
Tak berselang lama dokter yang sudah memeriksa Almaira nampak keluar dari ruangan tersebut langkah kakinya mendekati Nicholas sembari membuka maskernya Kakak panggil Almaira yang melihat dokter keluar dari ruang operasi.
Seketika Nicholas mendongakkan kepalanya, dia langsung berdiri berjalan mendekati dokter yang sudah merawat istrinya.
"Dokter, Bagaimana kondisi anak dan istriku?" tanya Nicholas.
"Kondisi istri anda lumayan parah, Tuan. dia mengalami pendarahan yang cukup parah." jawab dokter.
"Bagaimana anak dan istri saya, dokter?" tanya Nicholas yang tangan dan kakinya sudah gemetar. wajahnya sudah tidak bisa terkatakan, terasa dia ingin mengakhiri dirinya setelah dokter mengatakan hal itu.
"Anda harus bersyukur karena istri anda baik-baik saja, Saya akan meminta para perawat untuk mencari darah sesuai dengan darah istri anda. istri anda mengalami pendarahan yang sangat parah, berdoalah supaya dia baik-baik saja." minta dokter yang kemudian kembali masuk ke ruang operasi.
Nicholas tidak sempat menanyakan bagaimana kondisi bayinya, pikirannya begitu kalut, hatinya terasa hancur setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh dokter yang merawat isterinya.
"Apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku lakukan!!" teriak Nicholas.
"Tenanglah Kakak, tenang." minta Almaira.
Sedangkan di tempat lain Ayah Danilo sudah berada di ruangan monitor CCTV. dia bersama Gabriel akan mencari tahu apa yang telah terjadi kepada Laura.
"Minggirlah Aku akan mencari sendiri, Gabriel. kamu tolong pantau dengan jelas." pintar Ayah Danilo.
"Baik Tuan." jawab Gabriel yang kemudian memantau monitor CCTV tersebut.
Tatapan mata Ayah Danilo menatap CCTV yang ada di toilet karyawan, pria itu menatap seseorang yang berada di sana namun tidak mungkin dia bisa melihat ke dalam CCTV tersebut. karena CCTV itu hanya terpasang di luar saja.
"Tuan ini di luar jangkauan kita." ucap Gabriel.
"Kamu benar Gabriel." jawab ayah Danilo yang kemudian kembali memutar CCTV tersebut.
Sesaat kemudian tatapan matanya tertuju kepada seorang wanita yang berpakaian putih tersebut.
"Hera." ayah Danilo menatap mantan menantunya yang ternyata ada di tempat tersebut.
"Tuhan, Bukankah itu Nyonya Hera?" tanya Gabriel.
"Iya, Gabriel Apa yang dilakukan oleh wanita itu di sana?" tanya ayah Danilo yang kemudian memperjelas monitor tersebut.
"Gabriel selidiki masalah ini jika sampai benar wanita itu yang membuat Laura seperti ini, singkirkan wanita itu." perintah ayah Danilo.
"Baik Tuan." jawab Gabriel yang kemudian pergi dari ruang CCTV perusahaan. Ayah Danilo benar-benar sangat marah, pria itu tidak akan melepaskan Hera begitu saja. kecemburuan Hera ternyata belum hilang juga.
__ADS_1
Dua tahun dia ditinggalkan oleh Nicholas, namun sekarang dia ingin membalas dendam kepada Laura.
"Dasar wanita brengsek berani sekali kamu mencelakai menantu dan cucuku. lihat saja aku pasti akan menyiksamu hingga nafasmu itu berakhir mengerikan di tanganku." ucap ayah Danilo yang kemudian pergi dari ruangan itu.
Nampak pria itu mengambil ponselnya, dia menelpon beberapa anak buahnya untuk menyisir beberapa lokasi guna mendapatkan keberadaan daerah kalian.
"Jangan pernah kembali, Jika kalian tidak mendapatkan wanita itu dapatkan dia hidup-hidup atau dia mati!" perintah ayah Danilo yang kemudian mematikan ponselnya.
BUGG..
Ayah Danilo memukul tembok dengan sangat keras, terlihat tangannya berdarah karena pukulan tersebut.
"Lihat saja aku pasti akan membunuhmu, Hera. berani sekali kamu menyakiti Laura, aku sudah bilang Kan kalau kamu berani menyakiti menantuku itu kamu akan menghubungi pemakaman." ucap Ayah Danilo yang kemudian meninggalkan perusahaan.
