
Hari belumlah terang,tapi Varro telah berangkat ke bandara dengan diantar oleh Jim yang datang pagi-pagi sekali untuk menjemput dirinya ke rumah.
Sepanjang perjalanan menuju bandara Varro hanya terdiam,pandangan menatap lurus kedepan.Sedangkan Jim yang sedang mengemudi disebelahnya juga tengah fokus memperhatikan situasi jalanan yang belum terlalu ramai.
Satu jam kemudian sampailah Varro dibandara,dia langsung menyuruh asistennya untuk pulang.
"Hati-hati bos,semoga selamat sampai di tempat tujuan "Kata Jim sebelum pergi,kemudian dibalas dengan anggukan kepala oleh Varro.
...****************...
Flora yang baru terbangun dari tidurnya tampak menggeliat untuk meregangkan badannya yang terasa kaku,sembari mengucek matanya dia berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mencuci muka dan gosok gigi gadis itu pun keluar kamar,dia langsung membuka pintu utama dan berlalu menuju tempat penyimpanan alat-alat kebersihan.
Dengan bersenandung riang dia menyapu halaman dan membersihkan pot bunga milik Arumi,setelah itu dia langsung menyiram semua tanaman yang ada disana.
Sesekali pikirannya tertuju pada Varro,ternyata tidak mudah menghapus perasaannya terhadap pria tersebut.Namun apa lagi yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan hatinya?.
'Apa aku nyerah aja ya buat dapetin hatinya Tuan Varro?'.Gumam Flora dalam hati.
"Nak Flo pasti melamun ya?nyiram bunga kok airnya sampai meluber,nanti bunganya nyonya bisa mati "Tegur Pak Wan yang kebetulan melihat Flora menyiram bunga namun dalam keadaan melamun.
Flora pun terkejut dan menyadari kelalaiannya,dia melihat pot bunga milik Arumi telah penuh dengan air dan sekitarnya juga tergenang air.
"Eh,,i iya pak,tadi ada sedikit hal yang mengganggu pikiranku "Ucap Flora tergagap kemudian langsung berpindah tempat untuk menyiram tanaman yang lainnya.
Pak Wan pun tersenyum "Jangan melamun lagi ya Nak "Ucapnya sebelum berlalu menuju garasi untuk memanaskan mesin mobil.
Flora pun membalas dengan mengancungkan jempol sambil nyengir.
Selesai menyiram tanaman Flora kembali masuk kedalam rumah,kini dia berniat untuk melihat Bik Kiky yang sedang memasak,selain itu sudah lama rasanya dia tidak membantu Bik Kiky di dapur.
Sampai di dapur dia melihat Bik Kiky sedang membuat sup ayam dan beberapa makanan lainnya.
"Bik,ada yang bisa aku bantu gak ?"Tanya Flora sambil menghampiri Bik Kiky.
"Kalau nak Flo mau bantu,tolong goreng daging ayamnya yang sudah Bibi bumbuin tadi "Jawab Bik Kiky sambil menunjuk sebuah tempat yang berisi daging ayam.
Flora pun dengan segera menuruti perintah Bik Kiky.
__ADS_1
Hingga pukul tujuh kurang limabelas menit kemudian,semua menu sarapan telah selesai di masak.
Flora pun bergegas mandi karena hari ini dia tetap harus pergi ke kampus,masih ada beberapa hal yang harus dia urus.
Selesai berkemas kemudian dia menuju meja makan berniat untuk sarapan sebelum pergi.
Disana dia melihat hanya ada Arumi seorang diri,Flora pun bertanya-tanya dalam hatinya apakah Varro belum bangun?tapi rasanya gak mungkin dia bangun terlambat dihari kerja seperti ini.
Flora pun duduk dikursi setelah menyapa Arumi.
"Gimana kemarin ujiannya Flo?lancar?"Tanya Arumi sembari mengambil sarapan.
"Lancar kok Tan,walaupun ada beberapa pertanyaan sulit yang diberikan oleh penguji,tapi untungnya aku bisa menjawab dengan tepat Tan"Jawab Flora menjelaskan.
Arumi pun tersenyum senang mendengar perkataan Flora,ternyata memang tidak sia-sia dia membiayai gadis itu untuk kuliah.
