang saya cintai dari dulu " Ucapnya.
Mendadak Flora merasa matanya berembun,namun sekuat tenaga dia berusaha menahan agar bulir-bulir bening itu tidak berjatuhan.Dia pun mengepalkan kedua tangannya,seolah-olah hal itu bisa menguatkan dirinya.
"Bukankah dia pernah meninggalkan Tuan?dan membuat Tuan merasa terpuruk hingga berbulan-bulan,kenapa Tuan kembali pada wanita yang pernah menyakiti hati Tuan?" Tanya Flora lirih.
Varro menatap tajam kearah Flora" Bukankah ada yang namanya kesempatan kedua?dan saya memberikan hal itu pada dia sekarang " Jawabnya.
__ADS_1
Melihat cara Varro menatap dirinya,membuat hati Flora terasa sakit.
"Akankah hal itu berlaku untuk saya Tuan?adakah kesempatan sekali saja untuk diri ini"Tanya Flora sambil menahan isak tangisnya.
Varro mengangkat sebelah alisnya "Maksud kamu?"Tanyanya.
Flora menatap sejenak wajah Varro sebelum akhirnya sebaris kalimat keluar dari bibir tipisnya.
"Saya mencintai anda,,,saya mencintai anda sepenuh hati saya Tuan Varro " Ucapnya tanpa keraguan sedikitpun,namun bersamaan dengan perkataannya itu dua bulir bening meluncur di pipi mulusnya.
Varro tertegun,dia benar-benar tidak menyangka jika gadis polos dan ceria itu mengungkapkan perasaan pada dirinya.Seandainya saat ini dia tidak dalam kebimbangan,mungkin dia akan langsung memeluk gadis tersebut.Namun sayangnya saat ini hatinya masih dibayangi oleh Clara.
Melihat Varro yang hanya terdiam tanpa merespon ucapannya,Flora mengusap air matanya yang terlanjur jatuh.
"Tapi Tuan tidak perlu merasa khawatir,saya sadar siapa diri saya ini.Maafkan saya yang sudah lancang memiliki perasaan seperti ini terhadap Tuan,sekali lagi maafkan saya "Selesai mengucapkan kalimat tersebut,Flora berbalik kemudian melangkah meninggalkan Varro yang masih tertegun.
Sampai dikamarnya Flora kembali terisak,ini adalah pertamakalinya dia jatuh cinta pada seorang pria,namun sayang kisahnya berakhir pahit.
Flora menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.
"Hiks,,hiks,,kenapa Tuan Varro lebih memilih untuk kembali pada wanita yang telah menyakitinya,,hiks.Kamu bodoh Flo,kamu bodoh,kenapa kamu biarkan dirimu jatuh cinta pada Tuan Varro,kenapa?hiks,,hiks " Flora memaki dirinya sendiri sambil terisak.
Sedangkan Varro yang perasaannya tidak karuan memilih untuk kembali kedalam kamarnya,namun saat dia hendak naik tangga dia mendengar suara isak tangis dari dalam kamar Flora.
Dengan perlahan dia berjalan mendekati kamar gadis tersebut,dia pun mendengar jika Flora sedang memaki-maki dirinya sendiri.
'Pada akhirnya,hati yang baik itu tersakiti 'Gumam Varro dalam hatinya 'Maafkan saya Flo '.
Kemudian dia melanjutkan niatnya untuk kembali ke dalam kamar.
To be continue,,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
💞💞💞💞
__ADS_1