
Hari ini Flora memutuskan untuk berangkat kuliah,meski luka dilututnya baru mengering.Tapi jika dia izin terlalu lama,takutnya terlalu jauh dia ketinggalan materi kuliah.
Selesai mandi Flora pun langsung bersiap,kini untuk pertamakalinya dia mengenakan dres yang dibelikan oleh Arumi.Karena biasanya dia lebih suka mengenakan celana jeans dan baju kemeja maupun baju kaos.
Setelah menyampirkan tas dipundaknya Flora pun bergegas keluar kamar, lalu menuju meja makan berniat untuk sarapan.
Ternyata di meja makan sudah ada Arumi dan juga Varro.
"Selamat pagi Tante,Tuan Varro ".Sapa Flora sambil tersenyum.
"Pagi Flo,loh,,kamu pakaian rapi begini mau kemana?kuliah?".Tanya Arumi .
Sedangkan Varro sejenak tampak tertegun melihat penampilan Flora yang tidak seperti biasanya,namun dengan segera dia mengalihkan pandangannya dan bersikap acuh tak acuh.
"Iya Tante,hari ini saya mau kuliah,kalau kelamaan libur takutnya nanti saya ketinggalan materi Tan ".Jawab Flora sambil duduk dikursi.
"Baiklah,tapi jangan terlalu dipaksakan jika memang belum bisa.Sekarang sarapan yang banyak ya Flo ".Ujar Arumi penuh perhatian.
"Baik tante ".Ucap Flora.
"Varro,,,".Seru Arumi pada putranya yang sedari tadi hanya diam.
"Emm,,,,".Varro hanya berdehem karena dia sudah tahu apa yang akan dibilang sama mamanya,apalagi kalau bukan nyuruh dirinya untuk mengantar Flora ke kampus.
"Kamu antar Flora ke kampus ya Var,kasihan kan kalau dia jalan kakinya masih sakit,lagipula Pak Wan mau nganter mama keluar ".Ujar Arumi.
"Emm,,,".Lagi-lagi Varro hanya berdehem dengan malas.Tepat seperti dugaannya jika dia disuruh nganter Flora,lagian dia merasa heran,kenapa disituasi seperti ini mamanya selalu mendadak ada acara keluar.
"Kamu ini Var,diajak ngomong malah jawabannya amm,,,emm gak jelas ".Gerutu Arumi sambil menatap kesal kearah putranya.
"Iya ma,,iya,,aku bakalan anter Fauna ke kampus".Ucap Varro.
"Kenapa gak daritadi kamu jawab seperti itu,lagian namanya Flora kenapa kamu manggilnya Fauna,kamu itu selalu aja bikin mama kesal Var".Protes Arumi.
Varro pun hanya menghela napas kasar,dia lebih memilih diam daripada terus berdebat dengan mamanya.
Flora yang sedari tadi menyaksikan perdebatan antar ibu dan anak itu memilih untuk diam, dalam hatinya dia merasakan kesedihan karena selama ini dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
"Ma,aku berangkat sekarang ".Ujar Varro sambil beranjak bangun.
"Tunggulah lagi sebentar Var,biarkan Flora menyelesaikan sarapannya".Kata Arumi saat melihat makanan dipiring Flora masih tersisa setengah.
"Gak apa-apa Tante,saya juga mau berangkat sekarang ".Ucap Flora sambil ikut berdiri.
"Ya udah kalau begitu kalian hati-hati ya,jangan lupa Var,nanti anter Flora pulang kalau sudah selesai kuliah ".Kata Arumi.
Varro yang hendak protes langsung mendapat tatapan tajam dari Arumi.Akhirnya dia pun mengurungkan niatnya daripada nanti dikutuk jadi batu oleh sang mama.
"Nanti saya pulang sendiri aja Tante,kasihan kalau Tuan Varro keluar kantor hanya untuk nganterin saya pulang".Ucap Flora,dia merasa tidak enak jika merepotkan Varro.
"Gak apa-apa kok Flo,dia kan bosnya disana,jadi gak masalah kalau dia keluar dijam kerja,nanti kamu pulang kuliah jam berapa Flo? ".Tanya Arumi sambil tersenyum tanpa mempedulikan putranya yang sedang kesal.
"Hari ini pulangnya jam dua tante ".Jawab Flora.
"Ingat ya Var,kamu jemput Flora jam 2 sore ".Kata Arumi pada putranya.
Tanpa menjawab Varro pun melangkah pergi dari meja makan.Kemudian Flora pun menyusul keluar dengan langkah sedikit tertatih.
"Sikap Varro itu nurun dari siapa sih? selalu aja bikin kesal ".Gumam Arumi yang kini hanya seorang diri dimeja makan.
...****************...
