Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 49


__ADS_3

Ternyata Varro mengajak Flora makan malam disebuah restoran terkenal dan juga termahal.


"Tuan beneran ngajak saya makan disini?"Tanya Flora begitu turun dari mobil.


"Iya,anggap aja sebagai hadiah untuk kelulusanmu"Jawab Varro sambil tersenyum.


Sebelum masuk restoran Varro meraih tangan Flora lalu menggenggamnya,kemudian mereka berdua pun masuk kedalam restoran sambil berpegangan tangan.


Varro mengajak Flora kebagian rooftop yang memang sudah direservasinya,dia ingin memberikan makan malam yang spesial dan romantis untuk wanita yang dicintainya itu.


Begitu sampai dirooftop Flora berdecak kagum,bagaimana tidak,pihak restoran telah mendekorasi rooftop tersebut dengan nuansa yang romantis.Sebuah meja yang diatasnya terdapat vas bunga yang berisi beberapa tangkai mawar merah,kemudian dilantai rooftop terdapat taburan kelopak bunga berbentuk hati.Dan tidak ketinggalan juga puluhan lilin yang menyala diatas meja maupun dilantai rooftop tersebut.


Menyaksikan hal tersebut Flora sampai tidak bisa berkata-kata,bahkan matanya kini berkaca-kaca saking terharunya.


"Bagaimana?apa kamu suka ?"Tanya Varro lembut.


"Sangat,,,aku sangat suka Tuan "Jawab Flora sambil tersenyum "Terimakasih karena Tuan sudah menyiapkan semua ini"Lanjutnya.


Varro memegang bahu Flora dengan kedua tangannya.


"Kamu gak perlu berterimakasih sama aku Flo,sebaliknya akulah yang berterimakasih sama kamu "Ucap Varro sambil menatap mata Flora.


Sesaat mereka saling menatap,binar cinta dan kebahagiaan terpancar dari mata mereka masing-masing.


"Flo,dimalam yang spesial ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu "Ujar Varro tanpa mengalihkan pandangannya.


Mendengar perkataan Varro barusan langsung membuat jantung Flora berdebar tidak karuan,dalam hati dia menduga-duga.


"Tuan mau bilang apa?"Tanya Flora lirih,dia sedang berusaha meredam detak jantungnya.


Varro hanya tersenyum, dia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya lalu mundur selangkah kemudian berlutut dihadapan Flora,dia menunjukkan sebuah kotak kecil yang didalamnya berisi cincin.


"Flora Miracle,malam ini aku ingin mengatakan sesuatu,lebih tepatnya isi hatiku selama ini.Aku bukanlah pria yang pandai bersajak atau berpuisi,juga bukan pria yang pintar merangkai kata-kata yang romantis.Aku tidak berani menjanjikan apapun,karena aku takut pada nantinya aku tidak bisa memenuhi janjiku dan membuatmu kecewa,namun aku akan selalu berusaha untuk menyayangi,mencintai dan menjagamu sepenuh hatiku selama sisa hidupku ini "


Sejenak Varro menjeda perkataannya "Untuk itu,Flora Miracle gadis yang sudah menyembuhkan luka hatiku ini,maukah kau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya?"Tanya Varro dengan tatapan mata penuh harap,suasana romantis pun menyelimuti mereka berdua.


Sedangkan Flora speechless mendengar perkataan pria tersebut,dia hanya tertegun menatap Varro yang masih setia berlutut dihadapannya.


Kemudian perlahan senyum terbit dibibir Flora dengan diiringi anggukan kepala.


"Iya,aku mau "Jawab Flora.


Varro pun tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya karena perasaan cintanya terbalas,begitu selesai menyematkan cincin dijari manis milik Flora dia pun langsung berdiri dan memeluk gadis tersebut.


"I love you Flora "Bisik Varro lembut.


"I love you too Tuan Varro "Balas Flora


"Hey,,jangan panggil aku Tuan lagi "Protesnya.

__ADS_1


"Terus aku harus panggil apa?"Tanya Flora kebingungan.


"Emm,,,,panggil sayang aja "


"Gak mau,udah biasa manggil dengan sebutan Tuan "Ucap Flora sambil mengurai pelukannya,kemudian dia menatap wajah Varro sambil tersenyum.


Varro yang tidak tahan melihat senyum manis dibibir kekasihnya itu langsung mengecupnya,namun dalam sekejap kecupan itu berubah menjadi ******* yang lembut,Flora pun melingkarkan kedua tangannya dileher Varro dan mengimbangi ******* tersebut,sedangkan tangan Varro merengkuh pinggang ramping milik kekasihnya itu.


