Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 12


__ADS_3

Seminggu sudah Flora menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa,dia sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus.


Pagi ini Flora sedang sarapan bersama Arumi dan juga Varro.


"Flo,kamu bisa bawa sepeda?".Tanya Arumi disela-sela sarapan.


Flora menganggukkan kepalanya "Bisa Tante,memangnya kenapa ?".Tanyanya.


Bukannya menjawab,Arumi malah menoleh kearah putranya yang sedang mengunyah roti.


"Var,bolehkan sepeda kamu yang ada digarasi itu di pakai sama Flora?".Tanya Arumi.


Varro hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun.


"Nah Flo,mulai sekarang kamu berangkatnya pakai sepeda ya,daripada sepedanya nganggur di garasi ".Kata Arumi sambil tersenyum.


"Terimakasih Tante,nanti Flo pakai ".Ucap Flora.


Varro yang sudah menyelesaikan sarapannya langsung beranjak pergi dari meja makan.


Sedangkan Arumi dan Flora melanjutkan sarapannya.


Sebelum masuk ke dalam mobil,Varro menemui Pak Wan yang sedang mencuci mobil milik Arumi.


"Pak Wan,,".Seru Varro.


Mendengar namanya dipanggil,Pak Wan bergegas menghampiri Varro.


"Ya Tuan Muda,ada yang bisa saya bantu?".Tanya Pak Wan begitu sampai dihadapan majikannya.


"Tolong cek kondisi sepeda saya yang ada digarasi ya pak,pastikan rantai dan remnya dalam kondisi yang baik ".Ucap Varro.


"Baik Tuan,,apa Tuan mau pakai sekarang?".Tanya Pak Wan memastikan.


"Bukan buat saya,tapi nanti dibawa kuliah sama Flora ".Jawab Varro sambil berlalu menuju mobilnya.


Sesaat kemudian mobil yang dikendarai oleh Varro merayap pergi.


"Tumben Tuan Muda perhatian sama Nak Flora ".Gumam Pak Wan sambil berjalan menuju garasi, dia berniat mengecek sepeda seperti yang diperintahkan oleh Varro.


Sepuluh menit kemudian keluarlah Flora dari dalam rumah bersama Arumi.


"Loh,sepedanya kok sudah disini ".Kata Arumi, dia merasa heran saat melihat sepeda yang akan digunakan oleh Flora sudah nangkring didepan teras rumah.Apalagi sepeda itu dalam keadaan kinclong.


Melihat Arumi dan Flora yang keheranan,Pak Wan pun bergegas menghampirinya.


"Pak Wan yang bersihkan sepedanya?tapi kok bisa tahu kalau pagi ini Flora mau pakai sepeda?".Tanya Arumi saat melihat Pak Wan mendekat.


"Iya Nyonya,tadi saya disuruh sama Tuan Muda buat cek kondisi sepedanya,ya sudah sekalian saya bersihkan ".Lapor Pak Wan.


"Hah?Varro yang nyuruh?".Kata Arumi setengah tak percaya.


"Iya Nyonya,memangnya kenapa?".Tanya Pak Wan penasaran.


"Gak,,gak apa-apa kok ".Kata Arumi "Ya sudah Flo,buruan berangkat kuliah,biar gak telat ".Ucapnya pada Flora.


"Baik Tan,kalau gitu saya berangkat dulu ".Kata Flora sambil mendekati sepeda model Hybrid itu,lalu dia pun menaikinya "Makasih Pak Wan,sudah membersihkan sepedanya ".Ucapnya lagi pada Pak Wan.


Lalu dia pun mengayuh sepeda keluar dari pintu gerbang setelah berpamitan pada Arumi dan Pak Wan.


...****************...


Dengan bersemangat Flora mengayuh sepeda menuju kampus High Global.Sepanjang jalan tiada henti dia mengulas senyum tipis di bibirnya.


"Apa Tuan Varro mengkhawatirkan diriku ya ".Gumamnya seorang diri.


Mengingat kemungkinan dirinya dikhawatirkan oleh Varro membuat Flora bertambah semangat mengayuh sepedanya.


Kurang dari limabelas menit kemudian sampailah Flora dikampus,beruntunglah kampus itu dilengkapi dengan tempat penyimpanan sepeda,sehingga Flora tidak pusing lagi mencari tempat penyimpanan.


Setelah menaruh sepeda,Flora berjalan menuju kelasnya.


"Flo,tunggu ".


Flora pun menengok kearah sumber suara.


"Geaa,,,".Seru Flora saat melihat temannya berlari kecil menghampirinya.


"Kok kamu dari arah sana?bukannya disana tempat penyimpanan sepeda?".Tanya Gea sambil membenarkan kaca matanya.Sebenarnya Gea bukanlah mengalami minus atau yang lainnya,dia memakai kacamata karena itu bagian dari stylenya sendiri.


