GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
RENCANA LICIK


__ADS_3

"Aaaa!!!" teriak Hera.


Wanita itu benar-benar sangat murka ketika semua rencananya tidak berjalan dengan baik.


"Kenapa wanita itu masih tetap bisa berdiri? Kenapa wanita itu masih tetap bisa bertahan? seharusnya dia sudah meninggal seharusnya dia sudah mati!!" teriak Hera dengan semua kemarahannya. wanita itu berharap bisa menyingkirkan Laura dengan semua rencana liciknya. Hera masih belum mengetahui kalau Rara sudah masuk ke rumah sakit dengan kondisi yang benar-benar sangat mengenaskan. Jika wanita itu tahu maka dia akan berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu kepada Laura.


BRAKKK...


PRANGG.


Hera membanting dan melempar barang-barang yang ada di apartemennya.


"Brengsek!!!" seru Hera.


Hera benar-benar sangat murka, Mungkin sebentar lagi dia akan menjadi gila karena dia selalu ingin menghancurkan orang lain tanpa memikirkan akibatnya.


"Aku benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menghancurkan wanita itu, seharusnya kabar yang aku dapatkan itu kabar kematian?!" teriak Hera.


Begitu murkanya Hera dengan semua yang sudah dia dengar, Laura tidak akan membiarkan dirinya dengan semua yang sudah dia lakukan. wanita itu terus berusaha untuk mendapatkan sesuatu dari Laura, nyatanya yang dia dapatkan hanyalah kekosongan. di tempat lain Laura sedang berbicara dengan sang suami bersama dengan Helena dan Kevin.


"Oh ya terima, kasih ya karena sudah mau menerima kami." ucap Kevin.


"Pintu ini akan selalu terbuka untuk kalian, kalau ada waktu senggang kemarilah." jawab Nicholas.


"Terima kasih karena kamu memberikan aku kebahagiaan." ucap Helena.


"Tentu saja, mulai sekarang kita adalah keluarga, kalau ada sesuatu kabari aku atau Istriku yang nakal ini." ucap Nicholas yang kemudian memeluk sang istri.


"Laura, Terima kasih ya." ucap Helena.


"Sama-sama, datanglah jika ada waktu luang. pintu ini selalu terbuka untuk kalian." jawab Laura.


Akhirnya sepasang suami istri itu pergi meninggalkan rumah Nicholas, senyum yang begitu bahagia. mantan suami istri itu sudah berpisah mereka sudah melanjutkan kehidupan mereka masing-masing. tatapan mata Nicholas menatap Helena yang sudah bahagia.


"Seharusnya ini yang dilakukan oleh dua wanita itu, bukannya selalu mencoba untuk melukai diriku ataupun kamu." ucap Nicholas.


"Jadi kamu sudah tahu mengenai kecelakaan ku itu?" tanya Laura kepada sang suami.


"Tentu saja suamimu ini sudah tahu." jawab Nicholas.


"Oh ya, bagaimana kondisi di perusahaan?Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Laura kepada sang suami.

__ADS_1


"Semuanya sudah dikendalikan oleh Gabriel, kamu tenang saja. pria lajang tidak mau menikah itu selalu menenggelamkan dirinya di perusahaan." jawab Nicholas.


"Oh ya, sayang. bagaimana kalau pria itu kita jodohkan dengan salah satu temanku yang ada di restoran cepat saji?" Laura yang mulai menunjukkan kejahilannya.


"Sudahlah sayang, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri. kita tidak boleh memaksa dia untuk bersama siapa, kalau dia marah bisa-bisa aku yang kebingungan. siapa yang akan membantuku di perusahaan? bisa-bisa suamimu ini bingung dengan semua pekerjaan di sana." jawab Nicholas sembari memberikan kecupan di kening sang istri.


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita masuk." ajak Laura.


"Di mana baby Brian?" tanya Nicholas kepada sang istri.


"Tentu saja baby Brian berada di kamarnya, Memangnya kamu kira dia ada di mana." jawab Laura.


