
JEBAKAN
SATU BULAN KEMUDIAN
Hari ini Laura pergi ke sebuah tempat karena dia mendapatkan sebuah informasi yang benar-benar membuatnya marah. ada kabar yang tersebar kalau hari ini Nicholas menginap di salah satu Hotel bersama seorang wanita. Laura yang sedang bersama dengan Almira nampak mereka berdua sudah bersiap-siap untuk pergi ke hotel tersebut.
"Memangnya apa yang akan Kakak lakukan jika Kak Nicholas benar-benar melakukan hal itu?" tanya Almaira kepada Laura.
"Kamu akan tahu jika hal itu benar, jika sampai Kakak mau melakukan kesalahan lagi maka dia harus bersiap-siap untuk pergi jauh dariku." jawab Laura yang sudah menunjukkan kemarahan yang luar biasa.
Wanita itu tidak akan membiarkan suaminya membohonginya, dia tidak akan membiarkan Nicholas terus-menerus seperti pria brengsek yang selalu menebar cinta kepada setiap wanita.
Almaira yang melihat kakak iparnya itu nampak dia sedikit menelan ludahnya dengan susah payah, karena menurut cerita dari ayahnya kalau kakak iparnya itu adalah wanita yang benar-benar sangat menakutkan.
Langkah kaki Almaira dan Laura memasuki sebuah hotel bintang 5.
"Selamat malam, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas resepsionis Hotel.
"Namaku adalah Anabela Laura Brian. Aku adalah istri dari Bryan Nicholas, Aku ingin menanyakan mengenai sesuatu kepadamu. Apakah suamiku ada di sini atau tidak?" tanya Laura dengan tatapan mata yang begitu kesal luar biasa.
"Maaf Nyonya, Saya tidak bisa memberikan Anda informasi. kalau saya memberikannya saya akan dipecat." jawab petugas resepsionis.
"Lebih baik kamu dipecat daripada kamu Akan kuhajar di sini, cepat berikan aku kunci duplikat kamar suamiku. jika kalian tidak memberikannya akan ku obrak-abrik hotel ini dengan kedua tanganku." ancam Laura yang benar-benar sangat marah.
Seorang petugas keamanan yang ada di tempat itu nampak dia menatap seorang wanita muda yang sedang marah di ruang resepsionis. petugas keamanan itu nampak mendekati tempat tersebut.
"Ada apa?" tanya petugas keamanan kepada wanita petugas resepsionis.
"Nyonya ini marah karena ingin meminta kamar yang dihuni salah satu tamu." jawab si wanita.
"Maaf Nyonya Saya tidak bisa membiarkan Anda berada di sini, lebih baik anda keluar sebelum saya bertindak kasar." ucap petugas keamanan yang membuat Laura menunjukkan senyumnya.
"Benarkah? walaupun tubuhmu tinggi besar dan gagah Kamu tidak akan bisa menahan kesakitan yang akan aku berikan." jawab Laura.
"Lebih baik anda keluar dari sini, Nyonya. daripada Anda membuat keributan." ucap si pria yang terlihat berusaha untuk menyentuh tangan Laura.
Seketika Laura menatap pria itu yang hendak menyentuh tubuhnya.
BRUKK...
BRAKK...
dua tendangan langsung diberikan oleh Laura kepada petugas keamanan ketika pria itu mencoba untuk menyentuh tubuh Laura.
__ADS_1
"Ada Berapa petugas keamanan di sini? maju semuanya aku akan memberikan kalian semuanya hadiah atas apa yang kalian lakukan padaku!!" seru Laura.
Petugas resepsionis yang melihat hal itu nampak mereka itu benar-benar sangat terkejut luar biasa, karena ada wanita muda yang membanting petugas keamanan berbadan besar tersebut hanya dalam satu kali hempasan saja.
Tak berselang lama dua petugas resepsionis dapat mendatangi mereka.
"Ada apa ini?" tanya dua petugas keamanan.
"Nyonya ini membuat kegaduhan." jawab dua petugas resepsionis.
