
Dengan tubuh yang terasa lesu dan muka sedikit pucat,Varro melangkah turun dari kamarnya.Tampak dia sudah berpakaian rapi dan bersiap hendak berangkat ke kantor.
"Kenapa anak mama terlihat tidak bersemangat?mana mukanya pucat lagi "Tanya Arumi begitu melihat Varro datang ke meja makan untuk sarapan.Walaupun dia sudah tahu alasan kenapa anaknya seperti itu,tapi tetap saja Arumi bertanya dengan tujuan mengejek Varro.
"Kayaknya mama seneng banget liat aku menderita "Keluh Varro sambil duduk dikursi,dengan malas-malasan dia mengambil setangkup roti dan mengunyahnya dengan perlahan.
"Iya,mama cukup puas "Ucap Arumi santai,tidak ada raut kekhawatiran diwajahnya.
Varro pun hanya bisa menatap sengit kearah mamanya.Tapi sesaat kemudian mimik wajahnya berubah menjadi memelas.
"Ma,please,,kasi tahu aku dimana sekarang Flora tinggal "Ucap Varro memohon pada mamanya.
"Mama gak tahu Var "Kata Arumi masih belum berniat memberitahu keberadaan Flora.
"Mama jangan bohong,gak mungkin mama gak tahu kemana perginya Flora "Varro masih belum menyerah untuk membujuk mamanya "Kalau mama ngasi tahu aku,nanti mobil mama aku ganti deh dengan keluaran terbaru "Akhirnya Varro mengeluarkan jurus sogokan.
Tapi hasilnya nihil karena Arumi masih tetap teguh pada pendiriannya.
"No,,no,,no,,mama gak mempan dengan sogokan kayak gitu "Kata Arumi sambil menggeleng.
Varro pun menghembuskan napas pelan,dia tidak tahu harus membujuk Arumi sepertinya apalagi biar sang mama mau memberitahukan keberadaan Flora.
"Oh ya Var,kenapa kamu pengen banget ketemu sama Flora?lalu hubungan kamu sama wanita itu gimana?"Tanya Arumi yang tidak pernah menyebut nama Clara secara langsung sejak putranya itu dicampakkan.
"Aku udah memutuskan buat ninggalin dia ma,ternyata sifat dia tidak berubah samasekali"Lalu Varro pun menceritakan secara singkat kenapa dia memilih untuk meninggalkan Clara.
"Ohh,,jadi gitu ceritanya "Ucap Arumi setelah selesai mendengarkan cerita anaknya.
"Iya ma,sekarang aku sadar kalau sebenarnya aku mencintai Flora,makanya kasi tahu aku dimana sekarang dia berada ma "Varro kembali membujuk mamanya.
Arumi pun tersenyum menatap putranya.
Melihat hal tersebut Varro pun yakin jika kali ini usaha untuk membujuk mamanya telah berhasil,dia pun ikut tersenyum penuh harap menunggu jawaban dari Arumi.
"Kalau pengen tahu dimana Flora berada,cari tahu aja sendiri "Ucap Arumi sambil beranjak bangun karena dia sudah selesai sarapan,tanpa perasaan bersalah dia meninggalkan Varro yang hanya bisa melongo menatap kepergian mamanya.
"Terus aku harus cari dia kemana "Gumam Varro dengan lesu.
...****************...
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju kantor Varro mencoba menerka-nerka keberadaan Flora,namun dia tidak mempunyai dugaan yang pasti.Saat lewat di depan kampus High Global Varro menghentikan mobilnya,dia mengamati dari seberang jalan dan berharap bisa melihat kehadiran Flora disana.
Lima belas menit telah berlalu tapi tidak terlihat tanda-tanda keberadaan gadis tersebut.Dengan terpaksa Varro pun melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor Hexa Food.
Begitu sampai digedung kantor miliknya Varro langsung masuk kedalam dan beberapa karyawan termasuk resepsionis menyapanya,tapi Varro seperti tidak mendengar sapaan mereka karena fikirannya terus tertuju pada Flora.
Mereka pun bertanya-tanya,ada apa gerangan dengan atasan mereka yang tampak tidak bersemangat dan juga kurang fokus.
Varro terus melangkah menuju lift begitu pintu terbuka diapun bergegas masuk.Tapi saat lift hendak tertutup tiba-tiba Jim datang menahannya dan langsung ikut masuk.
"Kenapa jam segini baru datang?"Tanya Varro pada asistennya.
Jim yang tidak menyangka jika hari ini bosnya masuk kantor menjadi kaget sekaligus malu karena ketahuan telat.
"Eh,,selamat pagi bos "Ucap Jim sedikit salah tingkah "Maaf bos,saya sedikit telat soalnya tadi jalannya agak macet ".Padahal yang terjadi sebenarnya adalah dia bangunnya kesiangan, karena semalam dia telfonan dengan Gea sampai larut malam.
"Jadi selama saya tidak masuk kantor kamu datangnya sering telat ?"Tanya Varro datar.
