Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 8


__ADS_3

Varro tengah memeriksa laporan keuangan,tiba-tiba Emy mengetuk pintu dan mengatakan jika ada yang ingin bertemu dengannya.


"Persilahkan dia masuk ".Kata Varro sembari membereskan berkas laporan diatas mejanya.


Kemudian dia bersiap menyambut orang yang akan bertamu,disaat bersamaan tamu itupun masuk keruangan Varro.


"Selamat siang Tuan Varro ".Sapa orang tersebut, yang ternyata adalah seorang pria yang seusia dengan mendiang papanya.


Varro pun menganggukkan kepala dengan raut wajah keheranan,dalam hati dia bertanya-tanya siapa pria asing ini.


"Iya selamat siang,silahkan duduk ".Varro mempersilahkan tamunya duduk disofa.


Pria itu pun duduk sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan kerja milik Varro,kemudian dia tersenyum sambil menatap Varro.


"Anda pasti bertanya-tanya siapa saya ini ".Kata pria tersebut.


"Iya,karena saya merasa tidak pernah bertemu anda dan ada kepentingan apa anda datang kemari ?".Tanya Varro.


"Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri,nama saya Fred dan saya adalah sahabat dekat Henry ".Ujar Fred masih dengan tersenyum.


"Henry papa saya?".Tanya Varro meyakinkan.


"Iya,Henry Gareth ".


Varro tampak seperti mengingat-ingat sesuatu,sepertinya mendiang papanya pernah menceritakan seorang sahabat yang dia miliki diluar negeri.


"Emm,,apa Om adalah sahabat papa saya yang tinggal di luar negeri ?".Tanya Varro yang kini bersikap lebih santai.


Fred menganggukkan kepalanya " Iya,Om dan papa kamu dulu sama-sama kuliah diluar negeri,dia juga sering sekali bantu Om disaat kesusahan ".Jelas Fred dan ikut bersikap santai.


"Tapi papa saya sekarang sudah meninggal Om ".Ucap Varro sendu.


Fred pun menghela napas pelan " Iya,Om sudah dengar tentang itu,sayangnya Om tidak bisa hadir saat pemakaman karena Om terlambat mendengar kabar tersebut ".Sesal Fred.


"Tidak apa-apa Om,lalu ada urusan apa Om menemui saya?".Tanya Varro menanyakan tujuan kedatangan Fred.


"Jadi begini Varro,saya adalah seorang investor yang memberikan modal pada perusahaan yang baru merintis, atau membantu perusahaan yang sedang mengalami kendala keuangan ".Fred menjeda perkataannya sejenak " Sebelum kesini saya sudah mendengar tentang masalah yang terjadi di perusahaan ini,jadi saya ingin berinvestasi diperusahaan kamu Varro "Jelas Fred.


Varro sedikit terkejut dengan maksud Fred yang tidak terduga,bagi dia ini adalah pertolongan yang dikirin oleh Tuhan untuk menyelamatkan perusahaannya.


Tapi ada sedikit mengganjal dihati Varro,lalu dia pun langsung menanyakan pada Fred.

__ADS_1


"Tapi kenapa Om berinvestasi pada perusahaan kecil?bukankah jika punya banyak uang lebih baik berinvestasi pada perusahaan besar ?"


Lagi-lagi Fred tampak tersenyum mendengar pertanyaan Varro.


"Memang kedengarannya aneh,tapi Om membantu mereka bukan sembarangan membantu.Sebelum berinvestasi Om menyelidiki dulu latar belakang perusahaan tersebut dengan detail,Om juga mengawasi mereka dan menganalisa apakah kedepannya perusahaan tersebut akan berkembang atau tetap jalan ditempat.Jika Om melihat pemiliknya adalah orang yang tekun dan selalu punya ide brilian.Maka tidak segan-segan Om akan mengeluarkan dana untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut ".Jelas Fred " Tapi untuk kamu berbeda,ini bisa dianggap sebagai balas budi Om pada mendiang papa kamu.Disamping itu Om juga tidak mau perusahaan yang dengan susah payah dirintisnya mengalami kehancuran ".Sambungnya.


Varro pun manggut-manggut mendengar penjelesan Fred.


"Dan satu hal lagi Om ingatkan,jangan sampai kejadian ini terulang lagi Var,kamu boleh percaya dengan orang lain,tapi tetaplah untuk bersikap waspada.Terkadang tanpa kita sadari banyak orang yang terlihat baik tapi pada kenyataannya mereka licik dan punya niat tidak baik terhadap kita ".Ujar Fred mengingatkan.


"Iya Om,saya akan mengingat nasehatnya,dan terimakasih banyak atas bantuan Om pada diri saya ".Ucap Varro sambil tersenyum.


