
Sebuah taxi berhenti di depan rumah Varro,ternyata Arumi telah kembali dari liburannya.
Sambil menarik dua buah koper dia berjalan memasuki halaman rumahnya.
Pak Wan yang sedang duduk santai disamping rumah dengan segera menghampiri.
"Selamat siang nyonya,kok nyonya gak bilang-bilang kalau hari ini kembali?kan saya bisa jemput ke bandara " Sapa Pak Wan sambil mengambil alih kedua koper yang dibawa oleh Arumi.
"Gak apa-apa kok Pak Wan,lagian tadi saya sama teman-teman " Ucap Arumi sambil tersenyum.
Bik Kiky pun membuka pintu dan menyambut kedatangan majikannya,sedangkan Pak Wan kembali ke tempatnya beristirahat setelah menaruh koper milik Arumi diruang tamu.
"Bik Kiky kapan kembali kesini?"Tanya Arumi sambil duduk di sofa.
"Dua minggu yang lalu Nyonya " Jawab Bik Kiky."Nyonya mau saya buatkan sesuatu?" Tanyanya.
Arumi menggelengkan kepalanya " Oh ya,anak-anak gimana Bik?" Tanya Arumi.
"Emm,,,mereka semua baik-baik aja Nyonya " Jawab Bik Kiky.
Arumi bisa mendengar keraguan dalam nada bicara asisten rumahtangganya.
"Hubungan mereka berdua baik-baik ajakan Bik?atau ada sesuatu yang terjadi selama saya tidak ada dirumah?" Tanya Arumi antusias.
Kembali Bik Kiky terlihat ragu-ragu.
"Bilang aja Bik,apa terjadi sesuatu diantara mereka berdua?apa mereka semakin dekat ?" Tanya Arumi tidak sabaran.
"Saya tidak begitu tahu apa yang sekarang terjadi diantara Tuan Varro dan Nak Flo,tapi,,,,"Bik Kiky tidak melanjutkan perkataannya.
"Tapi apa Bik?"Desak Arumi.
"Emm,,,itu Nyonya,,sepertinya Tuan Varro kembali bersama Nona Clara,,"
"AAPAA,,,,?"saking terkejutnya Arumi sampai terlonjak bangun "Kok bisa Bik?sejak kapan?memangnya apa yang terjadi kok bisa-bisanya Varro kembali sama wanita itu?" Arumi sungguh-sungguh tidak terima dengan kabar yang baru didengarnya.
"Maaf Nyonya,saya tidak tahu apa yang terjadi,tapi yang jelas nona Clara sempat datang kerumah " Jawab Bik Kiky menjelaskan.
"Hah?datang kerumah?benar-benar wanita gak tahu malu,berani-beraninya dia kembali mendekati Varro setelah dulu mencampakkan begitu saja " Omel Arumi,napasnya naik turun menahan emosi.
Bik Kiky pun hanya diam tidak berani berkomentar lagi.
"Lalu Flora tahu gak kalau Varro kembali sama wanita itu?"
Bik Kiky menganggukkan kepalanya "Tahu Nyonya,soalnya pas nona Clara kesini,Nak Floralah yang membukakan pintu "
Arumi bertambah syok,diapun terduduk lemas disofa.
__ADS_1
"Hhhhh,,,,kenapa jadi kacau begini "Gumam Arumi,lalu dengan langkah lemas dia berjalan menuju kamar tidur miliknya yang sudah dia tinggalkan selama sebulan.
Lalu Bik Kiky pun membereskan barang bawaan milik Arumi.
...****************...
Sore harinya Varro pulang tepat waktu,namun begitu sampai diruang keluarga, dia melihat mamanya duduk bersedekap dan memandang tajam kearah dirinya yang baru datang.
"Loh?mama udah pulang liburan?kok gak bilang-bilang sama Varro"Kata Varro sambil berjalan menghampiri mamanya.
Arumi mendengus kesal "Kenapa?gak suka liat mama pulang?biar kamu bisa bebas bersama wanita itu"Tanya Arumi tajam.
Varro yang baru duduk disebelah mamanya terlihat kaget.
"Mama kenapa?wanita siapa yang mama maksud?"Varro balik bertanya pura-pura gak ngerti.
"Udah deh Var,mama udah tahu semuanya,kamu balikan lagikan sama wanita itu? "Tanya Arumi emosi "Mama gak habis pikir sama kamu Var,kamu lupa kalau dulu dia udah nyakitin perasaan kamu.Dia yang udah ninggalin kamu sampai kamu merasa terpuruk selama berbulan-bulan,terus sekarang kenapa dengan mudahnya kamu nerima dia kembali?"