"Enggak bos,ini pertamakalinya saya telat,sumpah bos "Jawab Jim bersungguh-sungguh,karena memang ini adalah pertamakalinya dia datang terlambat.
Varro pun tidak berkomentar lagi selain karena pintu lift kembali terbuka ,dia juga sedang malas untuk berdebat dengan Jim.Pikirannya hanya tertuju pada Flora wajah gadis itu tidak pernah hilang dari benaknya, bahkan kemanapun dia melihat seolah-olah wajah gadis itu juga ada disana.
Jim dengan setia mengikuti langkah bosnya menuju keruang kerja,bahkan dia membuka pintu dan mempersilahkan Varro masuk kedalam.
"Kemarin siang "Jawab Varro sambil melihat-lihat setumpuk map yang terletak diatas meja.
"Lalu gimana hubungan bos sama Clara?"Tanya Jim penasaran.
Varro yang hendak meraih map mengurungkan niatnya,kini dia malah duduk bersandar sambil menatap Jim.
"Saya sudah meninggalkan dia,dan sekarang saya memutuskan untuk memilih Flora "Jawab Varro dengan lesu.
Jim merasa heran dengan sikap Varro,apalagi setelah melihat wajah bosnya sedikit pucat seperti kurang tidur.
"Ya baguslah kalau bos memutuskan buat memilih Flora,tapi kenapa bos terlihat lesu dan seperti kurang tidur begitu?"Tanya Jim.
Varro pun menghela napas pelan "Itu masalahnya,pas saya baru sampai dirumah kemarin ternyata Flora sudah meninggalkan rumah sekitar dua minggu yang lalu "Jawab Varro "Mama juga gak ngasi tahu dimana Flora berada,tadi pagi saya juga sempat bertanya sama Bik Kiky dan Pak Wan tapi mereka juga tidak tahu kemana dia perginya.Kenapa harus kayak gini sih Jim?disaat saya sudah memutuskan buat memilih dia kenapa dianya malah pergi "Keluh Varro pada asistennya.
"Sabar bos,mungkin sekarang saatnya bos harus membuktikan keseriusan terhadap perasaan bos sendiri.Jika memang bos benar-benar mencintai dia carilah Flora sampai dapat "Ujar Jim memberi saran "Saya akan mencoba mencari informasi tentang keberadaannya bos "Sepertinya Jim tahu harus bertanya kemana jika ingin tahu keberadaan gadis tersebut.
__ADS_1
"Ya Jim,bantu saya menemukan Flora,saat ini pikirannya saya kacau banget.Bahkan saya sampai kurang tidur karena mikirin hal ini,dan saya juga mengucapkan terimakasih karena kamu sudah mengungkap semua kebusukan tentang Clara "Ucap Varro dengan tulus.
"Iya bos,lagian itu memang sudah menjadi kewajiban saya "Jawab Jim dengan santun "Tapi jika bos berkenan,tolong bulan depan naikkan gaji saya ya bos "Lanjutnya sambil nyengir.
Varro pun langsung mendengus kesal.
"Buat apa kamu dapat gaji banyak-banyak,yang ada nanti kamu hambur-hamburkan dengan tidak jelas.Nanti saja saya naikkan kalau kamu sudah nikah "Ucap Varro .
"Beneran bos?kalau gitu bos secepatnya harus naikkan gaji saya,karena saya akan segera menikah"Kata Jim tampak bersemangat.
"Gayamu,emangnya siapa yang mau nikah sama kamu?pacar aja gak punya "Cibir Varro sambil membenarkan posisi duduknya,sepertinya dia bersiap untuk memeriksa setumpuk map yang sedari tadi seperti melambai-lambai minta untuk di cek.
"Yee,,,si bos gak tahu aja "
"Apa?"
"Sekarang saya tidak jomblo lagi,dan sekarang kayaknya bos sendiri deh yang jomblo "Jawab Jim sambil tersenyum penuh kemenangan "Kalau begitu saya permisi bos "Lanjutnya lagi,tanpa menunggu jawaban dari bosnya Jim bergegas pergi sambil menahan tawanya.
"Jimmy Bryannnn,,,,,"Teriak Varro kesal karena merasa dirinya sedang diledek oleh asistennya,tapi sayangnya Jim sudah menghilang dibalik pintu.
Varro hanya bisa menggerutu seorang diri,kemudian dibukanya satu persatu laporan dari berbagai divisi diperusahaannya.Awalnya dia bisa berkonsentrasi untuk mengecek setiap laporan,namun lima menit kemudian bukan tulisan yang dilihatnya melainkan wajah dan senyum Flora yang terpampang dikertas tersebut.
"Cantik dan aku merindukannya "Gumam Varro sambil mengusap bayangan tersebut.
Akhirnya dia hanya duduk melamun dan membiarkan pekerjaannya terbengkalai.
To be continue,,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
__ADS_1
Vote
💞💞💞💞