Langkah kaki ayah Danilo memasuki mobilnya yang sudah terparkir di depan perusahaan. "Kita akan ke mana, Tuan?" tanya sopir Ayah Danilo.
"Bawa aku kembali ke rumah sakit, Aku harus melihat Bagaimana kondisi menantuku." jawab ayah Danilo.
Sekitar 40 menit kemudian ayah Danilo sudah berada di rumah sakit, pria itu memasuki rumah sakit dengan terburu-buru. langkah kakinya yang lebar itu membuatnya begitu cepat sampai di tempat. seorang bocah kecil yang sekarang sudah berusia 13 tahun itu nampak berlari memeluk ayah dan ibu.
"Apa yang terjadi sama kakak ayah?" tanya Nazar kepada ayah dan ibu.
Tatapan mata yang begitu menyedihkan dapat terlihat dari Nazar, dia sudah tidak mempunyai siapapun. tentunya bocah itu takut jika kehilangan kakaknya.
"Kamu tidak boleh memikirkan apapun, kamu harus yakin kalau kakakmu itu akan baik-baik saja, mengerti." ucap Ayah Danilo yang membuat Nazar menganggukkan kepalanya.
Pria tua itu menatap putranya yang benar-benar sangat mengenaskan, sekitar 10 menit kemudian dokter Kembali keluar. pria itu membuka maskernya, sebuah senyum nampak terlihat di wajah pria tersebut.
"Akhirnya semuanya sudah lebih baik, istri dan putramu dalam kondisi baik. selamat ya." ucap dokter yang sudah memberikan kabar tersebut.
Nicholas yang mendengar kabar itu tentu saja dia langsung berdiri, pria itu memeluk ayahnya dengan semua perasaan yang begitu membahagiakan.
"Lalu bagaimana kondisi istri saya, dokter?" tanya Nicolas.
"Kondisi istri anda masih tidak baik, sedangkan Putra anda harus kami bawa ke ruang perawatan karena dia lahir prematur." jawab dokter.
Ketika para perawat membawa keluar Laura dan bayinya. seketika Nicholas berlari untuk melihat keadaan sang istri, wanita itu masih tidak sadarkan diri sedangkan putranya yang baru terlahir itu nampak menggerakkan tubuhnya. tatapan mata Nicholas menatap sebuah cahaya yang akan menyinari hidupnya tersebut, langkah kaki ayah Danilo dan yang lain mengikuti Ke mana arah tempat Laura dirawat.
Mereka benar-benar sedikit bersyukur karena kondisi Laura sudah lebih baik. di sebuah ruangan Nicholas nampak terus menggenggam erat tangan sang istri.
"Kamu istirahatlah dahulu, Nicholas. ayah akan menjaga istrimu." ucap Ayah Danilo.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Ayah. aku akan menjaganya Aku ingin melihat kondisinya, Aku ingin ketika dia membuka mata aku ada di sampingnya." jawab Nicholas.
Ayah Danilo sangat tahu benar Apa yang dirasakan oleh putranya itu, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya kemudian duduk di ruangan itu bersama dengan Almaira dan Nazar.
"Nazar, apa kamu tadi kemari sudah makan?" tanya ayah Danilo.
Nazar menggelengkan kepalanya. "Ya sudah kalau begitu, ayo kita makan dulu nanti setelah itu kita kembali." ajak ayah Danilo.
"Aku tidak mau, Ayah. aku ingin di sini saja Aku ingin menjaga kakakku." jawab Nazar.
"Kamu tidak boleh seperti ini, nanti Kakakmu akan baik-baik saja. sekarang kamu ikut ayah biar Kak Almaira tetap di sini, Nanti kita belikan mereka berdua makanan, oke." ayah Danilo yang kemudian mengajak Nazar untuk pergi.
Tatapan mata Nazar begitu nyalang, nampak tatapan mata itu menunjukkan kekhawatiran yang sangat luar biasa.
"Ada apa, kenapa kenapa kamu seperti ini?" tanya ayah Danilo.
"Kakakku akan baik-baik saja kan, ayah?" tanya Nazar.
"Tentu saja tentu saja dia akan baik-baik saja." jawab ayah ayah Danilo.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1