
Waktu berlalu begitu cepat,kini Flora sudah resmi menjadi mahasiswi kampus High Global.Dia juga lulus saat mengikuti ujian penerimaan beasiswa,Arumi yang mendengar kabar bahwa Flora berhasil mendapat beasiswa merasa sangat senang,disamping itu bahwa keputusannya untuk membiayai kuliah Flora tidak salah.
"Sudah mama bilangkan Var,kalau Flora itu gadis yang pintar ".Ujar Arumi saat dia memberitahu tentang keberhasilan Flora.
"Emm,,,".Varro hanya berdehem,terlihat dia tidak peduli dengan hal itu.
"Kok cuma gitu aja tanggapanmu Var ?".Protes Arumi.
"Terus aku harus gimana ma?loncat sambil salto gitu?".Tanya Varro dengan datar " Lagian dia bukan siapa-siapanya Varro ma,saudara bukan,teman juga bukan ".Sambungnya ketus.
"Ya setidaknya kamu ngucapin selamat atau apa gitu,biar dia semangat kuliah ".Ujar Arumi.
Varro yang enggan berdebat dengan sang mama lebih memilih untuk beranjak pergi menuju kamarnya.
"Bener-bener seperti bukan Varro yang aku kenal selama ini ".Gumam Arumi sambil menatap punggung anaknya yang sedang menapaki tangga.Lalu Arumi pun melanjutkan kegiatannya menonton TV seorang diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sarapan yang banyak Flo,biar nanti kamu bisa konsentrasi belajarnya ".Ujar Arumi disela-sela sarapan.
"Iya Tante,segini aja sudah cukup kok,nanti kalau kebanyakan malah bikin ngantuk dikelas Tan ".Kata Flora sambil tersenyum.
"Baiklah,atau kamu mau bawa bekal?".Tawar Arumi.
"Boleh deh Tante ".Jawab Flora mengiyakan.
"Baiklah,nanti biar Bik Kiky yang siapkan ".Kata Arumi " Oh ya Var,nanti kamu berangkat barengan sama Flora ya ".Sambungnya lagi.
"Gak bisa Ma,aku ada meeting pagi-pagi di luar dengan klien dan itu beda arah sama kampus ".Tolak Varro yang sedari tadi hanya diam.
"Emangnya gak bisa gitu anterin Flora dulu sebentar ?".Tanya Arumi.
"Gak apa-apa kok Tan,biar saya jalan aja berangkat ke kampusnya,lagiankan jaraknya juga deket,kasihan nanti Tuan Varronya terlambat datang ke tempat meeting ".Sela Flora.
"Denger sendirikan Ma ".Ucap Varro sambil tersenyum penuh kemenangan pada sang mama.
Arumi pun mendesah kesal karena sikap putranya pada Flora tidak berubah.
Selesai sarapan Varro pergi terlebih dahulu,tanpa mempedulikan Flora dia melangkah menuju garasi dan meluncur menuju Hexa Food.
Sebenarnya pagi ini Varro memang ada meeting,tapi tempatnya dikantor Hexa Food sendiri bukan diluar.Tadi dia hanya beralasan saja pada mamanya biar dia tidak disuruh nganter Flora ke kampus.
...****************...
Flora melangkah memasuki gerbang kampus High Global.Mulai hari ini sampai beberapa tahun kedepan, tempat ini akan menjadi saksi perjuangan seorang Flora Miracle dalam meraih impiannya.
Dengan menampilkan wajah yang ceria,Flora melangkah kearah Fakultasnya.Meskipun dikampus ini dia belum punya teman,tapi dia tidak mau ambil pusing masalah itu.
Flora melihat penampilan mahasiswa yang lain sangat berkelas,sangat jauh dengan dirinya yang hanya mengenakan baju kemeja warna biru dengan garis-garis putih,celana jeans dan sepatu kets yang tempo hari dia pakai sewaktu mendaftar.Apakah hal itu membuat Flora merasa minder?.Ternyata tidak,dengan tetap percaya diri dia memasuki ruang kelas yang ternyata sudah dihadiri beberapa mahasiswa.
__ADS_1
Flora mencari tempat duduk di deretan paling depan,alasannya biar dia bisa fokus saat dosen menjelaskan materi.
Seorang gadis memakai kacamata dengan rambut model bob cut,datang menghampiri Flora.
"Boleh aku duduk disini?".Tanya gadis tersebut sambil menunjuk kursi yang masih kosong disebelah Flora.
"Tentu saja boleh ".Jawab Flora sambil tersenyum ramah.
