Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 31


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian,selesailah Flora menyusun skripsi dan tinggal menunggu lagi beberapa hari untuk sidang ujian skripsinya.


Flora keluar dari ruangan dosen pembimbingnya dengan wajah sumringah,sebentar lagi dia akan lulus dengan menyandang gelar sarjana.


"Gimana Flo?"Tanya Gea begitu melihat sahabatnya.


Flora bergegas menghampiri Gea "Semuanya lancar kok,beberapa hari lagi aku ujian"Jawabnya "Kamu sendiri gimana?"Tanyanya.


"Doakan aja deh,biar aku cepet nyusul kamu"Kata Gea sambil tersenyum.


"Pasti aku doain,yang penting kamu harus tetap semangat bikinnya "Ucap Flora.


Sejenak mereka ngobrol,sampai kemudian Gea pergi karena masih harus menemui dosen pembimbingnya.


Karena urusannya dikampus telah selesai Flora memutuskan untuk pulang,namun saat dia melihat jam diponselnya yang baru menunjukkan pukul sebelas kurang,Flora pun berniat jalan-jalan terlebih dahulu.


...****************...


Flora mengayuh sepedanya dijalanan dengan santai,dia pun tidak menentukan tujuan yang pasti.


Sampai kemudian dia merasa ada yang aneh dengan sepedanya.Flora pun langsung turun dan mengecek kondisi sepedanya.


"Yahh,,,kok rantainya bisa putus sih "Gerutu Flora,kemudian dia melihat kesekitar dan sepertinya tidak ada tempat untuk benerin sepedanya.


Karena merasa lelah akhirnya Flora duduk dipinggir trotoar,dia memperhatikan kendaraan yang berlalulalang.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didekatnya,Flora menoleh dan sepertinya dia merasa tidak asing dengan mobil tersebut.Perlahan Flora berdiri sambil memperhatikan mobil tersebut.


Kemudian pintu mobil terbuka dan turunlah Varro dengan mengenakan seragam kantornya.


Flora menatap terkesima kearah Varro yang sedang berjalan menghampiri dirinya.


"Ngapain kamu disini?"Tanya Varro.


"Ini Tuan,rantai sepedanya putus,saya gak tahu tempat benerinnya "Jawab Flora "Kok Tuan bisa ada disini?"Tanyanya.


"Saya kebetulan lewat,mau makan siang "Jawab Varro sambil memeriksa kondisi sepeda yang dibawa oleh Flora.


"Ohh,,,Tuan sendirian?"Tanya Flora.


"Enggak,saya sama Clara,tapi dia nunggu dimobil"Jawab Varro datar.


Flora pun menganggukkan kepalanya,seketika perasaan sedih kembali menyelimuti hatinya.


"Sebenarnya kamu mau kemana?"Tanya Varro sambil mengambil ponsel disaku jasnya.


"Gak kemana-mana Tuan,awalnya saya cuma mau jalan-jalan aja nenangin diri,soalnya beberapa hari lagi saya ujian skripsi dan saya merasa gugup Tuan "Jawab Flora menjelaskan.


Varro tidak menanggapi,karena dia sedang menghubungi seseorang.


Sesaat kemudian Varro menoleh kearah Flora "Kamu tunggu aja disini,nanti ada orang yang akan jemput kamu dan mengurus sepedanya"Ucap Varro.


"Baik Tuan,terimakasih "Kata Flora sambil tersenyum.


Varro hanya menganggukkan kepalanya,kemudian dia berlalu menuju mobil setelah mendengar Clara memanggil namanya.


Melihat Varro yang pergi begitu saja membuat Flora menghela napas pelan,dia kembali duduk diatas trotoar sambil menunggu orang suruhan Varro datang.


Mobil yang dikemudikan Varro pun berlalu pergi.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih ngurusin pembantu itu?"Tanya Clara,sangat terlihat jika dia tidak suka melihat Varro perhatian sama Flora.


