Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 45


__ADS_3

Rayder yang baru selesai menemui Clara disebuah hotel,kini tengah mengendarai mobilnya sambil memikirkan permintaan dari wanita tersebut.


Dulu sebelum Varro resmi menjadi kekasih Clara,sebenarnya Rayder juga sempat mendekati wanita tersebut.Namun sayangnya Clara lebih memilih Varro dibandingkan dirinya,sejak saat itulah Rayder tidak pernah menghubungi maupun menemui Clara lagi.Dia terus melakukan kesenangannya yaitu berpetualang dari wanita satu ke wanita lainnya.


Dan kini ternyata dia mendapat permintaan yang tidak terduga dari wanita tersebut,permintaan yang mengejutkan sekaligus memacu adrenalinnya.


...****************...


Sehabis makan siang Flora bersantai diruang keluarga,belakangan ini dia tidak mempunyai kegiatan apapun selain bersih-bersih rumah dan membantu Bik Kiky di dapur.


Ponsel yang sedari tadi tergeletak disebelahnya tiba-tiba bergetar tanda ada panggilan masuk.


Segera Flora mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Ray,apa kabar?"Tanya Flora


"Kabar baik Flo,kok tumben no kamu aktif?tau gak aku telfon-telfon kamu beberapa bulan lalu tapi gak pernah tersambung,aku juga gak pernah liat kamu lagi,sebenarnya kamu kemana aja sih selama ini?"Rayder nyeroscos begitu saja dari seberang telfon.


"Haha,,maaf,,maaf,,beberapa bulan ini aku ada kesibukan,ceritanya panjang "Jawab Flora sambil tertawa "Oh ya,ada apa kamu nelfon?"Tanyanya.


"Pengen ngobrol aja sih,kamu sibuk gak?gimana kalau kita bertemu diluar sambil nongkrong dimana gitu,lagian udah lama juga kita gak ketemu "


"Emm,,boleh deh,aku juga lagi suntuk di rumah"Jawab Flora mengiyakan.


"Oke deh,kalau gitu kita langsung aja ketemu di cafe Diamond,biar deket "


"Baiklah,kita ketemu disana "


Lalu panggilan pun terputus.


Flora mematikan TV lalu beranjak menuju kamarnya untuk bersiap.


...****************...


Taxi yang ditumpangi oleh Flora berhenti di depan Cafe Diamond,setelah merapikan bajunya bergegas dia masuk kedalam cafe.


Flora mengedarkan pandangannya,sampai kemudian dia melihat Rayder yang duduk didekat kaca melambaikan tangannya.


Dengan tersenyum Flora mendekatinya dan langsung duduk dihadapan pria tersebut.


"Maaf,udah lama nunggunya?"Tanya Flora.


"Belum, baru aja aku sampai"Jawab Rayder sambil memperhatikan wajah Flora yang dirasanya semakin cantik.


Lalu seorang pelayan menghampiri mereka dan menyodorkan buku menu.


"Kamu mau pesan apa?"Tanya Rayder,bukannya membuka buku menu dia malah bertanya pada Flora.


"Emm,,,aku pesan coklat milkshake "Ucap Flora sambil mengembalikan buku menu pada pelayan.


"Kalau gitu aku pesan caffe latte "


Pelayan itupun mencatat pesanan mereka berdua.


Sambil menunggu pesanan datang mereka pun kembali ngobrol.


"Jadi kemana aja selama ini kamu pergi?"Tanya Rayder penasaran.


"Aku ngajar disebuah sekolah dasar yang terletak didesa terpencil "Jawab Flora.


"Kok bisa?"


Lalu Flora pun menceritakan semuanya pada Rayder,dan pria itupun mendengarkan dengan seksama.

__ADS_1


"Hebat,,,jarang ada wanita yang mau bersusah payah pergi ke tempat seperti itu,apalagi tanpa bayaran "Puji Rayder sambil menggeleng pelan,kentara sekali jika dia sangat mengagumi gadis yang ada dihadapannya.


"Hebat apanya?aku cuma cari pengalaman aja kok "Ucap Flora merendah.


"Gak,aku tumben liat wanita kayak kamu Flo,udah cantik,tangguh,mandiri,kamu itu paket komplit pokoknya "Rayder tidak mau berhenti memuji Flora.


"Udah deh,entar kepalaku tambah besar nih "


Lalu mereka berdua pun tertawa.


Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang,sejenak mereka terdiam karena sibuk mencicipi minuman masing-masing.


"Em,,Flo,aku boleh minta tolong gak sama kamu?"Rayder bertanya dengan hati-hati.


Flora menatap Rayder sejenak "Minta tolong apa?"


"Gini,dua hari lagi pas malam minggu teman aku ada ngadain party gitu,nah mereka yang kesana itu semuanya membawa pasangan,jadi aku mau minta tolong sama kamu buat nemenin aku ke party itu,gimana?"Tanya Rayder penuh harap.


Sejenak Flora berpikir "Emangnya harus bawa pasangan ya?"Tanyanya.


"Iya,soalnya ini acara ulang tahun temenku,jadi yang datang kesana harus membawa pasangan,tapi berhubung aku tidak punya jadinya aku minta tolong sama kamu,gimana?mau ya"Ucap Rayder sambil memelas.


