Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 13


__ADS_3

Hari ini Varro pulang dari kantor lebih awal.Setelah memarkirkan mobil di garasi,dia pun masuk kedalam rumah.


Varro kembali tertegun kala mendengar suara tawa mamanya,dengan perlahan dia mendekat kearah ruang keluarga.Disana Varro melihat Arumi dan Flora tengah menonton film komedi,dia bisa merasakan jika saat ini mamanya tengah bahagia.


Agak lama Varro memperhatikan interaksi antara mamanya dan Flora,lalu dia pun memutuskan untuk mendekati mereka berdua.


Menyadari ada seseorang yang menghampiri Arumi pun menoleh kebelakang.


"Varro,kamu sudah pulang nak?".Tanya Arumi dengan sumringah.


Flora pun ikut menoleh kearah Varro,gadis itu juga pulang dari kampus lebih awal karena hanya ada satu mata kuliah.


"Iya ma,inikan hari sabtu ".Jawab Varro.


"Sini duduk Var atau kamu mau ganti baju dulu?".Tanya Arumi.


"Kayaknya mau ganti baju dulu ma".Jawab Varro.


"Nanti gabung kesini ya Var,tadi Flora bikin kue brownis dan rasanya enak banget ".Ujar Arumi saat melihat Varro hendak beranjak pergi.


Varro melirik keatas meja kecil yang ada dihadapan Arumi,disana memang ada sepiring kue brownis yang terlihat lezat.


"Ohh,,oke ma ".Kata Varro sambil berlalu menuju kamarnya.


Limabelas menit kemudian,Varro turun dengan mengenakan baju kaos warna putih dan celana jeans pendek,membuatnya terlihat tampan.


Sejenak Flora menatap Varro yang sedang berjalan menuruni tangga,tapi dengan segera mengalihkan pandangan saat Varro menoleh kearah dirinya.


"Kamu ingin minum sesuatu Var?biar Bik Kiky nanti yang buatkan ".Tanya Arumi.


Varro yang memilih duduk di sofa tunggal dekat mamanya tampak berpikir sejenak.


"Boleh deh ma,aku pengen jus melon ".Jawab Varro sambil memainkan ponselnya.


"Tante,biar saya saja yang buatnya,kayaknya Bik Kiky masih ngurus cucian ".Cegah Flora saat Arumi hendak memanggil Bik Kiky.


"Ya sudah Flo,kamu aja yang buat ".Ucap Arumi sambil tersenyum.


Dengan senang hati Flora beranjak bangun dan pergi ke dapur.


"Benar-benar gadis yang rajin ".Kata Arumi pelan tapi masih dapat ditangkap oleh telinga Varro.


"Segitunya mama suka sama dia ".Kata Varro tanpa menoleh.


"Siapa yang gak suka sama orang kayak dia Var,udah cantik,pinter,rajin,ceria lagi.Mama merasa seperti punya anak gadis ".Ucap Arumi sambil menghela napas pelan.


Varro tidak menanggapi perkataan Arumi,dia tahu jika dari dulu mamanya itu sangat ingin punya seorang putri,katanya biar bisa diajak jalan-jalan ke mall atau ke salon bareng.


Tidak lama kemudian,datanglah Flora dari dapur sambil membawa nampan berisi segelas jus.


"Ini jusnya Tuan ".Kata Flora sambil meletakkannya didepan Varro.


"Makasih ".Ucap Varro singkat.


"Sama-sama Tuan ".Kata Flora sambil mengulas senyum,hatinya kembali merasa senang hanya karena satu kata yang keluar dari bibir Varro.


Flora pun kembali duduk disebelah Arumi sambil menonton TV.


"Ayo Var,cobain kue buatan Flora,katanya ini pertamakalinya dia buat ".Ujar Arumi.


Dengan malas-malasan Varro mengambil sepotong kue lalu mengunyahnya.Dia tertegun saat merasakan kue yang dia makan itu sangat enak.


Ini kue kenapa enak banget,beda kayak yang dijual ditoko kue.Batin Varro sambil mengambil sepotong lagi.