Gadis itu pun melepas tas ranselnya lalu duduk disamping Flora.
"Kenalin,namaku Gea Margareth,panggil aja Gea ".Ucap gadis tersebut.
"Aku Flora Miracle,bisa dipanggil Flo ".Balas Flora.
Tidak lama kemudian,dosen yang mengisi jam kuliah pertama pun masuk kedalam kelas.
Setelah dosen tersebut mengabsen dan memperkenalkan diri,pria gemuk berkacamata itupun mulai menerangkan materi kuliahnya.
...****************...
Sore harinya,sepulang dari kantor Varro mendengar suara tawa mamanya dari halaman samping dekat garasi.
Karena penasaran,setelah turun dari mobil dia berjalan kearah halaman samping.
Varro melihat sang mama sedang ngobrol dengan Flora sambil tertawa lepas,Varro tidak mendengar jelas apa yang mereka obrolkan.
"Tuan Varro kenapa berdiri disini?".
"Pak Wan,,,bikin kaget aja ".Gerutu Varro.
"Hehe,,maaf Tuan,emang Tuan lihat apaan ?".Tanya Pak Wan.
"Gak ada ".Jawab Varro singkat sambil berlalu masuk kedalam rumah.
Entah kenapa Varro merasa bersalah sama wanita yang sudah melahirkan dirinya itu,sejak kematian sang papa baru kali ini dia melihat mamanya tertawa lepas.Apalagi selama ini dia merasa dirinya tidak memberi perhatian pada sang mama,dan tadi pagi dia juga malah berbohong.
Varro juga merasa ada yang mengganjal didalam hatinya,gadis yang selama ini tidak dia acuhkan ternyata mampu membawa keceriaan untuk mamanya.Apakah mulai saat ini dia harus bersikap baik pada gadis itu?.
Varro hanya bisa menghela napas pelan sambil masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...****************...
Sehabis makan malam,Flora membantu Bik Kiky membereskan piring yang kotor.Walaupun wanita paruh baya itu sudah melarangnya,tapi Flora tetap kekeh ingin membantunya.
Sejujurnya Flora merasa tidak enak sama Bik Kiky dan juga Arumi,dia itu digaji tapi tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan maksimal karena sekarang dia punya kesibukan sendiri.
Sehingga disetiap kesempatan dia berusaha membantu pekerjaan Bik Kiky.
"Sudah Nak Flo,nanti biar Bibik yang selesaikan sisanya".Ucap Bik Kiky saat melihat Flora sudah selesai mencuci piring dan tinggal mengeringkan dengan lap.
__ADS_1
"Gak apa-apa kok Bik,tinggal sedikit lagi ".Kata Flora sambil tersenyum.
Bik Kiky pun tidak melarangnya lagi.
Selesai dengan tugas didapur,Flora pun berniat pergi ke kamarnya untuk belajar.
Sampai dikamar,Flora melihat-lihat jadwal kuliahnya besok,setelah itu dia mengambil buku modul untuk dibaca.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam,Flora pun merenggangkan tubuhnya dan menguap karena merasa mengantuk.
Flora mengambil botol minumnya yang ternyata sudah kosong,karena merasa haus dia pun berniat untuk mengambil air ke dapur.
Suasana dapur remang-remang,Flora pun menyalakan lampu dan mengambil air dari dispenser.
Flora menoleh saat mendengar langkah kaki dibelakangnya.
"Tuan,,Tuan belum tidur ?".Tanya Flora,ternyata langkah kaki yang dia dengar itu milik Varro.
"Belum ".Jawab Varro singkat,pria itu membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng.
Flora masih terpaku ditempatnya,entah kenapa hatinya merasa sangat senang saat Varro mau menjawab pertanyaannya walaupun singkat.
Gadis itu memperhatikan cara Varro yang sedang menenggak minuman kaleng,dia merasa gaya Varro saat ini sangatlah keren.
"Tuan ingin sesuatu untuk dimakan?biar saya buatkan ".Tanya Flora sambil tersenyum.
"Tidak usah,saya mau tidur ".Jawab Varro sambil membuang sisa kaleng tersebut ketempat sampah.
Lalu Varro beranjak pergi tanpa berucap apapun.
Melihat Varro telah pergi,Flora pun bergegas mematikan lampu dan pergi ke kamarnya sambil tersenyum seorang diri.
Apakah kini Flora sudah jatuh pada pesona seorang Varro Nazareth?.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
__ADS_1
💞💞💞💞