"Sama-sama Var,kalau begitu besok asisten Om akan datang untuk mengurus segala sesuatunya,karena nanti malam Om sudah harus pergi ke tempat lain ".Kata Fred mengakhiri pembicaraan.


"Kalau boleh tahu,Om akan pergi kemana?".Tanya Varro.


"Taiwan,disana ada orang juga yang harus Om tolong,Om tidak pernah lama berada disuatu tempat ".Ucapnya,lalu Fred bangkit dan mengulurkan tangannya.


Varro pun menjabat uluran tangan Fred sambil sekali lagi mengucapkan terimaksih.


"Suatu saat Om akan datang lagi kesini,semoga saat itu perusahaan kamu sudah maju ".Ucapnya lagi,dan kini dia benar-benar melangkah pergi keluar ruangan.


Varro pun menatap punggung Fred sampai menghilang dibalik pintu.


...****************...


Flora tengah membantu Bik Kiky memasak makan siang,gadis tersebut dengan bersemangat membantu wanita paruh baya tersebut.


Bik Kiky pun merasa bersyukur mendapatkan bantuan dari Flora,gadis yang rajin dan juga ceria.


"Bik Kiky,apakah waktu makan siang Tuan Varro akan pulang ?".Tanya Flora sambil menggoreng ayam.


"Kenapa?Nak Flo kangen ya sama Tuan Muda Varro".Goda Bik Kiky sambil senyum-senyum.


"Bukan gitu Bik,cuma,,cuma apa ya,,emm pengen sedikit tau aja kebiasaan Tuan Varro ".Kata Flora berusaha mencari kalimat yang tepat.


"Kenapa Nak Flo ingin tahu kebiasaan Tuan Muda?ingin jadi istrinya?".Tanya Bik Kiky masih menggoda Flora.


"Ahh,,Bik Kiky,,godain aku terus,gak jadi deh aku nanya ".Ucap Flora cemberut.


Bik Kiky pun terkekeh geli karena berhasil menggoda Flora "Tuan Muda jarang pulang makan siang,karena biasanya dia bawa bekal makan siang atau makan diluar "Jelas Bik Kiky.

__ADS_1


"Ohh,,,oh ya Bik,ngomong-ngomong,kenapa Tuan Varro ditinggal sama kekasihnya Bik?".Tanya Flora yang masih penasaran dengan kisah cinta dari putra Arumi.


"Kalau soal itu Bibik gak tahu ,tapi kalau tidak salah mantannya itu seorang model ".Jawab Bik Kiky sambil mengangkat sayur sup yang baru matang.


Flora pun hanya manggut-manggut karena kini dia fokus mengangkat ayam gorengnya yang telah matang.


Saat makan siang tiba ternyata dimeja makan hanya ada Arumi,sepertinya Varro makan siang diluar karena tadi pagi dia tidak bawa bekal.


Setelah Flora makan siang bersama Bik Kiky di dapur dan membereskan piring-piring yang kotor,Flora pun pergi ke kamarnya untuk istirahat.


...****************...


Sore harinya,Flora kembali menyapu halaman karena banyaknya dedaunan yang berguguran dihalaman samping.


Flora menyapu sambil bersenandung ceria,entah lagu apa yang dinyanyikannya.


Dia juga membersihkan daun kering pada tanaman yang ada di pot.Saat sedang asyik melakukan pekerjaannya,datanglah Varro dengan mobil warna hitamnya.Mobil tersebut langsung masuk ke garasi,Flora yang ada didekat sana segera mendekat berniat menyapa Varro.


"Selamat sore Tuan Varro " Sapa Flora dengan wajah polosnya.


Varro yang baru keluar dari garasi dan berniat masuk kedalam rumah hanya melirik sekilas tanpa membalas sapaan Flora,jangankan membalas tersenyum saja tidak.


Flora pun hanya berdecak melihat sikap dingin yang ditunjukkan oleh Varro.


"Apa sekarang dia membenci semua wanita karena ditinggalkan oleh kekasihnya?".Gerutu Flora,tapi dia tidak bisa marah dengan perlakuan yang diberikan oleh Varro,alih-alih marah Flora malah merasa kasihan dengan pria usia duapuluh tujuh tahun tersebut.


Flora pun melanjutkan membersihkan tanaman milik Arumi,baru saja hatinya sedikit kecewa dengan sikap Varro terhadap dirinya,kini dia sudah kembali bersenandung .Memang pembawaan Flora yang ceria membuatnya tidak pernah larut terlalu lama dalam perasaan negatif, seperti marah,kecewa dan lain sebagainya karena dia akan segera kembali ceria.


To be Continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit

__ADS_1


Vote


💞💞💞💞


__ADS_2