
Dua orang gadis tengah duduk sambil menikmati makanan di cafe Diamond.
"Sumpah ya,dosen pembimbingku itu nyebelin banget "Keluh Gea di sela-sela makannya.
"Emang kenapa?"Tanya Flora penasaran.
"Masak aku revisi lagi Flo,padahal tinggal satu bab lagi "Jawab Gea dengan cemberut.
"Ya semangat ya Ge,lagian cuma tinggal satu bab lagikan"Flora memberi semangat.
Gea membalas dengan anggukkan kepala,lalu mereka pun membahas hal lain.
Begitu asyiknya mereka berdua ngobrol sampai tidak menyadari jika ada seseorang yang menghampiri meja mereka.
"Kebetulan saya liat kamu disini ".
Sontak mereka berdua menoleh kesumber suara.
"Nona Clara "Ucap Flora keheranan.
Sedangkan Gea menatap bingung sekaligus tidak suka kearah Clara.
"Ada apa ya?"Tanya Flora tampak tenang.
"Saya peringatin kamu,sebaiknya kamu gak usah dekat-dekat dengan Varro,dan satu hal lagi,berhenti bersikap sok polos dihadapan Tante Arumi "Ujar Clara sambil memandang tajam kearah Flora,dia mencoba untuk mengintimidasi lawan bicaranya.
Namun sayangnya Flora masih terlihat tenang.
"Apa hak nona ngelarang saya?"
"Karena saya adalah tunangan Varro,selain itu kami juga akan segera menikah,sebaikanya kamu jauhi dia atau sekalian saja keluar dari rumah itu.Jangan pikir saya gak tahu kalau kamu menyukai Varro,seharusnya kamu itu mikir,pembantu kayak kamu gak pantas bersanding dengan pria seperti Varro"Jawab Clara dengan angkuh.
Gea yang tidak terima sahabatnya direndahkan langsung bangkit pasang badan "Heh,jaga ucapan anda ya,jangan mentang-mentang kaya terus bisa seenaknya ngerendahin orang lain"Ucap Gea sambil menunjuk-nunjuk Clara dengan emosi.
"Saya tidak ada urusan dengan kamu,sebaiknya kamu diam "Ucap Clara sambil menoleh Gea sekilas.
Merasa dirinya dianggap remeh membuat Gea tidak terima,namun saat hendak membalas ucapan Clara dia melihat Flora yang menggeleng pelan kearahnya.
Kemudian perlahan Flora bangkit dan berdiri sejajar dengan Clara,terlihat gadis itu sangat percaya diri.
"Saya tidak mengerti apa yang nona pikirkan saat ini,tapi melihat nona yang tiba-tiba datang nyamperin saya kesini lalu menyuruh saya untuk menjauhi Tuan Varro,saya jadi berpikir jika nona merasa tersaingi karena kehadiran saya.Apa nona tidak mempunyai kepercayaan diri untuk mendapatkan Tuan Varro kembali?"Tanya Flora dengan senyum mengejek "Terus jika saya tidak mau menjauhi Tuan Varro gimana?apa yang akan nona lakukan?"Tanyanya sambil bersedekap.
Melihat Flora yang seakan menantang dirinya,membuat wajah Clara memerah menahan emosi.
Gea yang tidak pernah melihat gaya Flora seperti itu dibuat kagum oleh sahabatnya,sedangkan beberapa pengunjung cafe lainnya yang kebetulan berada disana menonton pertengkaran tersebut,bahkan ada juga yang memvidiokan adegan tersebut.Bisa dibilang jika Clara adalah orang yang ceroboh,padahal dia adalah seorang model yang cukup terkenal seharusnya dia bisa menjaga imagenya dihadapan publik.
__ADS_1
"Liat aja nanti,kamu tidak akan pernah bisa ngelawan saya "Kata Clara tajam.
Flora menyunggingkan senyum tipis "Apa nona mau menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan saya?ckckck,,,murahan sekali "Ucap Flora tenang "Lagi pula saya heran,bukankah dulu nona sudah meninggalkan Tuan Varro,terus kenapa sekarang mau kembali lagi?kenapa gak teruskan saja berkarir diluar negeri? aaaa,,,jangan-jangan nona kembali kesini karena disana nona terkena skandal? "Flora terus memprovokasi Clara tanpa takut sedikitpun.
Mendengar pertanyaan Flora,sejenak wajah Clara memucat dan hal itu tidak luput dari pandangan Gea.
"Jangan bicara sembarangan kamu,saya kesini cuma mau memperingatkan kamu,jangan main-main sama seorang Clara Bellova,atau kamu akan rasakan akibatnya "Sentak Clara.
"Saya tidak takut"Jawab Flora,awalnya wajah dia terlihat tenang namun sekarang berubah datar dan tampak dingin.
