Gadis Penyembuh Luka

Gadis Penyembuh Luka
Bab 35


__ADS_3

Flora dan Gea keluar dari perpustakaan bersama-sama,mereka berniat untuk pulang namun sebelum itu Flora ingin pergi ke kantor Dekan untuk menemui bagian Tata Usaha.


"Kamu kesana mau ngapain?"Tanya Gea yang berjalan disebelah Flora.


"Mau tanya-tanya aja "Jawab Flora singkat.


Dan Gea pun tidak bertanya lebih lanjut lagi.


Setengah jam kemudian mereka berdua pun keluar darisana dan langsung pulang ke rumah masing-masing.


Flora mengayuh sepedanya dengan santai,namun dalam hatinya dia memikirkan tentang informasi yang baru saja di dapatnya.


Flora merasa tidak ada salahnya jika dia mengambil tawaran untuk mengabdi disebuah sekolah dasar yang letaknya masih terpencil,lagipula wisudanya masih sekitar delapan bulan lagi,setidaknya dia bisa mendapatkan pengalaman mengajar.


Dia sibuk dengan pikirannya sendiri sampai kemudian sebuah Taxi menyalip dan langsung berhenti di depannya,dengan segera Flora menekan rem sepedanya dan menunggu siapa yang keluar dari dalam Taxi tersebut.Sebab dia merasa bahwaTaxi itu berhenti karena dirinya.


Sesaat kemudian turunlah Clara dari dalam taxi dengan wajah yang tak bersahabat.


Melihat kedatangan wanita tersebut Flora tetap tenang, bahkan dengan santai dia masih duduk diatas sepeda sambil memainkan pedalnya.


"Kebetulan saya liat kamu disini "Kata Clara dengan angkuh.


"Nona mau apalagi?"Tanya Flora.


"Sebenarnya saya gak mau bilang ini ke kamu,karena saya tahu setelah kamu mendengar semuanya,pasti kamu akan merasa kecewa,sedih dan juga patah hati "Jawab Clara sambil tersenyum sinis.


"Maksud nona apa?"


Kemudian Clara meraih sesuatu dari dalam tasnya dan menunjukkan pada Flora.


"Kamu liat ini "Ujarnya sambil menunjukkan sebuah passport dan juga tiket pesawat "Varro menyuruh saya untuk menyusulnya ke luar negeri,karena katanya disini dia tidak bebas berduaan denganku,dan satu hal lagi,dia akan melamar saya disana "Ucapnya lagi sambil tersenyum mengejek,dia merasa puas saat melihat wajah Flora yang memucat.


"Jadi mulai sekarang sebaiknya hapus impianmu untuk bersanding dengan Varro,karena sampai kapanpun kamu tidak pantas untuk dia "Ujar Clara dengan tajam "Oh ya satu hal lagi,selama disana saya akan satu kamar dengan Varro,kamu pasti sudah tahukan,apa yang akan dilakukan oleh dua orang dewasa pria dan wanita jika berada didalam satu kamar?kemungkinan besar kami akan melewati malam yang panjang"Ucap Clara setengah berbisik ditelinga Flora.


Lalu Clara tersenyum penuh kemenangan sambil kembali masuk kedalam taxi tanpa mempedulikan bagaimana reaksi Flora.


Setelah taxi itu pergi,Flora turun dari sepedanya dan terduduk lemas dipinggir trotoar.


Dia menghela napas berkali-kali untuk menenangkan diri,perkataan Clara mampu mengacaukan hatinya.


Beberapa pejalan kaki menegur Flora,karena dilihatnya gadis itu dalam kondisi yang kurang baik.Namun Flora mengatakan kalau dirinya baik-baik saja sambil berusaha mengulas senyum agar mereka percaya.


Setelah dirinya sedikit tenang Flora kembali mengayuh sepedanya menuju rumah,dia ingin segera menumpahkan tangisnya didalam kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu berlalu sejak kejadian tersebut,Flora pun sudah mengambil keputusan untuk menjauh dari Varro.Dan langkah awal yang diambilnya adalah menerima tawaran untuk mengabdi disebuah sekolah dasar.