__ADS_1


"Gimana Var?enak gak ?".Tanya Arumi.


Flora ikut pasang telinga untuk mendengar jawaban Varro.


"Biasa aja ".Jawab Varro datar.Lalu dia melirik kearah Flora,ingin rasanya dia tertawa saat melihat wajah Flora yang agak cemberut gara-gara mendengar jawabannya.


"Kayaknya lidah kamu bermasalah deh Var ".Cibir Arumi.


"Kok lidah aku yang disalahin ma?".Tanya Varro keheranan.


"Iya,soalnya semua yang ada dirumah ini mengatakan jika kue buatan Flo itu enak,cuma kamu sendiri aja yang bilangnya gak enak ".Gerutu Arumi "Sudah ah,mama mau ke kamar dulu ".Sambungnya lagi sambil beranjak bangun.


Sesaat kemudian Flora pun ikut pergi.


"Saya permisi Tuan ".Ucap Flora dengan lesu lalu beranjak pergi.


Kini tinggalah Varro seorang diri diruang keluarga.


"Kapan aku bilang gak enak?kan aku cuma bilang biasa aja ".Gumam Varro sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Lalu dia pun minum jus dengan sekali teguk dan habis tak bersisa,kemudian dia pun beranjak bangun dan pergi ke kamarnya.


Sampai dikamarnya,Varro berniat untuk duduk dibalkon mencari angin sore.


Saat tiba dibalkon kamar yang menghadap kehalaman samping,dia melihat Flora yang tengah menyapu.


Tapi aksi Flora yang menyapu sambil kadang-kadang kedua tangannya memukul-mukul udara dan mulutnya terlihat komat-kamit,membuat Varro tersenyum geli.


"Apa sekarang dia sedang menyumpahiku, gara-gara tidak memuji rasa kue buatannya?".Gumam Varro sambil terus memperhatikan tingkah Flora yang menggelikan .


"Ck,dasar bocah ".Gumamnya lagi.


Beruntunglah Flora tidak sadar jika dirinya sedang diperhatikan oleh Varro,seandainya dia tahu pasti saat itu juga dia ingin menghilang dari muka bumi.


Di hari minggu yang cerah ini,Flora dengan bersemangat mengerjakan tugasnya.Mulai dari baru bangun dia menyapu halaman dan membersihkan daun-daun kering yang ada di pot.Setelah bagian luar rumah bersih,dia melanjutkan dibagian dalam rumah,mulai dari membersihkan lantai,meja,sofa dan lain-lainnya.


Setelah semuanya beres,Flora pergi kedapur berniat untuk membantu Bik Kiky.Tapi ternyata wanita paruh baya itu sudah selesai membuat sarapan.


"Udah selesai ya Bik?".Tanya Flora.


"Udah kok Nak,kenapa?mau bikin sarapan buat Tuan Varro?".Tanya Bik Kiky yang selalu berusaha menggodanya di setiap kesempatan.


Kembali Flora teringat dengan komentar kue brownisnya kemarin,kesel juga dia saat kuenya yang enak dibilang biasa aja.


"Gak kok Bik,yaudah aku bantu bawa ke meja makan ".Kata Flora sambil membawa sarapan yang berupa nasi goreng ke meja makan.


Setelah itu dia membantu Bik Kiky membersihkan dapur.


Hari minggu biasanya Varro bangun agak siangan,sehingga waktu sarapan hanya ada Arumi seorang diri di meja makan.Sedangkan Flora lebih memilih sarapan bersama Bik Kiky di dapur,kecuali kalau dia berangkat kuliah barulah ikut sarapan dimeja makan.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan,kini Flora membantu Bik Kiky mencuci pakaian milik Arumi dan juga Varro menggunakan mesin cuci.Rencananya juga sehabis ini Flora akan mencuci pakaiannya sendiri.


"Nak Flo,boleh Bibik minta tolong?".Tanya Bik Kiky yang baru keluar dari ruang setrikaan,ditangannya membawa sebuah keranjang berisi pakaian yang sudah disetrika.


"Ya pasti boleh dong Bik,apa yang bisa aku bantu?".Tanya Flora dengan semangat.


"Tolong bawa keranjang baju ini ke kamar Tuan Varro ya,taruh aja disana,biasanya dia sendiri yang akan menatanya didalam lemari ".Ucap Bik Kiky sambil menyodorkan keranjang yang dipegangnya.


"I,,iya Bik ".Jawab Flora sedikit terkejut,dia pun meraih keranjang dari tangan Bik Kiky.


Ke kamar Tuan Varro?aku masuk ke kamarnya?.Batin Flora tak percaya.


Dengan ragu-ragu Flora menapaki anak tangga,ini adalah pertamakalinya dia memasuki kamar pria.

__ADS_1


"Duh,padahal cuma naruh keranjang baju aja,tapi perasaanku kenapa gak karuan begini ".Gerutu Flora.


Sampai didepan pintu kamar milik Varro,sejenak Flora menarik napas.


Sempat dia berniat untuk menaruh keranjang itu didepan pintu.Tapi gimana kalau nanti pas Varro buka pintu tapi tak menoleh kebawah,kan bisa kesandung.


"Gak,,gak,,nanti kalau dia kesandung terus jatuh kebentur dan dahinya benjol sebesar telur burung puyuh gimana,kan gak lucu jadinya".Flora bermonolog sambil membayangkan hal yang absurd.


Akhirnya setelah menimbang beberapa saat,Flora pun memutuskan untuk mengetuk pintu.Tak ada jawaban,dia pun memberanikan diri membuka pintu dan masuk kedalam kamar.


Suasana kamar Varro yang didominasi oleh warna monokrom itu tampak sunyi,Flora melihat tempat tidur yang berukuran king size itupun sudah kosong.


"Ini Tuan Varro kemana ya?apalagi didalam kamar mandi?".Gumamnya,lalu dengan langkah perlahan dia menghampiri tempat tidur Varro.Dia berencana meletakkan keranjang pakaian tersebut diatas kasur.


Selesai menaruh keranjang,Flora berniat langsung kabur keluar kamar.


Cklekk....


Saat Flora hendak membalikkan badan,terdengar bunyi pintu kamar mandi yang terbuka.


Sontak Flora menoleh kearah pintu,ternyata didepan pintu sudah berdiri seorang Varro Nazareth dalam keadaan bertelanjang dada dan sebuah handuk yang melilit pinggangnya.Sedangkan tangannya mengusap-usap rambutnya yang basah.


Mata Flora pun membulat saat melihat pemandangan yang terpampang didepan matanya,sampai tak sadar mulutnya terbuka karena syok.


"Ngapain kamu disini?".Tanya Varro sambil berkacak pinggang,seolah-olah dengan sengaja memamerkan badannya yang atletis dan perut sixpacknya.


Mendengar pertanyaan Varro membuat Flora tersadar " Aaaaaa,,,,Nenekkk,,,,mata Flo udah gak perawan lagi "Jerit Flora histeris sambil berlari keluar kamar,bahkan dia sampai lupa menutup pintu.


Flora berlari menuruni tangga, sampai di anak tangga paling bawah Flora pun terduduk lemas.Dia merasa kedua kakinya gemetar,jantung berdegup kencang dan telingnya memanas.


Flora menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ya ampun,kenapa aku harus melihat semua itu sih ".Gumam Flora.


"Melihat apa Flo?".


Sebuah suara kembali mengagetkan Flora,dia pun menurunkan tangannya dan melihat Arumi berdiri dihadapannya.Dengan segera Flora berdiri walaupun kakinya masih lemas akibat syok.


"I,,itu Tante tadi saya liat kecoa besar,,,iya kecoa,,,".Jawab Flora tergagap.


"Ohh,,,tante kira apaan ".Ucap Arumi.


"Tante habis darimana ?".Tanya Flora.


"Ini habis jalan-jalan keluar sebentar,yaudah tante ke kamar dulu ya ".Lalu Arumi pun berlalu menuju kamar utama.


Sedangkan Flora seperti orang linglung berjalan menuju kamarnya sendiri,bayangan roti sobek milik Varro masih tercetak jelas diingatannya.


To be continue,,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2