Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 16


__ADS_3

Hari ini Flora memutuskan untuk kembali ijin kuliah,setidaknya sampai lukanya mengering.Lagipula,Arumi pasti juga akan melarangnya untuk pergi ke kampus dengan kondisi seperti ini.


Setelah bangun tidur dan mencuci muka,Flora menghampiri Bik Kiky yang sedang ada didapur.


"Bik,boleh gak aku bikin bekal makan siang buat Tuan Varro ?".Tanya Flora begitu sampai di dapur.


"Aduuhh,,,,jangan dulu ya nak,nanti kalau nyonya tahu Nak Flora banyak gerak nanti saya bisa dimarahi ".Ujar Bik Kiky melarang.


"Bibik gak akan dimarahi kok,nanti aku sendiri yang akan bilang sama Tante Arumi,lagian aku juga bosen kalau cuma diam terus Bik ".Kata Flora memelas.


Bik Kiky pun menghela napas sebelum akhirnya mengiyakan permintaan Flora.


Kemudian dengan penuh semangat dia membuat bekal makan siang untuk Varro,sedangkan Bik Kiky kembali melanjutkan kegiatannya membuat sarapan.


Pukul tujuh,Varro turun dari kamarnya dengan berpakaian rapi,jas warna abu-abu melekat pas ditubuhnya yang atletis.Dia pun berjalan menuju ruang makan berniat untuk sarapan.


Ternyata Arumi sudah terlebih dahulu ada dimeja makan.


"Pagi Ma".Ucap Varro sambil tersenyum,lalu menghempaskan pantatnya di kursi.


Arumi membulatkan matanya sambil menatap putranya dengan pandangan tak percaya.


"Mama kenapa?".Tanya Varro saat melihat mamanya terdiam sambil menatap dirinya keheranan.


"Ini beneran kamu Var?kamu sudah sembuh?".Tanya Arumi dengan heboh.


"Sembuh?emang kapan aku sakit ma?".Varro tidak mengerti maksud pertanyaan mamanya.


"Iya,emang bukan tubuhmu sih yang sakit Var,tapi hatimu,dan melihat pagi ini kamu tersenyum sambil mengucapkan salam sama mama,ya mama pikir sakit hatimu itu sudah sembuh alias move on,habis selama beberapa bulan belakangan ini sikap kamu itu cuek Var".Jawab Arumi sambil tersenyum.


"Ck,mama berlebihan".Ucap Varro sambil mengunyah makanan.


"Yaa,,kan mama cuma merasa senang aja Var jika seandainya kamu sudah benar-benar bisa melupakan wanita itu ".Ujar Arumi.


'Gak semudah itu ma '.Batin Varro.


Kemudian munculah Flora dari dapur sambil membawa sebuah kotak makan,dia berjalan tertatih mendekati meja makan.


"Selamat pagi Tante dan Tuan Varro ".Sapa Flora sambil tersenyum.


"Pagi Flo,loh,,kok kamu dari dapur?habis ngapain?bukannya kamu harus istirahat dulu?".Tanya Arumi terdengar panik.


Sedangkan Varro hanya diam,seperti tak peduli.


"Saya cuma merasa bosan aja dikamar tante,jadi saya kepikiran untuk buatin Tuan Varro makan siang ".Jawab Flora.


"Ohh,,,tapi kamu jangan capek-capek dulu ya,biar lukanya cepet kering ".Ujar Arumi.


"Iya Tante,,".Ucap Flora "Tuan Varro,ini saya buatkan bekal makan siang sebagai bentuk rasa terimakasih saya pada Tuan,karena kemarin sudah nolong saya ".Ujarnya pada Varro sambil mengulurkan kotak makan siang tersebut.


Sejenak Varro menatap bungkusan yang diulurkan oleh Flora,sampai akhirnya dia menerima bungkusan tersebut setelah kakinya yang dibawah meja ditendang oleh Arumi.


