
SATU BULAN KEMUDIAN
"Hoamm...,"
Laura yang menguap dan barusan bangun dari tidurnya. wanita itu menatap sebuah tempat yang benar-benar membuatnya begitu nyaman.
Sekarang Laura tinggal bersama dengan paman Danilo atau mertuanya tersebut.
"Kamu ini jorok sekali sih, bangun tidur kok tidak langsung mandi malah berdiri di sini?" tanya Tuan Danilo kepada menantunya tersebut.
Terlihat Laura menggaruk kepalanya, wanita itu menatap mertuanya yang barusan masuk tersebut.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu kepada ayah, Kenapa juga Ayah berada di sini?" tanya balik Laura.
"Ini kan rumahku, kenapa aku tidak boleh kemari?" jawab Tuan Danilo.
"Ini kamar pribadiku, ayah. masak kamu tidak tahu tata krama sekali sama sekali." jawab Laura sembari menggaruk kepalanya.
"Bagaimana kondisi adikmu?" tanya Tuan Danilo kepada Laura.
Terlihat wanita itu memijit kepalanya dengan kepenatan yang sangat luar biasa.
"Entahlah Ayah, aku benar-benar tidak tahu aku sangat kebingungan, kata dokter adikku tidak akan lagi bisa bertahan. segala upaya sudah dilakukan oleh mereka namun tidak ada hasil sama sekali." jawab Laura sembari menatap nyalang ke langit pagi itu.
"Kamu tidak boleh menyerah, kamu harus yakin kalau adikmu itu akan bertahan. suatu hari dia akan bangun dan dia akan memanggilmu kakak." Tuan Danilo yang terus memberikan semangat kepada menantunya tersebut.
"Oh ya Ayah, kenapa ayah tidak pernah menyukai ketiga menantu Ayah itu?" Bukankah mereka adalah wanita cantik memiliki karir Bahkan mereka adalah wanita-wanita yang hebat?" tanya Margaretha yang membuat Tuan Danilo malah ingin tertawa.
"Hebat apanya, mereka memang hebat dalam menghabiskan uang. mereka tidak pernah berusaha untuk menjadi seorang istri, salahkan saja Putraku itu yang terlalu bodoh mencari istri. dia hanya ingin bersenang-senang dengan semua yang dia lakukan kemudian dia salah Jalan." jawab Tuan Danilo.
Terlihat Laura hanya menganggukkan kepalanya berulang kali, sesaat kemudian tatapan matanya menatap seorang pria yang ada di luar rumah mertuanya itu.
"Siapa pria itu, Ayah?" tanya Laura kepada tuan Danilo sembari menunjuk ke arah seorang pria yang ada di taman.
"Namanya adalah Adam, dia adalah putra pertamaku. Dia seorang duda." jawab Tuan Danilo yang membuat Laura langsung menatap pria itu.
__ADS_1
"Maksud ayah dia adalah putra Ayah? pria menyebalkan itu adalah putra Ayah?" tanya Laura yang membuat Tuan Danilo menganggukkan kepalanya.
"Ayah memang benar-benar sangat istimewa, satu putranya duda satu putranya lagi mempunyai banyak istri dan satu putrinya pergi entah ke mana. sebenarnya Bagaimana cara Ayah membesarkan anak-anak Ayah, kok mereka pada aneh semua?" tanya Laura sembari menatap mertuanya tersebut.
Tuan Danilo tidak marah pria itu malah tertawa terbahak-bahak dengan semua perkataan yang diucapkan oleh menantunya tersebut.
"Ha-ha-ha..., setiap manusia mempunyai jalan hidup sendiri, Laura. Oh ya kamu hati-hatilah saat berbicara dengan Putra pertamaku itu, dia adalah pria yang sangat berbahaya. dia tidak suka dengan wanita cerewet." Tuan Danilo yang kemudian menepuk dahi Laura dan keluar dari kamar itu.
