
Semenjak Varro bertemu kembali dengan Flora,pria tersebut seolah-olah kembali menemukan semangat hidupnya.Walaupun dia belum mendapat jawaban yang pasti dari Flora,namun dia tidak patah semangat untuk mendapatkan gadis tersebut.
Varro sedang duduk dibalik meja kerjanya,dia sibuk mencoret- coret kertas kosong yang ada dihadapannya.Sepertinya otak dia sedang merancang sesuatu.
Tidak lama kemudian Jim pun datang.
"Ada apa bos manggil saya?"Tanyanya.
Varro tersenyum sambil menyodorkan kertas yang penuh dengan coretan tersebut.
"Coba kamu diskusikan dengan bagian produksi,saya ingin produk ini dibuat secepatnya"Ucapnya.
Jim pun pun menerima kertas tersebut sambil menelitinya dengan seksama.
"Jadi ini produk baru kita bos?"Tanya Jim dengan bersemangat.
"Iya,pokoknya kamu urus sampai produk itu jadi "
Jim pun mengangguk patuh,lalu dia pamit untuk kembali keruang kerjanya.
Setelah asistennya pergi Varro duduk bersandar dikursinya,padahal baru kemarin dia bertemu dengan Flora tapi dia sudah merindukannya lagi.
Ponselnya juga tidak bisa dihubungi gara-gara disana tidak ada sinyal.
Varro hanya bisa berharap waktu cepat berlalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lima bulan kemudian,,,,,
Masa pengabdian Flora pun berakhir,kini gadis tersebut sudah kembali berada dikota.
Dengan menarik koper dan menggendong ranselnya Flora keluar dari stasiun kereta api,dia sengaja datang dengan tiba-tiba untuk memberi kejutan pada Arumi dan juga Varro.
Pada saat kunjungan Varro yang terakhir dia sengaja memberitahukan tanggal yang salah saat pria itu ingin menjemputnya,karena Flora ingin memberi Varro kejutan dengan pulang secara tiba-tiba.
Flora menghampiri taxi yang kebetulan berada diluar stasiun,setelah mengatakan alamat tujuannya taxi pun meluncur membelah jalanan yang ramai.
...****************...
Taxi yang ditumpangi oleh Flora berhenti didepan kediaman Varro Nazareth,setelah membayar ongkosnya Flora pun masuk kehalaman rumah.
Pak Wan yang sedang duduk santai pun kaget melihat kedatangannya.
"Loh Nak Flo udah kembali?"Tanyanya.
"Iya Pak,saya udah selesai tugasnya disana"Jawab Flora sambil tersenyum "Pak Wan sendiri apa kabar?"Tanyanya.
"Kabar bapak baik-baik aja Nak "
Setelah ngobrol sebentar Flora melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah.
"Bik,,Bik Kiky,,"Seru Flora begitu ada diruang keluarga.
Dari arah dapur muncul Bik Kiky dengan mengenakan celemek,sama seperti Pak Wan wanita itupun kaget melihat kedatangan Flora.
Mereka pun berpelukan sejenak sekedar melepas rindu.
"Nak Flo apa kabar?kenapa selama ini tidak pernah ngabarin Bibik?"Tanya Bik Kiky.
Flora pun tersenyum "Kabar aku baik kok Bik,sebenarnya aku ingin ngabarin bibik tapi disana gak ada sinyal ponsel "Jawabnya.
__ADS_1
"Beruntung Nak Flo udah balik,Tuan Varro pasti seneng banget liat Nak Flo ada dirumah "Ucap Bik Kiky.
Lalu Flora pun bertanya apa saja yang terjadi selama dirinya tidak ada dirumah,dan Bik Kiky pun menceritakan sebatas yang dia tahu.
Flora tampak tersenyum saat mendengar Bik Kiky mengatakan jika Varro sempat frustrasi mencari keberadaan dirinya.
"Oh ya,Tante Arumi kemana Bik?"Tanya Flora.
"Dia lagi keluar,yaudah Bibik mau melanjutkan masak untuk makan malam dulu ya "
"Iya Bik,tapi bibik jangan bilang dulu sama mereka kalau aku udah pulang "Ucap Flora,tadi juga dia sempat berpesan seperti itu pada Pak Wan.
Bik Kiky pun mengiyakan lalu kembali masuk kedapur,sedangkan Flora masuk ke kamar yang sudah enam bulan dia tinggalkan.
Flora menutup pintu kemudian merebahkan dirinya diatas kasur yang empuk.Semua yang terjadi selama enam bulan belakangan ini kembali terbayang dibenaknya.
Saat jam makan malam Flora keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian santai.
"Floraaa,,,,,"Tiba-tiba Arumi berteriak heboh saat melihat gadis tersebut keluar dari kamar.
"Tante,,,"
Flora tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya,lalu mereka berdua pun berpelukan untuk melepas kerinduan.
"Kamu kok tiba-tiba udah pulang Flo?bukannya kamu harus disana lagi beberapa hari?"Tanya Arumi keheranan.
"Maaf Tan,aku sengaja bohong sama Tuan Varro"Jawab Flora sambil nyengir.
"Ohh,,ceritanya kamu mau ngasi kejutan?"
Flora pun mengangguk.