"Gimanapun juga dia itu bagian dari penghuni rumahku Ra,nanti kalau ada apa-apa sama dia,aku juga bakalan ikut kena "Jawab Varro lembut.


"Ck,lagian juga kenapa dia malah keluyuran Var,bukankah seharusnya dia beres-beres dirumah kamu?"Clara masih tetap tidak terima.


"Dia itu bukan keluyuran,tapi habis pulang dari kampus "Jawab Varro apa adanya.


"Hah?dia kuliah Var?kok bisa pembantu kayak dia kuliah?"Kali ini Clara benar-benar terkejut,dia tidak menyangka jika orang yang dipandangnya rendah ternyata berpendidikan tinggi.


"Iya,itu karena mama aku yang membantu biaya pendidikannya "Varro tetap fokus mengemudikan mobilnya.


"Cih,,,pinter juga dia ngerayu mama kamu,pasti dia bersikap sok polos dihadapan mama kamu Var, biar mama kamu menaruh simpati pada dirinya "Cibir Clara,dalam hatinya dia sangat iri dengan Flora yang ternyata mendapatkan kasih sayang dan perhatian begitu besar dari Arumi,sedangkan dirinya tidak pernah diperlakukan istimewa oleh Arumi.Bahkan dulu Clara bisa merasakan jika Arumi tidak terlalu menyukai dirinya,apalagi sekarang setelah dia sempat menyakiti perasaan Varro,bisa dipastikan Arumi membenci dirinya.Namun Clara tetap optimis untuk bisa menaklukan hati Arumi dan mendapatkan restu dari wanita tersebut.


"Udahlah Ra,ngapain juga kamu bahas dia,liat muka kamu yang cemberut itu,bikin cantikmu ilang tahu gak "Ujar Varro mencoba meredam kekesalan Clara.


Mendengar perkataan Varro membuat Clara tidak melanjutkan omelannya.


...****************...


Flora sampai dirumah dengan diantar oleh orang suruhan Varro,begitu juga dengan rantai sepedanya yang telah seleasai diperbaiki.


Gadis itu masuk kedalam rumah dengan langkah gontai,dia membayangkan Varro yang sedang makan siang bersama Clara.


'Padahal aku sudah berusaha menghapus perasaanku pada Tuan Varro,tapi kenapa susah sekali? hhh,,,,Flora,,,Flora,,,sepertinya perasaan cintamu pada dia sudah begitu mendalam'Gumam Flora dalam hatinya.


"Flo,sudah pulang?"


Flora terlonjak kaget saat melihat Arumi sudah berdiri dihadapannya,tanpa sadar dia telah melamun.


"Eh,,udah kok Tan,tadi aku pulang lebih awal"Jawab Flora.


"Ohh,,,itu Tan,aku lagi mikirin ujian skripsi beberapa hari lagi,aku agak gugup aja Tan"Jawab Flora,tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya pada Arumi.


"Tante kira kenapa,kamu gak usah khawatir percaya aja sama diri kamu sendiri Flo,kamu pasti bisa "Ujar Arumi yang percaya begitu saja.


"Iya Tan,aku akan berusaha sebaik mungkin "Kata Flora sambil tersenyum.


Lalu Arumi pun menyuruh Flora untuk makan siang.


...****************...


Malam harinya,untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau dan gelisah,Flora pergi kedapur untuk membuat minuman.


Dia merebus daun teh bersama dengan sepotong kayu manis,setelah mendidih dia menyaringnya dan menambahkan beberapa sendok gula.


Flora memilih duduk dimeja makan untuk menikmati minuman yang diraciknya,sambil sesekali dia menghirup aroma teh bercampur kayumanis.Hal itu membuat perasaannya menjadi sedikit lebih tenang.


Suasana rumah tampak sunyi,Flora melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


Flora kembali menyesap minumannya,namun dia terkejut saat melihat Varro datang menghampirinya.


"Tuan belum tidur?"Tanya Flora.


