
"Akhh,,,"
Rayder yang hendak menindih tubuh Flora malah menjerit kesakitan, dia memegang alat vitalnya yang habis ditendang oleh Flora.
"Gadis sialann ,,"Umpat Rayder yang tampak kesakitan dengan posisi membungkuk.
Melihat Rayder yang tengah kesakitan,bergegas Flora bangkit dan berlari menuju pintu yang sedang terkunci.
"Hehe,,,mau lari kemana kamu "Ujar Rayder sambil tertawa sinis sekaligus meringis karna miliknya benar-benar terasa ngilu.
Flora yang masih diserang perasaan syok berusaha memutar knop pintu dengan kasar, tapi pintu tersebut tidak juga mau terbuka.
Tiba-tiba Rayder menarik rambut Flora dengan kasar kearah tempat tidur.
"Akhh,,,lepass,,,"Teriak Flora sambil berontak,dia merasa beberapa rambutnya tercabut .
"Sudah ku bilang diam dan turuti saja keinginanku "Bentak Rayder sambil kembali menghempaskan tubuh Flora keatas kasur,namun dengan segera gadis tersebut bangkit dan mencoba menyerang Rayder dengan tendangannya.
"Liar,,,tapi aku suka "Gumam Rayder sambil menghindari serangan dari gadis tersebut.
Penampilan Flora sudah acak-acakkan,tasnya juga sudah terlempar entah kemana.
"Stop,,jangan mendekat Ray,,aku mohon,biarkan aku pergi dari sini,dan aku akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi "Flora mencoba membujuk Rayder,dia berharap jika pria tersebut hanya khilaf sesaat.
Namun Rayder hanya tertawa sinis .
"Tidak semudah itu,apalagi aku sudah menginginkanmu sejak pertamakali kita bertemu"Ujarnya dengan sorot mata penuh nafsu "Jadi bagaimana bisa aku melepaskanmu begitu saja?"
Flora siaga saat melihat Rayder mendekatinya,namun pria itu kini lebih waspada karena dia tidak menyangka jika Flora sangat sulit untuk ditaklukkan.
Rayder sedikit menyesal karena tidak membuat Flora mabuk atau semacamnya,dia mengira jika Flora adalah gadis yang lemah dan mudah untuk dia permainkan.
Kini Rayder mencoba menangkap tubuh Flora dengan penuh perhitungan,seandainya dia bisa menangkap tubuh gadis tersebut maka dia tidak akan melepaskannya,bila perlu dia akan membuat gadis itu pingsan.
Secepat kilat Rayder mendekat dan berusaha menangkap pinggang gadis tersebut,namun Flora dengan cepat berkelit tapi naas kakinya keserimpet hingga membuat dirinya jatuh dan dahinya membentur pinggiran nakas.Seketika Flora merasa kepalanya pening,belum sempat bangun Rayder sudah terlebih dahulu menarik bahunya hingga dia berdiri.Lagi-lagi pria itu menghempaskan gadis tersebut keatas kasur,Flora merasa kepalanya berdenyut sakit.
Tidak mau membuang-buang waktu Rayder segera menindih dan mencium paksa gadis tersebut,Flora berusaha memberontak namun dia sudah banyak kehilangan tenaga.
Brakkk,,,
Rayder yang hendak merobek baju Flora sangat terkejut melihat pintu yang didobrak dari luar,dan kini dia melihat Varro dan juga Jim berdiri didepan pintu dengan raut wajah yang sulit dijelaskan.
Tanpa berkata sepatah pun Varro mendekati Rayder yang masih menindih Flora dengan wajah kaget,Varro menarik tengkuk Rayder dan tanpa basi-basi langsung memukul pria yang tengah bertelanjang dada tersebut.
Bughh,,,,
Bughh,,,
Varro menghajar Rayder dengan membabi buta,dan Rayder pun tidak mempunyai kesempatan untuk membalas pukulan tersebut.
"Tuan,,,"Seru Flora lirih dari atas tempat tidur.
Varro baru sadar saat dia mendengar suara gadis yang dicintainya.
"Jim,,urus dia "Ucapnya pada Jim,lalu dia bergegas mendekati Flora yang tampak lemas.