"Tapi Tuan Varro kemana ya Tan?kok gak ada keluar dari kamarnya?"
"Kayaknya hari ini dia kembali lembur Flo "Jawab Arumi sambil melangkah menuju ruang makan diikuti oleh Flora "Katanya dia mau buat produk baru,selain itu perusahaan semakin berkembang jadi semakin banyak hal yang harus dia urus"Lanjutnya.
Selesai makan malam Arumi mengajak Flora keruang keluarga,sepertinya Arumi belum puas melepas kangen pada Flora.Mereka berdua pun berbincang-bincang,Flora pun kembali mendengar cerita bagaimana pusingnya Varro mencari keberadaan dirinya.
"Kamu tahu gak Flo,Varro sempat berlutut didepan kamar tante semalaman demi membuat tante agar mau memberitahukan keberadaanmu"
"Terus apa yang terjadi Tan?"
"Apalagi,ya gak bisa bangunlah dia gara-gara kakinya kram,tapi tante tetap saja merahasiakan keberadaanmu "Arumi terkekeh pelan,sepertinya dia merasa puas banget bikin anaknya menderita.
Sedangkan Flora malah merasa terenyuh mendengar cerita Arumi,mungkin itu salah satu bukti jika Varro serius dengan ucapannya bahwa dia mencintai Flora sepenuh hatinya.
Jam setengah sembilan malam Arumi pergi ke kamar tidur,dan tidak lupa dia menyuruh Flora untuk menunggu kepulangan Varro dari kantor.
Tentu saja Flora mengiyakan dengan senang hati.
Jam sembilan kurang lima menit bel pintu berbunyi dengan segera Flora berlari kedepan,namun sebelum membuka pintu dia menenangkan debar jantungnya.
Flora menghela napas beberapakali,sampai kemudian dering bel yang keempat kali barulah Flora membukanya.
"Kok lama se,,,,"
Ucapan Varro terputus saat dia melihat Flora berdiri dihadapannya dengan senyum yang terukir dibibirnya.
Bahkan dia mengerjap-ngerjapkan matanya karena mengira dirinya berhalusinasi.
"Selamat malam Tuan Varro "Sapa Flora.
Ketika mendengar suara Flora barulah dia yakin kalau saat ini dirinya tidak sedang berhalusinasi.
__ADS_1
Varro melangkah lebih dekat kemudian langsung memeluk Flora dengan erat,Flora yang dipeluk secara tiba-tiba sedikit terkejut tapi kemudian diapun membalas pelukan pria tersebut.
Nyaman dan hangat,itulah yang Flora rasakan ketika berada dipelukan Varro.
"Aku sangat merindukanmu Flo,mulai sekarang kamu jangan pergi lagi dari sisiku "Bisik Varro lirih.
Flora pun menganggukkan kepalanya.
Setelah dirasa cukup Varro pun mengurai pelukannya.
"Sebaiknya Tuan mandi dulu,setelah itu langsung makan malam "Ujar Flora.
"Baiklah,tapi temani saya makan malam ya "
"Baik Tuan "
Limabelas menit kemudian Varro telah berada dimeja makan,dihadapannya duduk Flora sambil menopang dagunya dan memperhatikan dirinya makan.
Selesai makan mereka berdua duduk diruang keluarga sambil nonton TV,mereka duduk bersebelahan dengan begitu dekatnya.
"Kamu kok tiba-tiba pulang?bukankah seharusnya empat hari lagi?"Tanya Varro penasaran.
"Hehe,maaf Tuan,sebenarnya waktu itu saya berbohong sama Tuan "Jawab Flora sambil nyengir.
"Ohh,,,udah pinter bohong ya,hah ?"Varro pura-pura marah,lalu menggelitik pinggang Flora yang membuat gadis itu tertawa karena kegelian.
Flora hendak kabur namun dengan sigap Varro menangkap pinggang Flora,kini Flora sudah berada dipangkuan pria tersebut dengan posisi duduk menyamping.
Jarak yang begitu dekat membuat jantung mereka berdegup kencang.
Posisi Flora yang sedikit lebih tinggi membuatnya menunduk saat menatap Varro,pria itupun bisa merasakan hembusan napas milik Flora.
Perlahan Varro menegakkan punggungnya yang membuat jarak wajah mereka semakin dekat,Flora meremas tangannya kala merasa bibir Varro semakin dekat.
Perlahan tangan Varro memegang tengkuk Flora dan menekannya secara perlahan untuk mengikis jarak diantara mereka berdua.
Sedetik kemudian Flora memejamkan matanya saat merasakan ciuman dari Varro.
'Ciuman pertamaku akhirnya terjadi juga 'Gumam Flora.
Varro ******* dengan lembut bibir milik Flora,dia dia bisa merasakan jika ini adalah pengalaman pertama dari gadis tersebut.
Ketika dirasanya Flora kehabisan napas,Varro pun melepaskan ciumannya.
Tampak wajah Flora merah merona menahan malu,jantungnya juga berdegup tidak karuan.
"Rileks Flo,,"Bisik Varro.
Kemudian kembali menuntun Flora untuk berciuman yang keduakalinya,secara perlahan Flora pun mulai mahir melakukan hal tersebut.
To be continue,,,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