Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 26


__ADS_3

Clara menghampiri Varro yang sedang duduk dibalik meja kerjanya.


"Ngapain kamu kesini?"Tanya Varro.


Clara tersenyum manis seraya mengusap-usap bahu kekar milik Varro.Kemudian dia berjalan pelan kebelakang Varro dan merengkuh tubuh pria tersebut dari belakang.


"Karena kamu tidak menghubungiku,selain itu aku sangat merindukanmu " Ucap Clara setengah berbisik ditelinga Varro.


Sedangkan Varro yang mendapat perlakuan seperti itu hanya terdiam.Bahkan dia juga tidak menolak sikap Clara yang terang-terangan menggoda dirinya.Sepertinya Varro juga merindukan pelukan hangat dari Clara.


"Var,kita makan siang bareng yuk"Ajak Clara sambil mengurai pelukannya "Aku udah bawain kamu makanan" Lanjutnya sambil menunjuk kearah meja yang ada didekat sofa.


Varro menganggukkan kepalanya sambil beranjak bangun.Clara pun tersenyum kegirangan karena dia merasa kedatangannya tidak sia-sia.


Clara duduk disebelah Varro,dia sengaja menempel sambil memperlihatkan belahan dadanya, karena dia mengenakkan pakaian yang sangat sexy.


Lalu dia pun mengeluarkan dua kotak styrofoam,Clara sengaja membeli makanan mahal dari restoran yang terkenal.


"Nih Var,aku beli makanan kesukaan kamu "Kata Clara.


Namun Varro menatap tak berselera kearah makanan tersebut,di saat seperti ini dia malah ingat dengan masakan yang buat oleh Flora.


Melihat Varro yang tak kunjung mengambil sendok,Clara mengira jika Varro ingin di suapi.


"Sayang,kamu kenapa?aku suapin ya "


Belum sempat Varro menjawab,Clara sudah terlebih dahulu menyodorkan sendok berisi makanan.


Awalnya Varro menatap ragu kearah sendok tersebut,namun akhirnya dia pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Clara.


Sampai kemudian pada suapan yang keempat Varro pun menolak.


"Cukup,aku sudah kenyang" Ujar Varro sambil meraih air mineral.


"Yakin?tapi kamu baru makan sedikit loh sayang,nanti kalau kamu sakit gimana?" Tanya Clara sok perhatian.


"Tadi pagi aku makan banyak sewaktu sarapan,jadi sekarang aku tidak terlalu lapar "


Jawab Varro beralasan.


Clara pun menganggukkan kepalanya,kemudian dia pun makan siang sendirian dengan ditemani oleh Varro.


Tidak lama kemudian Clara pun menyelesaikan makannya,lalu dia menyandarkan kepalanya dibahu Varro.


"Kenapa kamu kembali kesini?" Tanya Varro memecah keheningan.


Clara tampak berpikir sejenak.


"Karena aku ingin kembali padamu Var,aku tahu aku salah karena sudah mengambil keputusan terburu-buru untuk pergi ke luar negeri demi karirku.Tapi nyatanya aku tidak bisa jauh dari kamu Var,jadi maafkan aku ya?kamu maukan maafin aku?".Kata Clara sambil menatap Varro.


"Lalu kenapa kamu pergi dengan seorang pria?".Tanya Varro sambil menatap lekat kearah Clara.


Sejenak Clara tampak kaget mendengar pertanyaan tersebut,namun dengan segera dia menguasai dirinya.


"Ya,,itu karena dia yang ngenalin aku sama orang-orang penting disana,lagi pula dia cuma temen aku Var,gak lebih.Lagian kamu dapat berita darimana aku pergi sama cowok keluar negeri?".Tanya Clara penasaran.


Varro menghembuskan napasnya " Dari temen kamu,namanya Velyn"Jawabnya.


"Hah?kamu kenal Velyn darimana Var?" Tanya Clara dengan expresi kaget.

__ADS_1


"Kamu gak perlu tahu itu,tapi yang jelas dia bilang kamu dekat sama pria itu" Jawab Varro datar.


