GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.36


__ADS_3

Rentetan kalimat yang dikeluarkan oleh ayah Danilo membuat Hera langsung terdiam.


"Apa maksud Ayah mengatakan hal itu? memangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Hera yang membuat Ayah Danilo hanya terdiam.


"Coba kamu pikirkan apa yang sudah kamu lakukan, kenapa kamu harus bertanya padaku jika kamu tahu jawabannya?" tanya ayah Danilo yang membuat Hera mencoba untuk memikirkan apa yang ada di pikiran.


"Pria tua itu apakah mungkin jika pria ini mengetahui apa yang sudah aku lakukan selama ini." guman Hera dalam hati yang mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Percuma saja kamu melakukan hal itu, aku sudah tahu semua yang kamu lakukan. aku sudah tahu semua yang telah diperbuat oleh dirimu dan apa saja yang sudah kamu lakukan di belakang Putraku." jawab ayah Danilo yang membuat ekspresi wajah Hera benar-benar kebingungan.


Tak ada kata yang dikatakan oleh Hera, namun wanita itu tidak akan membiarkan Nicholas bersama dengan Laura.


"Apa maksudmu, Ayah. aku tidak pernah melakukan apapun." ucap Hera.


"Apakah kamu yakin tidak melakukan apapun, Hera? ataukah aku harus menunjukkan sesuatu padamu?" tanya ayah Danilo yang membuat Hera benar-benar tidak bisa mengatakan apapun.


Ketakutan yang ditunjukkan Hera dan senyum yang begitu mencemooh juga ditunjukkan oleh ayah Danilo.


"Apa yang ada di pikiran pria tua itu? jika benar ayah Danilo sudah mengetahui mengenai apa yang dia lakukan, Kenapa dia tidak mengusirnya dari dahulu.


"Pergilah dari sini sebelum aku melakukan sesuatu kepadamu." ucap ayah Danilo.


"Tapi ayah, Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini?" tanya Hera.


"Aku memperlakukan orang sesuai dengan kelakuannya, jika kelakuannya jelek aku akan memperlakukannya dengan jelek jika kelakuannya baik aku akan memperlakukannya dengan baik. itu sepadan bukan?" jawab ayah Danilo yang kemudian meminta Nicholas dan Laura untuk segera meninggalkan wanita itu.


"Pokoknya aku menuntut kepadamu, Nicholas kamu harus menceraikan wanita itu!!" teriak Hera dengan suara yang begitu keras.


Kata-kata yang dikeluarkan oleh Hera membuat Nicholas seketika murka.


"Kamu memintaku untuk menceraikan istriku? maka aku katakan padamu mulai sekarang aku menceraikanmu dan akan memberikan surat perjanjian itu. Aku tidak akan pernah menuntut apapun padamu karena di dalam surat perjanjian itu jika aku menginginkan berpisah dengan kalian, kalian tidak akan bisa menuntut apapun." ucap Nicholas yang membuat Hera tidak akan pernah mengira kalau dia akan diceraikan.


Niat hati Hera meminta haknya agar Laura diceraikan, malah dirinya yang diceraikan oleh Nicholas.

__ADS_1


"Aku tidak terima!!" seru Hera.


"Terserah, Jika kamu tidak segera keluar dari rumah ini. para penjaga yang ada di luar rumah akan menyeretmu keluar, bukan saja menyeretmu keluar mereka akan menyeretmu ke jalanan tanpa Satu sen uang pun!" seru Nicholas yang membuat Hera terdiam.


"Aku meminta rumah itu untukku, itu adalah hakku!!" seru Hera.


"Hakmu? kamu tidak mempunyai hak apapun, di dalam surat perjanjian itu aku ataupun kamu tidak menulis mengenai rumah itu. uang tunjangan dan uang bulanan kalian selama menjadi istriku sudah aku penuhi, jika kita berpisah tidak ada perjanjian apapun. sekarang keluar dari rumahku itu karena aku tidak ingin kamu berada di sana!!" teriak Nicholas dengan suara yang begitu menggelegar.