Arumi menatap tajam kearah Varro yang hanya bisa menundukkan kepalanya,ingin rasanya Arumi menggampar kepala Varro biar otak putranya itu bisa berfikir dengan jernih.
"Mama tenang dulu,aku bisa jelaskan semuanya"Ucap Varro pelan.
"Mama tidak mau dengar alasan apapun Var"Sentak Arumi,tampak wanita itu mengatur napas untuk mengendalikan emosi dalam dirinya.
"Maaf Ma,tapi aku hanya ingin memberikan dia kesempatan kedua,bukankah setiap orang berhak untuk mendapatkan itu?"Varro berusaha memberi pengertian pada mamanya.
Varro hanya diam mendengar perkataan mamanya.
Tiba-tiba datanglah Flora yang baru pulang dari kuliah.Akhir-akhir ini sering sekali dia pulang menjelang malam,selain memang dia sedang sibuk mengerjakan skripsinya dia juga sebenarnya menghindari pertemuan dengan Varro.
Sejak malam dimana Flora mengakui perasaannya pada Varro,sejak saat itulah seolah-olah keduanya saling menghindari.
Yang satu menghindar dengan tujuan agar perasaan cinta dihatinya tidak tumbuh makin besar,sedangkan yang lagi satunya masih bimbang dengan perasaannya sendiri.
"Flora,kamu kok jam segini baru datang?" Tanya Arumi .
Sebelum menjawab sekilas dia menoleh kearah Varro,namun saat tatapan mereka bertemu keduanya saling membuang pandangan.
Bahkan Varro langsung beranjak pergi ke kamarnya.Arumi pun hanya mendengus kesal melihat sikap putranya pada Flora.
"Iya Tante,soalnya aku udah mulai nyusun skripsi jadi belakangan ini aku sibuk terus biar semuanya cepat selesai "Jawab Flora sambil berusaha untuk tersenyum "Tante jam berapa datangnya?"Tanyanya.
"Tante datang tadi siang,tante banyak loh bawa oleh-oleh buat kamu "Ujar Arumi "Sebaiknya kamu mandi dulu,habis itu kita ngobrol lagi"Lanjutnya.
Flora pun mengangguk patuh,kemudian dia berlalu menuju kamarnya.
...****************...
__ADS_1
Saat makan malam,suasana meja makan tampak hening hanya terdengar denting sendok beradu dengan piring.
Flora hanya menundukkan kepalanya sambil menghabiskan isi piringnya,begitu juga dengan Varro yang hanya diam tanpa mempedulikan apapun selain makanannya.
Sedangkan Arumi yang menyadari keheningan di meja makan tersebut hanya bisa menghela napas kesal.
Begitu makanan dipiringnya habis,Varro segera beranjak bangun dan berniat pergi dari meja makan.
"Mau kemana Var?"Tanya Arumi.
"Ke kamar ma,ada pekerjaan yang harus aku selesaikan "Jawab Varro.
"Ck,nyelesain pekerjaan atau mau telfon-telfonan sama wanita tak tahu malu itu?"Tanya Arumi sengit.
Varro hanya menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Arumi yang terkesan menuduh.
"Udah ma,aku gak mau ribut "Ucapnya sambil berlalu pergi,namun sebelum itu dia sempat melirik sekilas kearah Flora yang diam tak bergeming.
"Huhh,,,,punya anak satu bodohnya gak ketulungan "Gerutu Arumi.
Sedangkan Flora kembali berusaha menahan kesedihannya,dia rindu dengan masa-masa dimana dia menghibur Varro,saling bertukar cerita dan lain sebagainya.Kini mereka kembali seperti dua sosok yang tak saling mengenal,entah hubungan pertemanan mereka akan kembali membaik,atau malah berakhir begitu saja karena Varro telah kembali pada masa lalunya.
Selesai makan malam,Arumi mengajak Flora untuk melihat oleh-oleh yang dibawanya.Arumi menceritakan keseruan liburannya selama sebulan,Flora pun mendengarkan dengan antusias sambil berharap suatu hari nanti bisa melakukannya.
Arumi memberikan tas,baju dan juga sepatu pada Flora.
"Makasih Tante oleh-olehnya "Ucap Flora sambil menerima pemberian Arumi.
Arumi pun tersenyum lalu membawa Flora kepelukannya,kemudian mengusap-usap kepala gadis tersebut.
Flora membalas pelukan Arumi,saat ini dia merasa seperti dipeluk oleh ibu kandungnya.Nyaman dan menenangkan.
To be continue,,,,,
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞
Jangan Lupa :
Like
Comment
Favorit
Vote
__ADS_1
💞💞💞💞