
Sedangkan Varro yang sedang mengendarai mobilnya menuju kantor tampak sedang memikirkan sesuatu.
Dua hari yang lalu Clara datang padanya sambil terisak,lalu menceritakan bahwa dirinya telah disakiti oleh Flora dengan menunjukkan pergelangan tangannya yang sedikit memar.
Flashback,,,
Clara bergegas masuk ke kantor milik Varro setelah memarkirkan mobilnya.Wajahnya menyiratkan amarah dan kekesalan.
Begitu sampai didepan ruangan kerja milik Varro,tanpa mengetuk pintu dia langsung menerobos masuk.Emy yang tidak sempat mencegah hanya bisa geleng-geleng kepala.
Varro yang tengah sibuk memeriksa berkas laporan karyawan dari masing-masing divisi, dibuat terkejut dengan kedatangan Clara yang mendadak.
"Sebelum masuk biasakan ketuk pintu dulu Ra"Tegur Varro.
Mendengar teguran tersebut membuat hati Clara semakin kesal.
"Bukan itu yang penting sekarang,kamu liat nih pergelangan tanganku memar,kamu tahu siapa yang udah bikin tanganku kayak gini?ini semua gara-gara pembantu dirumah kamu itu "Ucap Clara dengan expresi wajah yang dibuat sesedih mungkin.
Varro bangkit lalu menghampiri Clara,dia meraih tangan wanita tersebut dan memeriksanya.Dia bisa melihat dengan jelas jika pergelangan tersebut benar-benar memar,kemudian dia menuntun Clara untuk duduk disofa.
"Kok bisa sampai kayak gini?memangnya apa yang terjadi?kalian sempat bertemu dimana?"Tanya Varro bertubi-tubi sambil mengusap-usap memar tersebut dan sesekali meniupnya dengan lembut.
"Semua ini gara-gara pembantu kesayangan mama kamu itu Var,padahal aku menemui dia secara baik-baik di cafe Diamond,eh,,dianya malah marah-marah terus mencekal pergelangan tanganku terus nyeret aku keluar dari cafe "Clara bercerita sambil terisak.
"Udah,,udah,,,kamu jangan nangis "Varro membawa Clara kedalam pelukannya "Lagian kamu juga ngapain ketemu sama Flora?"Tanya.
Sejenak Clara terdiam,dia harus mencari alasan yang tepat biar Varro tidak curiga,kemudian dia mengurai pelukannya sambil menghapus air matanya "Aku cuma ingin bicara dari hati ke hati sama dia Var,sebagai wanita aku bisa melihat kalau gadis itu menyimpan rasa untuk kamu,dan aku cuma ingin memberi dia pengertian untuk menjauhi kamu,karena bagaimanapun juga kitakan sudah kembali bersama dan aku tidak ingin ada orang ketiga yang hadir didalam hubungan kita "Ujar Clara dengan wajah sendu.
Varro yang mendengarkan dengan seksama pun tersenyum tipis.
"Kamu gak usah khawatir Ra,aku sama dia tidak pernah ada hubungan apapun,kamu harus percaya sama aku "Ucap Varro.
Clara yang mendengar hal tersebut pun tersenyum senang.
"Pokoknya aku gak suka kalau kamu dekat-dekat dengan dia,apalagi kaliankan tinggal serumah,takutnya nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan "Kata Clara dengan wajah manyun.
"Iya Honey,percaya sama aku "Ucap Varro sambil mengusap pucuk kepala Clara.
Dalam hatinya wanita itu tersenyum licik,dia merasa tidak sia-sia membuat pergelangan tangannya menjadi memar.
Flashback Off,,,,
Varro menghela napas kasar,dia masih tidak percaya jika Flora bisa bertindak sekasar itu.Selama ini Flora yang dikenalnya adalah sosok gadis yang ceria,lembut dan penyayang.Apa benar Flora melakukan semua itu?apakah sikap Flora selama ini hanyalah pura-pura untuk mendapatkan perhatian dari dirinya?.
Berbagai pertanyaan timbul didalam benak Varro.
...****************...
Jam setengah duabelas siang Flora selesai melakukan ujian skripsinya,selama dua jam dia berada dalam tekanan yang luar biasa.Tapi beruntung saja dia bisa menjawab semua pertanyaan pengujinya dengan lancar.
Dengan perasaan lega Flora keluar dari ruang ujian,sekarang dia hanya tinggal memenuhi persyaratan untuk melakukan wisuda yang akan diadakan beberapa bulan lagi.
"Floraa,,,,"Seru Gea saat melihat sahabatnya keluar dari ruang sidang.
Flora pun menoleh ke arah sumber suara sambil tersenyum,kemudian dia bergegas menghampiri sahabatnya itu.
__ADS_1
"Gimana?lancar gak ujiannya?"Tanya Gea tidak sabaran.
Flora pun mengangguk "Lancar kok,untungnya aku bisa jawab pertanyaan dosen dengan yakin"
"Wahh,,,berarti sekarang kamu udah bisa santai Flo?"Tanya Gea sedikit iri.