Mobil yang dikendarai oleh Varro meluncur dengan kecepatan sedang menuju kampus High Global,sedangkan Flora duduk dengan tenang disebelahnya.
Sesekali Flora melirik kearah pria yang ada sebelahnya,namun yang dilirik tetap fokus memperhatikan jalanan didepan.
Hingga beberapa menit kemudian,Varro menghentikan mobilnya didepan gerbang kampus.
Flora yang menyadari jika dirinya sudah sampai ditempat tujuan pun bergegas membuka pintu mobil .
"Tunggu,,".
Flora yang hendak turun pun menoleh kearah Varro.
"Iya Tuan,ada apa?".Tanya Flora sambil tersenyum.
Varro yang melihat senyum tersebut berusaha untuk tidak terpana.
"Mana nomer ponselmu,biar nanti saya bisa menghubungi kamu pas mau menjemput ".Kata Varro dengan wajah datar.
"Apa saya tidak merepotkan Tuan?".Tanya Flora.
__ADS_1
"Sebenarnya merepotkan sih,tapi berhubung saya malas mendengar omelan mama ,jadi saya turuti aja perintahnya buat jemput kamu ".Jawab Varro dengan enteng.
"Maaf Tuan,kalau saya sudah merepotkan Tuan ".Ucap Flora sambil menundukkan kepalanya dengan lesu.
Melihat reaksi Flora seperti itu,membuat hati Varro sedikit terusik.
Apakah aku sudah keterlaluan?.Batinnya.
"Ck,,sini cepetan,,mana nomor ponselmu?entar keburu siang ".Kata Varro sambil menyodorkan tangannya meminta ponsel milik Flora.
Lalu gadis itupun menyerahkan ponselnya yang sempat dibilang batu bata oleh Varro.
Setelah berkutat beberapa saat,Varro pun mengembalikan ponsel milik Flora.
"Terimakasih Tuan karena sudah mengantar saya".Ucap Flora sebelm turun dari mobil.
Varro pun hanya menganggukkan kepalanya,kemudian dia menginjak gas dan berlalu meninggalkan Flora yang masih berdiri memandangi kepergian mobil tersebut.
...****************...
"Flora,,,".
Sebuah seruan memanggil namanya saat dia melangkah menuju gedung fakultasnya.
"Haii,,,Gea,,".Seru Flora saat melihat sahabatnya berlari kearah dirinya.
"Akhirnya kamu kembali lagi Flo,tahu gak,dua hari ini aku kesepian dikampus ".Kata Gea setelah sampai dihadapan Flora.
"Kenapa?".Tanya Flora sambil mengerutkan keningnya.
"Gara-gara kamu gak masuklah,kan kamu tahu sendiri kalau aku gak punya sahabat selain kamu,soalnya males kalau berteman dengan mereka semua ".Jawab Gea.
Orangtua Gea adalah seorang pengusaha yang tergolong sukses,kehidupan Gea pun bisa dibilang sangat mapan.Tapi gadis itu lebih memilih untuk tampil sederhana,berbanding terbalik dengan gadis-gadis yang lain.Mereka cendrung saling berlomba-lomba memamerkan kekayaan dan jabatan orangtua mereka,seringkali juga mereka menindas dan memandang rendah orang yang status sosialnya tidak setara dengan mereka.Hal itulah yang membuat Gea enggan berteman dengan mereka,dan kebetulan dia bertemu dengan Flora lalu melihat penampilannya yang sederhana membuat Gea ingin berteman dekat dengan Flora.
"Ya habis mau gimana lagi,luka dilututku ini bikin susah jalan ".Kata Flora.
"Gimana ceritanya sih,kok bisa sampai keserempet gitu ?".Tanya Gea.
Lalu Flora pun menceritakan kejadian yang menimpanya sambil berjalan menuju ruang kelas,beberapa mahasiswa lainnya memperhatikan mereka berdua.Tapi keduanya mengacuhkan dan tetap asyik bercerita.
"Terus tadi berangkat kuliahnya gimana?".Tanya Gea.
"Yang pernah kamu ceritain waktu itu?".Tanya Gea antusias.
"Iya,kadang aku gak ngerti sama sikap dia,kadang sikapnya datar,kadang cuek,tiba-tiba perhatian,,,ahhh pokoknya suka beruba-ubah gitu sikapnya ".Jawab Flora.
"Jangan-jangan dia suka sama kamu Flo ".Celetuk Gea.
"Gak mungkinlah Gea,aku yakin dia masih belum bisa melupakan masa lalunya "
"Atau kamu yang suka sama dia Flo ?"
Mendengar pertanyaan sahabatnya,Flora hanya tersenyum.
"Jadi beneran kamu suka sama,,,siapa namanya?aku lupa".Gea tampak mengingat-ingat.
"Varro "Jawab Flora masih dengan senyum menghiasi bibirnya.