"Iya,aku memang darisana,tadi aku bawa sepeda ".Jawab Flora sambil tersenyum.


"Ohhh,,,yaudah yuk,kita ke kelas ".Ajak Gea sambil melangkah.


Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas sambil mengobrolkan sesuatu yang tidak penting.

__ADS_1


...****************...


Varro tengah berada diruang kerjanya,dia sedang membaca beberapa artikel berita tentang bisnis dilaptopnya.Saat tangannya menggulir mouse untuk melihat artikel berita lainnya,matanya tertuju pada sebuah artikel berita tentang dunia model.Dengan iseng dia mengkliknya,lalu terpampanglah foto seorang model yang sangat dia kenal.


Tiba-tiba dadanya kembali bergemuruh,dengan kasar dia mengclose semua beranda yang dia buka dilayar laptopnya.


Tidak ingin larut dalam bayangan mantan kekasihnya,Varro menyibukkan dirinya dengan memeriksa laporan yang diberikan oleh sekretarisnya.


Tiba-tiba Jim masuk ke dalam ruangannya.


"Ada apa Jim?".Tanya Varro sambil mengangkat wajah menatap asistennya.


"Cuma mau ngingetin Bos aja,nanti kita ada makan siang bersama dengan investor asing ".Jawab Jim.


Varro melirik jam tangan yang melingkar ditangan kirinya,jam makan siang tinggal satu jam lagi.


"Kalau gitu kita berangkat sekarang aja ".Ajak Varro.


"Baik Bos ".Kata Jim sambil mengikuti langkah Varro.


Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju lift untuk turun ke lobi.


...****************...


Sore harinya,Flora membantu Bik Kiky memasak untuk makan malam.


"Bik,menu untuk makan malam apa aja Bik ?".Tanya Flora.


"Emm,,,sayur capcay,telur balado dan ayam goreng mentega kesukaan Tuan Varro ".Jawab Bik Kiky.


"Jadi menu kesukaannya itu ayam goreng mentega ya Bik?".Tanya Flora meyakinkan.


"Iya,tapi dia juga suka sama olahan ayam yang lainnya ".Jawab Bik Kiky.


"Bik,aku boleh gak belajar bikin ayam goreng menteganya ?".Tanya Flora penuh harap.


"Boleh kok,nanti Bibik ajarin ".Jawab Bik Kiky sambil tersenyum " Nak Flo mau ngambil hatinya Tuan Varro ya ?".Goda Bik Kiky


"Ahh,,gak kok Bik,,lagian mana mungkin aku ngambil hatinya,kasian ntar Tuan Varro gak punya hati Bik ".Balas Flora sambil tertawa kecil.


"Hehe,,iya juga ya,kok jadi Bibik yang kena ".Ucap Bik Kiky yang gagal menggoda Flora.


Lalu mereka pun sama-sama tertawa.


...****************...


Saat makan malam,Flora sesekali melirik kearah Varro.Dihadapannya duduk Arumi yang juga sedang menikmati makan malamnya.


Apa makanan yang aku masak sudah sesuai ya dengan selera Tuan Varro?.Batin Flora,dia menyuapkan sendok ke mulutnya dengan perlahan.


Tiba-tiba datanglah Bik Kiky dari dapur sambil membawa air minum.Saat berniat hendak kembali ke dapur,Bik Kiky menyempatkan diri bertanya pada Varro.


"Tuan Varro,gimana rasa ayam menteganya?".


Varro menatap heran kearah Bik Kiky,karena tidak biasanya asisten tersebut menanyakan rasa dari makanan pada dirinya.


"Enak,lebih enak dari biasanya Bik ".Akhirnya Varro menjawab juga.


"Syukurlah kalau begitu,itu nak Flo yang memasaknya ".Ujar Bik Kiky sambil tersenyum,lalu wanita paruh baya itupun berlalu kedapur.


Mendengar perkataan Bik Kiky,spontan Varro menoleh kearah Flora yang sedang tersenyum polos kearah dirinya.Tapi dengan segera Varro mengalihkan pandangannya.


"Wahh,,ternyata kamu pintar masak juga ya Flo ".Puji Arumi.


"Ah,gak juga kok Tante,saya masih belajar ".Ucap Flora merendah,sebenarnya waktu tinggal bersama neneknya Flora sudah terbiasa memasak,cuma saat dia minta diajari sama Bik Kiky,itu karena dia memang tidak tahu cara membuatnya.Karena bagi dia, menu orang desa sama kota apalagi sekelas keluarga Arumi sudah pasti berbeda,baik dari jenis makanan maupun rasanya.


"Baru belajar aja sudah enak kayak gini "Arumi masih saja memujinya.