"Oh my God,,terus kamu percaya gitu aja sama cerita dia Var?asal kamu tahu aja ya,Velyn itu saingan aku.Dia selalu berusaha buat ngejatuhin aku dengan cara menjelek-jelekkan aku dihadapan orang lain,kamu gak mungkinkan lebih percaya sama orang lain dibandingkan aku yang sudah lama kamu kenal?".Tanya Clara dengan nada yang dibuat sedramatis mungkin,bagaimanapun caranya dia harus bisa membuat Varro kembali kepelukannya.


'Sialan kamu Velyn,aku pikir kamu sahabat baik yang bisa nyimpan rahasia,awas aja kamu' Gumam Clara dalam hati.


Entah kenapa Varro merasa perkataan Clara masuk akal,dia tidak benar-benar mengenal wanita yang namanya Velyn,bisa jadikan dia memang hanya ingin menjelek-jelekkan Clara?.


"Terus sekarang kamu maunya gimana?" Tanya Varro.


"Aku ingin kita kembali seperti dulu Var,aku yakin didalam hatimu ini masih ada perasaan cinta untukku,iyakan?".Clara mengusap-usap dada bidang milik Varro.


"Kita liat aja nanti,aku juga perlu meyakinkan hatiku untuk kembali padamu" Ucap Varro sambil menatap wajah Clara,manik matanya tertuju pada bibir Clara yang sensual.Ingin rasanya dia mencicipi bibir itu seperti dulu yang sering dilakukannya,namun kini dia berusaha untuk menahan diri.


Namun sayangnya Clara tidak melewatkan kesempatan itu,saat wajah mereka saling berhadapan dalam jarak yang dekat dengan secepat kilat Clara ******* bibir Varro.


Sejenak Varro tersentak,namun akhirnya pertahanannya goyah karena didalam hatinya masih tertinggal perasaan sayang dan juga rindu terhadap Clara.


Clara melingkarkan lengannya dileher Varro,dan sebelah tangan Varro memegang pinggang wanita tersebut.Sejenak mereka saling menikmati ******* tersebut,sampai kemudian Clara kehabisan napas dan melepaskan pagutannya.


Tampak wanita itu tersenyum puas,dia merasa rencananya untuk kembali pada Varro akan berjalan dengan mulus.


Namun berbeda dengan Varro,sebuah perasaan bersalah muncul di dalam hatinya.Bayangan Flora pun sempat terlintas dipikirannya,namun dia menepisnya jauh-jauh saat mengingat jika dia tidak ada hubungan khusus dengan gadis ceria itu,bukankah mereka berdua hanya berteman?.


"Sebaiknya kamu pulang Ra,jam makan siang sudah selesai "Kata Varro sambil bangkit.


Clara pun ikut bangkit "Baiklah,kalau begitu aku pulang dulu,tapi besok aku bolehkan ketemu kamu?" Tanyanya.


"Terserah kamu" Jawab Varro sambil mengibaskan tangannya cuek.


Clara menahan kesal saat melihat Varro yang agak cuek,namun dia menahan diri agar tidak mengganggu rencananya.


Baru saja Varro berniat untuk memeriksa beberapa dokumen,Jim menerobos masuk ruangan tanpa mengetuk pintu.


"Jim,kalau masuk itu ketuk pintu dulu "Gerutu Varro yang terlonjak kaget karena Jim membuka pintu dengan kencang.


Namun sayangnya Jim tidak menghiraukan kekesalan bosnya,matanya memindai seluruh ruangan sampai kemudian matanya tertuju pada sampah makanan diatas meja dekat sofa.


"Wuiihh,,,ada yang habis reunian sama mantan nih "Cibir Jim "Sepertinya habis ada adegan suap-suapan juga,,ohh,,,jangan-jangan,,,"Jim tidak melanjutkan ucapannya,dan kini dia menatap penuh selidik kearah bosnya.


Varro pun mendengus kesal saat melihat expresi Jim yang dianggapnya sok tau.


"Apa?jangan mikir yang aneh-aneh kamu".Sentak Varro sambil menatap tajam kearah Jim,walaupun tadi sempat ada adegan plus-plus tentu saja dia tidak akan mau mengakuinya.