Selama itu pula Flora sibuk mempersiapkan segala sesuatunya,antara lainnya adalah meminta izin pada Arumi.


Dan Arumi pun tampak syok saat mendengar permintaan Flora.


"Apa tidak bisa dibatalkan Flo?lagipula kenapa bisa mendadak begini?"Tanya Arumi dengan wajah sendu.


"Gak bisa Tan,lagian gak lama kok cuma beberapa bulan aja,disana itu sedang kekurangan tenaga pengajar Tan,kasihan mereka jika kurang mendapat pendidikan "Jawab Flora.


"Kamu gak berencana buat keluar dari rumah ini selamanyakan?"Tanya Arumi penuh kekhawatiran.


"Gak kok Tan,nanti pas wisuda aku pasti sudah kembali lagi kesini "Jawab Flora.


Lalu Arumi pun memeluk Flora,dan gadis itu membalas dekapan hangat dari Arumi,sungguh wanita itu seperti pengganti ibunya yang telah tiada sejak dia kecil.

__ADS_1


"Terus kapan kamu berangkatnya?"Tanya Arumi sambil mengurai pelukannya.


"Besok Tan,maaf ya Tante semuanya serba mendadak "Jawab Flora yang kini merasa bersalah.


"Iya gak apa-apa Flo,Tante bisa memaklumi,tapi kamu harus ingat jaga diri baik-baik disana ya "


Ujar Arumi tanpa bisa menyembunyikan kesedihannya.


Flora mengiyakan perkataan Arumi.


Sebelum keberangkatannya,siang itu Flora menemui Gea dikampus karena dia juga harus mengambil surat pengantar dari Dekannya.


"Hhh,,,aku bakalan kangen sama kamu Flo"Ujar Gea,mereka sedang duduk ditaman kampus.


"Aku juga Ge,tapi janji ya,sekembalinya aku darisana kita wisuda bareng-bareng "Kata Flora.


"Pastilah,aku gak mau kamu pake toga sedangkan akunya enggak "Ucap Gea.


Lalu mereka pun melanjutkan membahas hal lain,karena mereka akan berpisah lumayan lama sudah pasti nantinya akan merindukan satu sama lain.


Malam harinya,Flora kembali memeriksa barang yang akan dibawanya besok.Dua buah koper ukuran besar dan satu ransel telah siap dipojokan kamar.


Kini dia duduk merenung diatas kasur,dipandanginya ponsel yang sedang dia pegang.Ponsel yang diberikan oleh Varro tiga tahun lalu,Flora berencana jika nanti Varro telah menikah dengan Clara dia akan mengganti ponsel tersebut.


Kini yang harus dia lakukan adalah melepaskan perasaannya cintanya,Flora sadar jika dirinya tidak ada kesempatan lagi untuk mendapatkan Varro.


Sejak seminggu belakangan ini Flora selalu gelisah dimalam hari,apalagi jika dia teringat dengan ucapan Clara yang mengatakan kalau disana Varro akan sekamar dengan dirinya.Flora selalu bertanya-tanya apa yang mereka lakukan disana,dan pasti ujung-ujungnya dia akan menangis.


Namun mulai detik ini Flora bertekad untuk melupakan seorang pria bernama Varro Nazareth itu.


Dan mulai hari esok Flora akan membuka lembaran baru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berbeda dengan Jim yang sudah hampir dua minggu ditinggalkan oleh Varro,pekerjaannya di kantor Hexa Food seolah tiada habisnya.Ingin rasanya dia mengeluh namun tidak tahu harus mengeluh pada siapa,tidak mungkin dia mengeluh pada bosnya karena dapat dipastikan setelah itu dirinya langsung dipecat.


