
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Hoam...,
Hari ini Laura bangun agak siang karena dia benar-benar begitu capek. Nicholas sudah pergi ke perusahaan Sedangkan Laura hari ini libur tidak bekerja, wanita itu libur selama 3 hari, wanita itu nampak begitu santai di rumah Ayah Danilo.
"Libur gini ngapain ya enaknya." ucap Laura yang kemudian berdiri dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi.
"Hari ini pria itu sudah ke perusahaan. Aku di rumah kok rasanya nggak enak banget ya?" tanya Laura yang kemudian segera mandi dan membersihkan dirinya.
Sekitar 15 menit kemudian Wanita itu sudah keluar dari kamar mandi kamarnya, wanita itu nampak membereskan kamarnya membereskan barang-barang yang ada di kamar itu kemudian berganti pakaian.
"Lebih baik aku jalan-jalan ke perusahaan suamiku aja, lagian aku kan jarang ke sana Aku mau lihat apa yang dilakukan pria itu." ucap Laura yang kemudian berganti pakaian.
Hari ini terlihat wanita itu memakai dress berwarna pink lembut berukuran di bawah lutut dan memakai blazer, bahkan hari ini begitu spesial karena dia berdandan seperti seorang wanita yang sesungguhnya.
"Kalau memakai dress seperti ini aku cantik juga." ucap Laura Ketika melihat dirinya di cermin kamarnya.
"Pakai bedak, pakai lipstik, perona Pipit dikit aja deh, kalau banyak-banyak dikira aku habis dihajar sama suamiku." ucap Laura yang kemudian menepuk pipinya. "Sudah cantik, kalau begitu aku mau ke perusahaan Suamiku. aku mau jalan-jalan di sekitar sana." ucap Laura yang terlihat keluar dari kamarnya.
"Bibi." Panggil Laura.
"Ya Nyonya." jawab Salah satu pembantu.
"Oh ya bi, Apa ada mobil yang tidak dipakai? Aku mau ke perusahaan suamiku!" seru Laura .
"Ada Nyonya." jawab salah satu pembantu yang kemudian berjalan mendekati Laura. tatapan mata pembantu wanita itu menatap Laura yang hari ini berdandan begitu cantik. kedua bola mata pembantu wanita itu terus menatap Laura tanpa berkedip sama sekali.
"Mana sopirnya?" tanya Laura yang tidak digubris oleh si pembantu
Sesaat kemudian Laura menepuk pundak pembantu itu hingga membuat wanita setengah baya itu langsung tersadar kembali.
"Ya, nyonya." ucap si pembantu.
"Mana sopirnya?" tanya Laura.
"Sebentar, nyonya. saya panggil dulu." jawab si pembantu yang terlihat kebingungan. pertama kali wanita itu menatap Laura yang berpakaian seperti layaknya seorang wanita.
"Ternyata Nyonya Laura cantik banget kalau berdandan seperti wanita." ucap si pembantu yang kemudian memanggil sopir.
Ayah Danilo sudah pergi ke perusahaan Nicholas juga sudah pergi ke perusahaan, nampak wanita itu sedikit kebingungan harus melakukan apa. kalau biasanya dia punya aktivitas yang banyak namun hari ini terasa dia tidak mempunyai jadwal apapun.
Pagi setengah siang itu akhirnya Laura pergi ke perusahaan suaminya, wanita itu berdandan begitu berbeda dari hari biasanya. seisi rumah ayah Danilo dibuat terkejut dengan penampilan Laura hari ini. wanita itu seperti bidadari yang turun dari langit.
"Apa Nyonya ingin saya tunggu atau saya harus kembali?" tanya Pak sopir.
"Bapak pulang aja, nanti kalau aku ingin kembali biar diantarkan oleh sopir perusahaan. Kalau tidak aku mau pulang sama suamiku saja." jawab Laura.
__ADS_1
Pak sopir juga menatap Laura dengan Tatapan yang begitu memukau, wanita itu begitu spesial hari ini.
"Hati-hati ya pak!!" seru Laura yang membuat Pak sopir menganggukkan kepalanya.