Flora masih menimbang-nimbang dalam hatinya,selama ini dia belum pernah datang ke acara pesta.Tapi apa Varro akan mengijinkan dirinya pergi?.


"Em,,baiklah,tapi sekali ini aja ya "Akhirnya Flora mengiyakan permintaan Rayder,dia merasa jika Varro pasti mengijinkannya karena Rayder hanyalah sebatas teman bagi Flora.


"Serius?kamu beneran mau nemenin aku kesana?"Tanya Rayder meyakinkan dengan nada tak percaya.


"Iya beneranlah,lagian kitakan berteman jadi wajarlah saling bantu "Jawab Flora sambil tersenyum.


"Terimakasih ya Flo,dan aku juga minta maaf karena sudah merepotkanmu "Ujar Rayder "Nanti aku jemput kamu dan kita ke tempat pestanya bersama-sama "Lanjutnya.


Flora pun mengangguk setuju.


...****************...


Varro yang bersiap hendak pulang tengah membereskan beberapa berkas diatas meja,setelah semuanya rapi dia pun meraih jasnya yang tersampir disandaran kursi.


Namun begitu dia hendak melangkah keluar,ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk.


Dia mengernyit keheranan saat melihat sebuah nomor baru mengirim beberapa foto,karena penasaran dia pun membuka pesan tersebut.


Mendadak tangannya mengepal dan raut wajahnya menjadi kesal.


Bergegas dia berjalan keluar,bahkan dia juga mengabaikan sapaan dari karyawannya yang juga bersiap hendak pulang.


Saat ini Varro hanya ingin agar segera sampai dirumah.


...****************...


Saat makan malam berkali-kali Varro menatap kearah Flora,namun sayangnya gadis tersebut malah fokus dengan makanan yang ada dipiringnya.


Selesai makan malam, seperti biasa Flora akan membantu Bik Kiky untuk membereskan piring yang kotor.


Sedangkan Varro yang sudah tidak sabar untuk menanyakan sesuatu pada Flora nampak gelisah.Akhirnya sambil menunggu Flora menyelesaikan kegiatannya dia duduk diruang keluarga sambil menonton TV.


"Loh,kok tumben habis makan malam kamu duduk disini Var?biasanya kamu langsung ke kamar atau pergi ke ruang kerja papamu "Tanya Arumi keheranan.


"Gak apa-apa kok ma,cuma lagi pengen aja duduk disini bareng mama "Jawab Varro sambil duduk disebelah mamanya.


"Halah,paling juga sebenarnya kamu lagi nungguin Flora "Ejek Arumi.


"Ck,mama apaan sih "Ucap Varro.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Arumi pun pergi ke kamarnya.


"Mama mau istirahat dulu ya Var "Ujar Arumi sambil beranjak bangun,bertepatan dengan itu Flora pun muncul dari arah dapur "Itu yang kamu tunggu udah datang "Bisik Arumi sebelum berlalu.


Varro pun menoleh kearah gadis tersebut.


"Flo,,sini "Panggil Varro datar.


Dengan patuh Flora mendekat tapi dia tidak langsung duduk,benaknya bertanya-tanya saat melihat sikap Varro yang kembali datar.


"Duduk "


Lagi-lagi Flora mengangguk patuh.


"Ada apa Tuan?"Tanyanya.


"Tadi siang kamu kemana?"Varro mulai menginterogasi sambil menatap Flora penuh selidik.


"Em,,saya cuma pergi ke cafe Diamond Tuan"Jawab Flora.


"Ngapain kamu kesana?"


"Nongkrong aja Tuan sambil ketemu temen,memangnya ada apa?"Tanya Flora penasaran.


"Temen kamu itu pria apa wanita?"


"Pria,namanya Rayder Mark Tuan "Jawab Flora dengan jujur.


Ternyata dia berkata jujur.Gumam Varro dalam hati.


"Kalian berdua ngobrolin apa aja?"


"Banyak Tuan,ah iya,dia ngajak saya buat nemenin dia ke pesta Tuan,katanya temen dia ada yang ulang tahun,terus dia gak punya pasangan untuk diajak kesana,jadi dia minta tolong sama saya buat nemenin dia ke pesta itu"Jawab Flora menjelaskan.


Varron mengerutkan dahinya mendengar keterangan dari Flora.


"Terus kamu terima ajakan dia?"Tanya Varro dengan nada tidak suka.


"Iya Tuan,soalnya saya kasihan sama dia "Jawab Flora dengan polosnya "Gak apa-apakan Tuan?saya juga sudah terlanjur janji sama dia"Lanjutnya.


Varro tidak segera menjawab,terlihat dia tengah memikirkan sesuatu.Dia teringat dengan foto yang dikirim ke ponselnya beberapa jam yang lalu,difoto tersebut tampak Flora duduk saling berhadapan dengan seorang pria,dan Varro juga tahu jika pria itu adalah Rayder.


"Baiklah,kamu boleh pergi ke pesta itu tapi ingat jaga diri kamu baik-baik"Ujar Varro .


"Terimakasih Tuan "Ucap Flora sambil tersenyum.


Lalu Varro beranjak bangun dan berniat pergi ke ruang kerja papanya,dia pun meninggalkan ruang keluarga dengan mengulas senyum smirk yang tidak disadari oleh Flora.


To be continue...


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote

__ADS_1


💞💞💞💞


__ADS_2