"Makasih ya Flo sudah buatin Varro bekal,kamu sudah sarapan?kalau belum sini gabung sama tante ".Ajak Arumi.


"Saya sudah sarapan tadi didapur tante ".Jawab Flora sambil tersenyum,dalam hatinya dia merasa sangat senang karena makanan buatannya diterima oleh Varro.


Sampai akhirnya Varro menyelesaikan sarapannya,dia pun beranjak bangun sambil menyambar bungkusan yang diberikan oleh Flora tadi.


"Ma,aku berangkat dulu ".Ujar Varro sambil berlalu,tanpa sekalipun dia menoleh kearah Flora.


"Iya,,hati-hati ya Var ".Ucap Arumi,lalu menoleh kearah Flora yang masih menatap kepergian Varro " Flo,sebaiknya sekarang kamu minum obat kemudian istirahat ya,jangan pikirin pekerjaan rumah,yang penting kamu sembuh dulu " Ujarnya pada Flora.


"Baik Tante,kalau gitu saya ke kamar dulu ".


Lalu dengan jalan perlahan Flora masuk kedalam kamarnya.


...****************...


Jim yang melihat kedatangan bosnya dengan segera menghampiri Varro.

__ADS_1


"Selamat pagi bos ".Sapa Jim sambil mengiringi langkah Varro menuju lift.


"Pagi juga,kamu baru datang?".Tanya Varro sambil melirik sekilas asistennya.


"Iya bos,,hehe,,,tadi saya bangunnya sedikit kesiangan ".Ucap Jim sambil nyengir.


Disaat bersamaan pintu lift pun terbuka.


"Tumben kamu bangun kesiangan".Ucap Varro begitu mereka ada di dalam lift.


"Ada yang menganggu pikiran saya bos ".Kata Jim.


"Emang apa yang mengganggu pikiran kamu sampai membuat kamu bangun kesiangan ?".Tanya Varro.


"Emm,,itu bos,cewek yang ada dirumah bos,,hehe ".Jawab Jim dengan jujur.


Varro pun langsung membulatkan matanya mendengar perkataan asistennya.


" Maksud kamu si Fauna?memangnya kenapa dengan dia?".Tanya Varro penasaran.


Kini mereka telah keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruang kerja milik Varro.


"Bukannya nama dia Flora bos?".Jim balik bertanya.


"Ck,,suka-suka aku mau manggil dia apa Jim ".Kata Varro sambil masuk kedalam ruangannya setelah dibukakan pintu oleh Jim.


Varro pun langsung duduk dibalik meja kerjanya,sedangkan Jim berdiri didepan meja berniat memberitahukan jadwal hari ini pada Varro.


"Jadi apa yang membuat kamu memikirkan si Fauna?".Tanya Varro,rupanya dia masih penasaran.


"Karena dia cantik bos,dan sepertinya saya menyukai dia ".Jawab Jim dengan sedikit malu-malu.


"Ohhh,,,".Varro pun manggut-manggut mendengar jawaban Jim.


"Jadi apa saya boleh dekati dia Bos?".Tanya Jim sambil tersenyum penuh harap.


"Tidak boleh ".Ucap Varro singkat.


"Tapi kenapa Bos?".Tanya Jim dengan muka memelas.


Baru saja dia ingin pendekatan dengan cewek,ehh,,,si bos malah nggak ngebolehin,kalau gini terus bisa-bisa dia jadi perjaka tua.


"Gak apa-apa,cuma gak boleh aja ".Jawab Varro acuh tak acuh.


Tiba-tiba sebuah pemikiran melintas dibenak Jim,


"Apa jangan-jangan bos suka ya sama Flora ?".Tebak Jim.


"Ck,,udah berhenti membahas hal yang gak penting,sekarang kasih tahu saya apa jadwal hari ini ?".Tanya Varro mengalihkan pembicaraan.


"Jadi bener kalau bos,,,,,,".


Perkataan Jim pun terputus saat melihat tatapan membunuh dari bosnya.


"Kamu mau jadi pengangguran Jim ?".Ancam Varro.