Jim mengeleng-gelengkan kepalanya "Jangan-jangan bos balikan lagi sama dia?ckck,,,sudah kuduga " Lanjutnya sambil mengusap-usap dagunya.


Varro menatap kesal kearah Jim "Kalau kamu cuma mau ganggu saya kerja,mendingan kamu keluar dari ruangan saya.Lagian kamu gak ada kerjaan apa?"Tanyanya.


"Yaa,,,sayakan penasaran bos,tuh cewek mau ngapain lagi kesini?" Tanya Jim yang masih kepo.


"Cuma makan siang,udah deh Jim gak usah kepo,mendingan selesain kerjaanmu.Emangnya kamu mau makan gaji buta?".Tanya Varro.


"Emang gaji ada matanya bos ?"Jim balik nanya dengan polosnya.


Varro mengambil sebuah hiasan diatas meja yang terbuat dari kayu dan bersiap hendak melempar kearah asistennya.


Jim yang tidak ingin kena lemparan pun segera tanggap dan langsung kabur dari ruangan bosnya.


...****************...

__ADS_1


Sikap Varro terhadap Flora masih sama seperti hari kemarin,bahkan hari ini sepulang kerja dia terkesan menghindar dari gadis tersebut.


Flora pun merasa jika ada perubahan di dalam diri pria yang diam-diam dicintainya itu,namun Flora tidak tahu apa alasan Varro berubah sejak beberapa hari ini.


Tapi Flora tidak menyerah begitu saja,saat makan malam kali inipun dia mengajak Varro makan bareng.


"Tuan,makan malam sudah siap " Seru Flora sambil mengetuk pintu kamar milik Varro.


Sesaat kemudian Varro pun membuka pintu


"Kamu makan aja duluan "Ucapnya,bahkan dia tidak menatap Flora saat bicara.


"Gak,kalau Tuan gak makan,saya juga gak akan makan malam,semalam Tuan juga bilang mau makan nanti,tapi sampai larut malam saya tungguin Tuan gak ada keluar dari kamar " Kata Flora setengah merengek.


Varro menghela napas kasar,dia tahu jika perkataan Flora bukan sekedar ancaman.Namun jika sampai Flora tidak makan terus gadis itu jatuh sakit,pasti dia habis diomeli oleh mamanya.


Akhirnya dengan terpaksa dia mengiyakan ajakan gadis tersebut.


Dengan senyum mengembang dibibir Flora duduk diseberang meja.


"Semoga Tuan suka dengan masakan saya kali ini " Ujarnya.


Varro pun mengambil nasi dan lauk,kemudian mulai menikmati makanannya.


Kini selera makannya timbul kembali,memang masakan yang dibuat Flora benar-benar enak.Bahkan jika dibandingkan dengan masakan yang dibawa oleh Clara tadi siang,baginya masakan milik Flora tetap juaranya.


"Tuan,,,boleh saya bertanya?" Kata Flora sambil menatap Varro yang sedang menunduk .


"Apa?" Tanya Varro tanpa mengangkat pandangannya.


"Saya perhatikan beberapa hari ini sikap Tuan ada yang berbeda,terkesan menghindari saya,apa saya ada salah sama Tuan?" Tanya Flora.


Varro terdiam tidak segera menjawabnya,dia pun menyelesaikan makannya.


"Cuma perasaan kamu aja,kamu gak ada salah dan saya juga baik-baik saja.Lebih baik kamu fokus selesaikan skripsi,jangan mikirin hal yang tidak penting "Ujar Varro datar,tanpa menunggu respon dari Flora dia langsung beranjak pergi dari meja makan.


Flora yang hendak berkata mengurungkan niatnya,mendadak ada perasaan sakit didalam hatinya melihat sikap Varro yang kembali terkesan dingin.


Sedangkan Varro langsung pergi menuju kamarnya.


'Maafkan saya Flo,saya hanya tidak ingin memberikan kamu harapan yang pada nantinya akan menyakitimu '.Gumam Varro dalam hatinya.


Dua insan yang Arumi harapkan akan semakin dekat jika ditinggal berdua,pada akhirnya yang terjadi tidak sesuai dengan kenyataan.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2