Dibawah langit dengan jutaan bintang yang bertaburan,sepasang insan manusia yang baru saja bersatu sedang mencurahkan perasaannya .


Kruuyuukk,,,,


Bunyi perut yang kelaparan seketika menghentikan ciuman mereka berdua,sepertinya cacing didalam perut Flora tidak ingin berlama-lama menikmati suasana yang romantis.


Dengan wajah bersemu merah menahan malu Flora tersenyum kecil.


"Maaf Tuan,aku lapar "Kata Flora sambil nyengir.


Sedangkan Varro hanya menghela napas pelan saat mendengar Flora masih memanggilanya dengan sebutan Tuan,hanya sebutan saya yang sudah berubah menjadi aku.


"Baiklah,kalau gitu biar aku panggil pelayan untuk mengantarkan makanannya "Ujar Varro,dia melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul tujuh lewat.


Pelayan yang sedari tadi setia berdiri didekat pintu masuk rooftop,langsung menuju kebawah begitu dia mendapat instruksi dari Varro untuk membawakan makan malam.


Varro menuntun Flora untuk duduk dikursi,setelah memastikan kekasihnya duduk dengan baik barulah dia duduk dikursinya sendiri.


Tidak lama kemudian pesanan pun datang,mereka berdua yang baru jadi sepasang kekasih itupun langsung menikmati makan malam yang terhidang diatas meja.


"Cantik,,"Gumam Flora.


"Apanya yang cantik?"


"Pemandangannya dari atas sini,terlihat cantik"


"Tapi kamu jauh lebih cantik "Ucap Varro lembut,dia meletakkan dagunya diatas bahu kekasihnya.


Mendengar perkataan Varro membuat Flora tersipu malu,kini mereka berdua sama-sama terdiam.


Jam setengah sepuluh malam Varro mengajak Flora pulang,apalagi setelah dia melihat jika kekasihnya itu mulai mengantuk.


Dan benar saja,begitu Varro menjalankan mobilnya meninggalkan restoran,secara perlahan mata Flora mulai terpejam dan terbuai dalam mimpi.Dan Varro pun hanya tersenyum menyaksikan hal tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esok harinya, pagi-pagi sekali Varro telah berangkat ke kantor.Karena hari ini merupakan hari yang penting bagi dirinya dan juga perusahaan Hexa Food.


Begitu sampai diperusahaannya,Varro melihat sudah banyak wartawan yang datang.Dia juga melihat asistennya yang sedang sibuk.


"Bagaimana Jim?apa semuanya sudah siap?"Tanya Varro begitu melihat Jim menghampirinya.

__ADS_1


"Sudah Bos,semua wartawan juga sudah masuk ke dalam ruangan "Jawab Jim.


"Baiklah,kalau begitu mari kita melakukan konferensi pers untuk produk terbaru milik perusahaan kita "Ujar Varro sambil tersenyum,terlihat wajahnya begitu bahagia.


Jim pun mengangguk patuh sambil mengikuti langkah bosnya.


...****************...


Sedangkan dikediaman milik Varro,terlihat Flora baru saja selesai mandi setelah dia sarapan.Kini dengan berpakaian santai dia keluar dari dalam kamar.


"Flora kesini,kita nonton berita seputar bisnis"Ajak Arumi yang sudah duduk disofa.


Flora mendekat sambil menekuk alisnya,dia heran karena tiba-tiba diajak nonton berita.


"Kok tumben Tante nonton berita?"Tanya Flora sambil duduk disebelah Arumi.


"Udah,kamu duduk aja disini,ini juga Tante disuruh sama Varro "Jawab Arumi sambil tersenyum.


"Emangnya ada apa Tan?"Flora masih penasaran.


"Kamu liat aja nanti "


Dan Flora pun tidak bertanya lagi.


Tepat pukul sembilan pagi berita seputar bisnis pun tayang.


"Loh?itu Tuan Varrokan Tan?"Tanya Flora kaget saat melihat ada Varro dilayar TV.


"Iya,itu memang dia,katanya hari ini ada peluncuran produk terbaru "Jawab Arumi.


Lalu mereka berdua pun fokus melihat kearah layar TV.


Flora melihat jika penampilan Varro di TV saat ini terlihat sangat tampan,dia mengulas senyum tipis saat mengingat jika pria tersebut sekarang telah resmi menjadi kekasihnya.


To be continue,,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2