"Flo,,maafkan aku yang datang terlambat "Ucap Varro sambil memeluk Flora "Ada yang sakit?apa bajingan itu melakukan sesuatu padamu?"Tanyanya penuh kekhawatiran.
Flora hanya menggeleng lesu sambil memejamkan matanya dipelukan Varro,gadis itu merasa sangat lelah dan juga mengantuk.
__ADS_1
Tidak lama kemudian beberapa orang polisi datang dan menangkap Rayder dengan tuduhan pelecehan seksual.
Mulai detik ini ,Steven Mark akan menerima karmanya.Varro hanya menatap sinis kearah Rayder yang sedang digiring keluar oleh polisi.
Setelah polisi dan Rayder pergi,bergegas Varro menggendong Flora ala bridal style dan melangkah keluar dari kamar tersebut.
Varro melangkah keluar menuju mobilnya dengan diikuti oleh Jim,sampai ditempat parkir Jim bergegas membuka pintu mobil untuk Varro.
Tidak lama kemudian mobil yang dikemudikan oleh Jim meninggalkan tempat hiburan tersebut.
Sedangkan didalam Club teman-teman Rayder masih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi .
Varro tengah memandangi wajah gadis yang sedang tertidur dipangkuannya,dia mengusap-usap pipi Flora yang masih memerah akibat tamparan yang dilakukan oleh Rayder.Sesekali dia mengusap kening Flora yang juga memerah akibat terbentur,dalam hati Varro benar-benar marah karena ada orang yang berani menyakiti wanita yang dicintainya itu.
Namun dia juga mengutuk dirinya sendiri karena terlambat datang untuk menyelamatkannya.
Sekitar jam sebelas malam barulah Varro sampai dirumahnya,Arumi yang mencemaskan Flora karena sampai larut malam belum pulang tampak terkejut melihat kondisi Flora yang tampak berantakan.
"Apa yang terjadi Var?kenapa Flora bisa pulang sama kamu?"Tanya Arumi sambil mengikuti langkah anaknya menuju kamar Flora.Sedangkan Jim langsung pulang begitu Varro masuk kedalam rumah.
Dengan hati-hati Varro meletakkan Flora diatas kasur,kemudian dia membuka high heels milik Flora setelah itu dia langsung menyelimuti gadis tersebut.
Arumi hanya menyaksikan saja apa yang dilakukan oleh putranya itu,sambil menunggu jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan pada Varro.
"Dia hampir diperkosa sama Rayder Ma "Ucap Varro datar.
"Hah?kok bisa?"Arumi kaget untuk yang kedua kalinya.
Lalu Varro pun menceritakan bahwa diam-diam dia memasang alat pelacak diponsel milik Flora,hal itu dia lakukan sewaktu Flora baru kembali dari tempatnya mengabdi.Varro melakukan itu karena dia khawatir jika Flora kembali pergi meninggalkan dirinya secara diam-diam,maka terlintaslah ide untuk memasang alat pelacak diponsel milik gadis tersebut.
Makanya sewaktu Flora izin untuk pergi menemani Rayder,dia mengiyakan begitu saja permintaan gadis tersebut.Dan Varro memang sudah berencana untuk menguntit kemana perginya mereka berdua.
Namun sayangnya dia sempat terjebak macet sehingga datang sedikit terlambat untuk menyelamatkan gadis tersebut.
"Jadi gitu ceritanya Ma,semua ini ulah Rayder,dia juga anaknya Steven Mark yang dulu sudah mensabotase produk milik perusahaan kita Ma "
Ujar Varro.
Arumi yang menyimak cerita anaknya tersebut nampak geram.
"Pokoknya mama ingin dia dihukum Var "
"Mama liat aja beritanya nanti"Ucap Varro sambil tersenyum smirk.
Karena Flora sudah tidur dengan lelap,Varro memutuskan untuk membersihkan diri sebelum beristirahat.
...****************...
Esok harinya,ketika baru bangun Flora kaget saat melihat Varro tidur dibawah beralaskan kasur lipat.Dia melihat jam weker diatas meja yang sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.
Dia kembali teringat dengan kejadian semalan dimana dia dilecehkan oleh Rayder,dia juga ingat kalau Varro datang menolongnya.