"Enggak bos ".Jawab Jim cepat "Jadi jadwal hari ini adalah kunjungan ke pabrik bos,kan rencananya kemarin tapi batal,jadi sekarang aja kita kesana "Kata Jim.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang saja,biar pas makan siang kita sudah ada dikantor ".Ajak Varro.


Jim hendak bertanya,namun mengurungkan niatnya saat melihat bungkusan makan siang yang terletak diatas meja.


"Baik bos,kalau begitu kita berangkat sekarang ".


Lima menit kemudian,mereka berdua pun meluncur menuju pabrik makanan dan minuman ringan milik Hexa Food.


...****************...


Tepat ketika jam makan siang,Varro dan Jim telah kembali ke kantor Hexa Food.

__ADS_1


"Bos saya mau keluar makan siang sebentar ".Ucap Jim saat bosnya sudah keluar dari dalam mobil.


"Ya sudah sana ".Kata Varro lalu berjalan masuk kedalam kantor.


Setelah mendapat ijin dari bosnya,Jim pun kembali pergi untuk mencari makan siang.


Selama dalam perjalanan mencari makan siang,Jim kembali kepikiran tentang Flora.


"Apa sebenarnya si bos suka ya sama Flora tapi dia malu mengakui?tapi apa iya dia sudah bisa melupakan Clara? ".Jim terus menerka-nerka alasan bosnya melarang dia mendekati Flora .


"Hahh,,tapi mendingan dengerin omongan si bos deh buat gak deketin Flora,daripada entar dipecat terus jadi pengangguran ".


Akhirnya Jim memutuskan dalam hatinya untuk tidak melanjutkan pendekatannya pada Flora.


Sedangkan diruangan CEO Hexa Food,tampak Varro sedang membuka kotak makan siangnya.


Seulas senyum terbit dibibirnya saat melihat isi bekalnya,ternyata Flora kembali memasakkan menu favoritnya.


Tanpa berlama-lama,Varro segera menyendok nasi beserta lauknya lalu memasukkan kemulutnya dan mengunyahnya secara perlahan.


"Enak,,kamu emang pinter masak Flo ".Gumam Varro sambil tersenyum simpul.


Seandainya Flora mendengar pujian tersebut,entah akan seperti apa reaksi gadis tersebut.


Selesai jam makan siang,Jim yang sudah kembali ke kantor segera menemui Varro yang masih betah berada diruangannya.


Setelah mengetuk pintu,Jim pun langsung masuk dan menghampiri bosnya.


"Bos,ada undangan untuk menghadiri acara makan malam bersama,dalam rangka ulang tahun perusahaan Grand Maxi bos ".Kata Jim sambil duduk disofa,karena kebetulan Varro juga masih berada disana sehabis makan siang.


"Kapan?".


"Malam minggu bos,jadi sebagian besar para pembisnis diundang keacara tersebut ".Jawab Jim.


"Yaudah kita terima undangannya ".Kata Varro.


"Saya ikut bos ?".Tanya Jim memastikan.


Varro pun menganggukkan kepalanya.


"Yess,,,,".Seru Jim tanpa sadar.


Melihat reaksi asistennya yang berlebihan,Varro menatap Jim penuh tanda tanya.


Jim yang mengerti arti tatapan bosnya segera menjawab.


"Kalau acara seperti itu kan pasti banyak cewek-cewek cantik dan sexy bos,siapa tahu ada yang kecantol sama saya ".Ucap Jim sambil nyengir.


"Bukannya kamu mau deketin Fauna?".


"Kan kata si bos gak boleh,yaudah daripada saya jadi pengangguran lebih baik cari yang lain ".Jawab Jim.


Mendengar jawaban asistennya,Varro pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.Kemudian dia beranjak bangun menuju meja kerjanya,masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Tapi entah kenapa dalam hatinya ada perasaan lega.


To be continue.....


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit

__ADS_1


Vote


💞💞💞💞


__ADS_2