"Lalu sekarang kamu mau kemana?"Tanya Arumi karena dia melihat Flora berpakaian rapi seperti hendak keluar.
"Aku mau ke kampus Tan,masih ada beberapa hal yang harus aku urus "Jawab Flora.
Arumi pun manggut-manggut,lalu mereka pun kembali melanjutkan sarapannya.
"Oh ya Tan,Tuan Varro kemana?kok dia tidak ikut sarapan?"Akhirnya untuk menghilangkan rasa penasarannya dia pun bertanya pada Arumi.
"Kemarin dia bilang kalau hari ini dia berangkat ke luar negeri,dan tadi pagi-pagi sekali dia sudah pergi "Jawab Arumi.
"Ohh,,,,"ucap Flora dengan tenang.
Tapi berbeda dengan yang dia rasakan di dalam hatinya,ada sedikit rasa kecewa karena dia tidak tahu kepergian Varro,bahkan pria itu juga tidak ada bilang apapun pada dirinya.Dulu jika Varro ada urusan ke luar negeri dirinya pasti diberitahu,dan pria itu pasti bertanya mau dibawakan oleh-oleh apa dari sana.Tapi ternyata kini semuanya telah berubah,dan penyebabnya adalah kembali hadirnya Clara didalam hidup Varro,lalu dirinya pun kini terabaikan.
Selesai sarapan Flora pun bergegas pergi ke kampus,dia sengaja mengayuh sepedanya dengan perlahan agar bisa menikmati suasana pagi yang mulai ramai dengan berbagai aktivitas.
...****************...
Gea yang habis menemui dosen pembimbingnya segera menghubungi Flora,karena dia tahu jika hari ini sahabatnya itu datang ke kampus.
Setelah sambungan telfonnya putus,Gea pun bergegas menuju perpustakaan karena Flora ada disana.
"Ngapain sih kamu di sini Flo?"Tanya Gea begitu sampai didepan sahabatnya,kemudian dia duduk dan menaruh tas disebelahnya.
__ADS_1
"Suka aja dengan suasana disini "Jawab Flora sambil tersenyum,namun Gea bisa melihat ada kesedihan dimata sahabatnya.
"Kamu kenapa Flo?"Tanya Gea penuh selidik.
Flora menggelengkan kepalanya "Gak apa-apa kok Ge,aku baik-baik aja "Jawabnya.
"Jangan bohong sama aku Flo,kita udah lama saling kenal dan aku bisa langsung tahu kalau kamu ada masalah hanya dengan melihat matamu "Ujar Gea .
Tahu kalau sahabatnya tidak bisa dibohongi, akhirnya Flora pun menceritakan perihal kepergian Varro tanpa sepengetahuannya.Flora juga mengatakan jika kini dirinya telah benar-benar diabaikan.
"Terus kamu mau nyerah gitu aja?"Tanya Gea.
"Aku gak tahu Ge,karena rasanya percuma juga aku mencintainya tapi dia sedikitpun tidak melihatku "Jawab Flora lirih,kini matanya berkaca-kaca.
Dengan segera Gea pindah kesebelah Flora,lalu dia merangkul bahu sahabatnya berniat untuk menghiburnya.
"Jika hatimu sudah tidak kuat lagi maka jalan satu-satunya adalah melepaskan, tapi semua itu tergantung kamu Flo.Aku hanya bisa mendoakan semoga apapun pilihanmu itu adalah yang terbaik "Ujar Gea sambil mengusap-usap bahu Flora yang kini sedang menahan isak tangisnya.
"Aku gak tahu harus gimana Ge,ingin melepaskan tapi rasanya berat banget "Kata Flora sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Sebaiknya kamu pikirkan dulu baik-baik sebelum mengambil keputusan Flo,lagiankan belum tahu apa yang akan terjadi kedepannya,setidaknya tunggu sampai dia kembali dari luar negeri,lalu tanyakan sekali lagi apakah dia sudah yakin kembali sama mantannya,nah setelah itu baru kamu ambil keputusan "Ucap Gea.
Mendengar perkataan sahabatnya Flora pun setuju.Ya,dia harus menanyakan sekali lagi pada Varro.
To be continue....
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
__ADS_1
💞💞💞💞