Tatapan mata Laura menatap pria yang ada di taman tersebut, sesaat kemudian tiba-tiba seorang pria yang bernama Adam itu menatap Laura yang berada di lantai 2 di kamar wanita muda tersebut. tatapan mata mereka saling menatap satu sama lain, sesaat kemudian tiba-tiba saja Laura mencibir kan bibirnya seolah wanita itu menghina pria yang ada di bawah.
"Ternyata pria sok tampan sok kaya bahkan pria tidak punya tata krama ini adalah putra dari ayah mertuaku? idih dia tinggal di sini? bisa-bisa kami berantem setiap hari." ucap Laura yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
SATU JAM KEMUDIAN
TOK..
TOK..
pintu kamar Laura diketok oleh seseorang, wanita itu yang hendak keluar langsung membuka pintu kamarnya.
tatapan mata Laura menatap Nicholas yang ada di depan pintu kamarnya. "Ada apa?" tanya Laura yang melihat Nicholas sudah ada di depan pintu kamarnya.
"Bisa tidak sih lembut sedikit dengan seorang wanita, kamu mau aku lempar bentak!!" Laura yang kemudian menghempaskan tangan Nicholas.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu, Kenapa kamu mengganggu ketiga Istriku itu?" tanya Nicholas sembari menatap wajah Laura dengan tatapan mata yang begitu marah.
"Aku? aku mengganggu istrimu? Memangnya apa yang sudah aku lakukan, Bahkan aku sekarang tinggal di Rumah belakang bersama dengan ayah Danilo, sedangkan kamu tinggal di rumah depan bersama dengan ketiga istrimu itu. aku saja tidak pernah datang ke sana ngapain juga aku mengganggu tiga istrimu, kamu ini terlalu halu." Laura yang tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh Nicholas. wanita itu tentu saja marah karena Nicholas menuduhnya mengganggu salah satu wanita yang ada di rumahnya.
"Kamu sudah melukai istri pertamaku kan? kamu sudah membuatnya terluka bukan?" tanya Nicolas sembari menunjuk wajah Laura.
"Dengar ya, singkirkan tanganmu itu jangan menunjuk aku. Aku tidak suka, lagi pula aku tidak pernah sekalipun mengganggu salah satu istrimu." jawab Laura.
"Dengarkan Aku, camkan ini baik-baik. ayah membuatmu menjadi istriku tapi aku tidak akan pernah mau menjadi suamimu." Nicholas yang menekan Laura ke tembok luar kamarnya.
"Dengarkan aku baik-baik, Tuan brengsek. tuan yang punya banyak istri, siapa yang mau menjadi istrimu aku juga tidak akan mau melakukannya." Laura yang mendorong tubuh Nicolas kemudian pergi meninggalkan pria itu.
__ADS_1
Entahlah apa yang dilakukan oleh ketiga istri Nicholas, mereka selalu saja membuat ulah bahkan mereka selalu menuduh Laura hendak melakukan sesuatu atau berbuat kasar kepada mereka.
"Dasar brengsek berani sekali mereka menuduhku seperti itu, aku saja malas bertemu mereka Kenapa mereka selalu saja berusaha untuk menyudutkanku. kalau mereka terus melakukan hal itu lihat saja akan kulukai mereka seperti yang mereka katakan." ucap Laura yang kemudian turun dari lantai dua.
Langkah kakinya menuruni anak tangga sembari berdecak kesal tidak karuan.
tanpa dia sadari saat dia mengomel tidak karuan dia berjalan secara tergesa-gesa. Hal itu membuat salah satu kakinya malah terinjak dan membuat Laura hampir terjatuh.
"Aaa!" seru Laura yang hendak terjatuh.
HAP..
seorang pria tanpa sengaja malah menangkap Laura yang hendak terjatuh tersebut. Hal itu membuat mereka berdua saling menatap satu sama lain.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Adam kepada Laura.
"Kalau seperti ini tidak apa-apa, kalau terjatuh tadi Tentu saja aku akan terluka." jawab Laura yang kemudian langsung berdiri.
"Kenapa kamu harus berkata seperti itu, seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena sudah menolongmu. punya mulut kok tidak bisa berterima kasih." cibir Adam yang kemudian membersihkan pakaiannya yang habis memeluk Laura secara tidak sengaja.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William