Perlahan Flora turun dari atas tempat tidur,kemudian dia duduk disebelah Varro sambil memperhatikan wajah pria yang sedang terlelap itu.Dia tidak menyangka jika Varro sampai menemaninya tidur semalaman.
Namun tidak lama kemudian dia beranjak menuju kamar mandi karena kebelet,dia juga berniat untuk membersihkan diri karena merasa tubuhnya lengket.
Duapuluh menit kemudian,Flora pun keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai pakaian santai.Dia sedikit terkejut saat melihat Varro duduk bersandar ditepi tempat tidurnya.
"Tu,,Tuan sudah bangun?"Tanya Flora sedikit gugup.
__ADS_1
"Gimana?apa kamu baik-baik saja?"Tanya Varro yang terlihat jelas kalau dia sedang khawatir.
"Iya Tuan,saya baik-baik saja "Jawab Flora sambil mendekat.
"Terus itu dahi sama pipi kamu apa masih sakit?"
"Tidak Tuan,ini cuma masih bekasnya aja,nanti saya kasi salep untuk memar"Jawab Flora sambil melap rambutnya yang masih basah "Oh ya,semalam kenapa Tuan bisa ada disana?"Tanyanya sambil duduk didekat pria tersebut.
"Karena saya tahu kamu dibawa kesana "Jawab Varro singkat,dia enggan untuk menjelaskannya.
Flora pu hanya mengangguk walaupun dia masih penasaran "Lalu kenapa Tuan bisa tidur disini?"
"Karena saya khawatir sama kondisi kamu "Jawab Varro sambil menatap gadis dihadapannya itu "Mulai sekarang, kamu jangan pernah pergi dengan pria lain,kamu hanya boleh pergi sama aku aja "Ujarnya.
"Baik Tuan "Jawab Flora patuh,dia juga tidak ingin jika kejadian semalam terulang lagi " Saya juga mau mengucapkan terimakasih,karena Tuan sudah menolong saya "Lanjutnya.
"Buat wanita yang aku cintai,apapun pasti akan aku lakukan "Ucapan Varro mampu membuat Flora tersipu malu,dan Varro sangat senang melihat hal tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di hari senin, stasiun TV dipenuhi dengan berita ditangkapnya putra pemilik perusahaan G&G Food.Selain tuduhan pelecehan seksual ternyata Rayder Mark juga diduga sebagai bandar narkoba,dan dia sering melakukan transaksi di RM Club yang ternyata tempat tersebut adalah miliknya.
Berita tersebut cukup menggemparkan,Steven Mark yang merupakan ayah kandung dari Rayder Mark berusaha membantah hal tersebut.Namun bukti sudah terlalu banyak,bahkan kuasa hukumnya pun sudah tidak bisa berbuat apapun lagi.
Hal itu pun langsung membuat saham perusahaan G&G Food anjlok dalam sekejap,dan bisa dipastikan perusahaan tersebut tidak bisa diselamatkan lagi.
Ketika berita tentang Rayder masih panas-panasnya,publik kembali dikejutkan dengan dengan ditangkapnya seorang model dengan nama Clara Bellova.
Wanita itu ditangkap karena kedapatan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu,selain itu dia terbukti telah melakukan persekongkolan dengan Rayder untuk menjebak Flora.
Varro yang tengah berada diruangan kerjanya tampak tersenyum puas saat melihat orang-orang yang dulu pernah membuatnya terpuruk kini telah menuai karmanya.
"Kamu lihatkan Jim?pada akhirnya mereka hancur bersama-sama"Ujar Varro pada asistennya yang juga ikut menonton berita tersebut.
"Iya Tuan,mereka pantas untuk mendapatkan hal itu "Ucap Jim sambil tersenyum.
"Dan jangan lupa,kembalikan posisi karyawan yang dulu pernah diperalat oleh Steven,saya lihat selama ini dia tidak pernah menimbulkan masalah apapun,semangat kerjanya juga masih tetap sama seperti dulu "Ujar Varro.
"Baik Tuan "
Kemudian Varro kembali melihat berita di TV,orang-orang yang dulu pernah menyakitinya kini telah mendapatkan balasan yang setimpal.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
💞💞💞💞
__ADS_1