"Lebih baik anda keluar dari sini, Nyonya. sebelum kami bertindak kasar." ancam dua petugas keamanan yang terlihat menatap Laura dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Almaira yang melihat hal itu nampak dia mengelus dadanya berulang kali, ternyata yang dikatakan Ayah itu benar juga wanita ini benar-benar sangat menakutkan.
"Pantas saja Nicholas tidak berani melawan wanita ini, untung saja dia menjadi istrinya biar pria itu tidak melakukan kesalahan berulang kali." guman Almaira dalam hati yang kemudian terus menatap Laura yang sudah kehilangan kesabarannya.
"Lebih baik anda keluar dari sini, Nyonya." pinta dua petugas keamanan.
Laura yang melihat dua pria itu seketika dia mencoba menghela nafasnya dengan pelan, sesaat kemudian wanita yang memakai jumpsuit itu langsung memutar tubuhnya dan memberikan tendangan kepada dua petugas resepsionis hingga membuat dua pria itu langsung terjatuh di lantai.
"Apa kamu mau aku jadikan seperti mereka berdua?" tanya Laura yang membuat dua petugas resepsionis langsung ketakutan. mereka seketika memberikan kunci kamar Nicholas.
"Kalau seperti ini kan tidak akan terjadi keributan, kalian ini bodoh banget." Laura yang kemudian menarik kunci itu dan berjalan menuju lift.
"Tentu saja tidak apa-apa, Memangnya kenapa?" tanya Laura yang sedikit kebingungan dengan pertanyaan yang diajukan oleh Almaira.
"Ya kamu membanting dan menghajar mereka, apa tubuhmu tidak kesakitan? Apa kamu tidak terluka?" tanya Almaira yang benar-benar tidak percaya kalau wanita yang ada di depannya itu membanting dan menghajar tiga pria bertubuh besar itu hanya dalam beberapa serangan saja.
"Aku adalah wanita yang bergelut pada kehidupan kasar dan keras, Almaira. Aku melakukan pertarungan seperti itu sudah biasa, jadi kamu jangan kaget jika suatu ketika kamu akan melihatku melakukan pertarungan seperti itu." jawab Laura yang kemudian mencoba untuk menenangkan emosinya mereka.
Akhirnya mereka berdua sudah sampai di lantai lima, langkah kaki Laura begitu terburu-buru wanita itu mencari kamar nomor 536.
"Almaira, coba cari ruangan ini." pinta Laura yang kemudian melihat satu persatu kamar tempat tersebut.
Sesaat kemudian langkah kaki Laura terhenti Di kamar yang bertuliskan nomor 536.
"Akhirnya aku temukan juga." ucap Laura yang kemudian mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Sabar dulu kak, sabar." Almaira yang mencoba untuk menenangkan dirinya.
Jika benar yang dikatakan oleh orang-orang kalau Nicolas sering berada di hotel itu bersama seorang wanita, maka mampuslah hari ini juga pria itu di hotel tersebut.
TOK..
__ADS_1
TOK..
Laura mengetuk pintu kamar tersebut, tak berselang lama seorang wanita keluar dari ruangan tersebut.
"Iya, ada apa ya?" tanya si wanita yang membuat kedua bola mata Laura langsung membulat sempurna. Wanita itu sangat terkejut luar biasa.
Seorang wanita yang membuka pintu kamar tersebut. itu artinya Nicholas benar-benar bersama wanita itu.
"Kalian ini siapa? Kenapa mengetuk pintu kamarku?" tanya si wanita yang sudah berada di ruangan itu.
Laura tidak menjawab, seketika wanita itu langsung menarik pakaian si wanita kemudian menghempaskannya keluar dari kamar.
BUGG..
Langkah kaki Laura memasuki kamar tersebut, tatapan matanya mencari keberadaan sang suami.
"Dimana pria itu?" seru Laura yang mencari keberadaan Nicholas.
"Kamu ini siapa? Kenapa kamu masuk ke dalam tempat ini?" terlihat si wanita.
"Di mana Nicholas, cepat katakan!!" seru Laura dengan emosi yang begitu luar biasa.
Sesaat kemudian pintu sebuah kamar mandi nampak terbuka, seorang pria yang berpakaian piyama keluar dari tempat tersebut.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat.