Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 39


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang ketika Varro baru datang dari luar negeri.


Dengan dada yang sedikit berdebar-debar dia masuk kehalaman rumah sambil menarik sebuah koper.Varro merasa tidak sabar bertemu dengan Flora.


Pak Wan yang sedang bersantai tampak terkejut dengan kedatangan Varro,bergegas dia menyongsong Tuan Mudanya tersebut.


"Selamat siang Tuan,kenapa Tuan tidak menyuruh saya untuk menjemput ke bandara?"Tanya Pak Wan sambil mengambil alih koper yang dibawa oleh Varro,lalu mengikuti langkah majikannya masuk kedalam rumah.


"Gak apa-apa kok,saya pikir Pak Wan sibuk nganter mama keluar "Jawab Varro.


Setelah menaruh koper diruang tamu Pak Wan pun pamit keluar,sedangkan Varro terus melangkah menuju kamarnya sambil matanya mengawasi kesekitar ruangan.Dia berharap bisa melihat Flora muncul dihadapannya sambil tersenyum dengan ceria,namun harapannya sia-sia karena dia tidak melihat kehadiran gadis tersebut.


"Mungkin dia masih sibuk di kampus "Gumam Varro menghibur diri sambil menapaki anak tangga menuju keatas.


Sampai dikamarnya dia langsung membuka baju dan berniat untuk mandi terlebih dahulu.


Sampai kemudian tibalah waktu makan siang,Varro turun dari kamarnya menuju meja makan.Tapi ternyata di meja makan tidak ada siapa-siapa selain Bik Kiky,wanita paruh baya itu tampak sibuk menyiapkan makan siang untuk dirinya.


"Tuan,silahkan makan siang dulu "Ucap Bik Kiky setelah selesai menghidangkan makanan.


Varro pun menganggukkan kepalanya,kemudian dia duduk di kursi dan langsung mengisi piringnya dengan makanan.


"Mama kemana Bik?"Tanya Varro.


"Lagi keluar Tuan,kalau tidak salah katanya mau bertemu dengan teman-temannya "Jawab Bik Kiky "Kalau begitu bibi permisi mau ke belakang Tuan "Ujarnya.


Setelah Bik Kiky berlalu pergi diapun mulai makan siang sendirian.


Selesai makan siang Varro bersantai diruang keluarga sambil nonton TV,sambil berharap Flora segera pulang dari kampus.


Tapi setelah lama menunggu bukannya Flora yang muncul,malah Arumilah yang muncul sehabis bertemu dengan teman-temannya.


Melihat putranya yang telah pulang bukannya menyapa,tapi Arumi malah bersikap acuh tak acuh pada Varro.


Tentu saja Varro menjadi heran melihat sikap mamanya yang sama sekali tidak menegur dirinya.


"Mama,,,"Sapa Varro.


"Apa?"Tanya Arumi menghentikan langkahnya,padahal dia berniat untuk langsung masuk ke dalam kamar.


"Kok mama gak nyapa aku?memangnya mama tidak merindukanku?"Tanya Varro sambil cengengesan.


Melihat tingkah putranya membuat Arumi mendengus kesal.


"Gak,mama gak rindu sama kamu,tapi yang mama rindukan adalah Flora "Jawab Arumi ketus.


Sejenak Varro tertegun mendengar perkataan sang mama,melihat Varro yang terdiam Arumi pun meneruskan langkahnya.Namun beberapa detik kemudian Varro beranjak bangun dan mengejar mamanya.


"Ma,tunggu ma "Teriak Varro "Maksud mama apa?kenapa mama merindukan Flora,kan mama setiap hari ketemu dia?"Tanyanya sambil menahan lengan Arumi.

__ADS_1


"Iya awalnya mama ketemu dia setiap hari,tapi sejak dua minggu yang lalu dia pergi jauh dari rumah ini "Jawab Arumi masih dengan sikap ketus.


"Hah?kok bisa ma?"Varro benar-benar terkejut mendengar perkataan mamanya,bayangan kalau dirinya tidak bisa bertemu dengan Flora memenuhi benaknya.Hal itu membuat hatinya menjadi gelisah dan khawatir.


"Ya bisalah,kamu sih sejak wanita itu kembali kamu gak pernah peduli sama dia.Kamunya sibuk ngurus wanita yang gak tahu malu itu,memangnya kamu pikir Flora gak lelah dengan sikap dingin dan cuekmu itu?kamu lupa disaat dulu kamu terpuruk dalam kesedihan siapa yang selalu ngehibur kamu?tapi apa balasan yang kamu berikan kedia?.Dengan bodohnya kamu malah memberikan wanita itu kesempatan kedua,mama aja sampai heran,nurun dari siapa kebodohan kamu itu "Arumi memarahi Varro habis-habisan.


Sedangkan yang dimarahi hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang menyiratkan penyesalan.


"Gak mungkin,,,mama sedang bohongkan sama aku?mama mau ngeprank Varro,iyakan?"Varro masih tidak mau percaya dengan apa yang dibilang sama mamanya.


"Buat apa mama bohong sama kamu?"Tanya Arumi ketus.


"Lalu kenapa mama gak cegah Flora biar dia gak pergi ma?"Tanya Varro lirih.