Clara yang tidak bisa menahan emosi karena merasa dirinya dikalahkan oleh orang rendahan,secepatnya dia melayangkan tamparan ke wajah Flora.Namun sayang tamparan itu tidak berhasil,karena secepat kilat Flora menangkis dan menangkap pergelangan tangan Clara,bahkan dia sedikit mengeratkan cekalannya sampai Clara meringis.
"Lepaskan,,!dasar gadis sialan "Pekik Clara sambil berusaha melepaskan tangannya,namun Flora enggan melepaskannya dan malah menatap Clara sambil menyunggingkan senyum sinis.
Lagi-lagi Gea dibuat terpengarah dengan sikap Flora yang tidak pernah dilihatnya.
Clara yang semakin dibuat emosi mencoba menjambak rambut Flora dengan tangan kirinya,namun kembali ditangkap dengan mudah oleh Flora dan langsung melepaskannya dengan sedikit sentakan, hal itu membuat tubuh Clara terhuyung hampir menabrak meja yang ada dibelakangnya.
Sedangkan orang-orang disana menonton kejadian tersebut dengan tegang,bahkan ada yang melihatnya sambil sesekali menyuapkan makanannya,mungkin berasa nonton film action di bioskop.
Clara meringis sambil memijit-mijit pergelangan tangannya.Dia tidak menyangka jika Flora seberani itu terhadap dirinya.
"Awas kamu ya,saya akan pastikan kalau Varro hanya akan menjadi milikku dan tunggu pembalasan dari saya " Ancam Clara lalu bergegas pergi dari cafe tersebut.
Sorak penuh ejekan mengiringi kepergian model tersebut,wanita itu tak henti-hentinya mengutuk Flora dalam hati karena dianggap sudah mempermalukan dirinya dihadapan orang banyak.
"Kamu gak apa-apa Flo?"Tanya Gea dengan khawatir.
Flora pun tersenyum "Gak apa kok Ge,kamu gak usah khawatir "Jawabnya santai.
"Aku gak nyangka loh kamu bisa seperti itu,kena mental tuh mak lampir "Ujar Gea,lalu mereka berdua pun tertawa bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Flora bangun tidur lebih awal,dia terus mengafirmasi dirinya sendiri dengan kalimat-kalimat positif.Bahkan dari semalam dia berusaha meredam kegugupannya.
Ternyata hari ini tiba juga,dimana dia melakukan ujian skripsi agar dirinya bisa menyandang gelar sarjana.
Dengan memakai rok warna hitam dan jas almamater,Flora keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan.
Disana sudah ada Arumi dan juga Varro yang baru mulai sarapan.
Flora menoleh kearah Varro,namun sayangnya pria itu tidak mempedulikan kehadiran dirinya.Flora merasa jika sikap Varro kembali dingin dan cuek sejak insiden dirinya dilabrak oleh Clara.Flora menduga jika wanita itu pasti mengadu yang tidak-tidak terhadap Varro.
"Flo,sini sarapan bareng,biar nanti tambah semangat pas ditanyain sama dosennya "Ajak Arumi sambil tersenyum.
__ADS_1
Flora menganggukkan kepalanya sambil duduk disebelah Arumi.
Beberapa saat kemudian Varro beranjak bangun,sepertinya dia berniat untuk berangkat ke kantor.
"Ma,aku berangkat ke kantor dulu "Pamit Varro.
"Emm,,,,"Arumi hanya berdehem cuek,sepertinya terjadi perang dingin antara ibu dan anak tersebut.
Varro yang melihat sikap mamanya seperti itu tidak mau ambil pusing,dia meneruskan langkahnya keluar rumah menuju garasi.
"Ck,,kebodohan anak itu nurun dari siapa sih"Gerutu Arumi saat Varro telah pergi.
Wanita itu kembali melanjutkan sarapannya, begitu juga dengan Flora yang sedari tadi hanya diam.
Selesai sarapan Flora bersiap berangkat agar tidak telat,Arumi pun menyuruh Pak Wan mengantar Flora ke kampus karena tidak mungkin gadis itu membawa sepeda.
Pak Wan pun dengan senang hati mengiyakan perintah majikannya.
Sebelum berangkat Arumi memeluk Flora sambil memberinya semangat.
"Semangat ya,pokoknya kamu harus fokus dengan ujiannya,yakin sama diri kamu sendiri dan jangan memikirkan hal yang tidak penting"Nasihat Arumi sambil mengelus-ngelus kepala Flora.
Gadis itupun menganggukkan kepala dalam pelukan Arumi.
"Makasih Tante,aku akan berusaha dengan maksimal "Ucap Flora sambil mengurai pelukannya.
Lalu Flora pun berangkat kuliah dengan lebih semangat.
...****************...
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
__ADS_1
💞💞💞💞