
"Lepaskan aku, lepaskan!!" teriak istri kedua Nicholas.
"Berani sekali kamu melukai adikku, awas aja aku pasti akan memberikanmu pelajaran!!" Laura terus berteriak sembari menjambak rambut istri kedua Nicholas. Wanita itu benar-benar sangat marah dia tidak akan melepaskan para wanita yang sudah menyakiti adiknya. Baru beberapa waktu lamanya adiknya itu sadar dari koma selama lima tahun. nyatanya para wanita kecebong itu membuat adiknya harus mengalami sakit jantung lagi.
"Beraninya kamu menjambak rambutku!!" teriak istri kedua yang tidak terima.
"Memangnya kenapa aku tidak berani menjambak rambutnya, kamu ingin aku jambakmu lagi? lihat saja aku pasti akan melakukannya.
Naura yang semakin kesal dan marah kepada istri kedua Nicholas. wanita itu akan menunjukkan Siapa mereka dan apa yang harus mereka lakukan.
"Aku akan memberikanmu pelajaran!" seru istri kedua dan istri pertama Nicolas.
"Kalian mau memberikan aku pelajaran, berikan saja. aku mau tahu seberapa kuat kalian dan aku mau tahu bagaimana jika kalian aku banting lagi." jawab Laura yang membuat istri pertama Nicholas mulai mengingat kembali apa yang dilakukan oleh wanita itu kepada istri kedua.
"Kenapa kalian diam saja, katanya Kalian mau memberikan aku balasan? cepat lakukan aku mau tahu bagaimana kekuatan kalian!" bentak Laura dengan emosi yang begitu luar biasa.
Beberapa pembantu yang ada di rumah Nicholas nampak terdiam, mereka tidak mau membantu tiga wanita yang selalu menyakiti hati mereka.
''Ayo Nyonya Laura banting saja tiga wanita kecebong itu. mereka selalu membuat kamu sakit hati menghina kami bahkan selalu mencemooh kami." ucap beberapa pembantu Nicholas yang memang sangat geram dengan perlakuan dari ketiga istri majikannya tersebut.
"Lihat saja aku pasti akan membuat wanita ini memohon ampun kepada kami." ucap istri ketiga Nicholas sembari menatap wajah Laura.
Laura dapat melihat kalau ketiga istri Nicholas pasti akan melakukan pengeroyokan kepadanya, karena hal itu wanita itu akan memberikan mereka beberapa pelajaran.
"Matikan seluruh CCTV yang ada di rumah ini, Oh ya kalau kalian mau aman semuanya Pergilah dan anggap ini semuanya tidak ada!" seru Nicholas yang membuat para pembantu nampak bersembunyi melarikan diri masing-masing. walaupun seperti itu mereka pasti tidak akan memberikan pernyataan jika sampai Laura melakukan sesuatu, senyum mulai ditunjukkan oleh Laura. ketiga istri Nicholas memang akan memberikan pelajaran juga kepada Laura dengan cara mengeroyok dia.
"Kita akan mengeroyok dia, pasti dia tidak akan bisa melawan kita." ucap istri ketiga Nicolas yang kemudian memberikan aba-aba untuk mereka langsung mengeroyok wanita pengganggu tersebut. Laura yang melihat hal itu tentu saja dia nampak tersenyum, sesaat kemudian ketika istri itu langsung berlari ke arah Laura dan mencoba untuk melukai wanita itu. sialnya mereka belum tahu kalau istri keempat suaminya itu adalah seorang petinju, petarung bebas dan pegulat. anggap saja mereka itu sedang mimpi di siang bolong karena perusahaan untuk melukainya. beberapa preman saja dibuat babak belur oleh Laura apalagi cuma tiga wanita itu.
Mereka tak akan bisa melawan Laura, wanita itu langsung memberikan pelajaran kepada tiga istri Nicholas secara bergiliran. hal itu tentu saja membuat para wanita itu terdiam seribu bahasa. mereka tidak akan mampu melakukan apapun juga.
__ADS_1
"Kalian mau melawanku, oke!!" ucap Laura yang kemudian memberikan pukulan ke pipi mulut bahkan di sekitar pelipis mereka, dengan begitu mereka tidak akan memuja wajah mereka sendiri stempel yang akan hilang dalam waktu beberapa hari.