"Buat apa mama cegah dia?lebih baik dia pergi daripada lihat kamu bersama dengan wanita itu. Karena mama tahu gimana sakit dan kecewanya dia saat tahu kalau kamu kembali pada masa lalumu "Jawab Arumi "Udah,mama mau istirahat dulu.Lagian kenapa sekarang kamu peduli sama Flora?bukankah yang harus kamu peduliin sekarang adalah wanita yang tidak tahu malu itu?".


Tanpa menunggu jawaban Arumi meninggalkan putranya yang masih berdiri mematung,sepertinya saat ini Varro benar-benar syok dengan kabar yang dia terima.


Dengan langkah lunglai Varro berjalan menuju kamarnya.


Didalam kamarnya Varro terduduk lemas,dia mencoba menghubungi ponsel Flora tapi sayangnya nomor gadis itu sudah tidak aktif.


Bahkan sampai puluhan kali dia mencoba dengan harapan panggilannya tersambung,tapi tetap saja yang menjawab adalah operator.


"Kamu sekarang dimana Flo?maafkan aku yang telah menyakiti perasaanmu.Tapi sekarang aku sadar kalau ternyata aku mencintaimu,kembalilah Flo,kembalilah,,"Varro meratap seorang diri didalam kamarnya.Dia juga mengutuk dirinya sendiri karena telah bersikap bodoh.


Kembali terlintas dalam benaknya ketika Flora mengatakan isi hatinya.Andai saja waktu itu hatinya tidak bimbang,dan langsung menerima pernyataan cinta dari gadis tersebut pasti saat ini Flora masih tinggal dirumahnya.


"Nyonya,apa tidak sebaiknya kasi tahu aja Tuan Varro kemana perginya Nak Flora?takutnya nanti Tuan Varro jatuh sakit "Ujar Bik Kiky sambil menyiapkan makan malam diatas meja.


"Gak usah Bik,biarin aja dulu kayak gitu,biar jadi pembelajaran buat dia.Bibik tetap jaga rahasia ya"Kata Arumi.


"Baik nyonya "Kemudian Bik Kiky kembali kedapur.


Lalu Arumi pun mulai makan malam seorang diri,sambil membayangkan kalau saat ini Varro pasti sedang menangis saking menyesalnya.


"Setelah orangnya pergi baru sadar,tapi kalau Varro mencintai Flora terus gimana dia sama wanita itu?apa yang terjadi dengan hubungan mereka berdua?"Gumam Arumi bertanya-tanya.Heran juga dia melihat reaksi Varro saat mendengar Flora telah pergi dari rumah ini,padahal putranya itu masih menjalin hubungan dengan masa lalunya.Arumi berniat untuk menanyakan hal itu besok pada Varro.


Sepanjang malam Varro duduk termenung didalam kamarnya yang gelap.Bahkan dia masih mencoba menelfon dan mengirim pesan pada Flora, tapi tetap saja tidak tersambung dan pesannya juga tidak dibalas.


Sedangkan perasaan rindunya semakin membesar,begitu juga dengan rasa penyesalannya.Kini bayangan wajah Flora memenuhi benaknya,hatinya benar-benar sakit karena tidak bisa menerima kenyataan yang ada.


...****************...


Varro sedang berada disebuah lapangan berumput yang sangat luas,dia berjalan perlahan diatas rerumputan yang sangat lembut.


"Tuan Varro,,,,"


Terdengar seseorang memanggil namanya.

__ADS_1


Varro menengok kearah sumber suara,kemudian tersenyum lebar saat melihat sosok yang memanggilnya.


"Flora,kamu datang?"Tanya Varro.


Namun Flora hanya tersenyum,mereka berdua berdiri saling berhadapan.


"Flora,aku merindukanmu "Ucap Varro sambil mendekat,dia berniat untuk memeluk gadis tersebut.


Namun setiap dia mendekat satu langkah maka Flora juga mundur sejauh satu langkah.


"Apa kamu tidak merindukan aku Flo?"Tanya Varro dengan raut wajah sendu.


Dan Flora pun masih tetap tersenyum tanpa berkata sepatah pun.


Lalu Flora berbalik dan melangkah menjauhi Varro.


"Flo,kamu mau kemana?tunggu aku Flo"Teriak Varro sambil mengejar gadis tersebut yang berjalan semakin jauh.


Tapi Flora seperti tidak mendengar teriakannya,dia terus melangkah tanpa menengok kebelakang.


Varro yang masih mengejarnya mendadak kakinya tidak bisa digerakkan,sedangkan Flora sudah semakin jauh.


"Floraaa,,,,"


...****************...


Varro terbangun dari mimpinya dengan keringat yang membasahi dahinya,dia meraih ponselnya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi.


Varro tidak sadar kapan dirinya tertidur dan berakhir dengan memimpikan Flora.


"Apa kamu benar-benar meninggalkan aku Flo?apa perasaan cintamu pada diriku sudah hilang?apa begitu mudahnya kamu melupakanku?"Gumam Varro lirih.


Dia kembali membayangkan senyum Flora yang baru dilihatnya didalam mimpi.


Mungkinkah dia bisa melihat senyum itu lagi?.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit

__ADS_1


Vote


💞💞💞💞


__ADS_2