Dan Flora pun hanya bisa tersenyum.


Selesai makan malam,Flora kembali membantu Bik Kiky membereskan piring yang kotor.


"Gimana Nak Flo?pasti senangkan masakannya dibilang enak sama Tuan Varro ".Ucap Bik Kiky.


"Hehe,,,iya Bik,nanti tolong ajarin aku buat menu yang lain ya Bik ".Pinta Flora.


"Siapp,,,nanti Bibik ajarin buat menu kesukaan Tuan Varro yang lainnya ".Ucap Bik Kiky sambil tersenyum.


...****************...


Kini Flora tengah berada didalam kamarnya bersiap untuk belajar,dia menyiapkan buku yang akan dibawanya besok.


Saat membuka buku catatan,Flora baru ingat jika besok ada tugas yang harus dia kumpulkan.


"Ya ampun,kenapa aku baru ingat,mana tugasnya dalam bentuk hardcopy lagi ".Gumam Flora,dia mengacak-acak rambutnya karena kesal.Kenapa dia bisa lupa kalau ada tugas.

__ADS_1


Sekitar lima menit dia mondar-mandir di kamarnya,lalu dia pun mengambil keputusan demi tugas yang harus dia kumpulkan besok.


Dengan perlahan Flora berjalan menuju ruang kerja Varro.


"Mudah-mudahan Tuan Varro ada diruang kerjanya,kalau gak,masak aku harus ngetuk pintu kamarnya ".Flora bermonolog sambil terus berjalan.


Suasana rumah terasa sunyi,karena Arumi sudah berada didalam kamar begitu juga dengan Bik Kiky yang sudah beristirahat dikamar belakang.


Sampai didepan ruang kerja Flora bersiap mengetuk pintu,tapi sebelum itu dia menghela napas untuk menenangkan degup jantungnya.


Padahal dia cuma mau minjam laptop pada Varro,bukan mau yang lainnya.


Akhirnya setelah meyakinkan dirinya,daripada tidak dapat nilai Flora pun mengetuk pintu.


"Masukk,,".Terdengar seruan dari dalam.


Perlahan Flora membuka pintu,kembali perasaan gugup melanda dirinya saat Varro menatap dirinya dengan tajam.


"Ada apa?".Tanya Varro datar.


"Emm,,,anu Tuan,,sa,,saya ".Saking gugupnya Flora malah gagap.


"Ngomong yang jelas ".Ucap Varro,masih dengan sikap dingin.


Flora kembali menghela napas sebelum bicara.


"Maaf sebelumnya kalau saya mengganggu Tuan,saya kan besok ada tugas dalam bentuk hardcopy,tapi saya tidak punya laptop,jadi saya kesini ingin meminjam laptop,itupun kalau Tuan mengijinkan ".Akhirnya Flora bisa berkata dengan lancar.


Mendengar perkataan gadis didepannya,Varro hanya terdiam.


Sampai sekitar lima menit Varro hanya diam sambil mengutak-atik laptopnya,Flora pun merasa jika usahanya untuk meminjam sia-sia.


"Maaf kalau saya tidak boleh meminjamnya,kalau begitu saya permisi Tuan ".Ucap Flora dengan wajah lesu,tanpa menunggu jawaban dia membalikan badannya bersiap pergi.


"Tunggu,,".Suara Varro menghentikan langkahnya.


Flora pun kembali membalikan badannya kearah Varro.


Tampak Varro seperti mengeluarkan sesuatu dari laci mejanya yang paling bawah.


"Pakai aja laptop yang ini ".Varro menyodorkan sebuah laptop jadul.


Seketika raut wajah Flora berubah ceria,bergegas dia mendekat dan meraih laptop dari tangan Varro.


"Terimakasih Tuan ".Ucap Flora.


"Ini chargernya dan ini flashdisk,kamu pasti butuh itu ".Ucap Varro sambil menyodorkan pada Flora.


Lagi-lagi Flora mengucapkan terimakasih.


"Kamu tahu cara pakainya ?".Tanya Varro tanpa mempedulikan ucapan terimakasih dari Flora.


"Bisa Tuan,dulu waktu SMA saya dapat pelajaran komputer setiap satu minggu sekali ".Jawab Flora.


Varro pun menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah sana pergi ".Usir Varro.


"Sekali lagi terimakasih Tuan ".Ucap Flora sebelum pergi.


"Emm,,,".


Flora pun kembali ke kamarnya dengan perasaan lega,setidaknya tugas untuk besok bisa terselesaikan.


Sedangkan Varro yang kembali seorang diri diruang kerjanya,tampak tersenyum tipis saat mengingat sosok Flora.


"Setidaknya itu balasan karena kamu sudah membuat mamaku kembali ceria ".Gumam Varro sambil melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


To be continue,,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote


💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2