"Gak juga Ge,kan ada banyak hal yang harus diurus lagi sebelum wisuda "Jawab Flora.
"Oh iya,,iya,kita harus merevisi kembali skripsinya karena mau disimpan diperpustakaan,kan malu nanti dibaca sama yang lain kalau skripsinya amburadul "Ucap Gea sambil nyengir.
"Nah itu kamu tahu "
Lalu mereka berdua pun berjalan beriringan menuju kantin untuk makan siang.
...****************...
Varro sedang duduk dibalik meja kerjanya,dan pikirannya masih tertuju pada cerita yang disampaikan oleh Clara.
Tiba-tiba lamunan terusik dengan kedatangan asistennya.
"Bos lagi mikirin apa sih?"Tanya Jim sambil duduk didepan meja,lalu dia menyerahkan beberapa map.
Varro menghela napas sambil menerima map tersebut.
"Saya memang lagi banyak pikiran Jim "Jawab Varro lesu.
Jim membenarkan posisi duduknya,sepertinya dia siap untuk mendengarkan keluh kesah bosnya.
Lalu Varro pun menceritakan apa yang dialami oleh Clara,asisten itupun mendengarkan dengan seksama.
Sejenak Jim terdiam,sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"Bisa jadi sih bos,tapi kitakan gak bisa percaya gitu aja,setidaknya kita harus melihat buktinya.Selain itu bos pasti baru dengar dari satu belahpihakkan?bos belum mendengarkan cerita dari pihak lainnya,sehingga kita tidak bisa mengambil kesimpulan siapa yang salah dan siapa yang benar "Ujar Jim.
Varro pun manggut-manggut.
"Sebaiknya bos bertanya juga sama Flora,apa yang sebenarnya terjadi "Jim kembali memberi saran.
"Emm,,kalau bertanya pada Flora,saya tidak tahu harus mulai darimana Jim,selain itu saya sudah terlanjur bersikap dingin sama dia "Kata Varro terlihat merasa bersalah.
"Ck,,cobak aja dulu biarin saya deketin Flora,pasti gak bakal kayak gini jadinya bos"
Sempat-sempatnya Jim menyalahkan bosnya.
Varro hanya mendengus mendengar perkataan asistennya.
Tiba-tiba Jim menjentikkan jarinya,sepertinya dia mendapatkan ide.
"Bos,saya punya ide "Kata Jim "Karena bos gak mau bicara sama Flora,gimana kalau kita ke cafe Diamond,nah,,disana pasti ada CCTVkan kita minta aja rekaman pada tanggal kejadian,disitu pasti bos bisa lihat apa yang sebenarnya terjadi "
Ujar Jim mengutarakan idenya.
Varro pun mengangguk setuju "Boleh juga idemu,tumben otak kamu encer Jim "
"Siapa dulu dong "Ucap Jim sambil menepuk dadanya dengan sombong.
__ADS_1
Melihat hal itu Varro pun hanya berdecak kesal.
"Ya sudah,kalau gitu sekarang kamu berangkat aja kesana,minta rekaman CCTVnya"Titah Varro seenaknya.
"Sendiri bos ?"
"Iya,masak rame-rame "Jawab Varro cuek.
Jim pun bangkit sambil cemberut dia pikir bos akan ikut,kalau bosnya ikut setidaknya dia bisa minta di traktir makan disana.
Setelah Jim menghilang dibalik pintu,telpon yang ada di atas meja berdering dengan sigap Varro langsung mengangkatnya.
...****************...
Satu setengah jam kemudian,Jim pun kembali mendatangi bosnya untuk memberi laporan.
"Gimana?udah dapat rekaman CCTVnya?"Tanya Varro dengan antusias.
Jim menggeleng lesu.
"Belum bos,ternyata dari kemarin kartu memorinya rusak terkena virus dan masih diusahakan untuk diperbaiki kembali "Jawab Jim.
"Tapi sudah kamu bilangkan kalau disana ada rekaman yang penting ?"Tanya Varro.
Jim mengangguk "Sudah bos,bahkan saya sudah bilang tanggal kejadiannya,saya juga menawarkan komisi yang lumayan jika dia berhasil memperbaikinya.Jadi kita tunggu aja bos,katanya paling lama satu minggu"Jawab Jim.
Varro pun menganggukkan kepalanya "Kalau gitu kamu urus saja gimana baiknya,soalnya saya mau mengecek perusahaan yang ada diluar negeri.Tadi saya di telfon sama orang disana,katanya ada masalah dan membutuhkan kehadiran saya disana "Ujar Varro.
"Berapa lama bos?"Tanya Jim.
"Paling lama tiga minggu,kalau masalahnya parah bisa jadi lebih dari itu"Jawab Varro "Pokoknya kamu urus aja perusahaan disini,sambil juga selidiki masalah Clara dan Flora"Lanjutnya.
"Baik bos "Jawab Jim "Terus bos kapan berangkatnya?"Tanyanya.
"Besok pagi Jim,sebaiknya kamu pesankan tiket untuk penerbangan pertama "
Jim pun langsung mengiyakan perintah bosnya.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
💞💞💞💞
__ADS_1