Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 9


__ADS_3

Tidak terasa sebulan sudah Flora tinggal di kediaman Varro.Pagi ini saat sarapan telah selesai,tiba-tiba dirinya dipanggil oleh Arumi.


"Flo,bisa ikut tante sebentar ".Ujar Arumi sambil beranjak dari meja makan.


"Baik Tante ".Kata Flora,dia urung membantu Bik Kiky membereskan piring kotor diatas meja.


Arumi mengajak Flora keruang keluarga.


"Kamu tunggu disini sebentar ya ".Kata Arumi,lalu wanita paruh baya itu masuk ke kamar pribadinya.


Flora pun mengiyakan tanpa banyak bertanya,sambil menunggu Arumi datang dia pun duduk disofa panjang.


Tidak lama kemudia datanglah Arumi sambil membawa amplop warna putih,dia pun duduk disebelah Flora sambil mengangsurkan amplop tersebut.


"Flo,ini gaji kamu satu bulan ya ".Kata Arumi sambil tersenyum.


Flora pun seakan tak percaya jika dia sudah gajian dan ini adalah gaji pertamanya,dengan senyum merekah dia menerima amplop tersebut.


"Terimakasih tante ".Ucap Flora dengan riang.


"Iya sama-sama Flo,oh ya,kamu sempet bilang mau kuliahkan?".Tanya Arumi.


"Iya Tan,tapi saya rasa mungkin tahun depan baru bisa ".Kata Flora "Memangnya kenapa Tan?".Tanyanya.


"Sepertinya kamu tidak perlu menunggu tahun depan,minggu depan sudah mulai tahun ajaran baru,nah kamu sekarang aja daftar kuliahnya ".Usul Arumi.


Flora menggeleng pelan.


"Tapi uang saya belum cukup tan,gak apa-apa saya kuliah tahun depan aja ".Kata Flora.


"Kamu gak usah mikirin biayanya,biar Tante yang urus itu,kamu tinggal belajar aja yang serius ".Ucap Arumi.


"Tapi saya merasa gak enak sama tante,saya gak mau ngerepotin tante lagi ".Flora menolak tawaran Arumi,rasanya begitu berlebihan jika dia kembali menerima kebaikan Arumi.


Mendengar pernolakan Flora,wanita tersebut menghela napas pelan.


"Flo,dengerin tante ya,kamu gak usah merasa sungkan begitu menerima tawaran tante,ini demi masa depan kamu sendiri,semakin cepat kamu kuliah maka akan semakin cepat juga impian kamu tercapai,mau ya?".Desak Arumi.


Flora pun kembali berpikir,dia juga tahu apa yang dikatakan oleh Arumi memang benar.Apalagi dia sangat ingin menjadi guru,karena itu adalah cita-citanya sejak kecil.


"Kalau begitu baiklah Tante,saya mau kuliah tahun ini ".Akhirnya Flora pun memilih menerima tawaran Arumi.


"Baiklah,Tante juga senang dengarnya,kamu tidak usah khawatir masalah biaya karena Tante sudah menganggap kamu seperti putri tante sendiri ".Ucap Arumi dengan tulus.


Flora pun tampak terharu dengan perkataan Arumi.


"Terimakasih Tante karena sudah baik sama Flora,sampai Flo gak tahu gimana caranya membalas kebaikan tante ".


Arumi pun memeluk Flora sambil mengusap-usap rambut gadis tersebut.


"Kamu tidak usah pikirkan hal itu ".Ucap Arumi.


Flora pun menganggukkan kepalanya,sejenak mereka berpelukan lalu Arumi mengurai pelukannya.


"Karena kamu sudah sepakat untuk daftar kuliah,sekarang kamu ikut tante keluar ".Ajak Arumi.


"Kemana Tante?".


"Udah pokoknya kamu ikut aja,mumpung masih pagi,sana siap-siap dulu,tante juga mau mandi dulu ".Kata Arumi yang tidak bisa dibantah.


Flora pun mengiyakan perkataan Arumi,lalu bergegas kekamarnya untuk bersiap.