BEBERAPA DETIK KEMUDIAN
Wajah yang penuh dengan luka pukulan bahkan tonjokan terlukis di wajah 3 istri Nicholas.
"Kami akan membawamu ke jalur hukum!!" teriak tiga istri Nicholas.
"Kalian mau membawa aku ke jalur hukum, tentu. di sini tidak ada saksi mata, CCTV dimatikan bahkan para pembantu yang ada di rumah ini tidak akan mau bersaksi untuk kalian. lalu kalian ingin melakukan apa? mau membawaku ke jalur hukum, silahkan lagi pula aku juga akan membawa kalian ke jalur hukum karena menyiksa beberapa pelayan yang ada di sini. Bagaimana?" tanya Laura bahkan pertanyaan itu adalah pertanyaan yang penuh dengan ancaman.
Para pembantu yang ada di tempat itu nampak tersenyum. Mereka senang ketiga ketika mereka melihat ketiga istri majikannya itu sudah dipenuhi dengan tanda ungu dan biru di wajah mereka.
"Lihat saja, mereka tidak akan berani keluar. kalau tidak mereka pasti akan bersembunyi di dalam kamar." ucap salah satu pembantu.
"Biarin, biar mereka tahu rasa. kita dipukuli dia biar merasakan sakit apa tidak. kalau mereka dipukul sakit berarti kita juga sakit kita ini sama-sama manusia." jawab Salah satu pembantu yang lainnya.
Suara tawa yang tertahan membuat para pembantu itu langsung berlari ke dapur, mereka akan menjadikan semua itu tontonan yang sangat berharga bagi mereka. tak berselang lama Nicholas sudah berada di rumah miliknya sendiri, tatapan matanya menatap 3 istrinya yang sudah tidak berbentuk lagi.
"Laura, Apa yang kamu lakukan?" tanya Nicholas kepada istri keempatnya tersebut.
Laura menoleh, seketika kedua matanya menatap Nicolas dengan kebencian yang semakin membesar. katakan pada istrimu untuk belajar tata krama, salah satu istrimu membuat adikku jatuh sakit lagi, jika sampai mereka terus melakukan hal itu jangan salahkan aku jika aku membunuh mereka bahkan di hadapanmu pun aku tidak akan takut." ancam Laura yang kemudian berjalan sembari menabrak tubuh Nicolas.
Pria itu dapat melihat kebencian di mata istri keempatnya itu, baru berusaha untuk mendekatinya malah ketiga istrinya itu menghancurkan semua rencananya.
"Sayang, wanita itu wanita monster. Lihatlah kami dihajar seperti ini." ucap istri pertama.
"Iya suamiku, Lihatlah dia membuat wajah kami hancur seperti ini. sakit.. sakit..," istri ketiga dan istri kedua yang terus memegang wajahnya.
Nicholas menatap ketiga istrinya yang penuh dengan luka tamparan, pukulan bahkan mulut Dan mata mereka sudah kebiruan.
__ADS_1
"Kalian ini bisanya membuat masalah saja, kalian bisa tidak, tidak membuat masalah. kalian itu selalu membuatku pusing, apa kalian ingin aku buang sekarang juga!!" bentak Nicholas dengan suara yang begitu menggelegar. setelah mengatakan hal itu pria itu langsung berlari mengejar Laura. dia tidak akan mungkin membiarkan istri keempatnya itu tiba-tiba membencinya, apa lagi di rumah itu masih ada tanda peringatan berbahaya yang tak lain adalah kakaknya sendiri.
"Di mana Nyonya kalian?" tanya Nicholas kepada salah satu pembantu.
"Ada di lantai dua, Tuan. ada di kamar Nazar." jawab Salah satu pembantu.
Tuan Danilo yang mendengar mengenai kabar itu, pria itu hanya menunjukkan senyumnya. Biarkan saja ketika istri Nicholas itu mendapatkan pelajaran atas apa yang telah mereka lakukan, salahkan saja mereka sendiri kenapa mereka harus mencari masalah dengan seorang wanita yang berasal dari dunia yang sangat keras.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1