"Jadi kamu beneran suka sama Varro ?"Gea memperjelas.
Flora pun menganggukkan kepalanya
" Sepertinya begitu,,hehe "
"Aku dukung kamu Flo,berjuanglah sampai titik darah penghabisan ".Ucap Gea memberi semangat.
"Haha,,,udah kayak perang aja ".Kata Flora .
Lalu mereka berdua pun tertawa bersama.
Flora memang tidak tahu pasti kapan perasaan untuk Varro tumbuh didalam hatinya,terkadang dia juga merasa tidak pantas jika dirinya bersanding dengan pria sekelas Varro.Tapi tetap saja perasaan itu terus tumbuh tanpa tahu bagaimana akhir dari perasaan itu.
...****************...
Varro yang sedang memeriksa laporan penjualan melirik jam tangannya,begitu melihat jarum jam menunjukkan pukul setengah dua sore dia pun menghentikan kegiatannya.
Varro meraih jas yang tergantung dihanger,kemudian menyambar tas kerjanya yang ada diatas meja.
Dengan bergegas dia membuka pintu ruangan,dan dia mendatangi meja sekretarisnya.
"Emy,nanti kalau Jim mencari saya,bilang kalau saya ada urusan diluar dan suruh dia menghandle pekerjaan disini ".Ujar Varro pada Emy.
__ADS_1
"Baik Tuan ".Jawab Emy mengangguk patuh.
Lalu Varro bergegas masuk kedalam lift kemudian turun ke lantai bawah.
...****************...
Flora yang baru keluar dari ruangan kelasnya,mengecek ponselnya dan ternyata ada pesan dari Varro.
Dengan mengulas senyum Flora membalas pesan dari Varro.Hal itupun tak luput dari penglihatan Gea.
"Ciee,,,dari siapa tuh?".Tanya Gea yang merasa kepo.
"Dari Tuan Varro,ternyata dia jemput aku ".Jawab Flora sambil tersenyum.
"Ya udah buruan samperin,biar gak kelamaan dia nunggu ".Suruh Gea.
"Kalau gitu aku duluan ya ".
Gea pun menganggukkan kepalanya sambil melambaikan tangannya.Setelah Flora pergi diapun berjalan menuju tempat sepeda,karena Gea lebih suka mengayuh sepeda daripada bawa mobil.
Flora yang sudah sampai didepan pintu gerbang melihat mobil Varro terparkir sekitar seratus meter,dengan jalan perlahan dia menghampiri mobil tersebut dan mengetuk kaca jendela mobil.
Varro menurunkan kaca jendela lalu menyuruh Flora masuk kedalam mobil.
"Terimakasih Tuan,sudah jemput saya ".Ucap Flora setelah duduk dan memasang seatbeltnya.
"Emm,,,,".Varro pun hanya berdehem,lalu diapun menyalakan mobil dan sesaat kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
Tidak lama kemudian,mobil yang dikendarai Varro pun sampai dirumah.
"Tuan mau balik ke kantor?".Tanya Flora saat mereka telah turun dari mobil.
"Enggak ".Jawab Varro singkat,lalu dia bergegas masuk kedalam rumah diikuti Flora.
Arumi yang melihat putranya pulang bersama Flora merasa senang.
"Nahh,,gini dong Var,,ini baru anak mama ".Ucap Arumi sambil tersenyum.
"Emang kalau aku gak gini,bukan anak mama gitu ?".Tanya Varro sewot.
"Ya anak mama juga sih Var ".Arumi terkekeh melihat anaknya yang masih kesal " Flo,kamu mau langsung makan siang atau membersihkan diri dulu ?" Tanyanya pada Flora.
"Kayaknya saya membersihkan diri dulu Tante ".Jawab Flora lalu dia pun masuk kedalam kamarnya.
Arumi mengalihkan perhatiannya pada Varro yang sedang duduk bersandar disofa.
"Var,kamu gak balik ke kantor ?".Tanya Arumi.
"Gak ma,aku capek bolak-balik "
"Halah,,alasan aja ".Cibir Arumi.
"Bukan alasan ma,aku beneran capek kalau bolak-balik ".Kata Varro yang kembali kesal.
Arumi pun tertawa kecil melihat putranya yang sedang kesal akibat ulahnya.
...****************...
Sedangkan dikantor Hexa Food Jim tampak cemberut saat mendapat kabar dari Emy kalau Varro sudah pergi karena ada urusan.
"Emang ada urusan apa sih sampai si bos gak ngabarin?".Gumam Jim yang kembali masuk kedalam ruanganya "Hhhh,,,,lama-lama sikap si bos mencurigakan "
Lalu Jim menyelesaikan pekerjaannya sambil menunggu jam pulang kantor.
To be continue,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
💞💞💞💞
__ADS_1