__ADS_1


Pukul setengah sepuluh,mereka berdua pun siap berangkat.Flora pun berpamitan pada Bik Kiky,asisten rumah tangga itu pun berpesan agar dirinya hati-hati.


Gadis yang mengenakan celana jeans yang warnanya sudah pudar,begitu juga dengan baju kaos yang sedikit kebesaran itu mengikuti langkah Arumi menuju garasi.


Sesaat kemudian,mobil yang dinaiki Arumi dan Flora meluncur dijalanan.


...****************...


Sejak mendapat suntikan dana dari Fred,secara perlahan Hexa Food kembali bangkit.Bahkan ide produk yang disampaikan oleh Smith sudah memasuki tahap uji coba.Begitu juga dengan rumor yang mengatakan jika perusahaan Hexa Food menggunakan bahan berbahaya,hal itu sudah bisa diatasi oleh tim pemasaran.


Kini Varro tengah memeriksa beberapa berkas laporan diruang kerjanya.Tiba-tiba terlintas dibenaknya tentang mimpi yang dialaminya semalam,dalam mimpi itu dia merasa sedang bersama Clara.Suasananya mirip saat mereka masih bersama dulu,penuh keceriaan dan kegembiraan.Dalam mimpi itu juga, mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan disebuah taman yang dipenuhi oleh aneka macam bunga.


Varro menaruh pulpennya lalu menyugar rambutnya dengan kasar untuk mengusir bayangan yang mengganggunya.


"Bisa-bisanya aku mimpi kayak gitu ".Gumam Varro.Dia sadar,jika melupakan Clara adalah hal yang sulit,apalagi perpisahan itu bisa dibilang baru terjadi.Dan sebelum itu hubungan mereka terjalin cukup lama,pantas saja dia merasa kesulitan untuk melupakannya sampai-sampai terbawa mimpi.


Varro menghembuskan napas kasar sambil bersandar pada kursinya,dia menggoyangkan kursi kebesarannya itu kekanan dan kekiri.


Tiba-tiba pintu diketuk dari luar,Varro pun mempersilahkan masuk sambil membenarkan posisi duduknya.


Ternyata yang datang adalah asisten Jim.


"Bos gak makan siang?".Tanya Jim begitu sampai dihadapan Varro.


"Memangnya sudah jam makan siang?".Varro balik bertanya.


"Lima belas menit lagi sih bos ".Jawab Jim "Bos mau makan diluar atau bagaimana?".Tanyanya lagi.


"Kita makan diluar aja ".Kata Varro sambil berdiri lalu menyambar jas yang tergantung dihanger.


"Baik Bos ".Kata Jim sambil mengikuti Varro keluar.


...****************...


Jim membelokkan mobilnya pada sebuah restoran yang berjarak sekitar duapuluh menit dari kantornya.Setelah mobil terparkir mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk kedalam restoran.Restoran Cina tersebut ramai pengunjung,apalagi di jam makan siang seperti ini.Tapi untunglah Jim dan Varro menemukan tempat duduk dekat jendela,lalu mereka pun duduk saling berhadapan.


Seorang pelayan menghampiri meja mereka sambil membawakan buku menu,setelah mereka memesan makanan pelayan itu pun pergi.


"Ramai sekali ya bos ".Ujar Jim sambil mengedarkan pandangannya.


"Emm,,,,".Varro hanya berdehem sambil memainkan ponselnya.


Jim pun berdecak kesal saat melihat respon bosnya,sungguh sejak ditinggal oleh sang kekasih sikap bosnya itu menjadi sangat menyebalkan.


"Bos,,,".Seru Jim.


"Ck,,apalagi sih Jim ".Varro berdecak kesal.


"Liat itu disana bos ".Jim mengkode bosnya.


Varro pun mengikuti arah pandang asistennya.


Disudut lain tampak seorang pria seusia Varro tengah duduk dengan beberapa temannya.Seperti merasa dirinya diperhatikan, pria tersebut menoleh kearah Varro yang memang kebetulan pria tersebut duduk menghadap kearah mereka berdua.


