
Malam minggu pun tiba,sejak jam lima sore Flora sudah bersiap-siap untuk menemani Rayder pergi kepesta ulang tahun temannya.
Arumi yang melihat penampilan Flora berbeda dari biasanya dibuat tercengang.
"Loh,,loh,,kamu mau kemana Flo?"Tanya Arumi begitu melihat Flora memakai dress selutut dengan rambut yang digerai.Terlihat sangat cantik dan mempesona dengan sedikit polesan make up diwajahnya.
"Aku nganter temen ke pesta Tan "Jawab Flora.
"Temen kamu yang mana?"
"Namanya Rayder Tan,dia cuma minta tolong sama aku buat nemenin dia ke pesta ulang tahun temennya "Flora menjelaskan.
Arumi mengerutkan alisnya.
"Terus Varro tahu kalau kamu pergi sama cowok?"
Flora mengangguk "Tahu kok Tan,dia juga udah ngasi izin "
Kini Arumi benar-benar heran,kenapa juga putranya itu membiarkan Flora pergi dengan pria lain.
"Ya sudah,kamu hati-hati ya,jangan pulang terlalu larut "Arumi berpesan pada Flora.
"Iya Tante "
Jam enam lebih lima belas menit Flora pun keluar menuju pintu gerbang,disana Rayder tengah menunggunya.
Mata pria tersebut terpaku saat melihat penampilan Flora yang sangat berlainan dengan penampilannya sehari-hari,karena Flora lebih sering menggunakan jeans dan baju kaos,tapi kini Flora tampil beda.
"Hai Ray "Sapa Flora begitu sampai dihadapan Rayder.
"Oh,,hai,,kamu udah siap?"Tanya Rayder tergagap.
"Udah,yuk kita berangkat sekarang "Ajak Flora bersemangat.Dia belum tahu dimana tempat pesta temannya Rayder itu,dia hanya mengikuti kemanapun Rayder mengajaknya pergi.
Mobil yang dikendarai oleh Rayder melaju menuju pusat kota,sesekali mereka ngobrol agar suasana didalam mobil tidak senyap.
"Emangnya tempat pestanya dimana Ray?"Tanya Flora,karena sudah hampir satu jam mereka berkendara dan mereka juga sudah meninggalkan pusat kota tapi belum juga sampai ditempat tujuan.
"Bentar lagi kok Flo "Jawab Rayder sambil tersenyum.Dalam hati dia sudah membayangkan apa saja yang nanti akan dia lakukan bersama Flora.
Seperti yang diucapkan oleh Rayder bahwa mereka akan tiba sebentar lagi,dan benar saja mobil yang dikemudikan oleh Rayder memasuki parkiran sebuah tempat untuk hiburan malam.
RM Club'nBar,itulah tulisan yang terpajang di depan gedung tersebut.
"Ayo kita turun "Ajak Rayder sambil membuka pintu mobil.
Flora pun mengangguk sambil membenarkan tali tas mininya yang berisi ponsel dan juga dompet.
Kemudian dia membuka pintu dan menyusul Rayder turun dari mobil.
Flora mengedarkan pandangannya,dia bisa melihat beberapa pasangan masuk kedalam gedung lewat pintu yang dijaga oleh dua orang pria berbadan besar.
Kemudian Rayder menarik tangan Flora dan mengajaknya masuk kedalam.Saat melihat Rayder datang penjaga pintu itupun mengangguk hormat pada pria tersebut,sedangkan Rayder hanya acuh tak acuh.
Begitu Flora menginjakkan kakinya didalam ruangan,dia disambut dengan dentuman suara musik dan juga orang-orang yang sibuk berjoget.
"Ray,,ini tempat apaan sih?berisik banget "Ucap Flora setengah berteriak disebelah Rayder.
Pria itupun menoleh sambil tersenyum "Ini namanya Club,tempat orang-orang mencari hiburan,kamu pernah ketempat kayak gini?"Tanya Rayder.
Dengan polos Flora menggelengkan kepalanya.
Saat melewati meja bartender,seorang pria menyapa Rayder.
"Hay,Rayder,,,"Sapa Bartender tersebut tanpa menghentikan aktivitasnya yang sedang meracik minuman.
__ADS_1
"Hay bro,apa kabar?"Tanya Rayder menghentikan langkahnya sejenak.
"Baik,mau kemana?"Bartender tersebut bertanya balik sambil mengerling kearah Flora.