Varro hanya menggelengkan kepalanya sambil matanya menatap cangkir yang sedang dipegang oleh Flora,benaknya bertanya-tanya minuman apakah yang ada dicangkir tersebut karena dia bisa menghirup aroma kayumanis yang berasal dari cangkir tersebut.


Varro duduk diseberang meja,dia membuka tudung saji dan melihat menu makan malam yang sudah dingin.


"Tuan mau makan?"Tanya Flora,dia teringat jika saat makan malam Varro tidak datang ke meja makan.

__ADS_1


"Iya,aku lapar "Jawab Varro datar,saat dia hendak mengambil piring dengan segera Flora mencegahnya.


"Tunggu Tuan,biar saya panaskan dulu makanannya"Kata Flora sambil beranjak bangun.


Akhirnya Varro pun membiarkan apa yang ingin dilakukan oleh Flora.


Beberapa menit kemudian Flora selesai memanaskan makanan,dia kembali menghidangkan diatas meja.Setelah selesai,Flora kembali duduk untuk menghabiskan minumannya,sedangkan Varro menikmati makanan dipiringnya.


"Tuan kenapa suka sekali makan jam segini?bukannya gak baik makan berat kalau sudah mulai larut malam?"Tanya Flora.


Varro menelan makanannya sebelum menjawab "Saya habis makan gak langsung tidur kok,nunggu makanannya dicerna dulu "Jawab Varro.


Flora pun manggut-manggut tanda mengerti.


"Oh ya,saya mau nanya,Tuankan pernah kuliah,pasti juga udah pernah ngerasain ujian skripsi,apa ujiannya itu susah Tuan?"Tanya Flora sambil menatap Varro.


Sejenak Varro terdiam,entah kenapa jiwa jahilnya bangkit kembali.Kemudian Varro menatap Flora dengan raut wajah yang serius.


"Sangat,,,sangat sulit,ujian yang ini berbeda,kamu ngelakuinnya itu sendiri dalam ruangan yang tertutup.Terus dosen pengujinya itu biasanya yang killer,pokoknya mereka itu membuat kamu terintimidasi,salah sedikit aja kamu dipastikan gagal.Dan kamu tahu apa artinya jika gagal?itu artinya kamu gak lulus "Ujar Varro dengan raut wajah meyakinkan.


"Yang benar Tuan?"Tanya Flora dengan mata melotot sebab terkejut.


Varro mengangguk tegas "Buat apa saya berbohong,gak ada untungnya "Jawab Varro.


"Ya ampun,,aku bisa gak ya "Keluh Flora sambil mengacak rambutnya frustrasi.


Sedangkan Varro yang melihat reaksi Flora berusaha menahan tawanya,dia pun menjejalkan makanan ke mulut agar tawanya tidak pecah.


Flora merasa down usai mendengar cerita Varro.Kemudian dia menyesap minumannya yang mulai dingin berharap suasana hatinya menjadi tenang.


"Bahkan sekarang minuman ini pun tidak bisa menenangkanku "Ucap Flora dengan lesu.


"Memangnya itu minuman apa?apakah itu minuman keberuntunganmu?"Tanya Varro yang sudah selesai makan.


"Ini minuman teh dicampur dengan kayu manis Tuan,biasanya saya merasa sedikit lebih tenang jika menghirup aroma kayu manis "Jawab Flora "Tapi sayangnya gak ada yang menjual minuman seperti ini,seandainya aja ada yang menjual pasti saya tidak perlu repot-repot meracik, saat menginginkannya tinggal beli aja yang kemasan"Lanjutnya.


Varro hanya diam mendengar perkataan Flora,dalam hatinya dia sedikit menyesali perbuatannya yang sudah membuat Flora tampak down dan khawatir.


Setelah Flora menghabiskan minumannya gadis itupun pergi ke kamarnya,sepertinya dia sudah merasa mengantuk.


Sedangkan Varro masih duduk dimeja makan,entah apa yang dipikirkan oleh pria tersebut.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote


💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2