"Sebenarnya aku capek sekali, sayang. aku mau tidur sore karena kepalaku pusing," Nicholas yang sedikit menggerakkan kepalanya.


"Ya sudah, nanti aku pijit kepalamu. Bagaimana?" tanya Laura yang membuat Nicholas menganggukkan kepalanya.


Kebahagiaan itu tidak hanya terlihat dari luar saja, namun kebahagiaan itu dapat terlihat ketika seseorang benar-benar menghargai pasangannya.


Satu Minggu Kemudian.


"Hari ini aku harus bisa membuat wanita itu celaka, Aku tidak akan membiarkan dia bahagia. dia sudah menghancurkan aku lihat saja aku pasti akan membuatnya menangis." Hera yang sudah membuat rencana untuk menghancurkan kebahagiaan Laura dan Nicholas.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, aku pasti akan membuatmu menderita." ucap Hera.


"Ada apa, Nyonya. Anda ini siapa?" tanya salah satu pembantu.


Hera sudah masuk ke rumah Nicholas, dia berpura-pura menjadi pembantu yang akan bekerja di tempat itu.


"Maaf saya ke sini karena nyonya Sahara dan Tuan Nicholas menyewa saya sebagai pembantu sekaligus baby sister buat baby Brian." ucap Hera yang terlihat duduk di ruang tamu.


"Hari ini nyonya Laura tidak ada di rumah, dia sedang keluar sebentar untuk membeli sesuatu." jawab Salah satu pembantu.


Terlihat salah satu pembantu di rumah itu menggendong baby Brian sembari mengajaknya berbicara, Hera yang melihat hal itu seolah dia mendapatkan jackpot. rencananya wanita itu akan melakukan kejahatan kepada bayi itu, namun mungkin yang akan dia dapatkan bukan hanya masuk penjara.


"Jadi bayi ini yang akan aku rawat." ucap Hera sembari mendekati baby Brian.


Terlihat Hera mendekati baby Brian, wanita itu terus berakting agar dia dibiarkan menggendong bayi itu. ketika Hera sudah menggendong bayi itu tatapan matanya menunjukkan sebuah kekesalan dan rencana licik.


"Akan kuhabisi kamu bocah kecil, lihat saja aku pasti akan membuatmu kehilangan nyawa." Hera yang terus berusaha untuk melakukan sesuatu.


Seketika Hera memutar tubuhnya, dia berpura-pura mengajak bayi itu berbicara. ketika dua pembantu rumah Nicholas sedikit lengah wanita itu seketika membawa baby Brian pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Laura yang baru pulang dari sebuah tempat nampak tatapan matanya menatap bayinya yang sedang dibawa lari oleh seseorang.


"Siapa wanita itu, kenapa dia membawa bayiku." ucap Laura yang kemudian memutar sepeda motor yang dia bawa. dia langsung melajukan motornya itu untuk mengejar wanita yang membawa bayinya.


"Kurang ajar, berani sekali dia membawa bayiku." ucap Laura yang kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ketika di dekat wanita itu Laura langsung menghentikan laju mobilnya.


"Siapa kamu, berani sekali kamu mengambil bayiku!!" seru Laura yang kemudian turun dari motornya.


Tatapan matanya menatap seorang wanita.


"Jadi wanita gila ini berani mengambil anakku." ucap Laura yang terlihat mendekati Hera.


"Jika kamu berani maju akan ku lempar anakmu ini sampai mati." ancam Hera.


Seketika Laura menghentikan pergerakannya, dia menatap Hera dengan tatapan mata yang begitu tajam, sesaat kemudian Laura langsung memejamkan matanya di sekitar tempat Hera berlari itu adalah tempat yang lumayan penduduknya atau tempat yang orang-orangnya bekerja di rumah.


"Kamu sudah siap, wanita tidak tahu diri." ucap Laura yang membuat Hera menatap tajam kepada wanita itu.


"Apa maksudmu?" tanya Hera yang merasakan akan terjadi sesuatu kepadanya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2