"Mau ke acaranya Divo Cs,udah dulu ya,aku mau keatas "Jawab Rayder sambil melanjutkan langkahnya.
"Oke,,selamat bersenang-senang "Ucap Bartender tersebut sambil tersenyum penuh arti.
Rayder pun hanya mengancungkan jempolnya keatas,sedangkan Flora dengan setia mengikuti langkah Rayder walaupun dalam hati dia mulai merasa tidak nyaman.
Rayder mengajak Flora ke lantai atas,dari sana mereka bisa melihat suasana yang ada dilantai satu dengan leluasa.
Begitu sampai dilantai atas Rayder disambut oleh seorang pria berambut lurus agak panjang.
"Aku kira kamu gak datang Ray "Ucapnya sambil tersenyum lebar saat melihat Rayder muncul bersama seorang gadis.
Ada sekitar lima belas orang duduk disana dengan pasangannya masing-masing,mereka duduk mengitari sebuah meja yang berbentuk persegi panjang.
"Ya pasti datanglah,masak udah diundang langsung malah gak hadir "Kata Rayder "Oh ya kenalin pasangan aku,namanya Flora "Lanjutnya memperkenalkan gadis yang berdiri disebelahnya.
Flora pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum,sedangkan teman Rayder semua menyapa Flora.
"Perkenalkan aku Divo,yang jadi bintang utama dipesta ini"Kata Divo sambil tersenyum,dia adalah pria yang tadi menyapa Rayder saat baru datang.
"Oh,kalau gitu selamat ulang tahun buat Kak Divo"Ucap Flora yang memanggil teman Rayder dengan sebutan kakak,pasalnya dia tidak tahu harus memanggil dengan sebutan apa.
"Hah?oh iya,,iya,,makasih ucapannya "Divo sedikit terkejut dengan ucapan selamat dari Flora,seingatnya hari ini dia tidak berulang tahun.
Lalu dia menatap Rayder penuh tanda tanya,dan pria itu memberi kode pada Divo agar mengiyakan saja perkataan Flora.
Melihat gelagat Rayder bersama Divo yang main kode-kodean,yang lainnya pun paham jika Rayder telah membohongi Flora.
Flora tidak habis pikir kenapa teman Rayder mengadakan pesta ditempat seperti ini,lagian suasananya tidak seperti sedang mengadakan pesta ulang tahun.
"Duduk Flo "Ucap Rayder sambil menuntun Flora untuk duduk dikursi yang masih kosong,sedangkan dirinya langsung mengambil posisi duduk disebelah gadis tersebut.
"Em,,yang gak pake alkohol ada?"Tanya Flora,karena dia melihat semua orang disana memegang gelas yang berisi cairan dengan warna kekuningan,dan setahu Flora minuman seperti itu pasti mengandung alkohol.
Rayder pun mengangguk,kemudian memanggil seorang pelayan yang ada di Club tersebut dan menyuruhnya untuk membawakan orange jus untuk Flora.
Kemudian mereka pun ngobrol dengan serunya,sampai kemudian dua orang pelayan mengantarkan makanan dan juga cemilan ke tempat mereka duduk.
"Kita makan dulu yuk,aku tahu pasti kalian lapar"Ujar Divo sambil mengambil makanan yang diinginkannya.
Melihat Divo yang mulai makan yang lainnya pun langsung ikutan,mereka mengambil makanan yang terhidang diatas meja.
Sedangkan Flora yang sedari tadi lebih banyak diam tampak kebingungan,ada perasaan menyesal karena telah mengikuti permintaan Rayder untuk menemaninya.Seandainya saja dia tahu kalau tempat pestanya seperti ini,pasti dia menolak ajakan pria tersebut.Apalagi saat dia melihat kelantai bawah,disana para wanita yang bajunya kekurangan bahan terlihat berjoget ria dengan para pria.Bahkan ada juga yang berciuman didepan banyak orang tanpa rasa malu,dan hal itu membuat Flora merasa risih.
"Flo,kamu makan dulu ya "Ujar Rayder sambil menyodorkan sepiring makanan.
Flora pun hanya tersenyum tanpa banyak berkata,dia minum orange jusnya terlebih dahulu sebelum mencicipi makanan.
Hingga jam menunjukkan pukul sembilan malam,Rayder dan teman-temannya masih sibuk ngobrol dengan ditemani beberapa botol minuman keras.