Setelah selesai mengecek pabrik milik Hexa Food,Jim pun mampir ke Cafe Diamond karena teringat dengan rekaman CCTV yang dia inginkan.


Setelah memarkirkan mobilnya Jim pun langsung masuk kedalam cafe yang sedang ramai pelanggan,dia mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk.


Akhirnya dia melihat sebuah meja dan disana duduk seorang gadis sendirian,dan Jim pun berniat untuk ikut duduk disana.


"Permisi,,,boleh saya duduk disini?soalnya sudah tidak ada kursi yang kosong"Ucap Jim sopan.


Gadis itupun mengangkat pandangannya,sesaat dia diam namun setelah itu dia mempersilahkan Jim duduk.


"Silahkan "Ucapnya singkat.


Jim pun duduk dihadapan gadis tersebut kemudian memesan makanan ketika seorang pelayan menghampirinya.


"Boleh kita kenalan?"Tanya Jim setelah mereka berdua saling diam.


Gadis itupun menganggukkan kepalanya.


"Namaku Jimmy Bryan,panggil aja Jim "Ucap Jim memperkenalkan dirinya.


"Aku Gea Margaret,panggil aja Gea"Ucap Gea sambil tersenyum kecil.


Jim yang melihat gadis dihadapannya tersenyum sontak membuat hati pria itu berdebar-debar.


Mungkinkah Jim jatuh cinta pada pandangan pertama?.

__ADS_1


"Nama yang cantik,secantik orangnya "Meluncur begitu saja ucapan dari bibir Jim.


"Om bisa aja "Ucap Gea.


"Jangan panggil Om,panggil aja Jim "


Gea pun menganggukkan kepalanya.


"Kamu udah kerja atau gimana?"Tanya Jim mulai mengorek informasi,sepertinya dia ingin mengenal lebih jauh tentang Gea.


"Aku masih kuliah,tapi sebentar lagi selesai"


"Ohh,,emang kamu kuliah dimana?"


"Di kampus High Global,terus kamu sendiri gimana?"Gea balik bertanya.


"Aku udah kerja kok "Jawab Jim "Kampus High Global?apa kamu kenal dengan mahasiswi bernama Flora Miracle?"Tanyanya lagi.


"Jelas kenalah,dia itu sahabat aku "Jawab Gea.


Lalu mereka berdua pun asyik bertukar cerita sampai kemudian sebelum berpisah mereka saling bertukar nomor ponsel.


Setelah Gea pamit pergi,Jim pun menemui pelayan cafe untuk meminta rekaman CCTV tempo hari.


...****************...


Setelah sampai dikantor Hexa Food,Jim bergegas menuju ruangannya untuk mengecek rekaman tersebut.


Sambil menunggu datanya terbuka Jim menggoyang-goyangkan kursinya,begitu datanya terbuka Jim pun langsung menonton rekaman tersebut.


Setengah jam kemudian keluarlah umpatan dari bibir Jim.


"Dasar mak lampir,aku harus cepat-cepat kasi tahu si bos nih "Gumam Jim.


Kemudian dengan segera Jim mengirim rekaman tersebut ke ponsel milik Varro.


"Kayaknya aku harus menyelidiki lebih jauh,wanita kayak dia memang tidak bisa dipercaya.Bos aja terlalu bodoh mau kembali sama dia"Jim mengumpat sepuasnya karena tidak mungkin bosnya bisa mendengar umpatannya.


Jim pun mulai menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki semua tentang Clara.


Pokoknya dia tidak rela jika bosnya sampai menikahi wanita seperti Clara,makanya dia harus bertindak cepat untuk mencegah hal itu.


Pesan pun sudah terkirim.


"Semoga dengan rekaman ini si bos langsung sadar siapa Clara sebenarnya "


Kemudian Jim pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


To be continue,,,,,


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Terimakasih sudah mampir,,,,💞💞


Jangan Lupa :


Like


Comment


Favorit

__ADS_1


Vote


💞💞💞💞


__ADS_2