Langkah kaki Laura memasuki perusahaan milik suaminya,
"Oh ya, apakah Tuan Nicholas ada di perusahaan?" tanya Laura kepada petugas resepsionis perusahaan.
Tatapan mata mereka menatap Laura dengan tatapan mata yang begitu kebingungan.
"Maaf nona, apakah anda sudah membuat janji dengan tuan Nicholas?" tanya petugas resepsionis.
"Membuat janji? Kenapa harus membuat janji?" tanya Laura.
"Maaf nona, Tuan Nicholas masih ada rapat." ucap petugas resepsionis.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan ke kantornya dan akan menunggu di sana." jawab Laura.
Seketika petugas resepsionis dan salah satu penjaga keamanan langsung menghadang Laura.
"Maaf Nona, anda tidak boleh masuk ke sana. Tuan Nicholas masih ada rapat mohon Anda menunggu di sini." pinta salah satu petugas keamanan.
"Kenapa aku harus menunggu di sini? biasanya aku menunggu di dalam?" tanya Laura.
"Maaf, nona. Anda harus menunggu tuan Nicholas di sini." pinta petugas resepsionis.
"Memangnya ada yang salah denganku ya?" Kok mereka memperlakukan aku seperti ini." guman Laura dalam hati.
"Nona, apakah Anda ingin minum sesuatu tanya petugas resepsionis.
"Dari tadi mereka memanggilku nona-nona terus, mereka kira aku ini adiknya apa." gerutu Laura kembali.
Tak berselang lama terlihat Nicholas berjalan masuk bersama dengan seorang wanita, Mereka terlihat tertawa bahagia dan Mereka terlihat begitu akrab. Laura yang melihat hal itu seketika wanita itu mencibir kan bibirnya, dia yang dari tadi duduk seketika dia berdiri. Laura mengambil ponsel yang ada di tasnya, wanita itu menelpon suaminya yang sedang berjalan bahkan tertawa dengan seorang wanita.
"Halo sayang." Laura yang sudah menelpon suaminya.
"Iya Sayang, ada apa." jawab Nicholas.
"Kamu ada di mana, Sayang?" tanya Laura kembali.
"Aku ada di perusahaan, Sayang. memangnya ada apa?" tanya Laura.
"Tidak ada apa-apa, Oh ya kamu sama siapa?" tanya Laura kembali.
"Sama rekan bisnisku." jawab Nicolas.
"Cowok apa cewek?" tanya Laura yang membuat Nicolas langsung menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Kok tumben banget kamu tanya seperti itu, sayang?" tanya Nicholas yang sedikit merasakan Aura yang tidak menyenangkan.
"Apakah dia sedang berjalan denganmu bercanda gurau Bahkan dia terus mencubit lengan mu?" tanya Laura yang membuat Nicholas langsung tersentak.
Seketika pria itu mencari keberadaan istrinya, Dia mencari seorang wanita yang memakai pakaian casual seperti yang biasa dipakai oleh istrinya.
"Kok kamu tahu, Sayang. kamu ada di mana?" tanya Nicholas.
"Tentu saja aku ada di perusahaanmu." jawab Laura yang kemudian berjalan mendekati sang suami. wanita itu seketika mematikan ponselnya, langkah kakinya berjalan gemulai sembari membuka kacamata yang sudah dia pakai.
"Kelihatannya suamiku ini senang sekali berbicara dengan seorang wanita." ucap Laura yang sudah berada di depan suaminya itu.
Nicholas benar-benar tidak akan menyangka apa yang dia lihat sekarang. "Sayang." Panggil Nicholas.
"Ada apa!!" bentak Laura yang membuat Nicholas langsung tersadar.
Terlihat Nicholas menatap seorang wanita yang sudah ada di depan matanya, pria itu nampak menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Sayang." Panggil Nicolas kembali.
"Siapa dia, tuan?" tanya si wanita yang berada di samping Nicholas.
Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Nicholas, namun wanita yang bersama Nicholas itu nampak mendekati pria itu sembari menunjukkan senyum menggoda.
"Apakah kamu mengenal dia? Apakah dia wanita yang berpura-pura mengenalmu?" tanya si wanita yang membuat Laura langsung naik pitam ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu. apalagi saat melihat wanita itu begitu genit kepada suaminya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1