Flora yang sudah jenuh sedari tadi ingin segera pulang,namun sialnya dia kebelet pipis.
"Ray,,,letak toiletnya dimana?"Tanya Flora.
Rayder menoleh kearah Flora dengan mata sedikit merah.
"Kamu mau ke toilet?sini aku antar "Ujarnya sambil beranjak bangun "Guys,,aku mau anter dia ke toilet dulu"
Divo dan yang lainnya pun mengiyakan,mereka sudah bisa menerka maksud terselubung dari Rayder.
Kemudian Rayder pun menarik tangan Flora,mereka melewati beberapa meja yang berisi tamu.Ada juga yang sedang meracau tidak jelas karena sudah mulai mabuk.
__ADS_1
Rayder mengajak Flora menuju deretan kamar yang ada dilantai tiga.
"Kok kesini Ray?aku ingin ke toilet bukan ke kamar "Flora mulai protes.
"Aku sengaja ngajak kamu kesini karena jam segini toilet pasti ramai,belum lagi ada yang mesum disana,emangnya kamu mau lihat yang kayak gitu?kalau mau biar aku antar kamu kesana "Ujar Rayder sambil menatap Flora,dia tahu walaupun Flora udah cukup umur namun gadis dihadapannya itu masih polos.
"Ya aku gak maulah liat yang kayak gituan "Ucap Flora sambil menggeleng.
"Makanya aku ajak kamu ke toilet yang ada didalam kamar "Kata Rayder santai,dia samasekali tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan sehingga Flora percaya begitu saja.
Rayder menyuruh Flora untuk masuk ke dalam kamar yang kosong,karena memang sedang kebelet dan tidak bisa ditahan Flora langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Melihat hal itu Rayder tersenyum smirk,perlahan dia ikut masuk kedalam dan mengunci pintu.
Rayder mendengar suara kran air yang dihidupkan oleh Flora,lalu dia mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur yang ada di atas nakas,sehingga suasana kamar pun menjadi remang-remang.
Setelah selesai buang hajat,Flora pun membuka pintu toilet dan dibuat kaget dengan suasana kamar yang agak gelap.
Dia tambah terkejut saat melihat Rayder berdiri didekat tempat tidur.
"Ray,,apa yang kamu lakukan,kenapa lampu kamarnya dimatiin?"Tanya Flora yang mulai curiga.
"Menurutmu apalagi?mari kita habiskan malam bersama disini "Ujar Rayder dengan tampang licik.
Flora tercekat,dia tidak menyangka jika Rayder bisa punya niat sejahat itu namun dia masih berusaha untuk bersikap tenang.
"Apa maksudmu Ray?aku ingin pulang "Ucap Flora.
Namun Rayder malah berjalan mendekati Flora,gadis itu pun mundur sampai kemudian terdesak kesudut tembok.
"Sudah lama aku menginginkanmu Flo,terutama tubuhmu ini "ujar Rayder sambil membelai pipi Flora namun dengan cepat gadis itu menepis tangannya.
"Jangan sentuh aku"Bentak Flora.
"Heh?berani kamu bentak aku hah?disini tidak ada siapa-siapa yang bakalan nolongin kamu"Ujar Rayder sambil mencengkram dagu Flora "Jadi, sebaiknya kamu nurut aja apa yang aku inginkan"
"Lepaskann,,,bajingan "Flora berontak.
Plakk,,,
Rayder menampar Flora hingga gadis itu meringis kesakitan bercampur kaget,kemudian menarik tangan gadis tersebut menuju tempat tidur dan langsung menghempaskannya.
"Diam,atau aku akan berbuat lebih buruk lagi sama kamu"Ancam Rayder.Nafsunya semakin bergejolak saat melihat dress dibagian paha milik Flora sedikit tersingkap.
Perasaan Flora sudah tidak karuan,kali ini dia benar-benar menyesal telah menuruti permintaan Rayder yang sudah dianggapnya sebagai teman.Dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya malam ini.Flora bertambah panik saat melihat Rayder yang melepas jasnya dan juga mulai membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Aku mohon Ray,jangan lakukan ini sama aku"Ujar Flora sambil berusaha bangkit dari tempat tidur.
Namun Rayder kembali menghempaskannya ke tempat tidur.
Lalu Rayder menubruk tubuh Flora diatas kasur,dan bersiap untuk menikmati tubuh gadis tersebut.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