Beberapa penjaga rumah seketika mereka masuk untuk menyeret Hera keluar dari rumah Ayah Danilo. suara teriakan dan umpatan yang keluar dari mulut Hera hanya bisa didengarkan oleh orang-orang itu.


"Apakah semuanya ini pantas, sayang?" tanya Laura.


"Ini semuanya pantas Karena Wanita itu sudah berselingkuh dariku." jawab Nicholas.


"Selingkuh? wanita itu selingkuh darimu?" tanya Laura yang benar-benar terkejut. Wanita itu sudah selingkuh dari suaminya semenjak beberapa tahun yang lalu, saat dia masih menjadi istri Nicholas.


"Dia sudah berselingkuh dengan seorang pria." jawab ayah Danilo yang membuat Laura terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.


"Lalu kenapa Ayah diam saja, kenapa tidak mencoba melakukan sesuatu?" tanya Laura yang membuat Ayah Danilo hanya mengangkat kedua tangannya.


Selama ini Nicolas yang mendengar semua kata-kata yang diucapkan oleh ayahnya dia tidak berani mengatakan apapun, karena benar yang dikatakan oleh ayah Danilo kalau selama ini Nicolas adalah pria bodoh yang selalu mau dibohongi oleh ketiga istrinya.


"Sudahlah Ayah, jangan membahas hal itu Ayah ingin menghancurkan aku di depan istriku, apa." ucap Nicholas yang membuat ayah dan Laura malah tertawa.


"Sudah sudah jangan mengatakan apapun, lagi lebih baik kita pergi dari sini, aku mau menenangkan diriku. kalian masuk ke kamar kalian kalian ini selalu saja membuat keributan." cibir ayah Danilo yang kemudian masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Nicholas dan Laura masih ingin berbincang-bincang di ruang perpustakaan milik ayah Danilo.


"Apakah kamu ingin aku ambilkan sesuatu, sayang?" tanya Laura.


"Tidak usah, minta saja kepada pembantu Untuk mengantarkan makanan dan minuman. minta mereka memberikan yang banyak, Aku ingin membicarakan sesuatu padamu di perpustakaan." jawab Nicholas yang kemudian masuk terlebih dahulu.


Laura meminta salah satu pembantu untuk memberikan dia makanan apa saja dan minuman apa saja untuk dibawa ke perpustakaan ketika Laura masuk ke dalam perpustakaan terlihat wanita itu menatap sang suami yang sedang membuka album kenangan.


"Kamu sedang membuka apa?" tanya Laura.

__ADS_1


"Aku membuka sesuatu, aku membuka kenangan masa laluku." jawab Nicholas.


"Memangnya Apa yang sedang kamu lihat?" tanya Laura kembali.


"Foto kenangan kami, kenangan almarhum ibuku kakakku ayahku dan adikku." jawab Nicholas.


"Oh ya, aku sebenarnya penasaran banget loh sama adikmu?" tanya Laura yang membuat Nicolas tersenyum.


"Dia tidak mau kembali ke sini, dia mempunyai kenangan yang begitu pahit di sini. karena itu kalau dia merindukan kami Dia hanya melakukan video call atau menemui kami di sebuah tempat. dia tidak berani menginjakkan kakinya di tempat ini." jawab Nicolas.


"Memangnya kenapa?" tanya Laura.


Nicholas Sebenarnya tidak ingin mengatakan apapun, namun Laura terus mendesak suaminya untuk mengatakan sesuatu.


"Kematian ibuku disebabkan oleh adikku, gadis kecil yang berusia 10 tahun itu sedang bermain dengan barang-barang kesukaannya. ketika berada di lantai 2 rumah ini dia tidak sengaja menyenggol keramik besar yang ada di meja lantai 2. dia menjatuhkan keramik itu dan tanpa sengaja Ibu ada lantai bawah, keramik itu mengenai Ibu, darah keluar begitu banyak dari kepala ibu hingga membuat ibu kehilangan kesadarannya untuk beberapa waktu. setelah 21 hari di rumah sakit ibu merenggangnya nyawanya." jawab Nicolas yang tertunduk.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2