Pria itupun melempar senyum sinis kearah Varro,tapi dengan acuh tak acuh Varro memalingkan wajahnya.


"Itu benar Ryder Mark kan Bos?".Tanya Jim memastikan.


"Iya,itu memang dia ".Jawab Varro singkat.


"Kenapa gak Bos samperin dia aja,kan gara-gara perusahaan dia kita gagal meluncurkan Izo Energy ?".Tanya Jim,asisten tersebut masih merasa geram jika mengingat hal tersebut.

__ADS_1


"Biarin aja Jim,orang seperti dia suatu saat pasti akan menemukan kehancuran ".Jawab Varro.


"Iya semoga saja ".Kata Jim, sesekali dia menoleh kearah Ryder yang tengah tertawa dengan sombong bersama temannya.


Ryder Mark adalah anak kandung dari Steven, yaitu pemilik perusahaan G&G yang beberapa waktu lalu mencuri ide produk milik Varro.


Ryder Mark juga pernah satu sekolah saat SMA bersama Varro dan Jim.Dari dulu Varro dan Ryder memang selalu bersaing dalam segala hal,keduanya merupakan cowok idola disekolah tersebut.Namun persaingan tersebut lebih sering dimenangkan oleh Varro,hal itu membuat Ryder semakin benci pada Varro hingga saat ini.


Tidak lama kemudian seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka berdua,setelah pelayan itu pergi Varro dan Jim pun langsung menikmati makan siang yang terhidang dihadapan mereka.


...****************...


Ternyata Arumi mengajak Flora berbelanja ke Mall yang ada dipusat kota,wanita tersebut membelikan pakaian yang banyak untuk Flora.Lagi-lagi Flora merasa sungkan menerima kebaikan dari Arumi.


"Segini aja Tante,ini aja sudah cukup buat saya ".Ucap Flora saat ini di tangannya sudah ada lima stel pakaian,namun kini Arumi memilihkan beberapa dress yang ukurannya sesuai dengan tubuh Flora.


"Sudah kamu ikut aja Flo,nanti biar ada yang kamu pakai saat kuliah ".Kata Arumi sambil mengambil beberapa dress yang menurutnya terlihat cantik.


Flora hanya bisa pasrah mengikuti langkah Arumi,dalam hati dia berharap agar bulan depan gajinya tidak dipotong.


Arumi tidak hanya membelikan pakaian saja,dia juga membelikan sepatu,tas dan juga jaket.


Setelah merasa cukup Arumi pun mengajak Flora ke kasir,gadis itu sangat kaget saat melihat total belanjaan Arumi mencapai limabelas juta lebih.


"Udah yuk,sekarang kita pulang tapi sebelum itu kita mampir makan siang dulu ".Kata Arumi sambil berjalan menuju eskalator.


Flora kembali merasa gugup saat naik eskalator,karena ini adalah pengalaman pertamanya.


"Lama-lama kamu pasti akan terbiasa Flo".Ujar Arumi saat melihat kegugupan Flora.


Gadis kuncir kuda itupun hanya mengangguk kaku.


Setelah menaruh barang belanjaan dibagasi mobil,Arumi dan Flora pun meninggalkan Mall tersebut dan berniat mencari tempat makan.


"Hari ini tante seneng banget Flo,kamu tahu gak,dari dulu tante pengen banget jalan-jalan seperti ini,tapi sayangnya tante tidak punya anak gadis.Tapi tak apalah,sekarangkan sudah ada kamu yang tante anggap seperti putri tante sendiri ".Ujar Arumi sambil menoleh sekilas ke arah Flora.


Gadis itupun tersenyum,tanpa sadar matanya berkaca-kaca.


"Terimakasih tante,sudah menganggap Flo seperti putri tante sendiri ".Ucap Flora "Aku berjanji akan kuliah dengan rajin dan meraih impianku tante "Sambungnya.


Arumi pun mengangguk sambil tersenyum.


Tiba disebuah restoran Arumi pun menghentikan mobilnya,lalu mereka berdua pun masuk kedalam restoran untuk makan siang.


To be continue,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit


Vote


💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2